
Sebelum pulang Rega membersihkan dirinya terlebih dahulu di kantor.
Dia sengaja menyimpan baju agar lebih mudah bila harus mengganti pakaiannya.
Sementara Ara dirumah membantu bunda buat persiapan makan malam,namun ayah belum pulang tadi siang ayah mendapat telpon dari maira untuk ke kantor.
''Bun,,apa ayah akan bekerja di kantor opa? tanya Ara
''opa,,Oma,,dan Tante maira meminta ayah memegang perusahaan namun ayah belum siap'' jawab bunda.
''Ara rasa ayah bisa bun,namun ayah masih belum percaya diri aja'' Ara memberikan pendapatnya.
''iya kita harus membuat ayah percaya diri,kalo bukan ayah siapa penerus opa?
''Opa pasti bahagia kalo ayah bisa bergabung di perusahaan'' ucap bunda sambil menata makanan.
''kalo ibu sama nera di dapur bibi jadi gabut nih'' ucap bi Tini
''Gapapa bi,,bibi bisa istirahat mumpung kita lagi rajin'' ucap Ara
''kok kita,,Ara aja kali.. Bundakan tiap hari kedapur masakin Ara sama ayah'' protes bunda.
''Ara juga tiap hari ke dapur makan,ambil minum hehehe '' jawab Ara gak mau kalah.
''Pudingnya tolong keluarin bi,,mau di potong dulu'' pinta bunda
''biar Ara yang potong bun'' ucap Ara
''Iyaa,,bunda mau nelpon ayah dulu ya''
Ara menganggukkan kepalanya tanda setuju.
''Assalamualaikum,,yah lagi dimana?
tanya bunda begitu telpon tersambung
''waalaikumsalam,,lagi dijalan Bun bentar lagi juga sampai''
''Alhamdulillah,,ati ati ya bunda tunggu dirumah''
''iya,,ayah tutup ya telponnya assalamualaikum''
''waalaikumsalam''
Sementara itu Rega menepikan mobilnya di sebuah toko bunga,dia memesan 2buket bunga selesai dengan toko bunga Rega memasuki toko kue beragam kue dan coklat tersedia disitu,dan kebetulan berada di samping toko bunga jadi tidak perlu dua kali mampir.
Begitu masuk Rega langsung menghampiri stand coklat.
''selamat malam mas,,ada yang bisa di bantu?
ucap penjaga stand
''saya mau coklat yang itu mbak'' tunjuk Rega pada satu kaleng coklat.
''Boleh mas,,sama apa lagi?
''Saya mau cake keju yang itu'' tunjuk Rega pada stand di sebelah coklat
Dengan sigap pelayan langsung mengemas cake pesanan rega.
Tanpa menunggu lama regapun segera meninggalkan toko setelah membayar semua tentunya.
perjalanan menuju rumah Ara terasa begitu lama menurut Rega,karna dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya.
Sementara ayah yang baru sampai rumah langsung di sambut bunda dengan senyuman termanis..
''Langsung bersih bersih ya'' ucap bunda sambil menggandeng ayah menuju kamar
''Semangat banget bunda curiga nih'' ucap ayah menggoda bunda
''ishh,,ayah ini emang salah ya bunda nyenengin Ara? ucap sambil bunda cemberut
''ayah cuma takut nanti malah bunda yang jatuh cinta sama rega
''ayah,, cemburu ya'' goda bunda
''bisa jadi'' ucap ayah sambil tersenyum dan bunda langsung memeluk suaminya.
Sementara itu Rega sudah sampai di depan rumah Ara.
''Ayy,,aku udah di depan rumah nih'' ucap Rega begitu sambungan telpon terhubung
''iya bentar aku keluar'' jawab Ara sambil mematikan sambungan HP'nya
Rega menyandarkan badannya di body mobil,,tak lama Ara keluar dia menatap Rega dengan tatapan penuh cinta kagum dengan kegantengan yang Rega miliki.
Namun Ara bisa menyembunyikan ke kagumannya dan langsung menghampiri Rega.
