
Mobil yang Rega kendarai sudah sampai di depan rumah ara.
Rega menatap Ara yang kembali tertidur.
''Ay,,ay,,ay,,bangun sayang udah sampe'' Rega mencoba membangunkan Ara dengan menggoyangkan bahu Ara.
Namun Ara tetep terlelap,,Rega bingung gimana cara membangunkan Ara,ingin rasanya langsung membopong tubuh Ara tanpa harus menggangu tidurnya,namun semua tak mungkin takut penilaian jelek orangtua Ara tentang dirinya,akhirnya terpikir untuk menelpon bunda.
''Assalamualaikum Bun,,Rega udah di depan tapi Ara tidur dibangunin gak bangun bangun'' Rega memberitahu bunda Malinda.
''waalaikumsalam''
''iya nanti bunda kedepan'' jawab bunda.
''Yah,,Ara tertidur dimobil gak bangun bangun dibangunin rega'' cerita bunda ke ayah Malvin.
''Ara nih kebiasaan sekali'' ucap ayah menggeleng kan kepalanya sambil bangkit dari duduknya.
Malinda dan Malvin beriringan keluar untuk membangunkan ara.
''Malem bun,,yah'' ucap Rega begitu bertemu dengan Malvin dan Malinda tak lupa mencium tangannya.
''Ara nih memang gitu kalo cape sama perut kenyang selalu susah dibangunkan'' ucap Malinda sambil membuka pintu mobil
''Raaa,,Ara,,araa''
''bangun nak udah sampe'' ucap bunda sambil mengusap pipi Ara
Namun Ara hanya menggeliatkan badannya saja tanpa membuka matanya.
''Araaa,,bangguunn raaa'' bunda sedikit menepuk pipi Ara
''eeemmm'' Ara perlahan membuka matanya,memperhatikan disekelilingnya
''Eehh Bun,,Ara ketiduran ya'' ucapnya saat sadar
''iya,,kasian nak'rega daritadi bangunin kamu gak bangun bangun'' terang bunda sambil membuka pintu mobil lebih lebar.
''iya bun,,Ara bangun'' ucap Ara,sambil mengusap wajahnya kemudian dia keluar dari mobil
''Kak maaf ya lama nungguin Ara bangun '' ucap nya sambil berdiri diantara ayah dan bunda
''iyaa gapapa ay '' ucap Rega kemudian membuka pintu mobil belakang dan mengambil siomay yang tadi dipesan bunda.
''Bun,,ini siomay nya'' ucap Rega sambil memberikan kantong plastik di tangannya.
''Makasih banyak ya,,maaf ngerepotin ya'' ucap bunda sambil menerima pesanannya.
''Rega bisa masuk dulu sebentar,kita ngobrol dulu'' ucap ayah
''Iyaa yah'' jawab Rega
Malinda sedikit kaget mendengar ayah Malvin mengajak rega bicara.
''Yuk masuk diluar dingin'' ajak ayah Malvin
Semua masuk kedalam rumah,hati Ara sedikit risau,dia takut kalau ayah akan memarahi Rega Karna pulang agak malam.
''Bun,,tolong bikinin minum'' pinta ayah
''biar Ara aja yang bikin'' usul Ara
''bunda aja,,kamu bersih bersih sana'' ucap bunda.
Ara menuruti ucapan bunda langsung masuk kamar,dan bunda bersiap membuat minum pinta ayah.
''Gaa,maaf sebelumnya kalo ayah terlalu dini membicarakan masalah ini sama rega,ayah merasa hubungan kamu sama Ara sepertinya sudah bukan antara teman lagi,bisa dibilang kalian sudah mulai berpacaran'' ayah Malvin berkata sambil menatap Rega,namun bukan tatapan intimidasi, melainkan tatapan lembut seorang ayah yang belum pernah dia rasakan.
''Iya yah,,Rega sama Ara sedang berada dalam tahap itu
''maaf sebelumnya kalo Ega sama Ara telah salah yah'' ucap Rega sambil tertunduk
Sementara Ara dikamar sedang membersihkan badannya dengan terburu buru,dia takut kalau ayah Malvin akan memarahi Rega.
''Ayah ngomong apa ya sama kak'ega'' gumam Ara sambil menyisir rambutnya.
