
Setelah semuanya selesai,kaisar Ades kembali menghilang,jendral Martin dan pasukan penjaga kekaisaran juga pergi dengan cepat saat melihat kaisar Ades menghilang.
Lev tidak memperdulikan tangisan pasukan pengawal milik keluarga Ibra,pengawal tersebut baru menyadari saat ini kalau tuan muda mereka sudah mati karena pertarungan yang mereka ciptakan.
Lev melihat kearah wanita itu,dia juga melihat bocah itu menatapnya dengan tatapan berbinar.
"Nyonya,lebih baik kamu bekerja di keluargaku,daripada kamu terus terusan seperti ini,aku bahkan berani berjudi,kalau kamu mungkin akan bertemu seperti pemuda keluarga doom nanti".
"Eli,namaku Eli"Ucap wanita itu kepada Lev.
"Kamu seharusnya sudah tau namaku bukan?"Lev bertanya.
Eli mengangguk mendengar pertanyaan Lev.
Melihat wanita itu mengangguk Lev bertanya lagi, "Jadi bagaimana Eli tentang tawaranku?,aku tertarik dengan anakmu karena anakmu mempunyai bakat untuk menjadi orang kuat".
Eli tampak berpikir,dia juga tidak ingin kejadian seperti ini terus terulang,dia juga tidak merasa Lev adalah seorang bajingan seperti pemuda lainnya.
"Apakah aku masih bisa menemui anakku?,apakah aku kan dipisahkan dengan anakku nanti?"Tanya Eli,dia tidak mau kalau dipisahkan oleh anaknya.
Lev yang mengetahui pikiran Eli menggelengkan kepalanya. Menjawab "Kamu bisa dengan bebas menemuinya,tapi saat waktunya latihan,kamu tidak bisa melihatnya".
"Ibu,terimasaja tawaran kakak itu,aku juga ingin menjadi kuat agar bisa melindungi ibu dari penjahat yang di hajar oleh kakak ini"Ucap bocah itu tiba-tiba.
Eli yang sedang berpikir dan mendengar ucapan bocah tersebut langsung menatap bocah itu dengan lembut,Eli melihat kearah Lev," Baiklah aku akan bekerja di keluargamu".
Lev mengangguk tersenyum mendengar Eli setuju.
"Kakek,atur Eli untuk menjadi koki pribadiku,dan kamu dengar bukan kakek tentang anaknya?,tolong temukan pelatih untuk mengajarkannya,dan sesuai permintaan Eli,jangan melarangnya untuk menemuinya"Ucap Lev kepada kakeknya.
"Baiklah,itu sangat mudah,aku akan mengaturnya nanti saat kembali"Kakeknya mengangguk.
__ADS_1
Tom merasa iri karena Lev dikelilingi wanita cantik,dia mempunyai rencana nanti untuk seperti Lev,dia akan mencari sambil berjalan di ibukota dan menolong kecantikan yang sedang kesusahan seperti Lev.
Kalau Lev tau apa yang dipikirkan sepepunya dia paling hanya akan memberikan jempol dan mendukungnya,soal dia bisa mendapatkan wanita cantik atau tidak,yah itu tergantung keberuntungannya.
Dia melanjutkan perjalanan menuju kearena Tournamen,masih ada waktu satu jam sebelum Tournamen dimulai,setelah dia mengalahkan Mali maka Tom tidak perlu melawan Mali lagi,dan hanya perlu mengalahkan pemuda yang berasal dari Duke Sebas,Duke Sebas merupakan,Duke netral yang tidak pernah memihak dan memusuhi siapapun.
Hadiah untuk tempat pertama sendiri merupakan harta sihir terbang berbentuk kapal,untuk tingkat kedua akan dihadiahi Buah element,buah itu mempunyai untuk meningkatkan sangat sedikit bakat element seseorang,walaupun hanya sedikit banyak orang menginginkannya.
Karena sekarang Eli dan bocah itu merupakan orangnya,dia membawa mereka menuju arena,lagian dia juga sudah setengah jalan menuju arena sebelumnya.
Kakeknya tidak mengikutinya dan kembali ke mansion milik keluarganya yang berada diibukota,Lev juga tidak menghentikannya,dia tahu kakeknya mempunyai banyak hal yang harus diurus saat ini,apalagi orang orang udah pada tau kekuatan kakeknya sekarang,bahkan kaisar sendiri.
Sambil berjalan Lev juga membeli banyak tipe makanan dari toko dan restoran yang dilihatnya,dia hanya membungkus mereka dan menaruhnya di cincin penyimpanan miliknya,dia akan memakannya sambil menonton pertandingan nanti.
