
Beberapa orang yang telah dihubungi Aldin lewat telpon itu datang bergerombol, ada Pak RT, dua orang saksi, dan tentu saja kedua orang tua Nara. Mereka diarahkan oleh staff kantor, sudah di depan ruangan Aldin. Pak Polisi yang sudah menunggu kedatangan orang yang Aldin janjikan sedikit bernafas lega. Aldin tinggal menunggu salah satu orang lagi yang paling penting untuknya yaitu Pak Barata selaku Pengacara yang ditunjuk.
Lima menit kemudian, Pengacara yang ditunggu Aldin sudah tiba di kantor Aldin. Tentu saja ini membuat Aldin lega. Aldin segera menuju kamar di ruangan kerjanya, menghampiri Nara supaya bersiap dengan mengganti roknya yang sobek dengan yang baru. Hanya tinggal menunggu OB Rendi yang tadi telah dihubungi Aldin untuk membeli pakaian ganti untuk Nara.
Tidak berapa lama Rendi sang OB datang dengan membawa barang pesanan Aldin. "Ini Pak, barang yang butuhkan tadi," ujar Rendi seraya menyodorkan kantong kresek berisi baju ganti untuk Nara.
"Ok, makasih, Ren," ucap Aldin berterimakasih seraya beranjak ke kamar di ruangan itu.
"Sayang, pakailah baju ganti ini. Dan segera rapikan dirimu. Di luar ada pihak Kepolisian. Mereka datang ke sini atas laporan seseorang yang melaporkan bahwa di dalam ruangan ini kita sedang berbuat mesum. Ayo segeralah perbaiki penampilanmu! Aku menunggu di luar," ujar Aldin pada Nara yang terlihat masih sedih.
Aldin keluar, sementara Nara masih menyiapkan dirinya dan menghapus air mata serta memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik.
Nara menguatkan hatinya sebelum keluar kamar. Dia akan menghadapi orang-orang di luar kamar dengan semampu dia termasuk Shera yang tadi telah berbuat seenaknya dengan melakukan penghinaan terhadapnya.
Tidak berapa lama, Nara keluar dari kamar itu dengan penampilan sudah kembali fresh. Air matanya kini sudah tidak mengalir lagi. Nara melihat sudah banyak orang termasuk keluarganya. Nara dengan spontan berlari dan menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk Bu Melati penuh rasa haru dan kerinduan yang dalam.
__ADS_1
"Ok, karena istri saya sudah mulai tenang dan bisa mengendalikan diri. Di sini kebetulan sudah berkumpul semua, baik dari pihak keluarga saya maupun Pengacara saya Pak Barata SH." Aldin sejenak menjeda kata-katanya.
"Jadi untuk memastikan keraguan Bapak-bapak dari pihak Kepolisian tentang hubungan kami yang sebenarnya, maka di sini kami hadirkan orang-orang yang menjadi saksi atas pernikahan kami beberapa hari yang lalu. Kami melangsungkan pernikahan secara agama terlebih dahulu. Dan di sini telah hadir Pak Ustadz sebagai orang yang menikahkan kami secara agama. Juga Pak RT, dua orang saksi, kemudian kedua mertua saya."
"Silahkan minta bukti pada beliau-beliau tentang keabsahan keterangan saya," ujar Aldin dengan wajah tegasnya. Salah satu perwakilan dari pihak Kepolisian menerima sebuah map, berupa keterangan bahwa Aldin dan Nara sudah menikah secara agama. Dan semua saksi yang datang di sana menyebutkan bahwa pernikahan itu benar adanya dan bukan rekayasa.
Semua yang ada di sana cukup terhenyak tidak percaya, terutama Shera dan yang lainnya. Mereka masih belum percaya bahwa bosnya kini sudah bukan bujangan atau jomblo akut lagi.
