Menanti Restu

Menanti Restu
Menuju bahagia


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu dari liburan bersama,Rega hanya bisa mengunjungi Ara di waktu libur saja,bukan dia tak mau namun tuntutan pekerjaan yang membuat dia harus kuat menahan rindu.


Ara seperti biasa waktunya habis di kampus dan cafe,kadang Ara mengunjungi opa dan omanya Ara selalu menepis pikiran buruk tentang rega,meskipun bertemu hanya seminggu sekali namun komunikasi setiap hari berjalan dengan baik.


Hubungan Rega dengan papanya sudah semakin membaik,komunikasi mulai lancar meskipun harus Rega yang membuka percakapan.


Rega tak akan pernah lelah untuk terus meluluhkan hati papanya,dia ingin membuktikan bahwa dia layak diakui sebagai anak dari keturunan Sadewa.


Waktu terus berlalu tanpa terasa Lima bulan sudah Rega bergabung di perusahaan dan menjalin hubungan dengan ara.


Proyek berjalan mulus tanpa kendala yang berarti begitupun hubungan cintanya dengan Ara semakin saling mengerti dan saling memahami,dengan keluarganya Ara pun Rega semakin dekat.


Seperti saat ini Rega dan Ara sedang berkunjung kerumah opa adiyaksa.


''Gimana proyeknya sudah beres? tanya opa sambil menikmati kopi panas dan kue buatan Oma.


''Alhamdulillah sesuai target opa'' jawab Rega


''Kuliah kamu gimana? kembali opa bertanya.


''mau mulai rutin lagi opa,sebenernya kemarin juga bukan cuti seratus persen masih menyelesaikan tugas tugas kampus hanya waktu nya yang di pangkas'' jawab Rega


''Emang bisa?? tanya opa berlaga tak tahu,padahal opa sudah tahu siapa Rega dan sepak terjang Rega selama ini,Opa sudah memantau Rega. Bahkan Rega keturunan keluarga Sadewa pun opa tahu hanya saja opa tak berniat untuk membuka topeng Rega sekarang.


Dia tahu maksud Rega menyembunyikan identitasnya,karna papanya Rega tak menghiraukan kehadiran rega.


Opa mengerti dengan jalan pikiran Rega dia tidak mempermasalahkan itu,yang penting Rega anak baik dalam segala hal dan menyayangi serta bisa menjaga cucunya.


Opa Adiyaksa tahu kampus tempat Rega kuliah donatur terbesarnya adalah Yanuar sadewa dan masih berjalan sampai sekarang jadi wajar jika Rega mendapatkan sedikit kelonggaran.


''Opa Rega boleh nanya gak? ucap Rega saat mereka hanya berdua. ''Apa yang mau ditanyakan,masalah pekerjaan apa yang lain? Opa balik tanya. ''Tentang Ara dan aku'' jawab Rega tanpa ragu.


''Bicara saja nanti opa jawab'' tak kalah tegas opa menjawab. ''Jika suatu hari aku melamar Ara apa akan di terima? Terdengar ucapan Rega tak main main.


''Untuk hal itu opa tak bisa jawab,yang berhak jawab Ara sama ayahnya'' opa memberikan jawaban. ''Opa sendiri apa merestui hubungan Rega dan ara? Tak puas Rega terus bertanya.


''Secara pribadi opa suka sama kamu gak ada alasan tak merestui'' Terlihat serius di wajah opa. ''Meskipun Rega bukan anak orang terpandang dan tak memiliki harta berlimpah apa opa tetap merestui Ara dan rega? ucapan Rega cukup menohok dan mengingatkan kembali peristiwa dia dan Malvin dulu.


''Opa sudah pernah berbuat salah di masa dulu dimana harta dan tahta membutakan mata hati opa,dan sekarang tak akan terulang untuk kedua kali siapapun yang mencintai Ara dengan sepenuh hati,mampu menjaga raga dan hati Ara opa tak keberatan meskipun tanpa harta dan tahta yang penting kamu mau berusaha untuk membahagiakan Ara dalam segala hal''


''Tapi jika satu kali saja kamu membuat Ara menderita jangankan hidup bersama bertemu dengan arapun tak akan bisa ingat itu baik baik,jangan sekalipun bikin Ara terluka apalagi kecewa'' ucap Adiyaksa penuh dengan ketegasan.


