Mendadak Menikah dengan Pria Jutek

Mendadak Menikah dengan Pria Jutek
Mulai Terungkap


__ADS_3

"Ayo kita makan dulu. Nanti setelah makan siang kamu tidak perlu kembali ke kubikel. Kita pulang dari sini bersama, biarkan orang-orang yang terlanjur mengetahui kamu di kubikel tadi, heran mencarimu, itu tidak usah kamu pedulikan," ujar Aldin seraya menatap wajah Nara yang tadi puas Aldin rengkuh bibir manisnya.



"Aku makin gemas jika melihat kamu malu-malu begini," ujarnya lagi seraya mencolek hidup bangir Nara. Nara tersenyum malu.


"Ayo, kita makan dulu sebelum nanti kita lanjutkan kerja keras kita supaya tenaganya vit." Tanpa menimpali Nara menuju sofa yang di mejanya sudah tersedia makan siang yang lezat-lezat.


Mereka pun makan siang bersama dengan suasana yang begitu romantis. Aldin si pria jutek ini, kini sedang dimabuk asmara sehingga memperlakukan Nara dengan sangat lembut dan baik. Kadang antara keduanya saling suap dan bercanda. Benar-benar pasangan yang lagi kasmaran.



Makan siang usai, Aldin menuju mejanya, sementara Nara membereskan meja yang tadi bekas mereka makan. Meja dan sofa kini telah bersih, Nara berlalu ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Aldin di ruangan itu, berniat membersihkan. Pergerakan Nara dari sejak di meja tadi tidak luput dari pengawasan Aldin. Segera setelah dia memeriksa map hasil kerja Nara, Aldin beranjak menuju kamar yang Nara masuki tadi.



"Sayang!" Aldin bergerak cepat setelah melihat Nara keluar dari kamar mandi. Menangkap tubuh Nara memeluknya erat. "Lakukan di sini, Sayang, sekali saja, aku sedang menginginkannya," pintanya memohon dengan tatapan yang sangat sendu. Nara tidak tega melihat suami jutek yang kini super romantis meminta haknya. Akan tetapi Nara takut, sebab jam istirahat sebentar lagi habis.



"Tenang saja, tidak akan ada orang lain masuk sini. Kamar ini aman dan pintu ruanganku juga terkunci otomatis. Shera si pengganggu juga tidak akan berani ke sini setelah kejadian kemarin, karena dia telah aku ancam," rayunya membuat Nara percaya. Akhirnya Nara menuruti kemauan Aldin, dan memasrahkan jiwa dan raganya pada Aldin yang sudah sah menjadi suaminya itu.



Aldin dan Nara menikmati keindahan siang ini dengan sebuah kebahagiaan tiada tara. Aldin menatap lekat kedua bola mata indah Nara sebelum melepaskan pertautan itu. "Terimakasih, Sayang," ucapnya sembari mengecup kening Nara dengan kasih sayang yang membara. "Aku dulu yang ke kamar mandi, kamu menyusul," ujarnya seraya meninggalkan Nara yang masih terbaring di ranjang peristirahatan Aldin di kantornya.



"Ok, Sayang, masuklah, segera bersihkan tubuhmu dengan sabun dan sampo di kamar mandi ini! Ingat, nanti malam kamu masih harus memberi jatah untukku lagi," ujar Aldin seraya tersenyum nakal dan keluar dari kamarnya. Nara menatap kepergian Aldin dengan senyuman bahagia plus ngeri mengingat nanti malam dirinya harus berperang peluh lagi dengan Aldin yang tidak kenal lelah.


__ADS_1


Perlahan Nara bangkit, namun baru saja bangun Aldin kembali membuka pintu kamar dan berkata, "setelah mandi, kamu tetap di sini! Jangan menghampiri mejaku. Pintunya kunci saja dari dalam, kamu baca saja Novel online karya **Deyulia** yang terkenal itu, novelnya seru-seru kok," ujar Aldin memperingatkan.



Sejenak Nara tersenyum geli mendengar Aldin menyuruhnya membaca novel online, bahkan dia sebutkan pula nama pengarangnya. Itu artinya Aldin suka baca novel online. Nara tersenyum sembari menuju kamar mandi dan membersihkan diri.



Setelah membersihkan diri dan berpakaian kembali, tidak lupa Nara melaksanakan sholat Zuhur sebelum akhirnya melabuhkan pilihannya untuk membaca novel online seperti apa yang Aldin sebutkan tadi.



Nara kini asik berselancar di dunia maya, dan yang menjadi fokus utamanya adalah aplikasi biru yang dimaksud Aldin tadi. Nara senang membaca di aplikasi biru ini, sebab membacanya tidak perlu membeli koin, cukup kuota data kencang dia bisa membaca novel online di sana sepuasnya.



