
Sementara itu disebuah rumah mewah maira dan sedang makan malam bersama kedua orangtuanya.
''Pah,,apa papa udah ada kabar dari Alvin? tanya maira saat mereka selesai makan
''gak usah dicari,kalau memang dia merasa punya keluarga pasti dia pulang'' ucap sang papa dengan ekspresi wajah yang datar.
''Papa yang sudah usir dia,mana mau dia pulang tanpa kita minta pah
''mama sangat rindu putra mama,mungkin sekarang kita sudah punya cucu dari dia pah mau sampai kapan kita begini pah?? mama berkata dengan derai airmata
''jangan sampai kita lebih menyesal pah,kita tidak tau bagaimana keadaan dia sekarang apa dia hidup dengan layak atau sebaliknya?
''Jika papa gak mau cari Malvin biar mama yang cari dia,dan kalau keadaan Malvin mengkhawatirkan mama gak akan maafin papa'' ucap mama sambil berlari meninggalkan ruang makan.
''Papa tau kamu sudah bertemu dengan malvin,papa tau kehidupan dia seperti apa dan papa juga tau dia mempunyai seorang anak perempuan,papa tau apapun tentang kalian'' ucap Adiyaksa dengan suara lirih dan tatapan kosong.
''Berarti papa juga tau bejatnya suami yang papa pilihkan untuk aku'' tanya maira garang penuh emosi,menghampiri papanya
''Awalnya papa tidak tahu kebejatan suami kamu,tapi setelah papa selidiki papa kecewa bukan bahagia yang papa berikan untuk kamu may..
''maafkan papa may,tindakan papa menjodohkan kamu berujung derita untuk kamu'' Adiyaksa bersimpuh dihadapan maira yang tengah berdiri disampingnya.
Maira kaget dengan yang dilakukan papanya.
''pah,bangun pah jangan begini
''maira udah maafin papa,saat papa menyetujui perceraian maira'' ucap maira sambil membangunkan sang papa dan memapahnya untuk kembali duduk dikursi.
''itu sebabnya papa tidak bisa meminta Malvin untuk pulang papa malu,keegoisan papa sudah membuat kalian menderita'' ucap Adiyaksa penuh sesal.
''Ajak pulang adikmu dan keluarganya,papa rindu mereka selama ini papa hanya bisa memandang mereka dari kejauhan'' tangisan Adiyaksa benar benar pecah dia terus meraung dipelukan maira.
Beberapa pekerja dirumahnya diam diam mengintip ikut terharu,dan ikut meneteskan air matanya.
Mereka tidak menyangka jika tuan mereka yang begitu tegas terlihat sangat rapuh malam ini..
''papa ingin bertemu mereka? tanya maira pelan. Dan Adiyaksa menganggukan kepalanya.
''Alvin sakit pah,gimana kalau besok kita kerumah dia? ajak maira
''Sakit apa,Alvin sakit apa mai? tiba tiba mama muncul didepan ayah dan anak itu dengan wajah cemas
''kata Ara dia demam,kemarin kerumah sakit tapi gak dirawat mereka pulang lagi''jelas maira
''kita harus ketemu Alvin pah,dia jarang sakit tapi sekalinya sakit suka langsung drop pah'' mama mengiba
''sudah lebih tiga bulan gak ada kabar dari dia,mama kangen pah'' ucap mama sambil terus menangis
''papa tau selama ini mama suka mendapat telpon dari Malvin,papa sakit hati sebegitu bencinya dia sama papa sampai tidak pernah menghubungi papa''
Adiyaksa nampak sangat bersedih dan rapuh dihadapan anak istrinya.
''Besok kita berkunjung kerumah Alvin ya pah'' pinta maira
''kalian berdua saja,papa belum siap mendapat penolakan dari mereka'' lirih Adiyaksa.
Dengan wajah sendunya Adiyaksa berjalan meninggalkan istri dan anaknya di ruang makan,dia sendiri melangkah menuju ruang kerja sekaligus tempatnya menangis saat merindukan Malvin.
Adiyaksa sebenarnya sudah memaafkan malvin,namun karna kekerasan hatinya dia enggan meminta maaf terlebih dulu.