Sedangkan bunda di dapur telah siap dengan teh hangat dan cemilan nya,tak lupa siomay dari Rega disiapkan juga,untuk dimakan sama sama.
Ayah Malvin yang tadinya duduk dikursi yang lain,beralih duduk disamping rega,dan mengusap baju rega.
''Kalian gak salah,wajar kalian dekat tapi tolong jangan sampe membuat kesalahan yang dapat membuat malu dan merugikan masa depan kalian'' ucap ayah sambil terus mengusap punggung rega.
Rega sungguh terharu dengan sikap ayah Malvin dia membayangkan jika yang mengusap punggungnya adalah ayahnya sendiri.
Bunda datang membawa pesanan ayah dan siomay,sedikit tercengang dengan sikap ayah yang sedang mengusap ayah punggung rega.
''minum dulu gaa ''ucap bunda sambil meletakan teh hangat dan cemilan serta siomay.
''Iya bun makasi'' jawab Rega
''yah,,minum dulu'' ucap bunda sambil memberikan segelas teh hangat.
''Iya Bun,,makasi '' ucap ayah sambil mengambil gelas dari bunda.
''jangan tegang gitu dong gaa,,minum dulu biar santai'' seloroh ayah
''Bukan tegang yah,,cuma terbawa suasana aja,udah lama gak merasakan kasih sayang seorang ayah'' ucap rega sambil sedikit menahan airmata.
''Boleh Ayah tau,Rega masih punya orangtua?
tanya ayah
''Ada yah,hanya ayah Rega mungkin tak mengharapkan kehadiran Rega jadi tak begitu memperhatikan Rega,atau bahkan lupa bila Rega itu anaknya'' jawab Rega dengan sedikit bergetar.
__ADS_1
Malvin dan Malinda bisa merasakan kepedihan Rega,mereka saling tatap dan Malvin memutar duduknya menghadap rega.
''Mulai hari ini kalo kamu mau,boleh kamu anggap ayah ini sebagai ayah kamu'' ucap ayah malvin.
Dan Rega menatap kewajah ayah malvin.
''iya yah makasi banyak'' ucap Rega
Dan Malvin kembali mengingat ke jadian dulu dimana dia tak diharapkan oleh ayahnya,dia bisa melihat kesakitan itu di wajah Rega.
Malvin merentangkan tangannya,seolah memberi kode agar Rega memeluknya,dan Rega mengerti dengan hal itu,tanpa menunggu lama merekapun berpelukan Rega meneteskan airmatanya setelah dirasa Rega cukup tenang merekapun,melepaskan pelukannya.
Bunda terharu dengan pemandangan yang sedang dia lihat,begitu juga Ara dia kaget melihat ayah dan Rega berpelukan.
Tanpa bersuara Ara duduk disamping bunda.
Ara menyikut bunda seolah bertanya apa yang terjadi, namun bunda hanya memberi kode dengan menempelkan jari telunjuknya dibibirnya.
Ara hanya menganggukan kepala tanda setuju untuk diam.
''Mulai sekarang ayah akan terus mengawasi kalian berdua,jangan pernah membuat ayah kesal apalagi marah sebab kalian berdua akan mendapat hukuman dari ayah'' ujar ayah Malvin sambil menatap Ara dan rega.
''iya yah,,tolong kasih tau Rega kalau Rega buat salah,dalam hal apapun'' ucap Rega tegas.
''Tenang aja nanti bunda yang jadi cctv buat ayah
''sekarang kita minum dan nikmati dulu cemilannya,nanti keburu dingin'' ucap bunda
sambil menyodorkan cemilan,dan teh hangat.
''Kok Ara gak diajak ya? celetuk ara
''Ini urusan laki laki,, perempuan harap diam'' goda ayah sambil mengambil cemilan
''Kok bunda dikasih tau,Ara enggak? protes Ara.
''ya tanyalah sama bunda'' ucap ayah sengaja bikin Ara kesal
''Nanti yah sekarang Ara masih dibawah umur'' jawaban bunda bikin kesel Ara.
''iihh sebeeelll'' keki araa
Semua tersenyum melihat Ara yang sedang kesel.
Tanpa permisi Ara langsung meminum gelas teh hangat yang tersaji di meja.
''Heii itu gelas rega,bunda gak bikin buat ara'' protes bunda.
''Gapapa ya kak,gampang nanti bikin lagi'' bela ara.
