Mendadak Menikah dengan Pria Jutek

Mendadak Menikah dengan Pria Jutek
Siasat Shera, Sandiwara Aldin


__ADS_3

"Bagaimana Shera, apakah di tempat baru sangat menyenangkan?" tanya Aldin berbasa-basi sembari melihat hasil laporan yang diberikan Shera.



"Oh, emmm, sangat menyenangkan, Bos. Dan saya sangat tertantang dengan tempat yang baru." Shera terlihat gugup lalu pandangannya menuju minuman yang berada di gelas Aldin. Aldin bisa membaca gestur tatapan muka Shera dengan jelas, rupanya dia sudah menunggu momen di mana Aldin meminum air yang telah dibubuhi Shera obat perangsang. Entah apa maksud Shera membubuhkan obat perangsang ke dalam minuman Aldin, yang jelas Aldin sudah mengetahui niat busuk Shera.



"*Ayo dong di minum airnya, Aldin bodoh*. *Setelah kau minum air itu, maka kau akan minta* *tolong* *padaku untuk memuaskan rasa panas dalam* *tubuhmu. Dan pada saat itu, maka akan kubuat* *kamu seolah-olah telah melakukan pelecehan* *terhadapku. Akan aku hancurkan dirimu* *sehancur-hancurnya, kemudian perusahaan ini* *akan jatuh padaku dan Om Dana, hahahaha*." Shera berkata-kata dalam hatinya dengan perasaan yang suka cita.



"Apakah pekerjaan Wira dan Doni baik-baik saja, Sher?" Aldin masih berusaha basa-basi sama Shera dan memperlambat alur cerita yang ingin segera Shera lewati.



"Baik sekali, Bos. Mereka berdua sangat kompak dan bisa diandalkan. Aku juga tidak ada kendala bekerja sama Wira dan Doni, keduanya sangat membantu," ujar Shera memuji kinerja Wira dan Doni.


"Shera, Shera, padahal aku sedang menjebakmu, dan jawabanmu sudah merupakan bukti yang secara tidak langsung kamu ungkapkan di depanku," guman Aldin dalam hati.


Perlahan namun pasti Aldin meraih air minumnya yang ada di meja, lalu diteguknya perlahan sampai tandas. Aldin sebetulnya ingin tertawa saat melihat Shera kegirangan melihat Aldin menghabiskan air di gelasnya.


"Kamu sudah terperangkap dalam kepura-puraanku Shera," guman Aldin dalam hati.


"Yes, rencana yang kususun perlahan akan berjalan sesuai jalan cerita yang aku buat, lihat saja endingnya Aldin, akan kubuat kamu hancur baik secara mental dan materi," tekad Shera penuh ambisi.


Lima menit kemudian, Aldin tiba-tiba bereaksi. Tubuhnya merasakan panas versi dia. Sebetulnya dia tidak tahu persis reaksi obat perangsang yang sebetulnya seperti apa? Sehingga dia membuat reaksi menurut bayangan dia saat baca novel online tentang mafia yang pernah diracun sama seorang perempuan dengan obat perangsang.



Aldin pura-pura mengigau ngomong tidak jelas. "Sayang, tolong bawa aku ke kamar, tolong aku sudah tidak kuat!" racaunya dengan wajah yang dibuat sendu mendamba. Matanya dibuat merem melek persis makan jeruk purut yang asem tidak ketulungan.


__ADS_1


Dengan cepat Shera berdiri dan menuju kursi Aldin mencoba memapah Aldin. "Ayo, Bos aku bawa Bos masuk ke kamar ya, Bos istirahat saja di sana." Shera memapah Aldin yang reaksinya sungguh diluar bayangan Shera.


"Obat perangsang atau obat untuk mabok sih, si Aldin seperti orang mabok nih bukan seperti kerangsang?" Shera ngomel dalam hati, merasa bingung dengan reaksi yang terjadi pada Aldin. Padahal kata Omnya reaksi orang yang minum obat perangsang akan seperti orang yang meminta hasratnya terpuaskan.


"Aduhhhh, panas, cepat, buka baju saya!" ujar Aldin seraya menjatuhkan tubuhnya di kasur lalu pura-pura tidak sadarkan diri.