Sementara dirumah Malvin sedang berkumpul diruang keluarga.
''yah,mikirin apa sih sampe ayah sakit begini'' tanya Ara sambil memijit kaki sang ayah yang tengah terbaring di depan tv.
''Ayah cuma kecapean aja,jangan terlalu dipikirkan''
''Ayah kangen oma? pertanyaan Ara cukup membuat Malvin kaget,karna tepat sasaran
''Kalau ayah kangen kita kerumah Oma saja yah,jangan takut ditolak yah Oma juga pasti kangen ayah'' ucapan ara membuat pertahanan Malvin roboh.Airmata Malvin menetes
Setelah hampir 18 tahun tidak pernah merasa kan kumpul dengan orang orang yang dia sayangi dan rindukan selama ini..
''Entah kenapa akhir akhir ini ayah rindu sekali dengan mereka,,
''Tapi ayah tak punya keberanian untuk pulang nak
''mudah mudahan kita diberi kemudahan untuk berkumpul dengan keluarga kita yah'' ucap Ara
Bunda Malinda diam seribu bahasa mendengar percakapan suami dan anaknya.
Dia merasa bersalah tanpa disengaja telah memisahkan anak dan orang tuanya.
''Semua ini gara gara bunda ayah jadi berpisah dengan keluarga ayah'' ucapnya sambil mengusap air matanya.
''Ini bukan salah siapa siapa bun,ini memang perjalanan hidup kita
''Ayah yang minta maaf atas perlakuan papa terhadap bunda diwaktu yang lalu'' ucap ayah sambil memeluk bunda
''Bunda maukan maafin orangtua ayah? tanya ayah ragu
Dan bunda menganggukan kepalanya
''Bunda yang harusnya minta maaf karna hadirnya bunda ayah jadi meninggalkan mereka''
''Jangan begitu bun,seperti yang ayah bilang tadi bukan salah siapa siapa ini perjalanan yang harus kalian lalui,kalau gak seperti ini mungkin aku gak ada diantara kalian'' Ara ikut terharu dan mereka bertiga pun berpelukan.
Cukup lama mereka berpelukan dalam diam,fikiran larut dalam imajinasi masing masing.
''ayah jangan bergadang,bobo sana ke kamar'' ucap Ara sambil melepaskan pelukan nya.
''iy,yuk ke kamar yah istirahat biar cepet sembuh'' ajak bunda
Ayahpun menuruti perintah kedua bidadari nya.
''Ra,jangan begadang ya nanti pujaan hati jemput kamu nya kesiangan'' ucap ayah menggoda Ara
''ish,,ayah nih gaje bangettt'' Ara keki mendengar ucapan sang ayah.
__ADS_1
Ara pun meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya. Dan langsung mencari hp nya.
Terlihat beberapa panggilan dan chat dari sahabatnya,Ara pun langsung membuka roomchat karna males kalau harus jawab satu satu pertanyaan dari Kiki dan rena.
Ara🌷 Alhamdulillah gaes,ayahku gak
dirawat sampe ketemu besok
kampus yaa😍
Dan Ara pun mematikan hp nya,sebab salah satu dari mereka pasti akan ada yang nelpon,karna meresa sangat lelah Ara lebih memilih untuk tidur.
Namun di dalam kamar ayah dan bunda nampak masih ngobrol sambil tiduran.
''sebenarnya apa yang menggangu fikiran ayah,sampe ayah sakit begini''?
bunda bertanya sambil mengusap rambut ayah Malvin yang sedang manja dengan bunda.
''Ayah takut apa yang kita alami, dirasakan juga oleh ara,ayah takut bun.
''bunda tau selama ini Ara belum pernah dekat dengan lelaki manapun ayah takut saat dia jatuh cinta,dia ditolak oleh keluarga calon suaminya.
Ayah berkata dengan tatapan kosong
''ayah takut laki laki yang dia cintai meninggalkan dia sendiri..
Ayah Malvin meneteskan airmata membayangkan sesuatu yang mungkin terjadi pada cinta putri tunggalnya.
