
Setelah pembelian tiket tersebut selesai Kak Alvin menginformasikan untuk film The Medium akan mulai tayang pukul 13.20 di studio 3. Sekarang kita masih punya cukup waktu untuk makan siang dan punya waktu untuk berjalan-jalan sebentar.
“Adakah yang punya saran mau makan di mana?” tanya Kak Verdi.
“Kalau bisa sih yang deket-deket aja dari sini. Kan di bawah juga banyak foodcourt sama beberapa restoran gitu kan,” sahut Kak Delvin.
“Kan kita banyak orang nih ya, gimana kalau kita makan pizza aja,” ucap Kak Alvin.
“Boleh tuh kalau makan pizza. Soalnya kan pizza masih berada di LG juga. Jadi untuk jalan dan ngejar waktu nonton gak terlalu lama juga,” sahut Helsa.
“Apa yang dibilang sama Helsa ada benernya juga,” sahut Kak Eric.
“Gue sih setuju kalau kita jadi makan pizza,” ucap Indira.
“Soalnya kalau pizza kan kita juga bisa patungan,” sahut Audri.
“Nah bener tuh apa yang dikatakan Audri,” ucap Kak Delvin.
“Lagian masa kita makan mau dibayarin terus sih,” ujar Retha.
“Iya gue juga gak enak kalau makan itu harus dibayarin. Nanti pada bilang kalau gue berteman dengan kalian karena memandang harta aja,” sahut Audri.
“Kalau emang gak mau pizza bisa juga makan di RCS & BBQ kok,” ucap Kak Verdi.
“Di situ juga harganya murah-murah kok,” sahut Kak Alvin.
“Yang RCS & BBQ juga berada di lantai 2 kok. Kita tinggal turun juga,” sahut Agnes.
“Lagian makan di sana juga kita hanya membayar makanan yang dipilih dan dimakan aja kok,” ucap Kak Alvin.
“Dan satu lagi makan di situ juga kita disajikan dan dipanggang (bbq) tanpa minyak, sahut Kak Eric.
“Tuh Kak Alvin dan Kak Verdi udah kasih saran. Tinggal kita pilih mau makan di mana,” sahut Audri.
“Kalau gue sih lebih milih untuk makan di RCS & BBQ aja,” ucap Retha.
“Gue juga sama Ret,” ucap Audri.
“Kalau gitu gue juga setuju,” ucap Indria.
“Yang lain gimana pada setuju atau kaga?” tanya Indira.
“Gue di mana aja yang penting bisa makan ini,” sahut Kak Delvin.
“Lagian di RCS & BBQ itu menyajikan menu rebusan dan bakaran yang segar, enak, dan sehat kok,” sahut Indira.
“Gue pilih yang RCS & BBQ aja,” ucap Agnes.
“Nah kan kebanyakan pada pilih makan di RCS & BBQ,” ujar Retha.
“Ya udah kalau pada milih di sana kita ikut aja,” ujar Kak Eric.
Akhirnya mereka memutuskan untuk makan di RCS & BBQ. Saat mereka tiba, mereka langsung disambut oleh para pelayan yang ada di restoran tersebut. Kemudian mereka memilih-milih makanan dan membayar makanan dengan sendiri-sendiri tetapi untuk tempat duduk mereka minta untuk digabung.
Visual RCS & BBQ
Visual makanan di RCS &BBQ
__ADS_1
“Selamat datang di RCS & BBQ,” sambut salah satu pelayan tersebut.
“Mau untuk berapa orang dan kuahnya ingin rasa apa?” tanya pelayan tersebut.
“Untuk 9 orang dan kuahnya dibuat 3 spicy, 3 kaldu dan sisanya baru tom yam aja,” ujar Agnes.
“Baik. Akan segera saya siapkan,” ucap pelayan tersebut.
“Kalian langsung pilih makanan masing-masing aja. Nanti pembayarannya sendiri-sendiri juga ya,” sahut Agnes.
“Ok Nes,” ucap Audri.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah mereka memilih makanan masing-masing, mereka langsung membayar makanan masing-masing dan langsung duduk di bangku yang sama. Tak lupa mereka minta tolong kepada para pelayan untuk foto bersama dulu baru makan.
“Mas boleh minta tolong untuk fotoin kita,” sahut Audri kepada salah satu pelayan.
“Baik,” sahut salah satu pelayan.
“Yuk semuanya kita foto-foto dulu baru makan,” sahut Agnes.
Setelah mereka berfoto-foto sebentar, mereka langsung makan makanan yang sudah dibeli. Kali ini Eric duduk disebelah Audri sehingga Eric yang membakar makanan milik Audri.
“Kamu Cuma mesen makanan ini aja Dri,” ujar Kak Eric.
“Iya kak,” ucap Audri.
“Sini aku bakarin punya kamu Dri,” ucap Kak Eric.
