Menanti Restu

Menanti Restu
Pertemuan pertama


__ADS_3

''Non ada tamu diluar,nanyain non Ara


''oohh,,temennya kak Rega kali ngantarin motor'' ucap Ara sambil melangkah keluar


''Maaf kakak yang antarin motor ya?


sapa Ara saat bertemu tamunya


''iy,saya temennya Rega


ucap Bili sambil menyerahkan kunci motor


''makasi banyak ya kak,biayanya berapa?


''saya cuma diminta ngantarin motor aja..


''saya pamit pulang mbak'' Bili hendak pamit


Ara mengulurkan tangannya,dan bilipun menyambut uluran tangan Ara


''Panggil Ara aja,jangan mba heheee''


''heheee sorry,aku Bili nie temanku sama rega'' Bili memperkenalkan teman nya


''anggar


''Ara' tak lupa Ara memberikan senyum manisnya pada dua laki-laki sahabatnya rega


''makasi banyak ya kak''


''sama sama,kita pulang ya'' ucap Bili lalu melangkah meninggalkan rumah Ara.


Setelah Bili pulang tak lama Ara pamit ke kampus.


''bun Ara jalan dulu ya,takut telat ada jadwal pagi


''mau bawa bekal gak? tanya bunda


''gak udah bun,siang Ara mau ke cafe nanti makan disana aja.


''ayaaahhh,,Ara jalan dulu ya'' Ara menghampiri ayahnya dikamar


''iy hati hati dijalan ya,ada yang jemput?


''enggak yah,kak Rega ngedadak pulang tadi malem,tadi ada yang antarin motor ara''


Ara mencium tangan ayahnya


''assalamualaikum


''waalaikumsalam


Jalan mulai padat merayap,mutiara mengendarai motornya lumayan tersendat sendat..


sedang fokus mengendarai motornya tiba tiba ada mobil yang berhenti mendadak.


Brruukkkk


Motor yang Ara kendarai menabrak belakang mobil yang didepannya


''astagfiruwloh,,


Ara kaget motornya menabrak mobil


Yang punya mobilpun turun bersama sopirnya.


''nak kamu gimana ada yang luka?


Tanya bapak sopir,sambil membangunkan Ara


''enggak pak hanya luka kecil'' jawab Ara sambil menepuk nepuk celana nya yang terlihat kotor


''maaf tadi saya ngerem mendadak didepan ada yang bawa motor gak bener.


''Beneran kamu gak luka serius?


Tanya bos sang sopir


''alhamdillah pak tidak,mobil bapak yang rusak gara gara saya tabrak


ucap Ara sambil melihat bodi mobil yang rusak.


Pemilik mobil sangat kaget begitu Ara membuka helm nya..


''tidak apa apa,biar nanti dibawa kebengkel motor kamu juga harus dibetulin.


ucap bapak pemilik mobil itu


''iy pak nanti saya bawa kebengkel aja,maaf apa saya harus ganti rugi mobil bapak?


Tanya Ara ragu


Yang punya mobil malah tersenyum


''tidak perlu yang salah kami mendadak berhenti,malah saya yang harus ganti rugi motor kamu.


Bapak itu terus menatap ara,dia menahan hatinya untuk tidak menangis.


Orang yang ditabrak Ara adalah Adiyaksa sang Kakek,yang tidak Ara kenali.


Beda dengan sang kakek yang sudah kenal betul dengan wajah ara,karna selama ini dia meminta seseorang untuk memantau keluarga Malvin anaknya.


''kita kerumah sakit dulu nak''


Adiyaksa menggenggam tangan Ara


''enggak usah pak,biar nanti saya obatin


''kakek tidak pernah menerima penolakan'' jawab Adiyaksa sambil masuk kedalam mobil membawa Ara.


''Amir hubungi montir bawa motor kebengkel'' Adiyaksa memerintah sopirnya


'Baik pak' jawab Amir singkat,tak lama dia menelpon montir yang dipinta Adiyaksa.


''kek,,Ara gak apa apa gak usah seperti ini.. pinta Ara


''sudah dibilang kakek tak menerima penolakan'' tegas Adiyaksa


''Tapi Ara harus kekampus kek''


''Nanti kakek izinkan kekampus kamu


Mendengar jawaban Adiyaksa Ara terdiam..