''Jujur opa dari awal Rega sudah berkeinginan untuk menghabiskan sisa hidup Rega dengan ara,hanya saja takut mendapatkan penolakan karna kasta kita berbeda,opa dengan segala yang opa miliki sedangkan aku hanya karyawan biasa'' ungkap Rega dengan tangan wajah sedikit muram.


''Opa yakin ayahnya Ara juga tidak akan mempersoalkan masalah itu,asalkan kamu siap bekerja keras ingat proses tidak pernah mengkhianati hasil'' ucap opa sambil mengusap punggung Rega yang duduk disampingnya.


''Kamu lihat ayah malvin,dia memiliki cafe di beberapa tempat awalnya dari warung nasi kecil di daerah. Karna dia bekerja keras bisa memiliki beberapa cafe dan ratusan karyawan,jadi jangan patah semangat kamu masih muda punya banyak kesempatan untuk maju,bila tempatmu bekerja sekarang tak memperlakukan kamu dengan layak, bergabunglah di perusahaan opa'' kembali opa memberikan semangat kepada rega.


''Iya opa,terimakasih sebelumnya untuk sekarang Rega masih nyaman di tempat kerja yang sekarang tapi bila suatu hari Rega keluar dari sana Rega akan datang kepada opa untuk meminta pekerjaan'' jawab Rega.


''Ya opa tunggu kehadiran kamu'' jawab opa penuh ketegasan. Tak lama Ara datang mengajak mereka untuk makan siang,kali ini hanya berempat opa Oma Rega dan ara,karna Tante maira lagi keluar kota ayah bunda lagi berkunjung ke salah satu cafe milik mereka.


Seperti biasa makan tanpa ada yang bersuara semua senyap dan menikmati makan siang mereka. Selesai makan mereka kembali bersama kali ini di taman belakang yang terdapat beberapa pohon besar,cuaca juga sangat mendukung karna tak terlalu terik cenderung mendung.


''Opa harap kamu bisa dipercaya dalam menjaga ara,dia mutiara kami keturunan Adiyaksa jika kelak kalian hidup bersama tolong sembunyikan identitas dia seperti sekarang tak banyak yang tahu tentang dia karna itu lebih aman'' pesan opa.

__ADS_1


''Sekarang opa mau tanya boleh?


''Iya opa silahkan''


''Jika keluarga kamu menolak kehadiran Ara apa yang akan kamu perbuat? pertanyaan opa sangatlah gampang untuk dijawab oleh rega.


''Jika mereka menentang saya tetap akan memperjuangkan ara'' jawab Rega tegas.


''Jika kamu diminta memilih keluargamu apa Ara mana yang akan kamu pilih?


''Tetap Ara opa,,saya sudah terbiasa tanpa mereka,dan bila saya dibuang oleh keluarga saya apa opa bersedia menerima saya jadi suami Ara? Rega bertanya sambil menatap wajah opa dengan begitu dalam.


''Rumah ini terbuka untuk kalian,dan opa pegang omongan kamu jika Ara segalanya untukmu'' ucap Adiyaksa dengan membalas tatapan rega.


''Lagi ngobrolin apa sih, kelihatannya serius gitu'' tanya Ara sambil membawa teh hangat dan cemilan.


''Ini rahasia laki laki perempuan dilarang tahu'' jawab opa. ''udah mulai maen rahasia rupanya,baiklah nanti Ara juga punya rahasia perempuan sama oma'' Ara bicara dengan nada merajuk.


Opa dan Rega tertawa mendengar ucapan ara. ''Tadi Rega ngelamar kamu sama opa'' ucap opa spontan membuat Ara kaget.


''Tapi opa tak bisa memutuskan jawaban di terima atau enggaknya,jawabnya ada sama ara dan ayah kamu'' kembali opa menerangkan.


