
Saat masuk kedalam mansion, mereka melihat sesepuh satu wanita dan pria sedang duduk sambil meminum teh,sesepuh tersebut juga sudah mendapatkan kabar dari pasukan bayangan tentang kedatangan mereka.
Kedua sesepuh itu menengok ke arah pintu saat rombongan memasuki ruangan,sesepuh pria mengryitkan alisnya bertanya, "Anton untuk apa kamu kembali?,bukankah kamu bilang kalau kamu malas bolak balik dari ibukota kesini?"
"Ayah,apakah ayah sudah mendapatkan obat untuk Luna?"Anton tidak menjawab pertanyaan sesepuh itu tapi malah bertanya balik.
"Sigh,kami sudah berkeliling kekaisaran Rhodes tetangga kita,kita bahkan pergi ke benua Naga untuk melihat apakah menemukannya disana,tapi kami tidak menemukan sesuatu obat untuk menyembuhkan energi asal yang rusak"Sesepuh itu menggelengkan kepalanya,kamu bisa melihat tatapan tidak berdayanya.
Lev melihat kakek neneknya yang berambut putih,selain rambut putihnya tidak ada yang akan menyangka kalau kakek neneknya mungkin adalah orang yang hidup sudah lama,karena diwajah mereka belum ada sedikitpun kerutan yang ada.
Lev menduga kakek neneknya meminum suatu obat untuk mendapatkan hasil tersebut.
"Oh tidak apa kakek,karena Lev mempunyai cara untuk mengobatinya"Ucap Anton menggelengkan kepalanya,dia juga sebelumnya tidak terlalu banyak berharap.
"Eh Lev tahu cara menyembuhkannya?,apakah kamu yakin?"Kakek Lev berdiri dan menghampiri mereka.
Kakek Lev mengelus dagunya saat melihat Lev yang tampak tenang sedari tadi,"apakah dia sudah kembali?".
Bibir Lev berkedut sudah berapa kali dia mendengar hal tersebut?,bisakah mereka tidak mengucapkan itu?,dia merasa seperti anak hilang yang baru ditemukan kembali oke?.
Anton mengangguk,melihat anggukan Anton kakek Lev tertawa terbahak bahak sambil membuka lengannya ,"Selamat datang kembali Lev,sini peluk kakek".
Lev malu melihat kakeknya,tapi sebelum dia bisa menjawab suara neneknya terdengar, "berhentilah melakukan hal seperti itu,kamu tidak tahu sudah berapa lama dia tidak bersama kita,dia pasti malu saat kamu seperti itu".
"Uhuk uhuk,aku lupa soal itu,pokoknya selamat datang kembali cucuku"Kakeknya terbatuk canggung.
"Lev kemari,sini duduk disamping nenek"Neneknya memanggilnya,dia merasa tidak berdaya dan berjalan dan duduk disamping neneknya.
Sebelum bertanya apa yang diinginkan neneknya,Lev tiba-tiba dipeluk oleh neneknya,Bibir Lev berkedut tapi dia tidak melawan pelukan neneknya.
Kakeknya juga berkedut karena merasa istrinya melakukan trik curang.
Sambil mengelus rambut Lev neneknya berkata, "aku tahu kamu tidak menyangka hal tersebut,tapi itulah faktanya,bagaimanapun caranya kita merupakan keluarga aslimu".
Lev hanya mengangguk tidak menjawab,dia juga sudah menerima fakta dari lama.
"Oh iya Lev,bagaimana caramu akan menyembuhkan ibumu nanti?"Kakeknya tiba-tiba bertanya dengan tatapan penasaran.
Orang lain yang ada di ruangan juga penasaran cara apa yang digunakan Lev untuk menyembuhkan ibunya,bahkan ayahnya lupa untuk menanyakan hal tersebut.
"Ekhem,nenek bisakah nenek melepaskanku sebentar?,aku susah menjelaskannya dalam kondisi seperti ini"Lev terbatuk melihat neneknya juga menatapnya dengan tatapan penasaran.
Setelah neneknya melepaskan pelukannya,Lev mengeluarkan Pill dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Melihat Pill tersebut orang orang didalam ruangan tidak mengerti,apakah Pill tersebut bisa menyembuhkan ibunya?.
