Mencari Cahaya Cinta

Mencari Cahaya Cinta
episode 4


__ADS_3

Alana kini nampak memakai stelan olahraga, dipadu dengan topi putih yang melekat di rambutnya yang dikuncir tinggi itu. Alana juga merapikan tali sepatunya agar tidak terlepas. Dia pun berjalan santai sambil sesekali berlari-lari kecil menuju taman kota. Taman kota tidak begitu jauh dari komplek rumah Alana. Udara pagi memang selalu menyegarkan.


Taman kota tempat yang selalu ramai, baik pagi maupun sore hari. Biasanya dipagi hari banyak orang berlalu lalang sekedar jalan santai atau singgah membeli sarapan didekat Taman. Taman kota yang indah dan asri yang tersusun rapi dipusat kota, dimana sudah disiapkan tempat- tempat khusus juga bagi para pedagang dan juga warga sekitar. Dan ada juga arena bermain bagi anak- anak, semua sudah disediakan oleh pemerintah setempat.


capek juga ya, mending aku istirahat sebentar deh.


Alana pun beristirahat sambil meminum air mineral yang dibawanya. Dia sesekali menghela nafas sambil menutup matanya.Ia pun melihat sekeliling taman yang ramai orang itu. Maklum hari ini weekend, jadi banyak orang yang memilih berolahraga disini atau para anak muda yang sengaja menghabiskan akhir pekan bersama teman- temannya. Dilihatnya jam yang melekat di tangannya, menunjukkan pukul 8 lewat. Rasa nya juga baru saja Alana keluar dari rumah nya menuju taman, rasa nya waktu berlalu dengan cepat.


udah jam segini, mending aku pulang aja.


Ketika Alana hendak bangkit, tiba- tiba seseorang menabraknya hingga Alana terjatuh.


"maaf mbak, saya buru-buru mbak".


Dia pun meninggalkan Alana yang setengah berdiri itu.


" mari saya bantu".


Kebetulan yang sangat tak mungkin. Jika satu kali atau dua kali mungkin kebetulan yang berlandaskan ketidaksengajaan. Tapi ini mungkin kebetulan dari sebuah takdir, si Manager kafe.


" ehh ternyata kamu ya".


ucap pria tersebut dengan nada sedikit terkejut.

__ADS_1


Dia lagi, kayak nggk ada orang lain aja.


Tapi ya gimana lagi mau tak mau juga Alana menerima bantuan lelaki itu. Lelaki itu pun membantu Alana berdiri, nampak tidak ada luka namun Alana hanya terkejut saja walau cuma sedikit sakit sih.


"Kita sering ketemu ya".ucap Alana terlebih dahulu rasa gengsinya kini ia tepi kan dulu. Ya walau kau agak dingin tapi karena kau membantu ku ya gapapa lah ya.


" Kebetulan mungkin, takdir barang kali ".


ucap pria itu datar


Bisa nggk sih ngomongnya itu nggk usah nada datar gitu, padahal aku sudah mau tersentuh tadi dengan sikap mu yang mau menolongku tadi. aku ralat, ternyata emang gitu aslinya jutek.


Alana hanya tersenyum terpaksa mendengar jawaban lelaki itu.


" Alana".ucap Alana sambil menyodorkan tangannya kedepan


selain dingin dan jutek ternyata nggk nyambung juga ini orang. batin Alana


" Nama saya Alana, lagian kita kan sudah sering ketemu ya walau cuma kebetulan sih".


"Rey, panggil aja Rey".


Tiba - tiba dikejauhan terdengar seorang wanita memanggil nama Rey sambil berjalan menuju arah nya.

__ADS_1


" kakak kemana aja".ucap wanita muda itu.


Ia nampak sedikit lelah sampai nafasnya naik turun tak beraturan. wanita cantik itu terlihat sangat manis dengan balutan hijab hitam yang menutup kepalanya itu.


Rey nampak berubah 180 derajat dihadapan wanita itu. Ia nampak tersenyum sambil sesekali mengusap kepala wanita tersebut.


Alana pun melihat dan samar- samar mendengar percakapan dua orang itu. sambil penasaran siapa wanita yang tengah bicara dengan Rey itu.


owhh itu pacar nya kali ya, istri mungkin


ahhh terserah deh. kok aku yang jadi pusing.


"Saya pergi dulu, O iya hati-hati hati ya".


Alana yang sedikit melamun itu agak sedikit terkejut, namun buru-buru ia tersenyum seperti mengisyaratkan " ya, pergi lah"


Nampak si wanita itu juga tersenyum pada Alana.


Rey pun pergi berjalan dengan wanita itu. Mereka terlihat sangat Akrab seperti sepasang kekasih.


Dan Alana pun masih melihat mereka sampai diujung jalan.


penasaran deh, siapa nya ya??

__ADS_1


Haduhh Alana kok jadi kepikiran sih. itu urusan mereka. lebih baik aku pulang aja


Alana pun berjalan dengan perlahan menuju rumah nya, masih dengan rasa penasaran.


__ADS_2