Ara hanya diam membisu tak bisa berkata apa apa,sebenarnya dia bahagia berarti Rega benar benar ingin menjalin keseriusan dengannya. Namun disisi lain Ara tak berniat untuk menikah dalam waktu dekat.


''Jangan takut ay,,aku hanya bertanya sama opa apakah opa setuju jika aku menikahi kamu,tapi bukan dalam waktu dekat ini. Aku hanya memberi tahu opa jika aku enggak main main dengan hubungan ini'' ucap Rega yang dapat melihat keterkejutan dari wajah ara.


Akhirnya Ara terlihat lega,setelah tadi sedikit kaget dan gugup. ''Jangan ngomongin nikah sekarang ya,,Ara belum siap Ara ingin selesai kuliah dulu kerja dulu'' jawab Ara sedikit hati hati takut Rega tersinggung.


''kalo tunggu beres kuliah dulu oke,,kalo pengen kerja dulu opa kurang setuju'' jawab opa. ''Kenapa opa? tanya Ara bingung.


''ih opa nih,belum apa apa minta cicit dibilang Ara pengen kerja dulu'' jawab Ara.


''Kerja kan bisa di perusahaan kita,kalo bukan kalian siapa yang mau melanjutkan usaha yang dulu dirintis opa'' jawab opa serius.


''Kan ada ayah sama Tante maira'' jawab ara.


''Tantemu perempuan besok lusa dia kembali berkaluarga mungkin dia akan jadi ibu rumahtangga seperti oma'' kembali opa berkata serius.


''Ara juga perempuan opa,tapi pengen kerja dulu gapapa ya? tanya Ara sambil menatap Rega dan opa bergantian.


''Ya gapapa kamu kerja asal bisa menjalankan tugas seorang istri dengan baik,bener gak boy'' tanya opa kepada rega dengan kembali menepuk bahu rega.


''iya bener opa'' jawab rega. Semua tersenyum lalu menikmati teh hangat yang Ara buat.


Sementara di rumah orangtuanya Rega sedang terjadi obrolan antara papa,mama serta Abangnya Rega.


''Bang gimana Rega udah bisa dipercaya? tanya papa. ''lebih dari bisa pah,,seperti yang papa tau proyek berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti'' jawab rianda


''Jangan lupa dalam tubuh Rega mengalir darah papa,sudah pasti kepintaran juga ikut mengalir dalam diri rega'' ucap mama mencoba mengingatkan suaminya.


''Apa dia masih suka bermain dan numpang tidur dimana mana? tanya papa entah ditujukan untuk siapa.


''Bukankah tiap hari juga papa tahu Rega selalu ada dirumah? mama sedikit kesal dengan pertanyaan dari suaminya.


''Mana tau setelah papa tidur dia kelayapan,dan mama sembunyikan itu dari papa'' jawab papa pelan.

__ADS_1


''Sekarang Rega udah gak kelayapan lagi pah,jarang pergi ke bengkel temannya, semenjak pegang proyek dia fokus banget sampe ke kampus aja dia pangkas waktunya'' rianda memberi tahu papanya.


Mereka tidak tahu jika bengkel yang dipegang Bili adalah milik rega,mereka hanya mengira Rega menumpang tidur disitu. Setelah kakek Yanuar meninggal Rega lebih nyaman hidup di bengkel daripada dirumah orangtuanya.


Karna pada awal kakek meninggal rumah kakek dikuasai oleh papanya,dan itu membuat Rega tak nyaman. Hanya sesekali Rega datang kerumah kakek.


Rega pulang kerumah papanya,bila mamanya sudah menangis memintanya pulang baru dia datang. Dan sekarang Rega mencoba mengalah pada papanya dengan tinggal dirumah itu dan dia juga berusaha untuk diakui bahkan dia anak dari papanya.


''Setiap kali libur tak pernah dia ada dirumah pergi kemana dia? tanya papanya.


''Makanya coba papa ngobrol sama dia,tanya baik baik pergi kemana ngapain aja,kalo masih males coba cari tahu lewat anak buah papa'' kali ini mama yang jawab.