Saat sampai ditempat arena berada,Lev melihat banyak toko kecil dibuka disekitarnya,dia melirik apa yang mereka jual,dan tidak ada yang menarik minatnya,tapi berbeda dengan yang lainnya,mereka melihat sekeliling dengan penasaran.
Lev juga melihat kios perjudian disana,dia mengingat saat dirinya berjudi dengan safir di area perdagangan system saat melihatnya.
'tampaknya aku kecanduan'pikir Lev.
Rombongan memasuki arena,penjaga yang melihatnya tidak menghentikan Lev saat melihat lambang didada miliknya dan pengawalnya.
Saat memasuki arena,seorang pemandu pria menghampirinya dan berkata dengan senyumnya, "Tuan muda dari keluarga Watson,aku pemandu disini untuk memandu kalian kekamar kalian,kalian bisa menonton dari kamar tersebut nanti saat pertandingan dimulai".
Lev hanya mengangguk dia menyuruh pemandu itu memimpin jalan untuk menunjukan jalannya,karena Tom merupakan peserta dia tidak mengikuti Lev,dan pergi dengan pemandu lain ketempat para peserta menunggu gilirannya untuk bertarung.
Setelah pemandu sampai di tempat paling besar,ada 3 tempat seperti ini,karena ini hanya pertarungan dari Baron-Duke hanya ada 3 kamar besar disini.
"Tuan muda ini kamar milik keluarga anda,saya hanya bisa mengantar sampai disini,dan kalau tuan muda membutuhkan sesuatu,tuan muda bisa memencet bel yang berada didalam untuk memanggil pelayan"Pria itu menjelaskan dengan senyum sopannya.
"Terimakasih"Ucap Lev.
__ADS_1
Pria itu kaget mendengar Lev berterimakasih karena biasanya tuan muda seperti Lev hanya mengabaikan orang sepertinya dan tidak berterimakasih kepada orang sepertinya.
"Tidak perlu berterimakasih tuan muda,ini merupakan pekerjaan saya,kalau begitu aku undur diri dulu"Pemuda itu membungkuk.
Melihat pemuda itu pergi Lev memasuki kamarnya bersama Eli dan bocah itu,pengawalnya tidak mengikuti dirinya masuk kecuali Jason,sisanya berjaga didekat pintu atau sekitarnya.
Melihat ruangan,Lev melihat sofa,meja,rak buku dengan diisi berbagai macam buku,ada berbagai macam buah juga di atas meja tersebut.
Lev berjalan kekaca transparan untuk melihat kearah arena dari sana,dia bisa menontonnya dari sini saat pertandingan dimulai,melihat kearena yang masih kosong,Lev duduk disofa dan menyuruh bocah itu dan Eli duduk,Lev tidak menyuruh Jason,karena dia sudah tau jawabannya,biarpun dipaksa dia juga yakin Jason tidak akan mau.
Eli ragu-ragu untuk duduk,dia tidak pernah bisa menikmati hal semewah ini sebelumnya.
Walaupun Eli ragu-ragu berbeda dengan bocah itu yang langsung menurut dan duduk disebelah Lev sambil melihat buah dengan air liur keluar dari mulutnya.
Eli ingin memarahi anaknya karena tidak bersikap sopan seperti itu,tapi melihat Lev tidak mengatakan apa-apa dia hanya menutup mulutnya.
"Apakah kamu mau?,makan sepuasmu kalau kamu mau,begitu juga dengan kalian"Lev melihat bocah itu mengeluarkan air liur dari mulutnya hanya terkekeh melihatnya.
"Benarkah?" tanya bocah itu dengan mata berbinar.
"Benar"Lev mengangguk.
Bocah itu langsung mengambil buah didepannya bocah itu langsung memakannya,saat mengambil satu gigitan mata itu seakan dipenuhi bintang,mungkin karena tidak bisa memakan buah seperti ini bocah itu merasa buahnya sangat enak.
"Untuk apa kamu masih berdiri,duduk"Ucap Lev masih melihat Eli berdiri dengan sikap ragu-ragu.
Eli akhirnya menghela nafas dan diduduk agak jauh dari Lev,dia juga sangat tegang sangat duduk,walaupun sofanya empuk dan nyaman,dia masih merasa tegang.
Lev yang melihat Eli seperti itu tidak mempersalahkannya,dia mengeluarkan jajanan yang dia beli ditoko toko tadi.
Menyusun di atas meja,Lev mempersilahkan mereka ingin memakannya,kalau mereka tidak ingin?,dia juga tidak memaksanya,yang penting dia sudah menawari mereka.
__ADS_1