
"Kamu mempunyai mansion besar disini?,apakah kamu ingin membangun Harem?"Tanya ibunya melihat mansion yang lebih besar dari milik keluarganya saat sampai di depan mansion milik Lev.
Lev berkedut mendengar itu.Lev menjawab tidak berdaya , "aku tidak mempunyai pemikiran seperti itu Bu,aku membeli mansion ini karena fasilitasnya yang bagus".
"Ibu hanya bercanda,kenapa kamu begitu serius?"Jawab Ibunya menggodanya.
"Ayo masuk,hentikan obrolan kalian berdua,aku ingin melihat menantuku ini"Neneknya berkata menghentikan mereka berdua dari melanjutkan obrolan.
Lev menyuruh guardian1 untuk mengidentifikasi keduanya untuk dengan bebas keluar masuk lain kali.
Saat memasuki jalan mansionnya mata ibu dan neneknya melihat sekeliling dengan ingin tahu,kenapa banyak pohon?,dan kenapa banyak binatang lucu disini?.
Lev tidak menjelaskan dan hanya terus menuntun sampai dimana mansionnya berada,Lev melihat Jessica yang sedang berada didepan pintu mansion memberikan makan kepada binatang kecil.
Ibunya berbinar melihat Jessica yang mempunyai sayap di punggungnya.
Lev menjelaskan kepada ibunya siapa Jessica dan kenapa dia membelinya dengan berbisik.
Jessica juga melihat kedatangan ketiga orang tersebut dan langsung berdiri.
Karena ada tamu disekitar Lev,Jessica harus menunjukan sikap hormat kepadanya,mungkin Lev dan safir sudah mengizinkannya untuk tidak memakai formalitas kepada mereka,tapi didepan para tamu dirinya harus menunjukan sikap hormat kepada tuannya dan tidak membuat malu tuannya karena mempunyai budak yang tidak patuh.
"Tuan selamat datang"Jessica membungkuk kepada Lev.
Lev berkedut. Tapi saat melihat kedua keluarganya dia mengerti kenapa Jessica kembali memakai formalitas,jadi Lev hanya mengangguk tidak menjelaskannya Lev akan membiarkan safir menjelaskannya nanti.
"Dimana safir?"Tanya Lev.
"Nyonya sedang berada diruang tamu tuan"Jawab Jessica tersenyum.
"Oke kamu lanjutkan apa yang kamu lakukan,aku akan masuk sendiri bertemu dengan safir"Lev mengangguk berkata.
Jessica hanya mengangguk dan mempersilahkan tuan dan tamunya memasuki mansion.
Memasuki mansionnya.Lev melihat safir yang sedang menonton acara di televisi,safir juga menengok saat melihat siapa yang masuk.
Saat melihat suaminya safir berdiri dan menyambutnya,dia juga dengan penasaran melihat kedua wanita yang berada dibelakang suaminya ini.
"Suami,kamu kembali"Ucap Safir tersenyum.
__ADS_1
Ibu dan neneknya yang melihat safir memandanginya dengan mata menyipit dari atas kebawah.
Setelah saling pandang kedua orang tua itu mengangguk puas,yah tidak masalah darimana ras menantunya berasal sekarang,selama Lev bahagia mereka tidak peduli mereka hanya menginginkan cucu dan cicit dari Lev dengan cepat agar bisa menggendongnya.
Safir juga memandang kearah kedua orang di belakang Lev,tapi saat melihat pandangan mereka seperti menilai dirinya, safir merasa gugup tidak tahu mengapa.
"Tentu,aku kembali kali ini untuk memperkenalkanmu dengan seseorang"Jawab Lev mengangguk.
"Ini ibuku dan ini nenekku,mereka ingin menemuimu sebelumnya,jadi aku membawa mereka kesini sekarang"Lanjutnya memperkenalkan ibu dan neneknya sambil tersenyum.
Safir langsung tegang saat mendengar kedua orang dibelakang suaminya adalah ibu dan neneknya suaminya.
Safir merasa gugup.tapi dia memberanikan dirinya untuk menyapa kedua orang tua yang akan menjadi ibu mertuanya,"Halo,Um..".
"Kamu bisa memanggilku ibu"Jawab ibunya tersenyum mengangguk.
"Kamu bisa memanggilku kakak"Ucap neneknya tersenyum juga mengangguk.
Lev ingin muntah saat mendengar neneknya menyuruh safir untuk memanggilnya kakak,apakah kamu tidak mengetahui umurmu?,tapi dibandingkan dengan umur safir umur neneknya masih terbilang lebih sedikit.
"Cucuku,aku tahu kamu memikirkan sesuatu yang tidak sopan tentang nenek bukan?"Neneknya tiba-tiba tersenyum berbahaya kearah Lev yang membuatnya bergedik.
"Baiklah,kamu bisa keluar sekarang nak,biarkan ibumu dan nenekmu berbicara dengan safir sebagai sesama wanita"Ucap ibunya menyeret Lev keluar dari mansion.