''Kok gak langsung masuk'' ucap Ara sambil mengulurkan tangan
''sengaja pengen disambut tuan putri'' ucap Rega sambil mencium punggung tangan Ara.
''ish,,ngapain sih pake cium tangan segala'' ucap Ara sambil melepaskan tangannya.
''eehh salah ya,,aturan kamu yang cium tangan aku,,kaya bunda sama ayah'' jawab Rega sambil senyum.
__ADS_1
''Udah yuk masuk'' ajak Ara
''tunggu ayy,,aku punya sesuatu buat kamu'' ucap Rega sambil membuka pintu belakang mobil.
''Ini buat kamu'' Rega memberikan buket bunga mawar merah bunga kesukaan Ara,tak lupa Rega memberikan juga coklatnya.
''Ya Alloh,,kok tau sih Ara lagi pengen coklat itu rencana baru besok Ara mau nyari,,makasi banyak ya'' ucap Ara dengan wajah sumringah
''Sama sama'' jawab Rega sambil tersenyum bahagia melihat Ara begitu senang dengan pemberiannya walau hanya sebatas bunga dan coklat.
''yuuk ah masa di luar Mulu,,masuk ayah juga udah pulang'' kembali Ara mangajak Rega masuk
''Bentar ayy'' Rega kembali membuka dan mengambil satu buket lagi Bunga dengan cake kali ini
''Bunga lagi? ucap Ara bingung
''Ini buat bunda'' jawab Rega sambil senyum,,Ara hanya melongo kaget dengan sikap Rega yang membawakan juga bunga buat bunda.
''Itu buat kamu tanda sayang dari aku,,ini buat bunda tanda terima kasih udah ngelahirin gadis cantik kesayangan aku'' jawab Rega sambil mengusap lembut ujung kepala Ara.
''Makasi banyak ya buat semuanya''
''iya dari tadi makasih mulu,,ayo masuk'' kali ini Rega langsung menarik tangan Ara.
Sampai di ruang keluarga Ara memanggil orang tuanya.
''Ayah,,bunda ini kak'rega udah datang'' ucap Ara dibalik pintu kamar orangtuanya.
''Iya sebentar,,'' terdengar jawaban dari bunda
Ara langsung menuju dapur membuatkan minum untuk Rega,,
''Minum dulu kak'' ucap Ara
''kakak?? tanya Rega
''masih gak enak sama ayah bunda,,'' bisik Ara
Rega hanya tersenyum melihat mimik wajah Ara,yang terlihat malu dan diapun mengerti dengan hal itu.
''Maaf ya nunggu lama'' ucap bunda sambil duduk di sofa depan Rega dan Ara
''gapapa Bun,,belum lama kok'' jawab Rega
''Ini buat bunda'' Rega memberikan buket bunga dan cake nya.
''ya Alloh Rega,,gak salah ngasih bunga ke bunda? tanya bunda dengan wajah senang bercampur kaget
''Enggak Bun,,itu buat bunda'' jawab Rega
''Bunda juga udah repot buatin makan malam buat rega'' ucap Rega
'' enggak bunda gak repot,,seneng malah kamu kan tau bunda seneng masak'' senyum bunda selalu menghiasi wajah cantiknya
''Waaahhh dapet bunga nih'' ayah langsung buka suara saat melihat istrinya memegang buket bunga
''Sebenernya kamu deketin anak atau istri ayah?? tanya ayah dengan wajah serius
''Dua duanya yah,,ara buat calon istri dan deketin bunda biar jalannya mudah yah'' jawab Rega sambil senyum
''Trus kamu gak mau gitu baikin ayah,,padahal ayah yang akan jadi wali Ara nanti'' tanya ayah
''kalo ayah lain lagi,dan pembuktian ke ayah jauh lebih berat'' jawab Rega tegas
''maksud kamu?? kembali ayah bertanya
''Rega harus buktiin kalo Ara cuma satu satunya perempuan dihidup Rega,dan kesuksesan materi untuk hidup Ara,,karna cinta saja tidak cukup untuk hidup'' ucap Rega tegas dan jawaban Rega cukup membuat ayah bunda terpana.
