
Pihak Aldin akhirnya tidak memperpanjang kasus Shera ini ke pihak Kepolisian. Pihak Kepolisian akhirnya meminta maaf atas kecerobohannya percaya begitu saja laporan seseorang yang tidak dikroscek ulang. Untuk itu keputusan dipasrahkan ke pihak Aldin, mau damai atau dilanjut.
Aldin sebetulnya ingin melanjutkan kasus ini, terlebih setelah mendengar cerita Nara bahwa yang menyebabkan roknya sobek adalah Shera yang sengaja menyangkutkan roknya di paku, sehingga sobek.
"Belum saatnya Shera menerima imbalan hari ini, biarkan dia menikmati masa kebebasannya selama empat hari ke depan. Kita lihat apa yang dia lakukan di luar sana selama empat hari. Apakah dia melakukan hal baik atau justru melanjutkan aksi curangnya dengan menggerakkan orang lain," terang Aldin memberikan arahan, saat Rifki sengaja bertanya tentang kelanjutan kasus kecurangan Shera.
"Bos, bagaimana dengan Wira dan Doni?"
"Wira dan Doni, tadi pagi sudah saya berikan kesempatan supaya mereka bekerja dengan baik dan jujur, ini kode buat mereka. Akan tetapi jika setelah ini mereka masih melakukan kecurangan atas perintah Shera, maka kesempatan itu tidak berlaku lagi. Aku akan membuat perhitungan dan menjebloskan mereka ke dalam penjara," tegas Aldin.
Akhirnya Shera membereskan alat-alat kerjanya beserta meja kerjanya. Untuk seminggu ke depan dia menerima hukuman yaitu skorsing kerja. Shera meninggalkan mejanya dan ruangannya.
"Tidak apa-apa gue selama seminggu tidak berada di perusahaan ini, akan tetapi gue tidak bisa dihentikan begitu saja. Lihat saja apa yang bisa gue lakukan walaupun gue berada di luar perusahaan," bisik Shera ambisius seraya perlahan meninggalkan ruangan.
Saat berpapasan dengan Nara, dengan mata yang sebal Shera seakan menantang Nara. Nara balik menatap Shera dengan tidak bersahabat, dia sama kesalnya atas perlakuan Shera tadi.
"Jika manusia tempatnya salah dan khilaf, itu wajar dan manusiawi, tapi jika kesalahan itu tidak dijadikan pelajaran maka itu namanya manusia kurang ajar. Semoga selama Mbak Shera di luar sana menikmati skorsingnya dengan indah dan santai, berpikir jernih, dan bisa bertobat menyesali perbuatannya, bukan malah mau merencanakan sesuatu dari luar sana." Shera tersentak, dia merasa kata-kata Nara sindiran keras untuknya dan Nara seolah sudah bisa menebak apa yang akan Shera lakukan di luar sana.
Akhirnya Shera pergi menunduk tidak membusungkan dada lagi seperti tadi. "Kurang ajar," ujarnya masih mengumpat. Kemudian Shera meninggalkan kantor Adrian Wood dengan membawa dendam yang masih membara.
Di ujung jalan perempatan pertama, Shera menghentikan mobilnya. Sejenak dia menghubungi seseorang. "Om, hari ini Shera terjebak dengan siasat Shera sendiri. Sekarang Shera menuju perjalanan pulang. Shera diskorsing selama seminggu. Kita lanjutkan saja rencana kita dari luar dengan menggerakkan Wira dan Doni. Mereka sangat bisa diandalkan," ujar Shera pada orang di ujung telpon sana lalu segera dia matikan panggilan itu. Shera kembali melajukan mobilnya menuju kediamannya dengan seribu rencana licik di otaknya.
Suasana kantor setelah rencana penggerebekan tadi yang gagal, tidak seramai tadi. Aldin segera menetralisasi ruangannya. Semua orang sudah keluar, kecuali tinggal keluarga Nara, Pak RT serta dua orang saksi tadi yang dipanggil Aldin ke kantornya. Sementara Pak Barata selaku Pengacara Aldin segera pamit, karena masih ada pekerjaan yang harus segera dibereskan.
__ADS_1
Akhirnya di ruangan Aldin saat itu juga untuk sementara digunakan sebagai tempat perjamuan makan. Keluarga Nara serta yang lainnya sebelum pulang, dijamu dulu dengan makanan yang dipesan saat itu juga dari Rafasya Restoran.