''Beginikah rasanya kalau punya kakek? gumam Ara


''kenapa nak? tanya Adiyaksa melihat Ara seperti melamun


''Gapapa kek,Ara hanya rindu kakek Ara yang sudah tiada beliau juga sangat perhatian dan peduli sama Ara'' jawab Ara sambil tersenyum


''Apa kakek Ara sudah meninggal? pancing Adiyaksa


''kakek dari ayah sepertinya masih ada,tapi kami belum pernah bertemu


jawab Ara polos


''kok bisa? seperti penasaran Adiyaksa mengorek kehidupan Ara yang sebenarnya dia tahu.


''Mungkin dia tidak membutuhkan kehadiran keluarga ara'' jawab Ara datar


''Tak ada seorang ayah atau kakek tidak mengharapkan kehadiran anak dan cucunya.


''Suatu hari nanti kamu pasti bertemu atau bahkan berkumpul dengan mereka'' ucap Adiyaksa sambil mengusap punggung Ara


Ara memandang wajah Adiyaksa,dia merasa seperti melihat ayahnya diwajah itu.


''wajah kakek seperti gak asing dimata Ara'' ucap Ara


''oya,,apa kita pernah bertemu sebelumnya? Tanya Adiyaksa


''sepertinya belum kek'' jawab Ara sambil tersenyum

__ADS_1


''Aku kakek kamu tiara'' dalam hati Adiyaksa terus mengakui mutiara cucunya.


Mobil terus melaju menuju rumah sakit keluarga Adiyaksa.


Sesampainya dirumah sakit Adiyaksa langsung mendapat sambutan ramah pegawai rumah sakit.


''maaf pak siapa yang sakit?


''ini tolong obatin semua lukanya berikan yang terbaik''


Adiyaksa memapah Ara


''mari non ikut saya' petugas membawa Ara menuju salah satu ruangan yang cukup luas.


Adiyaksa ikut masuk keruangan,dan petugas tadi langsung memanggil seorang dokter.


''maaf menunggu tuan'' dokter membungkuk hormat


''tidak apa apa,tolong periksa tadi dia jatoh dari motor'' Adiyaksa meminta dokter memeriksa Ara.


Dokter memeriksa mutiara dengan teliti,luka dikaki dan tangan nya langsung dibersihkan dan diobati.


Mutiara meringis saat luka ditangannya diperban dan diberi obat.


Adiyaksa teringat saat mengantar Malvin kerumah sakit karna jatuh dari motor,ringisan Ara sama persis dengan rintihan Malvin waktu itu dengan refleks Adiyaksa mendekati Ara dan menggenggam tangan Ara yang satunya.


Mungkin karna ikatan darah yang kuat Ara merasa nyaman saat Adiyaksa menggenggam tangannya sambil tersenyum.


''sakit?? tanya Adiyaksa


''sedikit perih kek'' jawab Ara


''cucu anda rupanya tuan,pantas daritadi anda terlihat tegang'' tanya dokter


''Iy ini cucu saya,lihat baik baik wajahnya siapa tau nanti bertemu dijalan kalau dia butuh sesuatu dokter bantu ya'' ucap Adiyaksa


Dan Ara cukup kaget mendengar jawaban Adiyaksa,namun Ara tak berkata apa apa dia diam saja.


''sudah beres tuan,obatnya sebentar saya ambilkan tuan mohon tunggu sebentar' ucap dokter sambil undur diri


''Maaf tadi kenapa kakek berbohong? tanya Ara ragu


''bohong yang mana?


''kakek gak malu ngakuin Ara cucu kakek?


''enggak,,kenapa harus malu?


''Kakek kandung Ara aja gak pernah menghiraukan kehadiran ara,kenapa kakek peduli dengan ara?


''mungkin dia tidak punya keberanian untuk menemui kamu. jawab Adiyaksa dengan menatap Ara sendu.


''Boleh Ara peluk kakek?? entah mengapa ingin sekali Ara memeluk Adiyaksa


Tanpa menunggu lama Adiyaksapun memeluk ara,hatinya terus berteriak memanggil mutiara cucunya.


''Beginikah rasanya memeluk cucu'' gumam Adiyaksa


''semoga kakekku kelak mau memelukku seperti ini'' ucap Ara dalam hati.


Tak lama dokter pun datang membawa obat untuk Ara.


