
Eric dan sahabat-sahabatnya langsung duduk dan mereka melihat buku menu yang ada. Serta mereka semua berdiskusi ingin memesan pizza yang mana dan memesan minuman yang mana.
“Kalian pada mau pesen pizza yang mana?” tanya Kak Eric.
“Mendingan pesen pizza double box yang regular aja kak,” jawab Agnes.
“Gue setuju mending pesen yang kaya gitu,” sahut Kak Delvin.
“Iya gue juga setuju kok,” sahut Kak Verdi.
“Cewek-cewek gimana setuju gak?” tanya Agnes.
“Kita semua setuju kok Nes,” jawab Audri.
“Ya udah untuk toppingnya meat lovers sama super supreme chicken gimana,” ujar Kak Eric.
“Kita setuju Ric,” sahut Kak Alvin.
“Ada yang mau tambah pesenan lain gak?” tanya Agnes.
“Gue mau beef spaghetti aja,” ucap Helsa.
“Gue mau chicken wings,” ucap Indira.
“Gue mau garlic bread,” ujar Retha,
“Audri kamu mau tambah pesanan gak?” tanya Kak Eric.
“Hhhmmm…apa ya kak. Aku bingung nih,” jawab Audri.
“Gue mau tambahan oriental chicken spaghetti,” ujar Kak Delvin.
“Kak, adek mau tambah soup & salad ya,” pinta Agnes.
“Ok dek,” sahut Kak Eric.
“Kak bolehkah aku pesen chicken royale?” tanya Audri.
“Kalau kamu mau pesen aja. Nanti aku yang bayarin ya Dri,” sahut Kak Eric.
“Tapi gak usah dibayarin kak. Nanti aku gantiin uang kakak aja,” ucap Audri.
“Gak apa-apa kok Dri,” ucap Kak Eric.
“Gimana kalau kita minumnya coca cola yang 1 liter aja?” tanya Agnes.
“Boleh tuh,” jawab mereka serempak.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah mereka berdiskusi untuk menentukan pesanan akhirnya mereka langsung memanggil pelayan dan pelayan tersebut datang serta mencatat semua pesanan mereka.
Selang 20 menit pesanan mereka tiba. Seperti biasa mereka memutuskan untuk foto-foto terlebih dahulu baru memakan pesanan mereka. Mereka menghabiskan pesanan selama 1 jam dan beristirahat sebentar di tempat pizza tersebut selama 15 menit.
__ADS_1
Selama duduk 15 menit, Kak Eric bertanya kepada Audri ingin pulang sama siapa.
“Dri kamu pulang sama siapa?” tanya Kak Eric.
“Paling aku minta Kak Desi atau Kak Eko untuk jemput kak,” jawab Audri.
“Aku anterin pulang aja gimana Dri,” ujar Kak Eric.
“Aku ngerepotin kakak sama Agnes gak kalau anterin pulang?” tanya Audri.
“Gak kok Dri,” jawab Kak Eric.
“Dek nanti kita anterin Audri pulang dulu ya,” pinta Kak Eric.
“Ok deh kak,” sahut Agnes.
“Kalau kakak udah bilang ke Agnes seperti tadi, aku setuju kak,” ucap Audri.
“Nah begitu donk Dri. Loe kaga perlu sungkan-sungkan begitu,” sahut Agnes.
“Iya bener Dri loe kaga perlu sungkan begitu ya,” sahut Indira.
“Karena kalian udah bilang seperti itu gue gak akan sungkan-sungkan lagi,” ucap Audri.
“By the way, hari besok Senin jadi kan Dri loe bawain kita masakan buatan loe?” tanya Retha.
“Iya jadi kok,” jawab Audri.
“Kalian nanti harus cicipin masakan gue ya. Terus nanti kasih komentar gimana soal rasanya,” sambung Audri kembali.
“Kak udah malem nih. Lebih baik kita pulang aja gimana,” ucap Agnes ke Kak Eric.
“Iya dek. Bentaran lagi kita pulang kok,” sahut Kak Eric.
“Guys kita mau pulang ke rumah jam berapa nih?” tanya Kak Delvin.
“Sekarang juga kalau bisa kita pisah mah,” jawab Kak Verdi.
