
Selang beberapa waktu Alana sampai dirumah nya. Didalam mobil tadi tidak ada yang berbicara, suasana hening tercipta begitu saja. Key dan Rina nampak paham suasana hati Alana jadi mereka pun memilih untuk diam saat ini.
"Papa, tumben udah dirumah, mama dimana?
"iya, tadi dikantor kerjaan lagi nggk sibuk-sibuk banget jadi sekretaris papa yang ngehandle semua nya. Na, mata kamu kenapa? "
"nggk apa- apa pa, ya udah Na kekamar ya, capek banget soal nya"
Dengan langkah gontai ia menuju kamarnya.
Dilantai bawah papa ber cerita pada mama. Alana seperti nya ada masalah, mata sembab itu jelas sekali terlihat.
"Na, ini mama, kamu udah tidur"
mama mengetok pintu Alana, tapi tak ada jawaban. Mama pun pergi, mama paham mungkin Alana memang sedang tidak ingin diganggu. Sedangkan yang di panggil sebenarnya mendengar, namun dibiarkan.
"maaf ma, namun Alana memang sedang tidak ingin cerita"
Alana pun tertidur perlahan, entah karena lelah menangis mungkin.
Pagi yang dimulai dengan suasana hati yang buruk. Alana turun dari kamarnya memakai stelan yang sudah rapi plus kacamata yang bertengger di hidungnya. Mungkin ingin menutupi mata sembab nya. Walau pun masih terlihat jelas.
"pagi ma, pa. Alana berangkat ya ma, nanti Alana sarapan di tempat kerja saja"
"Assalamualaikum ma, pa".
__ADS_1
Alana menyalami kedua orangtuanya dan berangkat kerja.
" walaikumsalam Na, ucap Mama dan Papa bersamaan.
"Na"
Mama mengejar Alana sambil menggenggam tangannya.
"kalau ada masalah cerita aja, tapi terserah kamu. kalau kamu ngerasa belum mau cerita ya gapapa"
Alana hanya mengangguk dan tersenyum lalu pergi berangkat kerumah sakit. Hari ini ia tidak membawa mobil, jadi ia berniat naik taksi saja.
Alana sampai dirumah sakit, ia hanya berjalan lurus saja. Tak ada semangat dalam diri nya. Ia nampak lesu dan tak bertenaga.
"hey na, enak banget kayak nya" key datang dengan senyum secerah mentari, ia tidak ingin membuat Alana semakin sedih, jadi ia ingin membuat suasana seceria mungkin.
"iya key, makan yuk. Kau udah makan belum".
" udah sih"
"jangan natap gitu key, I'm okey"
Dan datanglah Rina yang sudah membawa makanan untuk makan siang. ya sama seperti key, ia mencoba memasang wajah seceria mungkin.
"udah ngumpul aja nih"
__ADS_1
"ya dong Rin, ehh tumben agak lama datang nya"
"iya tadi ada beberapa pasien yang harus ditangani"
Key dan Rina sibuk membicarakan ini itu, namun Alana hanya diam sambil mengaduk-aduk makanannya. Key dan Rina saling berpandangan seperti berbicara dengan isyarat.
"Na, kamu okey kan".
ucap key sambil menggenggam tangan Alana
" Na sebenarnya aku pernah lihat chriss sama cewek lain, ya cewek waktu itu juga. Tapi aku takut bilang nya, takut entar kamu salah paham. Seandainya aku bilang, mungkin kamu bisa tau dari awal".key
Rina pun mengelus punggung Alana sambil mengangguk mendengar perkataan Key.
"sudah lah key, udah terjadi juga.Rina tau juga? "
"ya, Rina tau juga baru kemaren, setelah kejadian itu"
Alana pun hanya tersenyum sambil menahan tangisnya, nampak matanya berkaca-kaca.
Setelah melewati percakapan yang panjang mereka pun selesai makan siang.
Dan kedua sahabat nya selalu mencoba menciptakan suasana sebaik mungkin, supaya Alana merasa lebih baik dan tak larut dalam kesedihan.
Rasanya lelah sekali batin Alana, jam kerja juga telah usai. Ia berniat langsung pulang saja dan memesan taksi online.
__ADS_1