*
*
Satu minggu berlalu. Penyelidikan Rifki dan tim khusus sudah memperlihatkan hasil yang benar-benar memuaskan. Bukti kecurangan Shera atau lebih jelasnya Shera dan Om Dana Permana, sudah dalam genggaman Aldin. Namun Aldin akan mencari waktu yang tepat untuk menangkapnya dan melaporkan pada pihak berwajib.
Satu minggu berlalu, Shera kini dengan tanpa rasa bersalahnya masuk kerja kembali seperti hari biasanya. Waktu skorsingnya sudah habis. Dan kini Shera kembali ke kantor dan ke ruangannya. Namun saat memasuki ruangannya Shera sangat terkejut.
Di meja kerjanya ada sebuah notice yang isinya, "silahkan ke ruangan Anda yang baru di gudang. Selamat bergabung dengan Wira dan Doni." Notice yang ditulis tangan tersebut langsung menjalar ke dadanya, kemudian ke ulu hatinya, terasa sakit.
Setelah minggu kemarin secara tidak langsung mempermalukan dirinya sendiri dengan melaporkan hubungan Aldin dan Nara yang dianggapnya melakukan hubungan mesum, kini kedongkolan hatinya bertambah dengan dipindahkan ruangan oleh Aldin.
Shera berjalan menuruni tangga dengan tujuan gudang. Tiba di gudang, Shera di sambut dengan kerutan kening dari Doni dan Wira.
"Mbak Shera, ada apa Mbak? Kenapa Mbak Shera membawa alat-alat kerja Mbak ke sini?" tanya Wira heran.
"Aku dipindahkan ke ruangan ini oleh Aldin. Tapi kalian jangan khawatir, dengan aku di sini, kita bisa leluasa melakukan rencana kita. Kalian, lakukan nanti sesuai arahanku." Shera memberi arahannya beberapa saat sebelum dia menuju mejanya.
*
__ADS_1
"Bagaimana, Bos? Kapan kiranya Bos akan melakukan penangkapan pada Shera?" Tanya Rifki sudah tidak sabar.
"Tunggu besok, besok merupakan hari yang bagus untuk menciduk semuanya. Semua dalang mengarah pada Om Dana dan Shera. Untuk saat ini biarkan Shera melancarkan aksinya untuk yang terakhir kali," ujar Aldin penuh tekad. Rifki hanya mengangguk tanda setuju.
Tiba-tiba Nara yang kini sudah beralih posisi pagi tadi menggantikan Shera menjadi Sekretaris Aldin, datang dengan tergesa.
"Kak Aldin, sepertinya Shera akan menghadap ke ruangan Kak Aldin untuk menyerahkan laporan keuangan," lapor Nara.
"Bersiaplah, jebakan pertama sedang dalam perjalanan. Rif, segera siapkan segalanya, jangan lupa alat rekam seperti pena," ujar Aldin pada Rifki.
"Sudah bos, semua siap tinggal eksekusi."
Benar juga apa yang dikatakan Nara, tidak berapa lama Shera datang ke ruangannya dengan menenteng sebuah map.
"Permisi, Pak Aldin saya mau memberikan map ini. Ini laporan tadi. Semua kayu sesuai dengan laporan yang tertera di sini," lapor Shera seraya menyimpan map itu di hadapan Aldin.
"Oh, Ok. Sebentar aku ke kamar mandi dulu." Aldin meninggalkan Shera sejenak ke kamar mandi, sementara Shera setelah Aldin ke toilet dia rupanya merencanakan sesuatu. Pada saat Aldin belum muncul, rupanya diam-diam Shera memasukkan sesuatu ke dalam minuman Aldin.
Akan tetapi aksi Shera ini berhasil diabadikan oleh kamera pengintai yang tersembunyi. Tidak berapa lama Aldin kembali ke ruangannya.
Aldin duduk dan memeriksa laporan yang diberikan Nara tadi. Sejenak Aldin melihat laporan itu, yang jelas ini hanya formalitas saja yang sengaja dibuat Shera.
"Plukkk," tiba-tiba pena yang dipegang Aldin jatuh tepat di kaki Shera, Shera yang menyadarinya langsung merespon dengan membungkukkan badannya, dan memungut pena Aldin yang jatuh itu.
__ADS_1
Secepat kilat Aldin sudah mengganti air minumnya dengan yang baru, yang tentunya aman dari racun yang Shera bubuhkan tadi di gelas Aldin.