
Rega dengan lembut memijat pergelangan tangan Ara,selesai dengan tangan pindah ke daerah mata lutut luar sambil jongkok dengan telaten Rega terus memijat daerah di bawah lutut Ara.
''Eehhhss'' Ara mendesah sambil memejamkan matanya menahan rasa ngilu
''tahan ya tapi gapapa mau teriak juga'' ucap Rega sambil menatap Ara penuh cinta
''iya raa lepasin aja teriak jangan cuma mendesah gitu'' Rena yang duduk di belakang ara berkata sambil mengusap punggung ara.
Kiki tau Ara butuh pelukan dia menghampiri ara dan memeluk ara dari samping, sementara Rena masih setia dengan mengusap punggung ara.
Selesai dengan dibawah lutut Rega pindah ke punggung kaki ara titik taichong,Ara merasakan ngilu yang lumayan sakit.
''Ouwww,,pelan pelan dikit ya sakit '' keluh ara sambil mempererat pelukannya ke pinggang kiki
''Tahan raa biar cepet enakan'' ucap Kiki
''asli Kii,,sakit banget''
Rega tersenyum melihat ekspresi wajah Ara terlihat lucu baginya namun ada juga rasa kasihan.
''Bentar lagi juga selesai tahan ya ayy'' kembali Rega memijat lagi setelah teriakan Ara tadi dia berhenti sejenak.
''Mudah mudahan setelah dipijat enakan raa'' Rena mencoba menghibur ara. Sementara jodi dan Aldo hanya jadi penonton tapi pikiran mereka terus tertuju pada rega.
Mereka gak nyangka Rega bisa seperduli dan sesayang itu dengan Ara,karna selama ini mereka mengenal Rega orang yang sangat dingin,memang jika cinta sudah bicara semua bisa berubah seratus delapan puluh derajat.
Selesai memijat Rega mengambil tissu dan mengusap lembut punggung kaki ara,setelah itu dia memakaikan kaos kaki.
''Pakai dulu kaos kaki biar gak dingin''
Sementara Rena dan Kiki hanya saling pandang sambil tersenyum.
''Perasaan itu bukan punya aku deh,,tadi kamu cuma ngambil jaket aku doang'' ucap Ara bingung.
''Tadi aku minta sama sita takut kamu lupa gak bawa kaos kaki'' ucap Rega.
''oouuhh'' hanya itu yang keluar dari mulut Ara
Selesai memakaikan kaos kaki Rega duduk disamping ara, kebetulan disitu tersedia sofa panjang dengan sandaran jadi Ara bisa duduk setengah tiduran disitu.
''kamu makan nasi yang sedikit lembek mau gak? tanya Rega
''aku gak lapar,kalian aja makan''
''Bentar lagi ada yang ngantarin buat kita makan malam,kamu harus makan ya'' pinta Rega
''Nanti aja kalo udah terasa laper'' Ara kembali menolak. Dan Rega hanya bisa diam tanpa berkata lagi.
''Raa,,mau pake apa? tanya Rena hendak mengambilkan Ara makan.
''tapi ini bisa semua gak cocok sama kondisi perut kamu sekarang ay,,eehhh raa'' ucap Kiki sambil menatap makanan satu persatu.
''Tuh makanan buat Ara baru dateng'' tunjuk Rega. ''Bener bener siaga ya bapak yang satu ini'' Jodi berkata sambil tersenyum penuh makna.
Makanan buat Ara diambil oleh Rega dan dia bersiap untuk menyuapi Ara makan. Namun sebelum memberikan kepada Ara dia lebih dulu makan sendiri.
''kirain mau nyuapin ara,,malah dimakan sendiri ternyata'' Aldo bicara melihat kelakuan rega.
''Pengen tau aja,dia jijik gak makan satu sendok bareng'' ucap Rega santai, sebenarnya itu hanya taktik Rega supaya Ara mau makan.
''Gue yakin Ara gak bakalan mau'' Jodi memberi pendapat.
''Biasa sih kalo bekas kita dia mau,gak tau kalo bekas ayang'nya'' Kiki ikutan bersuara.