''iya gapapa bun'' ucap rega.
''yah,Bun,udah malem Rega pulang dulu ya'' pamit Rega.
''iyaa, makasih ya siomay dan pulang gak telat'' ucap bunda.
''besok ke kampus gak kak?? tanya Ara
''rencana mau ambil cuti dulu'' jawab rega
''Kenapa ko cuti? tanya ayah penasaran
''rega lagi magang yah,,'' jawab Rega singkat
''kemarin kak'ega berhasil dapet tender yah''
terang Ara.
''Wah hebat dong,,besok makan malam disini bunda masakin sebagai perayaan keberhasilan rega'' ucap bunda
''Lagi belajar yah,mudah mudahan pekerjaan Rega tidak mengecewakan''
''iyaa,,jalani dengan fokus dan serius'' jawab ayah
''iyaa insyaallah yah,,
''udah malem Rega pamit dulu'' ucap Rega sambil hendak berdiri,kemudian mencium tangan Malvin dan malinda.
''Hati hati dijalan ya'' ucap Malinda
''iyaa Bun,,yah assalamualaikum '' ucap Rega
''waalaikumsalam,,'' jawab malvin dan Malinda
''Yah,,Bun Ara antar kak'ega kedepan dulu ya'' pamit Ara sambil berdiri
''iyaa'' jawab bunda dan ayah barengan.
Ayah dan bunda tersenyum melihat Ara yang berjalan dibelakang rega.
''Sepertinya kita harus punya cctv yah'' ucap bunda sambil duduk kembali disofa.
''Coba bun,,'' ucap ayah sambil duduk dan membuka mulutnya berharap bunda menyuapinya dengan siomay.
Dengan senang hati bunda menyuapi ayah,mereka makan siomay bersama.
Sementara Ara yang penasaran dengan obrolan ayah dan Rega mencoba mengorek dari rega.
''Tadi ayah ngomong apa kak?
''kepooo yaa??
''serius ayah ngomong apa? tanya Ara sambil menghalangi Rega masuk mobilnya dengan berdiri didepan pintu mobil sambil merentangkan tangannya.
__ADS_1
''Masih kangen ya'' ucap Rega sambil mendekati Ara dan mengunci tubuh ara dengan kedua tangannya bertumpu pada body mobil juga.
Ara jadi ketakutan sendiri jantungnya berdetak dengan kencang.
''Kak nanti ayah bunda liat loh? suara Ara pelan
''biarain biar di nikahin'' jawab Rega asal
Ara yang grogi kemudian mendorong Rega hingga Rega mundur dua langkah,dan sedikit menjauh dari mobil.
''Kenapa ay?
''bukannya gak boleh pulang? goda Rega
''iihh,,orang Ara serius tadi ayah ngomong apa? ucap Ara kesal
''ngomongin Rahasia laki laki'' jawab Rega
''kakak gak seru ah,,gak asik'' Ara tambah kesel
Rega menghampiri Ara lalu meraih kedua tangan ara kemudian menggenggamnya.
''Terima kasih kamu sudah membawa kakak ke dunia baru dan memberikan kakak keluarga baru'' ucap Rega sambil menatap sendu wajah ara.
''Bersama kamu kakak dapet perhatian dari seorang ayah dan bunda,selama ini kakak jauh dari mereka.
''Terima kasih banyak kamu udah hadir dihidupku'' ucap Rega sambil menarik Ara kedalam pelukannya
Ara terdiam tanpa membalas pelukan rega,Ara seperti membeku dan kaku dia kaget tiba tiba Rega terlihat begitu sendu dan seperti orang yang butuh kasih sayang.
Sementara diluaran dia terlihat dingin untuk kaum perempuan,namun cukup iseng bila diantara Jody, Aldo,Daniel dan mike.
Namun Mike sudah lama jarang gabung entah karna Mike sedang sibuk dengan perusahaan ayahnya,hingga jarang sekali bertukar kabar.
Begitulah persahaban mereka jika diantara mereka Mike,Rega,dan Daniel kadang suka menghilang tiba tiba berarti mereka sedang belajar tentang perusahaan keluarga atau kadang mereka sedang mendapat hukuman dari orang tua masing masing.
kembali ke Rega dan ara.
Setelah Rega merasa cukup tenang dia melepaskan pelukannya.