Melihat tatapan mereka dia menjelaskan, "Aku mendapatkan ini dari seorang teman,dan jangan bertanya tentangnya,Pill ini disebut Pill pemulihan energi,efeknya sendiri bisa memperbaiki inti energi seseorang yang rusak".
Setelah mendengar penjelasan Lev tentang efek tersebut,mata mereka terbelalak,mereka tidak menyangka kalau ada Pill dengan efek tersebut dari dunia ini.
"Bagus,dari efeknya memang bisa menyembuhkan ibumu"Kakeknya mengangguk dengan semangat begitu juga yang lainnya.
Karena Lev tidak mengizinkan mereka untuk bertanya tentang temannya,mereka tidak akan menanyakannya,walaupun dalam hati mereka penasaran siapa teman Lev ini.
"Ayo langsung saja sembuhkan ibumu diruangannya,"ayahnya yang tidak sudah sabar untuk menyembuhkan istrinya langsung menyeret Lev kekamar ibunya beristirahat.
Setelah melewati beberapa kamar keluarganya berdiri didepan sebuah pintu,ayahnya tampak gugup tangannya gemetar saat ingin membuka pintu.
Lev menggelengkan kepalanya dan langsung membuka pintu sebelum ayahnya bisa membukanya.
Rombongan berkedut melihat sikap santai Lev,ayahnya mau tidak mau bertanya ,"kenapa kamu begitu santai?,tidak bisakah kamu gugup sedikit?"
"Aku gugup,tapi dengan ayah seperti itu,aku malah kesal melihatnya"Lev mengangguk.
Lev kemudian melihat keseluruh ruangan kamar milik ibunya,Lev melihat tidak banyak furniture,dan hanya ada satu kasur ditempati oleh wanita cantik sedikit kurus diatasnya,disekitar ibunya terdapat energi dingin yang dia tidak tahu untuk apa hal tersebut.
"Sebelum kamu menyembuhkannya,biarkan aku menonaktifkan energi dingin terlebih dahulu"Ayahnya berkata,ayahnya mengambil piringan dengan banyak tulisan rune didalamnya,setelah menyuntikan energinya sebentar.
Energi dingin perlahan menghilang,Lev juga melihat nafas ibunya mulai perlahan menurun,jadi dia dengan cepat tiba disamping ibunya dan memasukan Pill kemulutnya,untungnya Pill tersebut seukuran kacang yang sangat kecil,jadi setelah memasuki mulutnya Pill tersebut langsung memasuki tubuh ibunya.
Keluarganya awalnya tercengang karena melihat cara kasar Lev memasukan Pill tersebut,tapi mereka tidak memarahinya dan mengerti mengapa Lev melakukan hal tersebut saat melihat nafas ibunya sedikit melemah.
Tidak butuh waktu lama untuk Pill tesebut bekerja,wajah ibunya yang sebelumnya pucat mulai membaik dan mendapatkan kembali warnanya.
Nafas yang sebelumnya melemah juga menjadi stabil saat kulitnya mulai membaik.
Lev menunggu disamping ibunya,dia juga tidak tahu apakah ibunya akan langsung bangun atau tidak,jadi dia dengan sabar diam disamping ibunya.
Keluarganya yang lain juga tiba disamping Lev menunggu dengan tenang tidak mengeluarkan satupun suara.
Setelah efek Pill habis,Lev melihat kelopak dan jari ibunya berkedut,dia berharap ibunya akan bangun sekarang,yah dia tidak tau mengapa dia sangat berharap,mungkin karena dari lubuk hatinya terdalam dia merindukan ibunya?,atau karena dia merasa bersalah karena membiarkan ibunya melindungi tubuhnya?
Ibunya membuka matanya perlahan.
"Luna"Teriak ayahnya,tapi sebelum dia melompat untuk memeluk istrinya,Lev menendang ayahnya kesamping.
Bukan karena Lev tidak menghormati ayahnya karena menendangnya,tapi saat ayahnya melompat,dia menggunakan sedikit kekuatannya,kalau sampai ayahnya memeluk ibunya seperti itu,mungkin tulang ibunya remuk nanti,ibunya saat ini baru sembuh,dan masih sangat lemah jadi Lev tidak ingin ada hal hal semakin merepotkan.
__ADS_1
Kakek,nenek,dan paman danielnya juga tidak mengatakan apa-apa tentang Lev menendang Anton,kalau Lev tidak melakukannya,maka mereka yang akan melakukannya,mereka sudah siap bergerak tadi saat melihat Anton seperti itu.
