Mencari Cahaya Cinta

Mencari Cahaya Cinta
episode 6


__ADS_3

Alana kini berjalan agak terburu- buru menuju parkir mobilnya, seperti biasa ia berjalan tanpa melihat kanan dan kiri nya. Ia masuk kedalam mobil dan mengendarai nya dengan sedikit laju.


Alana menyusuri jalan kota, waktu menunjukkan pukul 17.42 waktu yang bisa di bilang padat-padatnya pada sore hari. Dimana para pekerja pulang dari padat nya rutinitas di tempat kerja.Perjalanan yang biasanya membutuhkan waktu hanya sekitar 15 menitan kini bisa sampai setengah jam di jalan. Terkadang riuh suara klakson bersahut- sahutan atau malah suara si pengendara sendiri yang terkadang tak sabaran, menunggu kemacetan dipenghujung hari.


Sama halnya seperti yang dialami Alana, riuh klakson mobil dibelakangnya membuat Ia semakin kesal saja. Alana bukannya tak ingin memajukan mobilnya, tapi kendaraan lain didepannya juga tak bisa bergerak.


sabaran dikit kenapa sih.gumam Alana sambil melirik sekilas dari kaca mobilnya.


Namun hari tidak seperti biasanya, memang di setiap jam pulang kerja macet pasti tak terhindari, tapi seperti nya hari ini macet nya lebih parah lagi.Akhirnya perlahan- lahan pun kendaraan bisa sedikit bergerak, Alana mengendarai mobil sambil melihat sekeliling. Ternyata ada pohon tumbang di badan jalan yang mengakibatkan macet parah. Terlihat beberapa sisa potongan kayu di pinggir jalan. Mungkin faktor kayu yang sudah tua dan rapuh ditambah beberapa hari ini yang diguyur hujan dan sedikit angin kencang.


Sambil terus mengendarai mobilnya, pandangan Alana pun kini tertuju pada dua bocah cilik yang sedang berjalan sambil membawa keranjang, ya mungkin isinya makanan. Dua bocah cilik itu tampak menawarkan jualan pada orang sekitar yang sedang berlewatan. Alana terus memperhatikan kedua anak itu dari kaca spionnya. Alana berniat ingin turun dari mobil dan membeli dagangan anak tersebut.


itu bukannya Rey, manager kafe yang dingin banget itu, ehh yang nolongin aku waktu itu. Nga pain dia, Akrab banget kayaknya.


Alana menepi kan mobilnya dan melihat dari kaca spionnya. Nampak Rey sangat akrab dengan dua anak itu. Tidak begitu jelas apa percakapan mereka, namun sekilas Rey nampak menunjuk kedalam keranjang, seperti memilih. Ketika sudah selesai si anak yang satu membungkus dengan kantong plastik dan Rey tampak memberi 3 lembar uang,tampak jualan si anak itu Ada lah gorengan. jumlah nya cukup besar jika hanya membeli makananan itu batin Alana. Nampak wajah gembira dua anak tersebut, mereka pun pergi sambil menyalami Rey. Alana agak sedikit terkejut, siapa sebenarnya sosok Rey si manager kafe itu.Sepertinya banyak sekali hal dalam pikiran Alana mengenai si manager kafe .


Tak sadar waktu hampir maghrib, Alana langsung melajukan mobilnya. Sesampainya di rumah Alana sudah disambut oleh sang mama.


"buruan Na, udah masuk waktu maghrib, sekalian siap- siap biar kita ke rumah key lebih awal"


"iy ma"

__ADS_1


Alana pun langsung membersih kan diri, untuk shalat maghrib. Setelah shalat Ia pun merapikan mukenah dan sajadahnya. Ia pun memilih baju yang cocok untuk nya dipakai malam ini. Alana pun memilih baju tunik yang dipasangkan dengan celana kulot dan jilbab yang senada dengan warna tunik nya itu. Alana pun melihat pantulan diri nya didepannya cermin. cantik.


Alana pun turun kebawah untuk segera berangkat. mama memperhatikan Alana dengan tatapan bahagia.


"nah, gitu dong. kan cantik pake jilbab tertutup nggk kelihatan rambutnya"


Alana hanya tersenyum menanggapi omongan sang mama. Mama memang selalu mengingat kan Alana segera menutup aurat,tetapi Alana selalu beralasan nanti atau belum yakin dan banyak sekali alasannya.


Mereka pun masuk kedalam mobil kali ini mereka diantar oleh supir.Alana dan mama saja yang pergi ke rumah key sedangkan sang Papa sedang ada urusan kantor.


Sesampainya di rumah key sudah banyak orang yang datang, ada juga beberapa rekan kerja yang turut hadir.Key langsung memeluk Alana, seperti orang yang sudah lama tidak bertemu, padahal juga baru kemaren. Key juga menyalami mama Alana. Mereka sudah seperti keluarga yang sangat dekat.


"Ia tante, saya anter kedalam ya "


"nggk usah key, tante bisa sendiri, kalian ngobrol aja dulu ya"


Drtttt...


"angkat aja Na, kenapa dimatiin.Emang siapa sih Na"


"Chriss, key. males aku ngangkatnya"

__ADS_1


"lagi ada masalah ya, Na"


"nggk ada key, serius"


ucap Alana sambil mengangkat dua jarinya.


Alana seperti lagi ada masalah sama Chriss deh, apa aku bilang aja ya tentang yang kemaren. batin key.


"kok jadi kamu key yang ngelamun"


"Na, sebenernya...... nggk jadi deh"


"nggk jelas amat key, yaudah yuk masuk "


"ehh Na, cantik juga ya. Mending kamu berhijab aja deh Na"


"udah yuk masuk, makin nggk jelas aja ceritanya"


Alana dan key masuk kedalam rumah.


Dan key pun mengurungkan niatnya untuk menceritakan sesuatu isi kepalanya kepada Alana. kira-kira apa ya???

__ADS_1


__ADS_2