''ini obatnya tuan


Dokter memberikan obatnya


''terima kasih banyak dokter


Adiyaksa menerima obat itu


''kami permisi dokter,selamat bertugas kembali''


Ara menganggukan kepalanya tanda hormat sebelum meninggalkan dokter tetsebut.


''Kakek antar pulang aja ya''


''jangan kek,Ara harus kekampus''


''yakin kekampus dengan luka begini?


''yakin dong,masih bisa ko kakek tenang aja'' ucap Ara yakin.


mobilpun kembali berjalan menuju kampus ara,yang tak begitu jauh dari Miranti hospital


''eeehh kita belum kenalan kek'' Ara tersenyum sambil garuk kepala yang tak gatal.


''panggil aja kakek adi,nama kamu siapa? Adiyaksa pura pura gak tau


''Aku mutiara ayu pranata'' jelas Ara


''kalau yang didepan itu namanya pak amir'' kakek memperkenalkan sopirnya.


''kakek sama pak Amir panggilnya ara


saja ya'' pinta Ara


''no no no,kakek punya panggilan sendiri buat kamu'' Adiyaksa berkata sambil menggerakkan jari tangannya.


''oohh ya,kakek mau panggil Ara apa?


''gimana kalau kakek panggil tiara?


''boleh kek' jawab ara tak lupa senyuman menghiasi bibirnya.


Mobil terus melaju hingga tanpa terasa sampai dikampus ara.


''terima kasih banyak kek'' Ara tak lupa mencium tangan kakeknya dengan takzim


''pak Amir makasi ya'' ucap Ara sambil membuka pintu mobil


''Hati hati ya,motor nanti kakek kirim ke rumah Tiara


''no kamu'' kakek menyodorkan hpnya


Dan Ara pun mengetik no hpnya di hp kakek barunya.


''bukanya nanti setelah beres kuliah'' kakek memberikan bingkisan kecil yang diambil dasboard mobil


''Apa ini kek?


''sesuatu buat kamu,mudah mudahan kita bisa berkumpul lagi nanti kakek mau ke bandara dulu'' ucap kakek


''kakek mau kemana?


''Ada pekerjaan yang lumayan jauh,do'akn urusan kakek lancar ya'' pintanya


''pasti kek'' jawab Ara


''Tiara masuk ya kek


''assalamualaikum'' Arapun berlalu tak lupa melambaikan tangannya.


Adiyaksa terus menatap Ara sampai Ara tak terlihat,setelah itu ia baru masuk kedalam mobilnya.


''Amir dia itu cucuku'' ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


''iya tuan saya tau,dia mirip sekali dengan nyonya''


''Apa dia mau menerima aku amir?


Tanya Adiyaksa


''tentu saja tuan,melihat tadi sikapnya yang begitu santun dan ramah tuan''


Pak Amir mencoba menenangkan tuan nya


''Tuan sekarang kita ke kantor dulu?


''Iya kita kekantor dulu ada berkas yang harus diambil dulu.


Dan mobilpun kembali melaju menuju kantor adikarya.

__ADS_1


Sementara itu Ara dikampus sudah ditunggu kedua sahabatnya.


''Ara lo kenapa?


Tanya Kiki dan rena bersamaan,saat melihat kondisi Ara yang lengan nya diperban.


''tadi motor aku nabrak mobil dijalan


ucap Ara tenang


''lo gapapa? ucap Kiki sambil memeriksa tubuh Ara


''Kenapa Lo gak kabarin kita ara?


protes Rena


''tadi tuh gak sempat hubungin siapa siapa kejadian nya cepet banget,dah gitu kakek langsung bawa aku ke rumah sakit.


''whaatt,,yang kamu tabrak mobil kakek kakek,dia gimana luka gak?


tanya Kiki panik


''Dia gapapa,body mobilnya aja yang rusak..


''syukur deh kalau kalian gapapa,ya udah bentar lagi masuk yuk jalan


Ajak Kiki


Mereka bertiga berjalan menuju kelas.


''Ayah Lo beneran gapapa ra?


tanya Rena


''alhamdillah,,udah mendingan kata dokter sih kecapean Sama terlalu banyak pikiran..


''Semoga semua baik baik aja ya


Kiki mendoakan


''aamiin '' jawab Ara dan rena


''Gaes,pulang dari sini aku mau ke cafe kalian ikut ga? tanya Ara


''mau bangeett'' jawab Rena


''aku bilang dulu Sama Aldo soalnya udah ada janji mau anterin dia ke bengkel.


