
Pagi hari yang hampir menjelang siang, matahari yang mulai tinggi menyinari bumi. Terlihat seorang manusia masih berada dalam selimutnya. Nampak ia sedang berguling kekanan dan kekiri. Ia bangun sambil mengucek-ucek matanya yang nampak sembab. Kebanyakan menangis dan sampai jam berapa Ia tidur pun Ia tak ingat. Dilihat hand phone nya banyak notifikasi dari seseorang. Banyak sekali.
Alana begitu tegar saat itu, bahkan dengan teman- temannya Ia sebisa mungkin menahan air matanya, tapi saat sendiri justru air matanya jatuh dengan sendiri nya tak bisa dibendung. Ia libur kerja hari ini, jadi ia memutuskan untuk dirumah saja saat ini.
Dibukanya jendela kamar, cahaya silau matahari langsung menyapanya, sedikit pening yang ia rasa kan. Wajar saja tidur larut malam sambil menangis ditambah bangun saat matahari sudah tinggi.
Ayo semangat dong, Alana. Nampak ia menyemati diri nya sendiri didepan cermin sambil mengepal tangan tanda semangat. Masih banyak lelaki diluar sana, yang jauh lebih baik dan bisa menghargai pasangannya, yang pasti nggk suka selingkuh.
Alana keluar kamar Ia berjalan menuju dapur, dibukanya kulkas dan meneguk beberapa kali air mineral.
"Non"
Tiba- tiba bik sumi datang mengejutkan Alana yang tengah minum itu, hampir saja ia memuncratkan air mineral itu dari mulutnya saking kaget nya.
"ihhh,, si bibik ngagetin aja, kebiasaan deh"
"heheh, maaf non bibik nggk sengaja,lagian si non tumben jam segini baru bangun, emang nggk kerja non? "
"enggk bik, lagi libur jadi bangunnya agak kesiangan, mama sama papa dimana bik? "
"ditaman belakang rumah non, biasa non lagi santai"
Alana pun pergi menuju taman yang berada di belakang rumah nya. Taman itu banyak ditumbuhi beberapa macam bunga, maklum sang mama senang sekali berkebun dan merawat tanaman. Ditaman sudah ada mama dan papa yang dibantu mang asep dan mang adi.
Mang asep supir dirumah Alana dan mang adi tukang kebun dirumah Alana. Mereka nampak bekerja merapikan tanaman sambil sesekali bercanda.
"seru banget nih kayak nya"
__ADS_1
Alana datang diikuti bibik yang sedang membawa camilan dan minuman itu.
"Pasti baru bangun kan, udah makan belum? "
ucap mama sambil mengelus rambut Alana.
Alana hanya menggeleng.
"Mama nggk bangunin Na?
" mama udah bangunin, tapi nggk ada sahutan dari dalam".
"Na, nggk denger ma. mmm papa tumben nggk ngantor? "
"iya Na papa lagi pengen istirahat, lagian kerjaan kantor sekretaris papa yang handle. "
Mereka memakan camilan sambil bercanda, tak ada sekat antara atasan dan bawahan itu.
" mang adi, ceria banget. emang aura-aura pengantin baru ya mang".canda Alana yang membuat riuh suasana.
"bener non, si adi juga sering senyum- senyum sendiri, biasa non aura baru nya masih romantis- romantisnya". timpal mang asep.
" nggk kayak yang udah lama ya sep " ucap papa sambil meneguk minuman ditangannya
"iya pak, kalo kita kan udah lama pak. Jadi udah ngelewati masa- masa gituan pak"
Mereka pun tertawa sambil menikmati cemilan yang ada, sampai Alana juga sedikit melupakan permasalahnnya saat ini.
__ADS_1
Suara bel terdengar, nampak bibik setengah berlari menuju taman. Alana, nampak Ia berjalan menuju ruang tamu setelah bibik mengatakan ada seseorang yang ingin berjumpa dengannya.
Ia terhenti ketika melihat seseorang duduk disofa ruang tamu.
"Kenapa lagi" Alana mengatakan nya dengan sinis , masih berdiri sambil melipat tangannya.
"aku minta maaf Na, aku bisa jelasin semua nya tentang kejadian kemaren" chriss mengatakan sambil tertunduk seperti nada menyesal.
"nggk ada yang perlu di jelasin chriss, please mari hidup dengan tenang, oke"
"iya na, ini nggk seperti yang kamu bayangin na"
chriss sudah berdiri dari tempat duduk nya ingin mendekati Alana, namun dengan cepat Alana mengibaskan tangannya.
"kamu udah selesai bicara kan, maaf aku ada urusan kamu bisa pergi sekarang"
Alana pergi menuju kamarnya, sedangkan mama dan papanya melihat kejadian itu.
Chriss hanya diam tak berkutik, nampak nya rencananya gagal untuk mendapatkan cinta Alana lagi.
"kenapa Chriss? tanya sang mama setelah melihat anak nya meninggalkan Chriss begitu saja
" kalian sedang ada masalah Chriss? "tanya papa penasaran
" nggk apa- apa kok om, tante. O iya om, tante saya balik dulu ya, permisi om, tante.
"hati- hati Chriss" ucap mama dan papa hampir bersaman.
__ADS_1
Sedangkan yang ada didalam kamar hanya terdiam sambil memeluk guling ditangannya. Ia merebahkan diri nya diatas kasur sambil memejamkan matanya yang perlahan meneteskan air mata. Air matanya tumpah begitu saja tanpa di minta