"Bos, Bos, bangun Bos. Bos kenapa kok tidak bangun?" Shera menggoyang tubuh Aldin yang tidak bergerak seperti orang tidak sadarkan diri. Sementara Aldin tertawa dalam hatinya mendengar reaksi Shera yang heran. Aldin sengaja bereaksi pura-pura pingsan, karena jika tidak begitu ditakutkan rahasia dari mulut Shera tidak akan keluar.



"Aduhhh, gila nih orang. Gimana mau gue jebak, orangnya malah pingsan. Mana tengkurap lagi pingsannya. Susah pula membuka baju atau sekedar mencium bibirnya untuk gue ambil fotonya," gerutu Shera seraya berusaha membalik tubuh kekar Aldin.



"Tampan banget kamu Aldin, tapi sayang kamu terlalu sombong dengan menolak aku. Maka terimalah pembalasanku atas penolakanmu. Akan kubuat reputasimu hancur, juga perusahaanmu ini hancur sehancur-hancurnya. Aku bersama Om Dana yang menggenggam kehancuranmu sudah berada dalam genggaman tanganku." Shera berkata-kata dengan tanpa curiga bahwa semua ucapannya sudah direkam oleh alat yang telah disiapkan Aldin.




Shera kegirangan, kemudian dia segera melancarkan aksinya yaitu segera membuka kemeja Aldin. "Waduhhh, berat juga tubuh si Aldin. Kalau bukan karena suatu misi, gue tidak sudi harus mengangkat tubuh berat ini," ujarnya kesal.



Shera kini mulai melancarkan aksi pertamanya dengan perlahan. Satu persatu mulai terbuka dan dia berhasil mendokumentasikan fotonya yang merebahkan kepalanya di atas dada Aldin.



Aldin begitu risih dan tidak rela saat menerima sentuhan kepala Shera di dadanya. Shera belum berhenti juga, dia kini mulai menatap bibir


Aldin yang baginya sungguh mempesona, walaupun bibir itu sering membuatnya mati kutu.

__ADS_1


Makin lama makin dekat wajah Shera menuju wajah Aldin dan di sini dia mulai merekam aksinya. "*Rasakan Aldin*," dengusnya segera beraksi. Namun aksi Aldin tidak kalah cepat, Aldin bangkit dan mengejutkan Shera.



"Shera apa yang mau kamu lakukan?" Aldin menepis kepala Shera dan segera menghindar, Aldin segera membetulkan kemejanya yang tadi dibuka kancingnya oleh Shera.



Shera terperanjat saat itu juga, wajahnya pias dan merah sebab aksinya telah ketahuan Aldin. Tidak berapa lama dari itu ruangan Aldin tiba-tiba didatangi pihak Kepolisan, Shera terkejut setengah mati. Aksinya kali ini gagal total. Dan dia kini dalam keadaan yang sangat malu.



"Tangkap dia beserta bukti yang ada, serta jangan lupa tangkap Wira dan Doni, karena dia ikut bersekongkol dalam kecurangan yang diarahkan Shera. Shera terperanjat dan kaget setengah mati. Niatnya ingin menjebak Aldin, ini malah dirinya yang akan ditangkap.



"Hentikan! Stop, Aldin apa-apaan? Kenapa kalian ingin menangkapku, sementara di sini dia yang ingin melecehkanku!" Ujar Shera balik menuduh Aldin dengan telunjuk ke muka Aldin.



"Jangan banyak bicara, kamu ini sudah terbukti melakukan pelecehan dan tindakan kecurangan di kantor ini, masih mau menyangkal juga?" Aldin menyentak Shera. Sementara itu pihak Kepolisian segera merangsek masuk dan menangkap Shera.



"Pak, apa salah saya? Kenapa kalian menangkap saya?" tanya Shera masih shock dan berusaha berontak.



"Nanti, Anda jelaskan semua di kantor," tegas salah satu Polisi dengan menarik lengan Shera. Shera hanya bisa ternganga melihat apa yang dialaminya kini.



Shera diseret menuju lift. Setelah di lantai bawah Shera dimasukkan ke dalam mobil Polisi yang sudah disiapkan di sana. Di dalam mobil Polisi rupanya sudah ada Wira dan Doni. Mereka saling tahap dengan muka kecewa dan penuh sesak.

__ADS_1


__ADS_2