''Ya Alloh ayah,,kenapa ayah memikirkan sesuatu yang belum pasti
ayah percaya takdir Allah bukan? ayah harus ingat kita manusia hanya bisa berencana,semua sudah digariskan kita tidak bisa melawan kehendak allah. kenapa ayah seperti ini?
Bunda menatap wajah sendu ayah,kemudian memeluk suaminya dengan penuh cinta.
Buat Malinda Malvin segalanya,dia memilih meninggalkan kekayaan orangtuanya demi hidup dengan malinda,dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah dengan malvin tetap romantis,hangat dan penuh cinta untuk Malinda dan mutiara.
''sekarang kita tidur ya,udah malem jangan memikirkan apapun,ingat kalau ayah sakit bunda dan ara pasti sedih ayah mau bidadari ayah ini bermuram durja?? goda bunda
Tanpa basa basi ayah langsung memeluk bunda,dan mereka tidur dengan saling memeluk erat.
Tengah malam Ara yang terlelap tiba tiba terbangun..
''Apaan nih kok mimpiin kak Rega sih?
ucap Ara sambil melirik jam yang berada di dinding kamarnya telah menunjukan jam 2 malam.
''ya allah,,apa dia baik baik aja yaa? Ara bertanya pada dirinya sendiri,kemudian meraih hpnya yang tengah dicas.
Baru aja Ara mengaktifkan hpnya,tertera nama Rega memanggil
''assalamualaikum,,ada apa kak?
''waalaikumsalam,,maaf ay ganggu kamu malem malem
''Ay besok motor kamu ada yang antar kerumah pagi pagi,kakak gabisa jemput kamu.
'Mau tau aja,apa mau tau banget?
Rega nanya balik
''ish,,kakak ini ditanya malah balik nanya
''kakak mendadak pulang,baru sampe rumah nih besok gabisa jemput makanya besok ada yang antar motor biar gak kesiangan kamu ke kampusnya..
Rega memberitaukan kepulangannya.
Orangtua Rega baru sampe rumah tadi Rega jemput dibandara.
Dan regapun harus tidur dirumah untuk beberapa hari ini.
Sudah menjadi kebiasaan Rega kucing kucingan dengan orangtuanya.
Usaha bengkel motor miliknya tidak diketahui sama sekali oleh keluarganya,Rega mempunyai dua orang kakak kedua kakaknya sudah menikah,tinggal Rega sibungsu yang masih bujang.
''kak,,serius kakak gapapa?
tanya Ara ragu
''kok nanyanya gitu? Rega bingung dengan jawaban Ara
''aku tadi mimpi,kakak tuh seperti terkurung disuatu ruangan kakak sendirian diruangan itu.. jelas Ara
''iy nih aku terkurung dikamar aku sendiri ay,,hehehh''
''udah ah jangan ngaco,tidur lagi ya biar nanti gak kasiangan,maaf bangunin kamu abis kakak gabisa tidur,ke ingetan kamu ya udah kakak bangunin kamu moga aja bisa langsung tidur udah dengar suara kamu udah ya assalamualaikum''
Rega menutup telponnya..
''ih nelpon malem malem cuma untuk itu doang'' gerutu Ara
''tapi aku jadi tenang juga ya,udah tau kalau dia gapapa''
''eehhh,,apaan sih aku ngapain juga mikirkin dia gaje gak penting'' Ara mengoceh sendirian..
Sementara Rega senyum senyum sendiri.
''Selamat datang dihatiku mutiara ayu pranata,aku pastikan cuma kamu pemilik hati aku''
celoteh hati Rega.
Kemudian Ara melanjutkan tidurnya,namun bayangan Rega terus menari nari diotaknya sehingga membuat dia susah untuk tidur lagi.
''ahhhkkk,,kenapa sih aku jadi kaya gini
''Apa ini yang dibilang jatuh cinta???
''Rasa apa ini,untuk pertama kalinya aku punya rasa khawatir dan keingetan seorang laki laki
__ADS_1
''Apa ini yang dibilang rindu??
Ara terus saja bertanya pada diri sendiri,kemudian melirik jam lagi.