''gue yakin kalo makan disuapin ayang pasti banyak makannya'' Rena ikutan komentar.
''Mana ada,yang ada kalo disuapin ayang bakalan terasa cepat kenyang soalnya jaim'' timpal kiki.
''Iihhh,,berisik banget sih kalian. Perkara makan doang juga'' ucap Ara sambil mengambil sendok dari tangan Rega dan dia makan sendiri tanpa disuapin rega.
''Good baby'' bisik Rega sambil mengusap ujung kepala ara.
''ya udah kamu juga makan sana,aku bisa makan sendiri'' titah ara.
Dan Rega pindah duduk tadi di samping ara sekarang ke kursi awal disamping Jodi guna makan bersama.
Mereka makan seperti biasa dengan lahap,dan diiringi dengan guyonan untuk jodi namun Rega tiap sebentar melihat kearah Ara,dia memastikan Ara makan dengan benar dan lahap.
Rega lupa memberikan menyiapkan minum untuk ara,dia bangkit dari duduknya dan mengambil botol minum langsung memberikan pada ara.
''maaf lupa,air minumnya''
''gapapa,, aku bisa ambil sendiri,sana makan lagi''
''udah terisi full,,kenyang banget'' ucap Rega sambil menarik piring dari tangan ara.
''sekarang giliran aku suapin kamu makan'-
''aku kenyang banget,,udah yaa'' pinta ara
''Dikit lagi'' paksa rega sambil menyendok nasi
Mau tak mau Ara kembali membuka mulutnya
''udah ya,, daripada nanti malah keluar lagi semua yang udah masuk''
''iya udah'' ucap Rega sambil menaruh piring bekas Ara makan.
__ADS_1
''Terasa dingin gak? tanya rega
''Enggak,kan udah pake jaket pake koas kaki juga amanlah'' jawab Ara sambil menunjukan jaket dan kaos kakinya.
Aldo dan Jodi menyalakan perapian tanpa menunggu lama api menyala. Bangunan itu spesial di desain oleh kakek Yanuar lengkap dengan tungku perapian di dalamnya.
Dan bila sedang menginginkan kesunyian kakek selalu menginap disitu,dan Rega di resort yang para gadis sekarang tempati.
''Raa,,sini Deket api biar makin hangat '' Rena melambaikan tangannya supaya Ara mendekat.
''Iya ren bentar'' jawab Ara sambil hendak berdiri. ''hati hati ayy'' Rega membantu Ara buat berdiri. ''iyaa '' jawab Ara sambil memegang tangan rega.
Ara berjalan menghampiri Rena dan Kiki sementara Jodi terlihat sedang membuat minuman hangat buat semua,dan aldo bersama Rega tampak sedang ngobrol entah apa yang mereka obrolin mereka duduk di bawah beralaskan karpet bulu yang lembut.
''yang hangat yang hangat'' ucap Jodi sambil membawa baki berisi wedang jahe untuk menghangatkan badan.
Dan semua mengambil saling satu gelas,,
'' cangcimen nya gak ada yang mang'' tanya aldo. ''Ada ditoko silahkan jalan kaki sendiri jika mau'' jawab Jodi santai.
''gimana kalo mamang aja yang beliin buat kita'' Kiki ikutan menggoda jodi.
''maaf neng,,ongkos kirim nya berapa ya??
''bayarannya kalo di kasih cewek cantik mau gak?
''Mau banget tapi jangan sekarang nanti ya,,soalnya sekarang ada istri saya takut ketahuan heheee'' ucap Jodi sambil memberikan kode kodean menatap Rena.
''Berani macem macem liatin aja tak pites nanti'' ucap Rena dengan membuat Jodi meringis karna cubitan Rena dipinggangnya.
Semua tertawa melihat Rena yang kdrt terhadap jodi. ''ampun cinta gak jadi deh,,masih pengen selamat'' Jodi memasang wajah takut. ''maaf neng Kiki amang gak berminat dengan tawarannya,coba tawarin aja ke pak Rega mau gak beli cangcimen dengan bayaran cawek cantik'' Jodi kembali mencari pasal buat perang.
