
Alana terbangun tepat waktu subuh, ia pun langsung bergegas mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat.
Ia menengadahkan tangannya, banyak sekali rasa nya hal resah Alana yang diadukannya pada sang Khalik. Ia nampak sangat khusyuk sekali. Selesai sholat Ia pun melipat kembali sajadahnya dan bersiap untuk lari pagi di sekitar taman setengah jam lagi, pikirnya.
Alana pun duduk didepan rumahnya, mengikat tali sepatunya namun seperti pikirannya di tempat lain.
"non, Alana. non".ucap bik sumi pada Alana.
Sedangkan yang dipanggil namanya hanya diam tak bereaksi.
" non"ucap bik sumi sambil menggoyangkan lengan Alana.
"ehh, bik ngagetin aja deh"
"aduh, si non sih udah bibik panggil nggk nyahut, jangan ngelamun non, masih pagi buta gini udah ngelamun entar kesambet non".ucap bik sumi sambil cengengesan. Bik sumi memang tak segan bercanda dengan Alana maupun orang tuanya. Bik sumi juga sudah dianggap keluarga oleh Alana dan orang tuanya, hampir 30 tahunan lebih bik sumi sudah bekerja dari bik sumi masih muda sampai sekarang.
"aduh, si bibik ya udah deh bik, pergi lari pagi dulu ya bik, nanti bilangin sama mama papa ya bik. Bik, masih pagi buta biasanya yang nggk terlihat sering muncul bik".ucap Alana sambil berlari menjauhi bik sumi".
Bik sumi hanya tersenyum menanggapi Alana
tidak pernah berubah memang non Alana, masih seperti dulu, yang selalu baik dan tidak memandang status sosial. batin bik sumi.
Alana sampai di taman kota, ia pun duduk direrumputan didekat pohon sambil bersandar pada pohon itu sambil merenung.Ia nampak gelisah dan tak enak hati.Ia tak memiliki masalah yang nampak serius, tapi suasana hatinya saat ini sedang gelisah.Alana menutup matanya, merenungi apa yang sebenarnya terjadi.
"kak, kak ".terdengar samar -samar suara orang.
Alana pun terbangun dan terkejut Ada 3 gadis mengelilinginya.
__ADS_1
" kakak, nggk apa-apa"
" iya, "Alana menatap sekilas."
"tadi temen saya bangunin kakak, karena ngelihat kakak kayak nggk ada gerakan gitu alias nggk sadar".
" kakak, oke. kalo nggk biar kami antar aja. rumah kakak dimana".
"saya nggk apa- apa, terima kasih"
"kakak pucat banget tuh, kami antar aja ya. O iya kak ini minum dulu, bismillah dulu ya kak".
" astaghfirullah".Alana memegang kepalanya yang agak pusing.Lagian ada aja sih Alana pagi-pagi udah ketiduran di taman dekat pohon pula.
Akhirnya Alana pun pulang ditemani 3 gadis itu. Wajah yang masih belia, mungkin baru beranjak SMA itu sangat teduh dipandang , dengan balutan hijab menambah keteduhan pada 3 gadis itu. Mereka berjalan beriringan.
Alana coba berpikir sejenak.Rey. siapa??
" owh, iy . kamu?
"adik kak Rey, panggil aja Raisa.
" aku vina"
"nada"
"O" Alana berkata dengan ekspresi yang sulit ditebak.
__ADS_1
"kakak, udah mendingan kan" ucap vina
" udah mendingan kok, sakit dikepala tadi juga udah mulai ngilang".
Mereka pun berjalan dengan sesekali ada kelucuan diantara mereka.
"ini rumah kakak, mampir dulu ya. oke. ayok Raisa, vina, nada masuk."
"bik, bikinin minum ya bik sama camilan .Mama mana ya bik, tumben nggk kelihatan, papa udah berangkat ya? ".
" si ibu tadi pergi ke majelis non, kalau bapak udah berangkat dari tadi".
"oke lah kalau gitu bik".
" iya non, bibik bikinin dulu ya didapur".
"duduk aja sini,ya anggap aja rumah sendiri"
"kalian masih sekolah? "
"masih kak" ucap Raisa
"kita masih kelas 2 SMA" timpal vina.
"kakak kenal kak Rey dimana" tanya Raisa
yang langsung membuat Alana bingung menjawabnya.
__ADS_1