Mereka tak menyangka jika pikiran Rega udah sejauh dan sedewasa itu.
''Benar sekali jika kamu bener bener dengan ucapan kamu,menyayangi dan mencintai Ara kamu harus buktikan itu semua ke kami'' jawab ayah tak kalah tegas.
''insyaalloh yah,,Rega buktikan itu semua Ara yang pertama dan terakhir buat rega''
''ayah pegang kata kata kamu'' jawab ayah
''Ara jadi takut,,acara makan malamnya kenapa jadi ada obrolan kaya gini'' lirih Ara namun berhasil di dengar oleh semua.
''Kenapa takut ayy,, sekarang atau nanti pasti akan ada obrolan seperti ini'' ucap Rega.
''Ayah izinkan kalian dekat,,tapi jangan sampai kepercayaan ayah sama bunda kalian nodai jangan sampai kalian membuat dosa kalian lebih banyak dan jangan sampai membuat malu itu saja pesen ayah dan bunda selaku orangtua,,'' ucap ayah serius
''iya ayah kami mengerti'' ucap rega dan ara barengan
''Langsung makan aja yuuk,,udah laper nih'' pinta Ara.
''Iya ayo,,keburu dingin nanti masakannya''
Semua berjalan menuju meja makan,pertama bunda yang mengambilkan nasi untuk ayah.
Tak lama Ara mengambilkan buat Rega
''Nasinya segini cukup? tanya Ara
''Iya ayy udah cukup'' jawab Rega
__ADS_1
''Jangan sungkan ya,,makan dengan lahap gak usaha jaim kalo kata anak sekarang'' ucap bunda
''iya Bun makasi'' jawab Rega sambil tersenyum.
Ara mengisi piring Rega dengan semua masakan yang ada di situ.
''Ayy,,banyak banget '' protes Rega
''Cobain semua masakan bunda,,pasti gak terasa nanti juga abis'' jawab Ara asal
Semua makan dengan tenang tanpa ada obrolan di meja makan,semua terbiasa dengan Makan tanpa bersuara.
Selesai makan,,ayah dan Rega kembali ke ruang keluarga Ara dan bunda membereskan bekas makan mereka.
Bunda baru melihat ada buket bunga di samping kulkas,,
''Eehhh ada mawar merah,,sama coklat juga'' goda bunda
''iya dong Ara juga dapet bunga,,bukan cuma bunda aja'' ucap Ara bangga
''Ya sudah simpan di vas,kasih air biar seger terus hehehe'' bunda memberi ide
''iya Bun,,tadi bikin minum dulu jadi lupa mau disimpen di vas bunga'' jawab Ara,langsung mengambil vas bunga yang di maksud bunda.
''Pudingnya bawa ke depan,,bunda mau potong buah dulu buat ayah''
''siap bun,,'' sesuai perintah bunda Ara bersiap membawa puding ke ruang keluarga.
sementara ayah dan Rega pindah tempat ke ruang kerja ayah,karna ada hal yang ingin ayah bicarakan dengan Rega.
''Maaf sebelumnya jika pertanyaan ini akan membuat kamu sedikit tersinggung'' ucap ayah membuka percakapan
''Gapapa yah,,tanya aja'' jawab Rega
''Usian kamu baru sekitar 22 tahun,,begitu juga dengan Ara perjalanan kalian masih panjang,kalian belum tau manis pahitnya hidup tolong jaga kedekatan kalian jangan sampai merugikan diri kalian'' ucap ayah
''Rega tau apa yang ayah takutkan,,Rega janji gak akan merusak Ara,apalagi mengecewakan keluarga,asal ayah tau untuk pertama kalinya menyukai seorang gadis dan dari dulu gak pernah punya ke inginan untuk dekat dengan perempuan manapun,,tapi begitu melihat Ara hati Rega sangat berbeda''
''Jujur baru tau rasanya jatuh cinta mungkin seperti yang sekarang Rega rasakan,,janji Rega gak akan merusak Ara dan akan selalu berusaha bahagiakan Ara'' ucap Rega tegas
Ayah berbicara dengan Rega sangat serius dan tegas,ayah tak ingin Ara merasakan getirnya percintaan seperti yang dialami dirinya..
