Mencari Cahaya Cinta

Mencari Cahaya Cinta
episode 14


__ADS_3

Move on. Seperti kata- kata ini sedang mengelilingi pikiran Alana. sudah beberapa hari ini Ia berkelahi dengan pikirannya sendiri. Kamu pasti bisa. Ia nampak lebih ceria dari beberapa hari ini, Ia sarapan bersama papa dan mamanya. Masalah Chriss Ia sudah bercerita dengan orang tuanya. Mama dan papa paham akan kejadian itu, dan mencoba untuk menyemati anak semata wayangnya itu. Alana sudah siap dengan sarapannya itu. Ia pun beranjak dari kursinya.


"Kamu bareng papa aja Na, papa juga udah mau berangkat. "


"Na, naik taksi aja pa, oke pa. "


"Na, berangkat ya, assalamualaikum"


"walaikumsalam, hati- hati Na.


Mama dan papa saling bergantian memandang. Mungkin Alana memang butuh waktu untuk sendiri.


Sampai dirumah sakit Ia langsung memeriksa beberapa pasien. Ia keluar dari ruangan pasien yang Ia periksa saat ini. Ia berjalan melewati ruangan- ruangan pasien. Sampai Ia bertemu seseorang yang sangat Ia kenali.


" Kak Alana"Raisa menyapa Alana dengan nada yang manis, seperti biasa.


"ehh, kamu ,kita jumpa lagi"


"hehehe iya kak, kakak?


" iya, kakak,dokter disini. O iya kamu kok sampai sini, siapa yang sakit?


"mama nya vina kak,katanya sih asam lambungnya kambuh"


" O iya"

__ADS_1


" iya kak, aku baru aja mau ngejengukin bareng nada, cuma si nada lagi... nah itu kak dia"


Nada melambaikan tangan kearah mereka.Mereka berbincang- bincang sejenak, lalu memutuskan masuk keruangan tempat mama vina dirawat. Alana pun ikut serta kedua gadis itu. Mereka memasuki ruangan, didalam hanya ada vina. ia sendiri sebab sang ayah harus pulang untuk mengambil baju ganti katanya. Kedua gadis itu langsung memeluk vina, seperti orang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa. Tak lupa mereka juga menyalam mama vina dan menanyakan kondisi terkini sang mama .


"ehhh, kakak? yang kemaren itu kak"


"iya vin, kak dokter itu dokter disini"


"kak dokter, panggil aja kak Alana, atau senyamannya aja"


Alana sampai tersenyum mendengar celetukkan gadis itu. Ia juga tak lupa menyalam mama vina dan memperkenalkan diri nya. Suasana seketika menjadi lebih riang, Vina yang tadi agak terlihat murung kini jauh lebih bisa berekspresi. Kekuatan persahabatan mereka memang sangat kuat.Namun keceriaan itu tiba-tiba hilang ketika seorang dokter wanita itu masuk.


"permisi"


Dokter intan, orang yang selalu menatap Alana dengan sinis. Bahkan berulang-ulankali Alana berpikir apa yang sebenarnya yang telah ia perbuat sampai dokter intan selalu menatap nya dengan tatapan tidak suka.


"mulai menghilang, dok"


"baiklah, kondisi ibu sudah agak mendingan, intinya per banyak istirahat bu"


"iya terima kasih, dok"


Dokter intan senyum sekilas namun langsung berubah ketika melihat Alana. Ia berjalan lalu berhenti tepat didepan Alana.


"Seperti nya banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan dokter Alana? tapi anda malah mengurusi hal yang bukan kekuasaan anda.

__ADS_1


saya pergi dulu"


Nampak intan senyum sinis diakhir kalimatnya. Alana hanya diam tak menggubris perkataan dokter intan, Biarlah Ia dengan ketidaksukaannya batinnya.


"O iya semua, kakak harus keluar dulu, karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Dan semoga cepat sehat kembali ya bu. Saya permisi dulu".


Alana pun keluar dari ruangan itu , Ia berjalan menyusuri koridor yang nampak beberapa orang berlalu lalang, ada para staf yang lewat sambil bertegur sapa, senyum sekilas atau para kerabat pasien yang mungkin sedang menjenguk keluarga nya. Semua nampak mempunyai kegiatan mereka masing-masing.


Siang hari yang terik dimana sang surya sangat ceria hari ini,sudah berganti menjadi cahaya kemerah - merahan.Terlihat dari kaca jendela diruangan Alana.Waktunya untuk pulang dan mengistirahatkan pikiran yang sudah mulai kehilangan arah itu.


Alana berjalan keluar area rumah sakit, Ia berjalan , terus saja berjalan.


Titt... tittt..


astaga, aku udah minggir nih. Ada-ada aja nih , mobil siapa sih.


Alana melihat kebelakang, dan dalam waktu bersamaan kaca mobil itu juga perlahan terbuka.


Terlihat tatapan acuh dari lelaki didalam mobil itu dan satu lagi wajah seorang gadis dengan senyum ceria itu.


"Kak Alana mau pulang ya, bareng aja yuk"


"nggk apa-apa Raisa, kakak nunggu taksi aja"


"gapapa kak, kan" sambil Raisa melirik Kakak nya Rey. Raisa pun turun dari mobil dan menarik tangan Alana agar masuk kedalam mobil. Akhirnya Alana nyerah juga dan mengikuti Raisa dan masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan hanya Raisa dan Alana yang saling terlibat percakapan. Orang dikemudi depan hanya sesekali menanggapi dan lebih banyak diam mendengar kan.


__ADS_2