
Dion mendelik kaget, dan memandang kasar ke arah Rian, “Lepasin!” bentaknya, tetapi Rian sama sekali tidak ingin melakukan apa yang ia perintahkan.
“Jangan ganggu para wanita itu berkelahi. Urusan lo itu sama gue, bukan sama mereka!” ujar Rian yang sangat tenang, tetapi Dionlah yang tak tenang.
Pasalnya, Dion sangat mengetahui kalau kekasihnya itu akan kalah telak, jika berhadapan dengan Alya. Ia tidak akan bisa melawan Alya, karena Alya yang menguasai beladiri karate dengan sangat baik.
Dion memandang ke arah Alya dan juga Alene, kekasihnya. Mereka sedang melakukan jambak-menjambak, tetapi Alya terlihat sangat unggul daripada Alene.
“Lepasin gue, dasar wanita kotor!!” teriak Alya, yang merasa tidak ingin disentuh oleh wanita kotor seperti Alene itu.
Alene merasa terpacu, emosinya sampai naik mendengar ucapan Alya yang seperti itu padanya.
“Apa lo bilang? Gue apa?” tanyanya sinis, Alya tak memedulikannya, dan malah fokus untuk melepaskan diri dari wanita saiko ini.
Semua orang memandang mereka dengan tatapan yang seru, merasa sangat senang dengan bahan pembicaraan yang mereka dapatkan ini.
Banyak kamera yang merekam aksi ini, tetapi Alya dan Alene sama sekali tidak memedulikan hal itu.
Alya merasa geram, ternyata wanita ini memiliki tenaga yang cukup kuat, sehingga ia tidak bisa melepaskan dirinya dari Alene.
‘Gila, kuat juga dia!’ batin Alya, merasa sangat kesal dengan kekalahan dirinya dari seorang pelakor itu.
‘Gue gak akan kalah!’ batinnya lagi, yang bersiap untuk membakar semangatnya.
Tangannya berusaha menarik rambutnya, yang saat ini sedang dijambak oleh Alene. Walau banyak rambut yang sudah rontok, Alya tak memedulikannya.
Yang ia inginkan hanya bisa lepas dari wanita kotor ini, dan berusaha untuk membalikkan keadaan mereka.
Ketika berhasil melepaskan diri dari Alene, Alya langsung menarik kasar tangan Alene menggunakan teknik yang ia pelajari di dalam beladiri karate.
Tangan Alene melipat, dan tersentuh ke punggungnya. Alya menekannya terlalu kuat, sehingga membuat Alene mengerang kesakitan karenanya.
__ADS_1
“Aduh ... lepasin! Dasar cewek gila!” pekik Alene, tetapi Alya tidak serta-merta melepaskan tangannya.
Justru karena perkataan kasar Alene, membuat Alya semakin terpacu dan melakukannya dengan lebih keras lagi.
“Gak akan gue lepasin!” bentak Alya, sembari terus menekankan tangannya ke arah punggung Alene.
Melihat kejadian itu, Dion merasa sangat khawatir dan marah pada Alya. Ia kesal, karena Alya sudah menyakiti wanita yang ia jadikan selingkuhannya itu.
Saking merasa tidak terima, Dion segera melepaskan dirinya dari Rian, yang sedari tadi sudah menahan tangannya. Rian kecolongan, sehingga Dion bisa melepaskan dirinya dari tangannya.
“Lepasin!” pekik Dion, segera berlarian ke arah Alya dan melakukan teknik tendangan ‘Mawashi geri’ yang menggunakan kaki bagian atas.
Alya tak menghindar, sehingga membuatnya sampai terkena tendangan dari Dion itu.
Alya tersungkur, kaget dengan yang Dion lakukan padanya. Ini adalah kali pertama Dion melakukan kekerasan padanya.
Melihat Alya yang jatuh tersungkur ke atas tanah, Rian menjadi sangat marah. Kesabarannya seketika habis, emosinya terpacu melihat wanita yang ia sayangi, disakiti seperti itu oleh Dion.
“Kamu gak apa-apa?” tanya Dion pada Alene.
Tangan Rian mengepal, ia merasa harus membalas apa yang sudah Dion lakukan pada Alya.
Semua orang memandang ke arah mereka dengan sangat tidak percaya, tetapi sama sekali tidak ada yang mau memisahkan mereka.