''Ayah hanya tidak ingin di saat Ara sudah benar benar berharap denganmu,namun suatu hari itu kamu berdiri diantara dua pilihan'' ucap ayah namun dengan nada yang getir
''Maksud ayah? tanya rega tak mengerti
''Ayah hanya takut suatu hari nanti jika hubungan kalian panjang dan menuju jenjang yang lebih serius, keluarga kamu menolak Ara karna kehidupan kami tidaklah kayaraya''
''Itu tidak akan terjadi,, walaupun ada keluarga Rega sudah terbiasa dengan pilihan dan jalan hidup Rega sendiri orangtua tidak pernah ikut campur mereka sudah membebaskan Rega sedari kecil yah'' ucap Rega tegas.
Dengan segala rasa sesak di dada Rega menahan untuk tidak bercerita dengan kehidupan keluarganya,,dia merasa sudah di buang sang papa sedari dulu sejak neneknya meninggal papa seolah menyalahkan Rega dan membuang Rega.
''Syukurlah kalo begitu,,mungkin ayah terlalu berlebihan kedekatan kalian baru beberapa hari tapi ayah sudah bicara sangat jauh kedepan''
''Ayah hanya tidak ingin Ara terluka,,dia harta Ayah yang paling berharga tolong jaga dia,dan Jika kamu merasa sudah tidak ada kecocokan lagi tolong kamu bicara dengan ayah,biar ayah yang beri pengertian sama ara'' pinta ayah Malvin.
Obrolan harus berhenti disaat pintu ruang kerja di ketuk
''Apa ayah di dalam? terdengar suara Ara di balik pintu
''Iya ayah sama Rega disini,sebentar lagi ayah keluar'' jawab ayah
''Baiklah kita bicara lagi nanti, sekarang kita keluar dan obrolan tadi cukup untuk kita laki laki saja,kamu mengerti?
''iya yah mengerti'' jawab Rega tegas
Akhirnya Malvin dan Rega beriringan keluar dari ruang kerja.
''Ngobrolin apa sih sampe ngumpet gitu'' kepo Ara saat dua laki laki yang di cintainya muncul dihadapannya.
''Urusan laki laki,, perempuan dilarang tau'' ucap ayah dengan nada bercanda.
''Cobain puding buatan Ara,kalo enak jujur bilang enak,,kalo gak enak juga harus bilang enak heheee'' celoteh Ara dan membuat semua tersenyum
''Itu namanya pemaksaan'' ucap ayah sambil meraih puding yang di sodorkan Ara
Dan regapun hanya bisa tersenyum melihat kelakuan pujaan hatinya.
''Nih kak cobain''
''enak pas manisnya'' ucap Rega dan Ara pun tersenyum dengan memasak mimik bangga
''Maaf kalo boleh tau itu jujur gak? tanya bunda
''jujur Bun,,enak banget kalo bisa mau di bawa pulang aja'' ucap Rega sambil tertawa
''Apa yang dibawa pulang puding atau ara? kembali bunda menggoda
''Untuk sekarang pudingnya dulu,,nanti kalo udah siap baru aranya yang di bawa pulang'' jawab Rega tanpa ragu
Entah mengapa Rega merasa sangat dekat dengan keluarga Ara, meskipun baru kenal belum lama namun hatinya sudah merasa menjadi keluarganya.
Begitupun dengan bunda,padahal selama ini kalo ada teman laki laki yang menyukai Ara main kerumah bunda tak pernah seterbuka itu,tapi dengan Rega bunda merasa berbeda.
Ara sangat bersyukur melihat keakraban bunda terhadap Rega,,begitu juga dengan ayah yang mau bicara banyak dan ada candaan dengan Rega membuat Ara merasa nyaman menjalin kedekatan dengan Rega.
__ADS_1