''Pulang dulu ya ay,,besok ketemu lagi'' ucap Rega sambil mengusap ujung kepala Ara.
Namun tanpa di duga rega,gantian Ara malah memeluk rega. Ara menyandarkan kepalanya di dada rega.
Rega membalas belikan Ara dan dia mencium ujung kepala ara. Kemudian Ara mengangkat kepalanya guna menatap wajah rega.
''Kalo ada apa apa kakak cerita ke Ara yah,jangan simpan sendiri'' ucapnya sambil terus menatap wajah ara.
''Pasti sayang,mulai hari ini apapun yang kita hadapi kita hadapi sama sama'' ucap Rega sambil menatap Ara penuh cinta.
''Ya udah kakak pulang sekarang,istirahat ya bawa mobilnya hati hati'' ucap Ara sambil melepaskan pelukannya.
''Iya aku pulang ya ay,,'' pamit Rega
Regapun masuk kemobil Ara berdiri melihat kepergian Rega dia berdiri terus sampai mobil Rega tak terlihat.
''siomaynya enak ya bun'' tanya Ara saat kembali kedalam rumah,dan dilihatnya siomay masih ada di mangkuk.
''iya enak'' jawab bunda
''Raa,,kamu udah tau banyak gak tentang rega? tanya ayah
''ara belum lama Deket dengan kak'ega,yang Ara tau dia masih ada orang tua tapi gak tinggal satu rumah.
''dia buka bengkel motor sama temannya,dia buka usaha bengkel dari sekolah SMA dulu,setau Ara karyawannya ada 3 orang,malah kemarin denger denger dia mau bayarin ruko yah dijadikan bengkel.
''trus sekarang tiba tiba dia bilang lagi magang di sebuah perusahaan,Ara jadi bingung sendiri,kok bisa dia bagi waktu antara kuliah,bengkel sama bekerja dikantor''
celoteh Ara panjang lebar.
''Hebat ya rega,diusia yang masih muda udah banyak pencapain'' ucap bunda
''Ya begitulah kalo mau sukses harus dimulai dari sejak muda'' ujar ayah namun Malvin sudah tau jika Rega bukanlah anak muda dari kalangan biasa.
Tanpa ada yang tahu Malvin meminta seseorang untuk mencari tau tentang Rega.
Dari laporan itu Malvin mendapat informasi bahwa Rega salah satu anak pengusaha namun seperti diasingkan,dia jarang pulang ke rumah orangtuanya,dan punya usaha bengkel sesuai ucapan ara.
''Ayah minta sama ara,harus bisa jaga diri jaga nama baik keluarga,ayah tak melarang Ara dekat dengan siapapun,asal jangan sampe merusak masa depan'' Malvin bicara cukup serius.
''Ayah tau antara Rega dan Ara sedang dekat,ayah cuma minta jangan sampai terhanyut dengan suasana hati kalian,cinta boleh sayang juga boleh tapi logika harus tetap jalan,jangan sampe kalian dibuat bodoh oleh cinta'' pesan malvin.
''Iya yah,,Ara ngerti'' jawab Ara singkat karna dia faham dengan ucapan ayah malvin.
''Udah malam sana istirahat,besok masih ngampuskan? tanya bunda
''iya Bun,,yah Ara tidur dulu ya,besok Ara agak siang Bun ngampusnya'' Ara memberitahu
Seusai kepergian Ara Malinda bertanya pada Malvin.
''Ayah tau tentang rega? selidik bunda
''Tau,,kan tadi Ara cerita'' jawab malvin ringkas
''Ayah gak lagi nyimpen rahasia'kan? selidik bunda
''Rahasia apa Bun'' ayah balik tanya
''iihh ayah suka banget bikin bunda penasaran'' bunda makin kesel dengan ucapan ayah
''Udah ah bunda tinggal ah,,ayah gak seru'' ucap bunda sambil berdiri
Namun dengan sigap ayah menarik tangan bunda dengan sedikit kencang,dan bunda jatuh di pangkuan ayah.
__ADS_1
''Ayah cuma berjaga jaga jangan sampai Ara merasakan apa yang bunda rasakan'' ucap Malvin sambil memeluk bunda.
Sejujurnya Malvin sangat takut jika nasib Ara sama dengan Malinda ditolak keluarga orang yang mencintainya,seperti dia dan Malvin dulu.