''okee'' jawab Ara.


Merekapun mulai melanjutkan mata kuliah selanjutnya setelah jam sebelumnya Ara absen.


Sementara itu dirumah malvin,bunda Malinda sedang masak dan Malvin sedang membaca sebuah buku di ruang keluarga.


''maaf pak didepan ada tamu'' Mbak Tini memberi tahu


''siapa ya,temennya bunda kali tin


''Mereka nanyain bapak ko'' jelas Tini


Malvin pun meletakan buku yang dibacanya,melangkah ke ruang tamu.


''alviiinnn'' mama langsung berlari memeluk malvin.


''mamaaaa'' Malvin pun memeluk erat sang mama


Mereka berpelukan sambil menagis setelah belasan tahun tidak bertemu


''mama rindu kamu naakkk'' mama terus meraung mencium tiap inci wajah Malvin


Maira yang ada disitu ikut terharu dia memeluk mama dan adiknya.


Mendengar suara tangisan Malinda langsung menghampiri ruang tamu batapa terkejutnya dia melihat pemandangan yang mengharukan itu.


Maira melihat Malinda berdiri terpaku langsung melepaskan pelukan nya


''Maa,itu Malinda istrinya malvin'' ucap maira sambil mengusap bahu mama Mira.


Mira menatap Malinda sendu,dia melangkah mendekati Malinda


''Maafkan kesalahan kami nak'' ucap mama Mira sambil merentangkan tangan nya


Tanpa menunggu lama Malinda mendekat dan langsung memeluk mama Mira


''Maaf Linda juga ma,karna linda sudah memisahkan mama sama Malvin mah'' Malinda berkata dengan sesegukan.


''kamu tidak bersalah nak,kami yang salah'' mama masih saja menagis dipelukan malinda.


Malvin menghampiri dua wanita yang berharga dalam hidupnya.


''Sudah mam,kita semua sudah saling memaafkan jangan terus menyalahkan diri mama'' ucap Alvin sambil memeluk dua wanita itu


''Sekarang kita duduk mah'' ajak Alvin sambil memapah mamanya


Mama Miranti duduk ditengah diapit Malvin dan Malinda..


mama terus saja meneteskan airmata


Malvin tak hentinya menghapus airmata dan mencium mamanya.


''Apa kalian baik baik saja? tanya Mira sambil menatap Malvin dan Malinda


''Alhamdulillah kami baik mah'' jawab Malvin


''Mana cucu mama?


''Dia sedang kuliah mah'' jawab Malinda


''kuliah dimana?


''Dikampus kami dulu mah'' Malvin kali ini yang menjawab


''Mah,Linda bikin minum dulu ya sampe lupa mama belum disiapin minum''


''Kamu duduk aja lin,biar kakak yang bikin kalau diijinkan'' ucap maira


sambil tersenyum.


''iya kak,silahkan ada Tini didapur Kakak bisa minta tolong tini.


Maira berjalan menuju dapur


meninggalkan keluarganya yang sedang melepas kangen.


''Kalian kenapa tak pernah pulang,mama rindu sekali''


''kami takut tidak bisa diterima


''kami takut penolakan untuk yang kedua kalinya hingga tidak punya keberanian untuk pulang.


Mama Mira kembali memeluk Malvin airmatanya seolah tidak pernah habis terus saja mengalir.


''Kami menunggu kamu pulang,bahkan papa juga menunggu kepulangan kalian.


''Papa malu Vin,karna dia merasa bersalah dengan kita berdua''


''Kita gak tahu ternyata dia nunggu kamu pulang selama ini,bahkan dia tau semua tentang kamu'' maira menjelaskan perasaan papanya terhadap Malvin dan keluarganya.


''Papa tau selama ini kamu suka menghubungi mama,papa merasa kamu benci banget dengan papa hingga tak pernah menghubunginya walau cuma sekali.


Mama ikut menceritakan pendapat papanya selama ini.


''minum dulu mah'' Malinda menuangkan minuman ke gelas mama mertuanya.


Mereka melewati siang ini dengan rasa bahagia.


''Cucuku kapan pulang nya?


''hari ini mungkin malam,dia mau langsung ke kafe mah,kebetulan Malvin lagi istirahat.


Malvin menjelaskan kegiatan Ara hari ini.

__ADS_1


__ADS_2