“Tapi kak, nanti yang bakarin punya kakak siapa?” tanya Audri.
“Ehem…ehem…ehem,” sahut Kak Verdi.
“Kayanya ada yang mau cari-cari kesempatan nih buat deketin Audri,” sahut Kak Alvin.
“Berisik banget sih kalian,” bisik Kak Eric.
“Kalau mau deketin Audri terang-terangan aja donk Ric,” sahut Kak Delvin.
“Iya deh iya,” sahut Kak Eric.
“Kenapa kalian pada ngobrol aja sih?” tanya Agnes.
“Ini loh Nes kakak loe mau ngedeketin Audri dengan cara ngebantuin bakar makanan milik Audri,” jawab Kak Alvin.
“Apaan sih kalian,” sahut Kak Eric.
“Sudah sudah lebih baik kita makan aja,” ujar Audri.
Setelah Audri berbicara seperti itu mereka semua langsung pada mulai membakar makanan dan makan dengan tenang. Kurang lebih mereka berada di restoran itu sampai jam 1 siang.
Mereka masih memiliki waktu 20 menit untuk nonton film The Medium. Tapi mereka langsung menuju bioskop dan membeli beberapa camilan untuk melihat film tersebut nantinya. Mereka juga langsung berada di studio 3 tempat pemutaran film tersebut. Tapi ada sebagian dari mereka yang sedang ke toilet juga.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13.20 dan pintu teater studio 3 sudah dibuka. Mereka bersembilan pun langsung menunjukan tiket dan dipersilahkan masuk oleh petugas teater.
Saat di dalam teater 3 mereka bersembilan mencari tempat duduk huruf H dan mereka semua duduk berdampingan. Lagi-lagi Kak Eric minta untuk duduk didekat Audri. Kak Delvin juga minta duduk didekat Audri.
__ADS_1
“Eh gue duduk dekat dengan Audri donk,” sahut Kak Eric.
“Boleh kok kak,” jawab Retha.
“Gue juga mau duduk dekat Audri boleh gak,” ucap Kak Delvin.
“Boleh aja kok kak,” sahut Agnes.
“Ret loe duduk di sebelah Kak Delvin aja,” sahut Audri.
“Ok Dri,” ucap Retha.
Sedangkan Agnes duduk disebelah Kak Eric. Di sebelah Agnes duduk Kak Verdi, Indira, Helsa dan Kak Alvin.
Film The Medium sebenernya serem dikarenakan itu film horror. Audri duduk di tengah-tengah antara Kak Eric dan Kak Delvin. Jujur Audri sempet ketakutan saat nonton film itu. Tetapi saat Audri ketakutan ada tangannya Kak Eric yang menggenggam tangannya. Sehingga membuat Audri tidak ketakutan saat menonton film tersebut.
Tak terasa film tersebut sudah habis di pukul setengah 4 sore. Mereka dan para pengunjung bioskop langsung memutuskan untuk keluar dari bioskop tersebut. Mereka bersembilan segera ke toilet yang berada di bioskop tersebut.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
“Akhirnya ya filmnya selesai juga,” ucap Helsa.
“Iya bener banget. Gue capek duduk terus tau,” ujar Retha.
“Sama gue juga capek duduk terus,” ujar Audri.
“Gimana kalau setelah ini kita jalan-jalan dulu yok,” sahut Indira.
“Boleh sih. Tapi nanti kita tungguin para cowok-cowok dulu,” ujar Agnes.
“Ok deh Nes,” sahut Audri.
Tak lama para cowok-cowok pun keluar dari toilet dan langsung bergabung dengan para cewek-cewek.
“Loh kalian udah pada keluar duluan dari toilet,” sahut Kak Eric.
“Udah kak. Karena toiletnya kurang begitu ramai kak,” ujar Audri.
“Pantesan kalian para cewek-cewek cepet banget,” ucap Kak Verdi.
“Kak, tadi Indira bilang mau jalan-jalan dulu karena pada capek duduk,” ucap Agnes.
“Boleh deh dek. Soalnya waktu juga masih terlalu pagi kalau untuk pulang sekarang,” sahut Kak Eric.
“Kalian pada mau jalan-jalan ke mana lagi?” tanya Kak Eric kembali.
“Mungkin kita jalan-jalan atau beli minuman dan camilan lainnya aja kak,” jawab Helsa.
“Boleh tuh kalau gitu,” sahut Kak Eric.
“Yuk sekarang kita lebih baik turun!” perintah Kak Verdi.
“Ok kak,” sahut para cewek-cewek berbarengan.
Mereka semua langsung turun menuju ke lantai 2. Di lantai 2 ada beberapa tempat yang menjual aksesoris, makanan dan minuman. Para cewek-cewek mampir sebentar ke tempat aksesoris untuk melihat-lihat apakah ada jepitan rambut yang cocok untuk dibeli atau tidak.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
__ADS_1
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