''kalo boleh tau cewek cantiknya macem mana? tanya Rega ''kalo saya memberikan teman saya yang bernama mutiara ayu pranata apakah anda minat?? ucap Kiki sambil menatap kearah ara.
''Tentu saja minat apalagi jika dia bersedia jadi istri saya'' ucap Rega tegas sambil menatap Ara penuh cinta.
''et dah gak kuat Abang neng ditatap seperti itu'' ucap Jodi sambil memeluk aldo.
''Najis gue dipeluk peluk elo bang'' ucap Aldo sambil memeluk erat jodi,dan semua malah tertawa melihat tingkah Aldo dan jodi.
Sementara Ara malah menundukan kepalanya karna malu ditatap seperti itu oleh Rega.
Melihat wajah Ara yang tampak malu malu Rega hanya bisa tersenyum.
''yuuk ah mainin gitarnya'' ajak Jodi
Dan dengan cepat Rega meraih gitar yang ada disamping jodi
''Lagu ini untuk calon makmunku mutiara ayu pranata'' ucap Rega sambil menatap ara penuh cinta.
Dan diapun mulai memainkan gitarnya.
Dimataku kau begitu indah
kau akan membuatku slalu memujamu
Disetiap langkahku
kukan slalu memikirkan dirimu
Tak Bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
ohhh sayangku,,kau begitu
sempurna,,,sempurna
kau genggam tanganku
disaat ku lemah dan terjatuh
kau bisikan kata dan hapus semua sesalku
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu ku menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
kau adalah darahkuu
kau adalah jantungkuu
kau adalah hidupkuu
__ADS_1
lengkapi dirikuu
oh sayangku,,kau begitu
sempurna,,sempurna
''prroookkk,,prrroookkk'' semua bertepuk tangan bahkan Jodi dan Aldo bener bner gak nyangka Rega bisa nyanyi merdu itu. Karna biasa Rega hanya diam asik dengan dunianya sendiri beda dengan malam ini Rega begitu berbeda dari biasanya.
''keren banget mas bro gak nyangka gue Lo nyanyi merdu banget dari hati yaa?? tanya Jodi dengan senyuman menggoda
''iya gak nyangka banget suaranya bisa semerdu itu'' Rena ikutan komentar
Sementara rega hanya tersenyum sambil terus menatap wajah Ara,dan yang ditatap makin menundukkan kepalanya. Perlahan Rega meraih tangan Ara dan menggenggamnya.
''I love you mutiara ayu pranata'' ucap Rega sambil mencium tangan ara. Sontak semua kembali bertepuk tangan dan wajah Ara makin terlihat rona merah menahan malu dan rasa bahagia.
''Love you too'' jawab Ara sambil mendekat dan menjatuhkan wajahnya di dada bidang rega,Ara menangis terharu dengan perhatian yang Rega berikan.
Rega mendekap tubuh Ara mengusap dan mencium ujung kepalanya.
''janji ya jangan pernah ninggalin aku'' bisik Rega,dan Ara menganggukkan kepalanya.
''janji juga gak bakalan khianati aku yaa'' ucap Ara dengan sedikit mendongak kan kepalanya ke atas guna bisa menatap wajah rega.
''Pasti sayang'' ucap Rega kemudian kembali mencium ujung kepala ara.
''eeehhmmm'' terdengar Aldo berdehem menyadarkan Ara dan Rega jika mereka sedang bersama para sahabatnya.
''sorry'' ucap Ara sambil hendak melepaskan diri dari rega,dan Rega mengerti diapun melepaskan pelukannya.
''siapa sekarang yang mau maen gitar?? tanya Rega sambil meletakan gitar di sampingnya.
''gue maen gitar dan bebeb nanti yang nyanyi'' celoteh Jodi sambil mengambil gitar.
''Lagu apa nih? tanya Rena
''yang kamu bisa aja'' kata Jodi
''mending kita karaoke ajalah, daripada nanti lagu orang ancur sama kalian'' Aldo berdiri lalu menyalakan semua alat yang tersedia di tempat untuk karaokean.
