Mengejar Cinta Anak Konglomerat

Mengejar Cinta Anak Konglomerat
Eric Badmood


__ADS_3

Akhirnya Verdi pun membuka mobil milik Eric dan merekapun mulai meninggalkan parkiran kampus untuk pulang ke rumah masing-masing.


Selama perjalanan pulang Eric yang biasanya akan selalu berbincang ketika ada orang tiba-tiba menjadi pendiam sekali. Hingga membuat Verdi kebingungan dengan sikap Eric yang mendadak menjadi pendiam seperti ini.


“Ric loe kenapa sih?” tanya Verdi.


“Gak apa-apa kok Ver,” jawab Eric.


“Loe dari tadi diem terus Ric,” ujar Verdi.


“Gue juga kan jadi khawatir banget sama loe Ric,” lanjut Verdi.


“Entah lah Ver ada sesuatu yang mengganggu pikiran gue,” ucap Eric.


“Loe pasti mikirin ucapannya sih Delvin ya Ric,” sergah Verdi.


“Yaaa begitulah Ver,” ucap Eric.


“Kenapa loe harus mikirin ucapannya Delvin sih Ric?” tanya Verdi.


“Bukannya loe kaga ada rasa apa-apa ya Ric dengan Audri,” sambung Verdi.


“Entahlah Ver. Gue aja bingung Ver dengan perasaan sendiri,” ucap Eric.


“Tapi jujur gue kesel banget ngeliat Audri dekat dengan Delvin,” sambung Eric.


“Mungkin tanpa sadar loe udah jatuh cinta dengan Audri Ric,” ucap Verdi.


“Gak mungkin lah Ver,” ucap Eric.


“Udah aahhh Ver gue mau tiduran aja,” sambung Eric.


Setelah itu Eric memutuskan untuk tiduran saja di dalam mobil. Eric mengistirahatkan pikiran dan badannya. Sedangkan Verdi menyetir sambil mendengarkan radio dari dalam mobil.


Walaupun di dalam mobil Eric ingin sekali tidur, tetapi dia sama sekali tidak bisa tidur dan berpikir tentang apa saja yang dibicarakan Delvin dan Audri. Kemudian Eric pun berpikir tentang apa yang diucapkan oleh Verdi dan Agnes.


“Apa bener ya aku sudah jatuh cinta dengan Audri?” batin Eric.


“Jika aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan Audri, bagaimana aku mengatakan perasaan ku ini dengannya ya?” batin Eric kembali.


“Bagaimana jika Audri tidak suka dengan aku?” batin Eric lagi.


Di dalam mobil dan sambil memejamkan mata banyak sekali yang ada dipikirannya Eric. Hingga tak sadar Eric pun tertidur walaupun hanya sebentar saja. Eric tertidur di dalam mobil sekitar 30 menitan karena Verdi membangunkannya saat bensin mobilnya sudah tinggal sedikit.


“Ric, bangun,” ucap Verdi sambil meggoyangkan tangan Eric.

__ADS_1


Setelah Verdi membangunkannya, Eric pun langsung terbangun dengan suara seraknya dan bertanya kepada Verdi ada apa? Kenapa Verdi harus membangunkannya saat Eric baru tertidur sebentar karena pikiran yang mengganjal di otaknya? Dan sebenernya Eric sedikit kesal dengan Verdi yang membangunkannya seperti itu.


“Gue bangunin loe karena bensin loe udah mau habis,” jawab Verdi.


“Ya udah tinggal di isi aja. Gitu aja kok repot sih,” sinis Eric.


“Ric, loe itu sebenernya kenapa sih?” tanya Verdi.


“Kok jadi sinis gitu sih?” tanya Verdi kembali.


Eric hanya diam dan tak menjawab pertanyaan dari Verdi.


Tapi sepertinya Verdi mengetahui alasan kenapa Eric bisa seperti itu. Mungkin benar tebakannya dan Agnes bahwa sebenernya Eric sudah jatuh cinta dengan Audri. Tetapi Eric tidak menyadari perasaannya itu.


Akhirnya Eric pun hanya memberikan sebuah nasihat kepada Eric.


Ric, kalau emang loe beneran suka dan jatuh cinta dengan Audri lebih baik kejar saja. Karena nanti kalau loe terlambat yang ada bisa nyesel loh. Gue rasa Delvin juga suka dengan Audri, Ric. Ucap Verdi yang memberikan nasihat kepada Eric.


Ya udah sekarang loe lebih baik pikir-pikir lagi ucapannya gue Ric. Ambil keputusan yang terbaik ya Ric. Lanjut Verdi sambil membelokkan mobilnya Eric di area pombensin.


Setelah selesai mengisi bensin Verdi langsung tancap gas menuju kediaman Eric. Verdi tiba-tiba berencana akan menginap di rumah Eric karena bosan tinggal sendiri di rumahnya.