“Ya udah kalau sekarang pada mau pulang kita tinggal jalan sama-sama ke tempat parkir aja,” sahut Kak Alvin.
“Aku setuju kak,” ucap Retha.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Akhirnya mereka memutuskan pulang saat waktu sudah menunjukan pukul 19.30. Mereka memutuskan untuk jalan bersama ke area parkir, baru setelah itu mereka berpisah di sana.
Agnes dan Eric mengantarkan Audri pulang ke rumah. Mereka merasa tidak enak kepada orang tua Audri karena jalan-jalan ke mall sampai jam segini. Semoga saja Audri tidak kena omel dari kedua orang tuanya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampainya mereka di rumah Audri …
“Kak Eric, Agnes makasih ya udah mau anterin gue sampai ke rumah,” ucap Audri.
__ADS_1
“Sama-sama Dri,” sahut Kak Eric.
“Kak Eric sama Agnes pada mau mampir gak?” tanya Audri.
“Boleh Dri. Tapi kita main sebentar aja ya Dri,” jawab Kak Eric.
“Ok kak,” sahut Audri.
Agnes dan Kak Eric turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah Audri. Di sana ternyata sudah ada orang tua, kakak dan adiknya Audri. Mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga. Keluarga Audri menyambut Audri beserta dengan Agnes dan Eric dengan tersenyum hangat.
“Akhirnya loe pulang juga dek,” sahut Kak Eko.
“Iya kak. Maaf ya pulangnya kemaleman gini,” ucap Audri.
“Om, tante, kak maaf kalau acara jalan-jalan ke mall hari ini ngebuat Audri pulang kemalaman,” ucap Kak Eric kepada keluarga Audri.
“Tidak apa-apa Nak,” ucap Papa Audri.
“Kamu udah anterin anak kami pulang dengan selamat juga seharusnya kami yang mengucapkan terima kasih,” ujar Mama Audri.
“Iya Nak. Kami sebagai orang tua Audri mengucapkan terima kasih karena kamu udah menjaga Audri,” ujar Papa Audri.
“Sama-sama om,” sahut Kak Eric.
“Om, tante kalau gitu kami pamit pulang dulu ya, karena takut dicariin sama orang tua kami,” ucap Kak Eric.
“Mampir dulu untuk minum sebentar Nak,” sahut Mama Audri.
“Mohon maaf sebelumnya tante bukannya saya menolak untuk minum tapi saya takut akan dicariin sama orang tua,” ucap Kak Eric.
“Ya sudah kalau kalian ingin pulang tidak apa-apa,” ucap Papa Audri.
“Tapi kalian jangan ngebut-ngebut bawa mobil dan hati-hati di jalan,” sambung Papa Audri kembali.
“Baik om,” sahut Kak Eric.
“Tante nanti kalau saya ada waktu pasti akan main ke sini,” ucap Kak Eric kembali.
“Baik Nak,” ucap Mama Audri.
Setelah Kak Eric dan Agnes pamit pulang, mereka langsung menuju ke kediaman Abraham. Selama diperjalanan pulang Agnes tertidur di dalam mobil karena sudah sangat capek dan lelah. Sedangkan Eric menyetir mobil dan menyalahkan radio di mobil. Entah kenapa Eric merasakan perasaan hangat dari Audri saat tadi berada di dekatnya. Dan entah kenapa pada saat tadi Audri ketakutan Eric langsung menggenggam tangannya.
“Apakah aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Audri?” batin Eric.
“Jika aku jatuh cinta dengan Audri apakah dia akan menerima cintaku?” batin Eric.
“Lantas bagaimana caranya aku bisa mendekati Audri setiap hari ya?” batin Eric kembali.
Banyak yang dipikirkan Eric ketika sedang menyetir. Untungnya Agnes sedang tertidur jadi dia tidak banyak mengoceh sepanjang perjalanan menuju ke mansion Abraham. Tapi sekarang yang dipikirkan Eric bagaimana caranya untuk mendekati Audri setiap harinya dan selalu bisa menjaga serta melindungi Audri dari orang-orang yang akan mengincarnya. Karena Eric juga merupakan seorang CEO dari perusahaan Abraham Corporation. Di mana perusahaan itu banyak sekali musuh yang mengincar keluarga Abraham beserta orang-orang terdekat dari anak-anak Abraham.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
__ADS_1
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