Lev tidak berdaya,kenapa dia yang diusir sekarang,ini miliknya oke?,tapi Lev tidak berani mengungkapkannya didepan ibu dan neneknya,apalagi saat dia melihat tatapan berbahaya ibunya yang membuat bulu kuduknya merinding.
"Tenang saja,aku tidak akan menyakiti safir"Ibunya mengerti kekhawatiran Lev,jadi dia meyakinkannya.
Bang!
Pintu tertutup dengan kencang saat Lev keluar dari mansionnya.
Mendesah!.
Lev mendesah sambil melihat ke langit-langit diluar dia merasakan awannya sedikit mendung sekarang.
Jessica memandang aneh tuannya yang sepertinya diusir dari rumahnya sendiri,?Jessica hanya mengangkat bahunya dan terus melanjutkan memberikan makan kepada binatang binatang lucu ini sambil bermain-main dengannya.
Lev juga memutuskan untuk bermain dengan binatang binatang kecil karena tidak ada yang bisa dilakukan,dia hanya akan menunggu sampai ibunya membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
"Tupai kecil kenapa kamu tidak menyukai daging dan hanya menyukai kacang?,kamu harus merubah cara pandangmu tentang dunia,daging disini enak enak,ayo makan dagingnya"Lev memberikan tupai itu sebuah daging,tapi tupai itu hanya terus menghindarinya yang membuat bibirnya berkedut,dan cara pandang tupai itu dia melihat tupai itu seperti merendahkannya?,ya dia merasakan tupai itu merendahkannya karena memberikan makan daging.
Lev berkedut melihat tupai kecil merendahkan dirinya,dia merasa ingin memotong tupai itu dan memangganya kemudian.
Tupai kecil itu tiba-tiba merinding,tupai itu merasakan seseorang akan melakukan hal jahat kepadanya,tupai itu melihat kearah Lev dan yakin kalau firasat bahayanya datang dari manusia didepannya,tupai itu langsung kabur kearah Jessica meninggalkan kacang berserakan ditanah.
"Tuan kenapa tupai ini tampak ketakutan"Jessica bertanya dengan bingung saat tupai itu bersembunyi dibalik tubuhnya.
Lev juga berkedut melihat tupai itu.Lev mengangkat bahu dan menjawab,"Aku tidak tahu,aku hanya ingin memberikannya daging,tapi dia tampaknya tidak menyukainya"
"Tuan,tupai hanya memakan kacang,biji,buah dan serangga,mereka tidak memakan daging,apalagi daging yang sebesar dipegang tuan"Jessica juga merasa tidak berdaya saat melihat daging yang dipegang Lev sebesar anak sapi yang lebih besar dari tubuh tupai itu sendiri,pantas saja tupai itu ketakutan.
"Kalau tuan ingin memberikan makan daging,tuan bisa memberikan kepada anak harimau ini"Lanjut Jessica menunjuk kearah anak harimau.
Yah Lev sudah mengetahuinya kalau tupai tidak memakan daging,dia hanya ingin melihat apakah dia bisa merubah sifat tupai dari memakan kacang menjadi memakan daging,lagian tidak ada salahnya bukan?.
Lev kemudian berjalan ke anak harimau dan memberikan daging yang dipegangnya,dulu mungkin dia akan takut kepada harimau,tapi setelah dia pindah kesini Lev tidak merasakan rasa takut lagi dengan hewan buas dari dunia sebelumnya.
Anak harimau mengeluskan tubuhnya ketubuh Lev dengan senang saat melihat daging tersebut,Lev hanya terkekeh dan memberikan daging tersebut.
..
"Lev kamu bisa masuk sekarang".
Setelah satu jam ibunya membukakan pintu untuknya dan menyuruh dirinya masuk,Lev tidak tahu apa yang mereka bicarakan hingga memakan banyak waktu dan melupakannya diluar selama satu jam.
Lev juga sudah memberitahukan Jessica tentang siapa ibu dan neneknya.
"Kenapa kalian begitu lama untuk berbicara?"Keluh Lev saat masuk dan duduk di sofa.
"Apa,apa kamu tidak senang karena menunggu diluar?"Tanya ibunya menyipit.
"Tidak,aku hanya bertanya karena penasaran"Lev bergedik dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kamu tidak perlu tahu obrolan wanita"Neneknya membalasnya sambil tersenyum.
"Ohh iya,ibu dan nenekmu ingin berjalan jalan diarea luar,kita ingin melihat-lihat,apakah tidak apa?"Tanya ibunya,walaupun lev dan safir memberitahunya kalau disini tidak ada pertengkaran,dia masih harus memastikannya,apalagi banyak ras berbeda disini.
"Tentu tidak masalah"Lev mengangguk menyetujui,dengan ada dirinya mengikuti mereka, dirinya yakin tidak akan ada yang membuat masalah atau merendahkan mereka.
__ADS_1