“Ric, gue boleh ya nginep di rumah loe?” tanya Verdi.


“Ya gue lagi bosan Ric tinggal sendirian di rumah,” sahut Verdi.


“Lagian juga kan gue emang udah biasa dari kecil nginep di rumah loe Ric,” timpal Verdi.


“Ya sudah kalau loe mau nginep mah silahkan saja Ver,” sahut Eric.


“Thank you ya Ric,” ucap Verdi.


Eric terdiam dan tak menyauti ucapannya Verdi. Karena lagi-lagi pikirannya Eric tertuju dengan Delvin dan Audri.


Hingga beberapa saat kemudian Eric tetap terdiam dan tak sadar bahwa dirinya serta Verdi sudah berada di kawasan perumahan milik keluarga Eric.


Seperti biasa para pelayan sudah menyapa tuan mudanya ketika berada di dalam rumah. Verdi pun tak lupa disapa oleh para pelayan yang ada di rumah Eric. Para pelayan tentu sangat mengetahui Verdi karena dia adalah keponakan dari sang majikan. Apalagi sejak kecil Verdi sudah menginap di rumah keluarga Eric.


Saat Makan Malam Tiba 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Kali ini keluarga Eric hanya makan bersama dengan Agnes, Dira, dan Verdi. Orang tua Eric sedang berada di luar negeri mengurus bisnisnya. Kali ini Papa Eric sedang berada di Prancis untuk mengurus perusahaannya di sana. Sedangkan Mama Eric sedang berada di London untuk mengurus salon kecantikkannya.


Bagi Eric, Dira, dan Agnes ditinggal selama beberapa hari atau beberapa bulan hingga satu tahun lamanya adalah hal yang biasa baginya. Orang tua mereka adalah pebisnis yang sukses dan terkenal. Banyak hal yang harus diurusi oleh orang tua mereka tentang bisnisnya apalagi bisnis yang berada di luar negeri.


Untuk di dalam negeri sendiripun sebenarnya sudah di pegang oleh Dira dan Eric. Tetapi Eric jarang sekali berada di kantor dan hanya mengecek pekerjaan melalui email saja. Sedangkan Dira selalu datang ke kantor.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam tiba waktunya bagi keluarga Eric berbincang-bincang. Walaupun tanpa orang tua mereka selalu melakukannya seperti itu. Tapi kali ini Eric tampak diam dan tak bisa berkonsentrasi ketika diajak berbicara atau menonton film. Hingga sang kakak merasa khawatir dengan kondisi adiknya itu.


“Dek kenapa kamu diam aja dari tadi?” tanya Dira.


“Gak apa-apa kok Kak,” jawab Eric.


“Kak, dari tadi sih Eric sudah diam seribu bahasa,” sahut Verdi.


“Malah Eric juga lagi dalam kondisi badmood loh kak,” sambung Verdi Kembali.


Mendengar hal itu dari adik sepupunya membuat sang kakak sangat mengkhwatirkan kondisi adiknya yang sangat tidak baik-baik saja.


Hal ini membuat Eric memilih untuk beristirahat di dalam kamar. Tetapi sebelum berkata untuk beristirahat di dalam kamar sang kakak sudah kembali berbicara kepadanya.


“What’s wrong Ric?” tanya Dira.


“Gak ada apa-apa kak,” jawab Eric.


“Eric lagi mikirin beberapa hal aja kak. Tapi semua baik-baik saja kok,” sambung Eric kembali.


“Bohong kak,” timpal Verdi.


“Kemungkinan saat ini Eric sedang cemburu kak melihat seseorang yang dia sayangin diantar pulang dengan Delvin tadi,” ucap Verdi kembali.


“Really Ric???” tanya Dira.


“Jangan di dengerin kak ucapannya Verdi,” jawab Eric.


“Come on lah Ric. Jujur aja dengan perasaan loe sendiri,” ucap Verdi.


"Ngapain loe pendam sendiri sih soal perasaan Ric," Verdi kembali memberikan nasihat ke Eric.


Akhirnya sang kakak pun memilih diam dan menyuruh Eric beristirahat saja. Tetapi sebelum beristirahat kakaknya mengatakan jika ada masalah apapun bisa datang dan bercerita ke dia. Kakaknya akan selalu menjadi pendengar yang baik untuk Eric. Begitulah pesan kakaknya kepada Eric sebelum Eric pergi meninggalkan ruang keluarga.


Eric yang mendengar ucapan dari kakaknya hanya bisa menjawab iya dan segera pergi meninggalkan ruangan keluarga itu.


Setelah percakapan singkat dengan kakaknya, Eric pun memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar dan kemudian kakaknya pun bertanya tentang permasalah apa Eric alami kepada Verdi dan Agnes di tempat kuliah mereka.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.


Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕


Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2