"Wahhh, Pak Aldin ternyata diam-diam menghanyutkan. Justru Pak Aldin membuat karyawan kantor sudah menduga-duga yang tidak benar tentang hubungan kalian, ehhh rupanya Nara adalah Nyonya Aldin yang sesungguhnya. Ini kabar buruk nih, bagi yang selama ini naksir Pak Aldin, bisa patah hati bertumpuk-tumpuk nih mendengar berita ini," ujar HRD Mira masih tidak percaya, namun mimik mukanya memperlihatkan rasa bahagia terhadap berita Bosnya telah menikah.
"Selamat Pak Aldin, Anda sekarang sudah tidak jomblo akut lagi, lagian kenapa juga Pak Aldin merahasiakan pernikahan ini, kan kami jadi menganggap Mbak Nara sebagai karyawan biasa karena kami tidak tahu yang sesungguhnya," sesal Pak Bagja salah satu Satpam Adrian Wood.
"Terimakasih semua, saya bukan maksud menyembunyikan pernikahan saya pada kalian semua. Berhubung kami berdua masih menyesuaikan jadwal senggang kami untuk meresmikan pernikahan kami baik secara agama maupun negara, mengingat waktu kami masih fokus di perusahaan ini. Namun kalian jangan risau atau tidak sabar menanti kabar baik dari kami, sebab kurang dari sebulan ini kami akan segera melangsungkan pernikahan resmi kami ke KUA."
__ADS_1
Semua yang ada di sana terpana tidak menduga dengan kejutan yang diperdengarkan Aldin barusan. Sementara Shera yang mendengar kata-kata Aldin barusan, hatinya seketika bergolak penuh rasa cemburu dan kecewa yang dalam. Kini Shera benar-benar sudah gagal merebut hati Aldin, karena Aldin kini sudah menikah dengan Nara, orang yang dibencinya.
"Bagaimana Bapak-bapak, apakah Anda sudah tepat akan menangkap kami dan mempermalukan kami di tengah masyarakat, atas tuduhan berbuat asusila di kantor saya sendiri? Saya bisa tuntut Anda balik atas kejadian ini." Aldin menyerang balik pihak Kepolisian yang sejatinya sudah gegabah melakukan penggerebekan padanya.
"Kami minta maaf, atas kesalahan kami. Kami tidak kroscek lagi kebenarannya. Sehingga terjadi kesalahpahaman ini. Dan sebagai rasa bersalah kami, kami akan menindaklanjuti pelapor sebagai orang yang melaporkan peristiwa ini." Pak Irfan sebagai salah satu Polisi di sana, langsung mengarahkan pandangannya pada Shera sebagai Pelapor yang terbukti telah memberikan informasi tidak benar.
Shera menyembunyikan wajahnya di balik tubuh karyawan lain yang ikut menyaksikan kekacauan yang dibuat oleh Shera sendiri.
"Kejadian ini akan diurus Pengacara saya, dia yang akan menindaklanjuti masalah ini. Apakah akan mensomasi pihak Pelapor berita palsu atau membiarkan begitu saja," ujar Aldin memberikan kuasanya pada Pak Barata sebagai Pengacaranya.
Pak Barata dengan sigap memberikan tuntutan pada Shera atas kuasa dari Aldin. Karena Shera terbukti telah melaporkan berita yang belum jelas, maka Shera diberikan hukuman secara perdata yakni hukuman berupa denda dan sanksi dari masyarakat.
Aldin memberi somasi pada Shera, dalam waktu satu kali 24 jam harus meminta maaf secara langsung pada Nara dan Aldin atas sikap arogannya dan perlakuan buruk terhadap Nara selama ini. Untuk itu dalam waktu selama seminggu Shera juga diberikan hukuman yakni skorsing dari pekerjaannya selama seminggu.
__ADS_1
Shera menunduk malu mendapatkan semua tuntutan yang dijatuhkan kepadanya. Dan dia juga tidak berani menatap Nara yang berhasil dia perlakukan sewenang-wenang tadi, sebelum pihak Kepolisian datang untuk melakukan penggerebekan terhadap Aldin dan Nara. Justru pihak Kepolisian datang seolah untuk menangkap ketidaksewenang-wenangan Shera pada Nara. Bagai senjata makan tuan.