
“Alya ... kita ketemu lagi di sini, Alya. Apa kabar, Alya?” tanya Dion, sontak membuat Alya mendelik kesal melihat kedatangan mereka.
Walaupun ia kesal, tetapi ia harus bisa menjaga kewarasannya di acara seperti ini. Ia tidak ingin membuat mereka menilainya jelek, hanya karena perilakunya yang kurang baik terhadap si mantan kekasih.
Senyumannya sengaja ia sunggingkan, “Saya baik-baik aja. Ngomong-ngomong, kamu siapa ya? Artis? Kayaknya bukan, deh!” ujarnya, sukses membuat Dion merasa sangat malu, sampai wajahnya memerah mendengar ucapan Alya padanya.
Beberapa orang yang berada di sekitar mereka, tertawa mendengar ucapan Alya. Mereka paham, Alya sedang menjaga harga dirinya, ketika bertemu dengan sosok mantan kekasihnya.
Dion memandang ke arah Alya dengan kesal, “Jangan pura-pura gak tau, Alya. Jelek-jelek gini, mantan pacar lo,” ujarnya, sontak membuat Alya tertawa geli mendengarnya.
“Haha, kenapa ya gue bisa mau sama orang jelek kayak lo,” selorohnya yang sangat menusuk hati Dion.
Dion kesal, karena ternyata Alya tidak mudah untuk dikalahkan. Padahal, niat hati Dion untuk membuat Alya malu, tetapi ia malah yang dipermalukan oleh Alya.
Alya memandang ke arah wanita yang berada di sebelah Dion, “Eh, kamu. Kok mau sih pacaran sama orang jelek?” tanya Alya, membuat semua orang kembali tertawa mendengar selorohannya.
Kini, bukan hanya Dion saja yang mereka malu, tetapi wanita itu pun merasakan malunya juga.
Dion kembali menyunggingkan senyumannya, karena merasa bisa membalikkan keadaan.
“Jangan begitu, Alya. Pacar lo yang sekarang juga jelek,” ujar Dion, sembari melirik ke arah Rian.
Rian hanya bisa diam, sembari memerhatikan dengan dingin ke arah Dion.
‘Mau apa dia?’ batin Rian, merasa kesal dengan apa yang ia dengar ini.
“Sudah jelek, kayak cewek pula! Lemah!” ujar Dion dengan kasar, sontak membuat hati Alya geram mendengarnya.
Tangannya sudah mengepal, matanya pun sudah mendelik ke arah Dion. Namun, tangan Rian menggenggam tangan Alya, lantas membuat Alya menoleh ke arahnya dan menghentikan apa yang ingin ia lakukan.
__ADS_1
“Sudah, kita makan ke sana aja,” ajak Rian, berusaha untuk membuat batasan pada Alya.
Alya tak membantah, ia mengikuti ke arah Rian menuntunnya. Semua orang tersadar, kalau ternyata Alya dan Rian menjadi lebih intim daripada sebelumnya.
Ditambah lagi dengan ucapan Dion, yang menyinggung soal fisik tadi. Mereka berasumsi kalau Alya dan Rian memang benar sudah menjalin hubungan. Apalagi ditambah Alya dan Dion yang sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi, semakin menambah rasa percaya mereka mengenai hubungan Alya dan juga Rian.
“Apa mereka beneran pacaran?” tanya seseorang pada Dion, membuat Dion menyunggingkan senyumannya.
“Mereka benar pacaran, tetapi Alya ada main sama lelaki lain di belakang mereka,” jawab Dion yang terdengar sembarangan, membuat Alya menghentikan langkahnya dan mendelik ke arah mereka.
Kali ini, Alya sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ia tidak bisa tinggal diam, kalau dirinya sedang diolok-olok seperti itu.
“Apa lo bilang?” teriak Alya, yang langsung menarik kembali Rian ke arah hadapan mereka.
Rian merasa terkejut, karena ia merasa tenaga Alya menjadi dua kali lipat lebih kuat, dibandingkan sebelumnya.
Mereka terlihat takut, ketika melihat Alya yang berdiri dengan mata mendelik di hadapan mereka. Namun, Dion hanya bisa menyunggingkan senyumannya, karena ia merasa bisa mempermalukan Alya di sini.