Saat membuka profil salah satu penulis yang disebutkan Aldin tadi, yaitu **Deyulia**, Nara mulai membaca dan meresapi isi novel itu. Kadang dia nampak bahagia, sedih, juga menangis. Sungguh Nara terbawa perasaan saat membaca salah karya Author **Deyulia** ini, sangat menyentuh dan isinya tidak terlalu vulgar, hanya sedikit sentuhan romantis yang itu juga bikin baper.




Sementara itu di luar kamar, yakni di meja Aldin. Aldin sedang menerima beberapa kliennya yang bekerjasama dengan perusahaannya. Aldin sangat senang, karena dalam minggu-minggu ini perusahaannya tidak sepi dari kerjasama dengan pihak luar. Dampaknya perusahaan Adrian Wood dalam kondisi yang sangat kondusif, meskipun kecurangan itu belum diungkap, bisa tertutupi dengan para klien yang silih berganti datang bekerjasama dengan perusahaannya.



Setelah klien pergi, tidak lama Asisten Rifki datang menghadap Aldin. "Duduk!" perintah Aldin. Rifki patuh dan duduk seraya menyodorkan sebuah HP ke hadapan Aldin. "Apa ini?" tanyanya heran.



Rifki segera membuka HP Androidnya yang berisi informasi penting tentang perusahaan Adrian Wood yang berhasil direkam di dalam HPnya. "Ini Bos hasil CCTV siang tadi sejak kedatangan truk-truk pengangkut kayu." Rifki yang berhasil merekam hasil CCTV ke dalam HPnya memperlihatkan hasil rekaman itu pada Aldin.

__ADS_1



Aldin melihat dengan seksama, dan sangat jelas sesuatu telah terjadi di sana. Keberadaan Shera di gudang menjadi keyakinan besar Aldin bahwa sudah jelas siapa di sini dalang pencurian kayu-kayu itu. Di sana terlihat Shera, Wira dan Doni tengah asik berkumpul dan berbicara yang entah apa. Namun dari gelagatnya bahwa mereka memang tengah melakukan siasat yang akan merugikan perusahaan Adrian Wood.



Semua adegan tidak lepas dari pengawasan Aldin, ada 20 truk yang datang hari ini. Truk-truk itu berjalan seperti biasa setelah diisi kayu yang seharusnya ada 50 batang.



"Rif, apakah tim khusus kita sudah dikirim untuk menginvestigasi ke mana kayu-kayu curian yang disisipkan di dalam truk itu diturunkan?"


"Sudah, Bos. Bos tunggu kabarnya dua jam kemudian yang akan dikirimkan timsus ke HP Bos," jawab Rifki yang mendapat anggukkan dari Aldin tanda setuju.


"Tidak ada Nara di gudang, ruang gerak mereka semakin santai, Bos."


"Biarkan saja, semua sudah terekam di CCTV. Kamu tidak perlu khawatir, tinggal kita bongkar saja satu minggu kemudian," ujar Aldin tenang.


"Ngomong-ngomong Nara tidak kelihatan Bos di kubikel lantai dua tadi, apakah Nara kembali ke gudang setelah istirahat tadi?" Rifki menyampaikan keheranannya tentang keberadaan Nara yang tidak di mejanya.


"Biarkan saja, kita tidak usah pikirkan Nara. Lebih baik kita fokus dengan misi kita," sergah Aldin mengembalikan fokus Rifki pada bahasan tentang kasus kecurangan yang terjadi di Adrian Wood.



Setelah Rifki selesai memberi informasi penting pada Aldin, Rifki berpamitan dan kembali ke ruangannya. Aldin kini sendiri di mejanya seraya masih memikirkan rekaman CCTV yang tadi diberikan Rifki.


"Tunggu aku Shera dan sekutu, perbuatan curang kalian sudah ada buktinya dan satu minggu lagi lihat apa yang akan terjadi pada kalian, kalian akan aku jebloskan ke dalam penjara," sungut Aldin geram.


Sesuai yang dikatakan Rifki, dua jam kemudian ada notif WA ke Hpnya. Saat dibuka, rupanya informasi dari timsus investigasi yang melaporkan perihal ke mana kayu-kayu itu diturunkan, dan siapa penadahnya?


__ADS_1


Aldin cukup terkejut, dugaannya ternyata benar bahwa penadah kayu curian itu adalah perusahaan yang kini dipegang oleh Om Dana Permana yaitu PT. Rahayu Mega Permana.


"Sialan, Om Dana rupanya menginginkan perusahaan Adrian Wood hancur, tunggu Om pembalasan Aldin. Om Dana bukan saja ingin menghancurkan perusahaan Adrian Wood melainkan ingin menghancurkan persahabatan antara Kakek Permana dan almarhum Kakek Adrian," dengus Aldin kecewa.


__ADS_2