Mencari Cahaya Cinta

Mencari Cahaya Cinta
episode 16


__ADS_3

Tentang Reynand Anggara


Reynand Anggara atau orang-orang terdekatnya sering memanggilnya Rey, seorang pria yang nampak dingin dengan tatapan tajam itu sebenarnya adalah seorang pria yang hangat. Seorang pebisnis, manager kafe dan juga sering mengikuti kegiatan amal juga memiliki komunitas peduli sekitar. Seorang yang dengan tatapan nya bisa meluluhkan hati wanita, dan sulit ditebak perasaan hatinya sekarang.


Untuk urusan pekerjaan Rey memang sangat beruntung, namun soal cinta sangat jauh berbanding. Dulu ia sempat hampir menikah dengan pujaan hatinya, namun karena ada sedikit masalah mereka pun memilih untuk berpisah.


sejak saat itu Rey nampak lebih dingin apalagi terhadap wanita yang baru ia temui.


Sekarang Rey sedang berada di perusahaan memeriksa beberapa berkas. Ia terlihat sangat serius. Hari ini hanya ada beberapa jadwal saja, sekretarisnya mengatakan dengan tangan yang masih memegang beberapa map dan notebook yang telah ia tulis untuk menentukan jadwal atasannya itu . Rey hanya mengangguk, seperti mengisyaratkan oke kamu boleh pergi. Sekretaris itu pun menundukkan kepalanya dan pergi keluar ruangan Rey sambil memegang dasinya yang sebenarnya masih rapi.


Selesai urusan kantor, Rey berniat ingin mengunjungi beberapa tempat dengan komunitasnya. Komunitas ini sendiri bergerak di bidang sosial dan pastinya anak- anak jalanan. Komunitas ini sudah ada sejak Rey masih menjadi mahasiswa. Ia dan beberapa temannya mendirikan komunitas ini, dan tak selang beberapa bulan banyak anggota yang sukarela masuk ke komunitas nya.Dan sampai sekarang komunitas itu masih berdiri dibawah pimpinan Rey dan pasti teman- temannya yang membantunya.


Mereka sudah berkumpul ditempat biasa yang mereka sebut sebagai basecamp. Terlihat beberapa orang tengah memasukkan baju , alat- alat tulis juga beberapa snack makanan untuk mereka bagikan.Sebagian besar juga ada beberapa donatur yang rutin memberi dengan jumlah yang lumayan besar.


"semua udah siap ya, kita berangkat sekarang"


pimpin Rey kepada teman- temannya. Mereka menuju lokasi dimana mereka akan membagikan beberapa barang-barang yang memang ditujukan untuk orang yang lebih membutuhkan.

__ADS_1


Mereka berada di perumahan didekat rel kereta api. Tak selang lama nampak beberapa anak berlari kearah mereka. Terlihat wajah antusias dari beberapa anak tersebut.


"Hai semua, gimana kabar nya adik- adik? " tanya erika salah satu anggota komunitas itu, sambil memberi beberapa snack dan alat tulis itu.


"baik kak, apalagi ada orang kakak semua, makin baik" ucap salah satu anak sambil masih memegang beberapa kertas koran. Ya disini memang sangat beragam latar belakang dan profesi. Bahkan anak-anak yang masih harus menikmati masa indahnya bermain , juga tak luput dari tuntutan kehidupan. Mereka harus membantu kedua orangtua mereka, tak jarang juga banyak dari mereka harus putus sekolah. Namun terlihat masih ada senyum bahagia di bibir mereka. Lantas diletak mana kita tidak bisa bersyukur, saat kita masih diberi kecukupan oleh sang Pencipta.


Dan terdengar beberapa candaan dari Rey maupun teman- temannya. Mereka juga mengumpul anak-anak untuk belajar bersama di tempat yang memang sudah mereka siapkan.Anak - anak tersebut juga datang bukan hanya dari pemukiman disekitar rel kereta api,namun dari berbagai macam tempat.Belajar berhitung, membaca, dan bernyanyi bersama dengan istilah belajar sambil bermain. Semua tampak seru. Rey pun beranjak meninggalkan tempat itu dan ingin berkeliling di area sekitar.


"assalamu'alaikum"


"gimana kabarnya pak deden? "


"alhamdulilah baik"


"kenapa toh pak? si ibuk masih membetulkan hijabnya itu keluar dari dalam dengan sedikit ngomel nggk jelas.


" ada apa toh pak?"dilihatnya Rey langsung dipukul nya lengan Rey dengan pelan.

__ADS_1


Mereka tampak begitu akrab, Ya memang akhir-akhir ini Rey memang jarang turun langsung kelokasi, hanya beberapa temannya saja yang sempat terjun langsung. Pak deden adalah salah satu bukti berhasilnya pelatihan yang diberikan oleh Rey dan teman-temannya. Dulu pak deden yang hanya kerja serabutan, sekarang sudah menjadi buruh pabrik, dan istrinya juga sudah ada sedikit penghasilan dari wirausaha yang dirintis oleh Rey dan komunitasnya itu. Walau ekonomi mereka belum terlalu stabil, namun nampak lebih baik dari sebelumnya. Anak mereka yang sempat putus sekolah juga, kini telah bersekolah lagi.


Meninggalkan kebahagiaan pak deden dan istrinya, Rey menuju warung kecil- kecil diseberang. Ia ingat itu adalah warung yang dibangun bersama- sama kala itu.


"bu beli minum "


" ehhh iya bentar ya".si ibu melihat siapa pembelinya itu, ia sontak terkejut.


"nak Rey, kemana aja udah lama nggk kesini. ibu sering ngelihat temen- temennya nak Rey aja kesini. "


"biasa lah bu , lagi banyak kesibukan. hehehe. Dagangan gimana bu, lancar kan? "


"alhamdulillah, lancar. nih diminum dulu. Bu ningsih memberi Rey minuman teh kemasan itu.


Bu ningsih hampir sama cerita dengan pak deden hanya saja, karena ia seorang janda dan memiliki 2 anak itu membuat nya harus lebih berusaha lebih keras lagi. Bahkan kedua anaknya harus ikut untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pagi mereka bersekolah dan siangnya mereka harus berjualan keliling snack dan gorengan. Masih banyak pekerjaan yang nampaknya harus diselesaikan Rey dan komunitasnya itu.


Hari sudah mulai senja Rey beserta teman-temannya yang lain memutuskan untuk pulang. Masih terlihat jelas raut wajah bahagia dari para warga dan anak-anak di pemukiman itu. Berbagi itu nampak indah, biar sedikit asal memberi dengan hati yang ikhlas dan lapang, mudah-mudahan menjadi berkah untuk semua.

__ADS_1


__ADS_2