“Apa lo bilang tadi? Coba, ngomong depan komuk gue!” bentak Alya, Dion hanya bisa menyunggingkan terus-menerus senyumannya di hadapan Alya.
“Beneran lo mau tau, apa yang gue ucap tadi?” tanya Dion, berusaha membuat Alya terpancing.
Dengan amarahnya yang sudah meledak-ledak, Alya tidak ingin Dion banyak basa-basi dan mengatakan hal yang tidak perlu ia katakan.
“Gak usah banyak basa-basi! Lo itu udah basi! Omongan lo jangan bikin lo makin jadi basi aja!” bentak Alya, yang benar-benar membuat Dion mendelik kaget mendengarnya.
Tak disangka, Alya masih saja bersikap kasar dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya padanya.
“Lo masih aja kasar, Al! Apa lo mau, sesuatu terjadi lagi?” tanya Dion, berusaha memeringati Alya lagi, tetapi Alya sama sekali tidak merasa takut dengan hal itu.
__ADS_1
“Apa? Lo mau ngehajar Rian lagi, kayak waktu itu? Lo mau keroyok dia lagi, gitu? Hah? Dasar banci!” bentak Alya, Dion tak menyangka kalau ternyata Alya sudah mengetahui kalau itu semua dia yang melakukannya.
“Oh, ternyata lo udah tau. Bagus, deh! Gue jadi gak perlu panjang lebar kasih tau ke lo!” ujar Dion, yang benar-benar sudah tidak memedulikan pandangan orang lain terhadapnya.
Semua orang berkumpul mengelilingi Alya dan Dion. Mereka benar-benar tidak tahu, kalau Dion dan Alya memiliki scandal satu sama lain.
Banyak orang yang penasaran, dan memerhatikan ke arah mereka.
“Ya! Biar semua orang tau, kalau lo yang udah ngeroyok Rian waktu itu!” bentak Alya, membuat Dion merasa agak kesal mendengarnya.
Beberapa orang mengeluarkan kamera, untuk merekam kejadian yang jarang terjadi ini. Siapa tahu ada kejadian yang menghebohkan dari hal ini, pikir mereka.
“Lho, ada apa di antara kalian, sih?” tanya mereka, yang semakin memperkeruh keadaan dan suasana.
“Gak ada apa-apa. Cuma ... ada hal yang harus kalian tau aja,” ujar Dion, membuat Alya merasa sangat kesal mendengarnya.
Alya tak tahan, ia menunjuk kasar ke arah Dion, “Dia yang udah bikin Rian celaka. Dia ngeroyok Rian, yang sama sekali gak ada dasar beladiri! Dia juga udah bikin gue bangkrut, dengan memakai semua uang hasil jerih payah gue! Dia pakai semuanya untuk membeli barang-barang branded! Gue dieksploitasi, dan gak pernah dianggap sebagai kekasih. Dia cuma mau uang gue aja! Terakhir, dia selingkuh sama wanita ja**lang ini di apartemen gue!” bentak Alya, yang sudah tidak bisa menahan semua kekesalan dalam hatinya.
Rian hanya memerhatikannya saja. Ia hanya bisa diam, tanpa bisa mengatakan apa pun. Ia hanya bisa pasang badan, jika seandainya nanti terjadi keributan dengan mereka.
Wanita yang ada di samping Dion mendelik, saking kesalnya ia dipanggil dengan sebutan seperti itu oleh Alya.
Matanya mendelik kesal, “Apa? Lo bilang gue apa tadi?” tanyanya sinis, Alya memandang tak kalah sinis dari pandangan wanita itu padanya.
“Lo itu wanita Ja**lang! Masih kurang kenceng? J-A-L-A-N-G ... JA**LANG!!” pekik Alya kasar, sontak membuat wanita itu geram dan segera menarik rambut Alya dengan kencang.
Alya yang tak percaya dirinya melakukan hal ini, segera memasang kuda-kudanya untuk memberi pelajaran wanita tidak tahu dirinya ini.
Dion mendelik kaget, melihat Alya yang sudah memasang kuda-kudanya.
__ADS_1
“Alya!” pekik Dion hendak memisahkan mereka, tetapi tertahan karena Rian yang menarik tangannya dengan kasar.