Mereka sudah terbiasa karaokean dipantai itu,setiap kali datang ke resort pasti karaoke sampe pagi. Namun untuk malam ini sudah perjanjian sebelum tengah malam harus kembali ke kamar masing masing karena mereka membawa anak gadis orang harus bisa menjaganya.
Dan setelah semua siap Kiki dan Aldo langsung menyambar mikrofon dan mereka siap bernyanyi. Ara dan Rega tersenyum melihat ekspresi wajah Jodi yang keduluan ambil mikrofon.
Tanpa Ara sadari mengalir cairan bening dari hidungnya,Rega yang melihat langsung sigap mengambil tissu dan melap cairan bening itu.
''Ingus ya? tanya Ara sambil meraih tissu dari tangan rega.
''Bukan kaya ingus cairan bening'' bisik Rega
''Yang keluar dari hidung namanya ingus''
''tapi bening banget ay,,kaya air mata gak ada aroma lagi'' jawab Rega sambil memeriksa tissu bekas ara.
''ihhh jorok '' ucap Ara sambil mengambil tissu bekas dari tangan rega dan membuangnya. Dan Rega hanya tersenyum melihat Ara membuang tissu.
Malam itu mereka larut dalam suasana bahagia, bernyanyi bersama ada saja yang kelakuan salah satu dari mereka berenam yang membuat tertawa,terutama Jodi si biang ketawa.
Rega melihat jam yang melingkar ditangannya,udah jam 11 malem udah saatnya mengantarkan mereka pulang kamari.
''gaes,,kita stop ya udah jam 11 nih takut kemaleman'' ucap Rega.
''Bentar lagi dong,masih seru nih'' Kiki yang bersuara. ''iyaa,,satu jam lagi deh yaa'' Rena ikutan nolak.
''Gimana ayy?? tanya Rega
''gapapa,,tunggu bentar lagi kasian Reki dah gitu aku juga masih pengen seru seruan'' jawab Ara sambil tersenyum.
Mereka kembali berkaraoke para lelaki sudah nyerah mereka memilih duduk sambil ngobrol dan menikmati kopi hangat dan cemilan.
Para gadis malah seru seruan karaoke dari lagi dangdut sampe lagu mancanegara mereka sikat walaupun jadi hancur lagu itu yang penting mereka happy malam ini.
Dan tak terasa waktu terus berlalu dan mereka siap untuk balik kamar masing masing,perut Ara sebenarnya masih terasa malah sekarang badannya terasa panas namun dia sembunyikan tak mau membuat semua orang khawatir.
Mereka berjalan bersama Rena Kiki dan Ara berjalan di depan,Ara terus memegang tissu guna membersihkan hidungnya. dan tangannya dimasukan kesaku jaket,tanpa ada yang tahu suhu badan Ara ternyata panas.
Sengaja Ara menghindari sentuhan fisik dengan siapapun karna takut ketahuan. Ara berjalan ujung kanan,Kiki dan rena.
Namun tiba tiba Rega melangkul bahu Ara dan Ara mencoba menepisnya malah tak sengaja tangannya menyentuh leher ara.
''Astagfiruwloh,,ayy kamu panas banget'' ucap Rega,dari tak sengaja menyentuh leher kini sengaja Rega menyentuh kening ara.
Semua berhenti melangkah dan menatap Ara.
''Kenapa?? tanya Kiki
''sentuh dia'' titah Rega dan Kiki menyentuh kening ara.
''ya Alloh raa,,kenapa diam aja badan kamu panas?
''Cuma panas doang gak terasa apa apa ko? Ara berbohong.
''minum Paracetamol juga pasti sembuh'' kembali Ara berkilah.
''ada gak Paracetamolnya? Rega kembali bertanya. ''Ada,,udah yuk jalan lagi'' ajak Ara
Semua kembali melangkah,kali ini Rega tak melepaskan tangan Ara dia terus menggenggam tangan itu.
__ADS_1
''Saran gue kita tidur gantian takut nanti salah satu dari mereka manggil kita karna Ara sakit'' Aldo berkata kepada Jodi tanpa sepengetahuan rega.