“Sialan!!” pekik Rian, yang langsung meluapkan kekesalannya melalui teriakannya itu.
Dion terkejut, lalu menoleh ke arah Rian yang ternyata sudah melakukan kuda-kudanya. Rian melakukan lompatan sekaligus tendangan, dengan teknik ‘Yoko tobi geri’ yang tendangannya itu langsung mengenai bahu kiri Dion.
Dion yang tak cukup siap dengan kuda-kudanya, seketika terhempas dan jatuh tersungkur ke atas tanah. Semua orang mendelik tak percaya, karena Rian sudah melakukan teknik beladiri yang sangat mengagumkan.
Bahkan, Rian sudah bisa menumbangkan Dion, yang dikenal adalah jawara di lokasi syuting ini.
__ADS_1
Tak berpuas hati sampai di situ, Rian segera melayangkan tumit kakinya ke arah wajah Dion. Ia menggunakan teknik ‘Mae tobi geri’ dengan membuat hentakan pada tumit kakinya, yang ia layangkan ke atas, kemudian ia hentakkan pada wajah Dion.
Dion mendelik, per sekian detik ia menghindari jurus Rian, yang bisa saja membuat wajahnya cacat. Ia berguling ke samping kanan, berusaha untuk bangkit dari tanah, dan menyeimbangkan tubuhnya.
Merasa gagal melakukan teknik tersebut, Rian pun tak berdiam diri. Ia mengejar Dion sampai berada di hadapan Dion.
Alya merasa sangat kaget, karena melihat Rian yang ternyata sudah bisa menguasai beberapa teknik yang diajarkan di club mereka. Sedikitnya ia merasa senang, karena pelajaran itu tidak sia-sia diajarkan pada Rian.
‘Dia bisa!’ batin Alya, yang sudah melupakan rasa sakitnya, saking senangnya ia.
Kini Rian terlibat saling adu fisik dengan Dion. Ia tidak ingin membiarkan Dion bernapas, sehingga terus-menerus menyerang Dion menggunakan berbagai macam teknik pukulan dan tendangan.
Rian memukul dengan teknik Oi Zuki, Mawashi Zuki, tetapi ditangkis oleh Dion dengan menggunakan teknik Jodan dan Gedan Juji Uke. Merasa kesal dengan serangannya yang selalu ditangkis oleh Dion, Rian segera memukul menggunakan teknik Mawashi Empi, yang menyerang bagian samping tubuh Dion, menggunakan siku tangannya.
“Orang gila! Udah gue bilang jangan ikut campur sama urusan wanita!” bentak Rian, sembari melakukan teknik tersebut untuk membuat Dion jera.
Satu pukulan menggunakan siku tangannya, berhasil mengenai bagian samping tubuh Dion. Alhasil, Dion jadi merasa sangat kesakitan, karena yang Rian lakukan itu sangat fatal bagi tubuh lawannya.
Melihat Dion yang sudah terpental karena menerima teknik sikutan itu, Rian menambahkannya menggunakan teknik Mawashi Geri yang menendang bagian tengkuk kepala Dion dari arah belakang, disusul dengan teknik Ura Mawashi Geri, yang menendang bagian leher depan Dion dengan keras.
Semua orang tersentak, kaget dengan hal yang Rian lakukan yang terlihat sangat berlebihan.
Melihat Dion yang sudah tersungkur di atas tanah, Rian masih juga belum puas dengan hal itu. Ia seperti kesetanan, tak terima melihat Dion memperlakukan Alya dengan kasar seperti tadi.
“Mati lo!” teriak Rian, yang sembari melayangkan tendangan menggunakan tumit kakinya, ke arah perut Dion.
Alya tercengang, karena melihat Rian yang sepertinya benar-benar kesetanan.
“Rian!!” pekik Alya, membuat Rian menghentikan apa yang hendak ia lakukan kepada Dion. Rian menoleh ke arah Alya, karena merasa terpanggil dengan Alya.
“Udah, jangan diterusin lagi, Rian!” teriak Alya, tetapi Rian yang sudah terlanjur emosi, tidak akan semudah itu menghentikan perkelahian ini.
__ADS_1
Apalagi, Dion yang sudah mengeroyok dirinya waktu itu, semakin membuat Rian tidak terima saja dengan yang Dion lakukan padanya.