''Buang buang uang aja nyuruh orang buat nyari tahu tentang dia,aku gak perduli'' jawab papa.


''Trus dari tadi papa nanya nanya tentang Rega maksudnya apa? mama mulai kesel tak bisa menahan emosinya,hingga dia berkata dengan nada tinggi lalu pergi dari ruangan itu.


''Sudah saatnya papa membuka hati buat rega,apa yang membuat papa kesal semua tak beralasan,nenek meninggal bukan salah Rega itu kecelakaan dan masalah Rega disekolah sudah terbukti dia tidak bersalah jadi dia tidak membuat papa malu'' rianda mencoba meluluhkan hati papanya.


''Kalo aku berada di posisi Rega belum tentu aku sekuat dia,mungkin dari dulu aku sudah bunuh diri. Masih punya keluarga tapi diasingkan,punya orangtua berlimpah materi tapi tak bisa ikut menikmati,dia hidup dari peninggalan kakek bukan dari papanya memang kakek meninggalkan banyak kekayaan untuk dia asal papa tahu dia tidak pernah memakainya,dia simpan semua di bank aku tahu itu dari pengacara dan orang kepercayaan kakek'' ucap rianda


''Aku harap papa buang semua kebencian untuk rega,sebelum papa menyesali semuanya sudah cukup aku jauh dari kakakku dan aku tidak mau kembali jauh dari adikku'' rianda ngeluarin semua yang mengganjal dalam hatinya kemudian beranjak pergi meninggalkan papanya seorang diri.


Ya Rega memiliki dua kakak laki laki yang pertama Ravindra dia memilih pergi dari rumah saat cintanya tak direstui,sekarang menetap di luar negri bersama istri dan anaknya.


Awalnya Ravindra menyetujui menikah dengan pilihan ayahnya,namun setelah menikah tak mendapatkan keharmonisan dengan istrinya yang wanita karier.


Ravindra memilih untuk bercerai namun papanya menolak keras,kembali Ravindra menuruti papanya,namun tanpa ada yang tahu bila Ravindra diam diam telah menikah dengan seorang wanita biasa menurut mereka.


Padahal Ravindra menikahi seorang anak pengusaha namun identitasnya tersembunyi.


Setelah menikah lagi tanpa ada yang tahu Ravindra mengajukan cerai ke pengadilan pada istri pertamanya.


Mendengar Ravindra menceraikan istrinya dia murka dan saat Ravindra datang bersama istrinya dia menolak keras lalu mengusir mereka tanpa memberikan apa apa.


Ravindra pergi bersama istrinya dan mengelola perusahaan keluarga istri barunya.


Dari pergi hingga sekarang tak pernah memberikan kabar,dan papanya pun seolah tak perduli dia tidak pernah mencari tahu keberadaan anak pertamanya.


Rianda juga menikah karna perjodohan namun istri rianda sangat mengerti dan menuruti keinginan rianda untuk menjadi ibu rumahtangga seutuhnya.


Namun setelah beberapa tahun menikah belum dikaruniai momongan,sempat hamil namun keguguran hingga kini masih menunggu kehadiran anak di tengah tengah mereka.


Setelah kepergian rianda,laki laki tua itu merenungkan setiap kalimat yang diucapkan oleh anaknya. Menatap kearah istrinya dari kejauhan dang terlihat menyeka air matanya.


Anak pertamanya entah berada dimana,anak bungsunya terus dia abaikan dan anak keduanya yang selalu diam kini berbicara mengenai kakak dan adiknya.


Istrinya dulu begitu hangat dan selalu terlihat bahagia,sudah beberapa tahun ini dingin dan sering sakit sakitan.


''Apa aku salah jika menginginkan anak anakku mengikuti apa yang aku mau?


''Apa aku salah jika ingin anakku menikah dengan wanita yang status sosialnya setingkat denganku? laki laki tua itu bertanya pada dirinya sendiri.


''Papa kenapa,,apa papa sakit?? pertanyaan dari Rega membuyarkan lamunannya.


''enggak papa baik baik saja'' jawabnya d Ngan terbata bata.

__ADS_1


__ADS_2