''udah hampir pagi,bangun aja ah udah gak ngantuk lagi mumpung masih ada waktu buat sholat tahajud.
Ara masuk kekamar mandi mengambil air wudhu,dia melakukan ibadah sunah malam sambil menunggu waktu sholat subuh.
Setelah beres menjalankan sholat subuh seperti biasa Ara membuka Alquran,aktivitas pagi selama tidak berhalangan wajib bagi Ara membaca kitab sucinya.
Selesai menjalankan kewajibannya,Ara menuju dapur ingin membantu Mbak Tini buat sarapan
namun dari kejauhan sudah terdengar obrolan bunda dengan mbak tini.
''pagi semua'' sapa Ara sambil memeluk bundanya
''pagi juga kesayangan bunda'' bunda langsung mencium pipi anak gadisnya
''bun ayah gimana semalam,demam lagi gak?
''enggak,ayah tidur pulas nak
''alhamdillah,,hari ini jangan ke cafe dulu ya,biar nanti siang Ara kesana Bun
''Emang pulang jam berapa nak?
''hari ini Ara cuma satu mata kuliah bun,dosen Ara lagi sakit juga
''ya sudah ayah sama bunda dirumah aja..
''nikmati waktu berdua ya,,ala ala pengantin baru gitu'' goda Ara sambil menarik turunkan alisnya.
''bener gak bik? penganti lama serasa pengantin baru hahahaha'' Ara terus menggoda ibunya
''ibu sama bapak tuh tiap hari seperti pengantin baru Mbak'' jawab Tini asisten rumah tangga sejak Ara kecil
Kemanapun keluarga Ara pindah Tini selalu ikut,karna dia sudah sebatang kara suaminya meninggal karna sakit.
Sejak suaminya meninggal mbak tini kerja dan tinggal dirumah keluarga ara.
''Bun,Ara bersih bersih dulu ya
pamit Ara sambil membawa gelas berisi susu coklatnya.
Dari balik pintu kamar terdengar suara hp nya,Ara langsung mengambil hpnya dari atas kasur.
''assalamualaikum,,Tante apa kabar?
''waalaikumsalam,Tante baik sayang
gimana ayah sehat?
''alhamdillah udah gak demam lagi,
Jawab Ara kepada maira sang Tante
''Nanti siang Tante mau ketemu ayah kamu bisa gak ya?
''bisa Tante kerumah aja,ayah sama bunda ada ko,kalau Ara mau ke cafe Tan nanti Ara share deh lokasi rumah Ara
''Makasi ya sayang,tapi jangan bilang Tante mau kerumah ya,biar jadi kejutan buat ayah kamu..
''ok tante,,ya udah Ara tutup dulu yaa
''assalamualaikum
''waalaikumsalam
Sambungan telponpun terputus.
''mai,,mama ingin sekali bertemu cucu mama,apa bisa mai?
''bisa mah,tapi jangan sekarang ya
kita ketemu dulu sama Alvin dan istrinya setelah itu baru kita temuin Ara cucu mama''
Maira memeluk mama Mira yang terus menitipkan airmata.
Tok..Tok..Tok
Pintu kamar maira ada yang mengetuk
''Ada apa bi? tanya maira
''nyonya dicari tuan dibawah'' bi Nani asisten rumah tangga memberi tau.
''iy bi sebentar saya turun''
maira dan mama Mira turun menemui Adiyaksa
''mama jadi menemui alvin?
tanya Adiyaksa saat istri dan anaknya menghampiri
''Jadi,siang ini kita mau kerumah dia
''ya sudah hari ini papa mendadak harus ke kalimantan, proyek disana ada masalah.
''Papa mau mama ikut?
tanya Mira,sebab kemanapun Adiyaksa pergi Mira diharuskan selalu mendampingi,Adiyaksa tidak pernah bisa pergi tanpa Mira.
''Enggak,sekarang papa gak lama lusa juga pulang..
''Gak apa apakan kalau papa tinggal?
''mama sudah rindu dengan alvin pah maaf mama gabisa temani papa pergi.
__ADS_1
Mira merasa tak enak hati tidak mendampingi suaminya.