"Untung kamu ditendang oleh Lev,kalau tidak aku yang akan menendangmu sampai semua tulangmu patah atas kebodohanmu"Ucap neneknya dingin kearah Anton.
Anton bergedik mendengar ucapan ibunya,dia juga tidak marah kepada Lev,dan mengerti mengapa Lev melakukan hal tersebut,dia juga mengakui kalau dirinya bodoh hanya karena terlalu senang.
Saat ibunya mendengar suara suara disampingnya,dan mendapatkan kembali pengelihatannya.
Ibunya langsung menengok kearah Lev,dia mengeluarkan air mata dan berkata sedikit serak"Lev,apakah itu kamu nak?".
Ibunya ingin bangun memeluk Lev,tapi karena dia belum mendapatkan kembali kekuatannya dan tidak bisa bangun, dia hanya bisa berkata seperti itu sambil menangis
Lev berjalan kesamping ibunya dan memegang tangannya,"Benar ini aku,mungkin aku yang lain".
"Tidak peduli kamu yang mana kamu tetap merupakan anakku,apakah kamu baik baik saja nak?,apakah kamu terluka saat serangan tersebut?"Tanya ibunya menggenggam erat tangan Lev.
Lev merasa hangat saat mendengar ucapan ibunya,dia juga tidak menyangka ibunya lebih khawatir tentang kondisinya,daripada kondisinya sendiri sekarang.
"Luna itu sudah terjadi 10 tahun yang lalu,Lev sekarang sudah berumur 20 tahun,tidak ada yang terjadi padanya selama ini"Neneknya berbicara dan mengelus rambut Luna.
"Eh 20 tahun?,apakah Lev sudah berumur 20 tahun sekarang?,jadi begitu tampaknya aku tertidur selama 10 tahun tanpa bisa melihat pertumbuhan anakku".
"Maafkan ibu nak,karena tidak bisa melihat kamu tumbuh selama 10 tahun ini"Ibunya menatap Lev dengan masih ada air mata diwajahnya,genggaman pada tangannya juga semakin erat yang membuat tangan Lev sedikit sakit padahal ibunya masih dalam kondisi tahap pemulihan.
"Tidak apa ibu,aku tidak menyalahkanmu,aku malah berterimakasih kepadamu karena mau melindungi diriku"Lev mengelus tangan ibunya berkata.
"Ekhem Luna,apakah kamu Luna?,apakah kamu sudah merasa sedikit baik sekarang"Ayahnya yang sebelumnya sudah bangun,langsung menghampiri Luna dan bertanya dengan gugup sambil terbatuk.
"Anton?,kamu tidak berubah selama 10 tahun ini?,apakah kamu merawat Lev dengan baik,?kalau aku mendengar kamu merawatnya dengan tidak baik saat aku mendapatkan tenagaku nanti,jangan harap aku akan memafkanmu"Bukannya senang dengan melihat suaminya,Luna malah mengancamnya.
Bibir Anton berkedut,tapi dia menganggukan kepalanya dengan patuh dan tegas "Tentu,aku merawatnya dengan baik selama kamu tertidur,kamu bisa bertanya kepada seluruh keluarga kita,dan penjaga yang kita miliki".
"Bagus,aku akan memastikannya nanti".
Lev memandang aneh ayahnya,tampaknya ayahnya takut dengan ibunya?.
Kakeknya yang melihat Anton dengan pandangan aneh terkekeh berkata, "Kamu tidak perlu heran Lev,ayahmu memang seperti itu,suami suami takut istri,tidak seperti ayahnya..."
Sebelum kakeknya melanjutkan neneknya menatap kakeknya dengan tatapan berbahaya dan bertanya, "Kenapa ayahnya?".
"Uhuk tidak,tidak ada"Kakeknya langsung terbatuk melihat tatapan berbahaya neneknya,kakeknya juga berpura-pura bersiul sambil melihat kesamping.
Lev berkedut,tampaknya ayah dan kakeknya suami takut istri,apakah paman danielnya juga?,Lev langsung melihat paman danielnya dengan tatapan aneh.
__ADS_1
Melihat Lev menatapnya,paman Daniel berkedut,dia tau maksud dari tatapan Lev,tapi dia berpura-pura tidak melihatnya dan memilih untuk mengabaikannya.