Mengejar Cinta Anak Konglomerat

Mengejar Cinta Anak Konglomerat
Masa Lalu Audri


__ADS_3

Tak terasa ternyata masakannya Audri pun sudah jadi dan para wanita yang lainnya sedang membantu Audri untuk menatanya di piring. Setelah menata di piring mereka akan menghidangkannya di ruang makan. Karena hari sudah menunjukan pukul 18.00 WIB maka mereka memutuskan kembali ke dalam kamar dan mandi lalu makan malam bersama.


Waktu untuk mandi ternyata sudah selesai dan mereka semua langsung berkumpul di ruang makan. Ada beberapa makanan yang harus dipanasin kembali karena Audri memasak kuah. Setelah dipanasin sekitar 5 hingga 10 menit Audri akan kembali membawanya ke ruang makan. Setelah sampai di ruang makan mereka semuanya makan malam.


Setelah makan malam selesai, mereka melanjutkan membicarakan aktivitas besok hari. Tadi siang Audri sudah mengakatakan bahwa akan pergi jalan-jalan pada waktu pagi hari. Entah bagaimana dengan yang lainnya akan melakukan aktivitas apa saja.


“Bagaimana jika kita besok malam pergi nongkrong ke café yang ada di daerah Bogor?” tanya Indira.


“Kan banyak itu café yang bagus-bagus juga,” ucap Indira kembali.


“Gue setuju sih kalau kita pergi nongkrong,” jawab Agnes.


“Ooohhh iya Dri, bagaimana kalau besok kita belajar saja?” tanya Retha.


“Bener Dri. Soalnya kan pagi kita tidak pergi ke mana-mana,” usul Helsa.


“Boleh juga paginya kita belajar lalu malamnya pergi nongkrong,” ucap Audri.


Akhirnya sudah diputuskan bahwa besok pada pagi tidak ada aktivitas sama sekali. Dan malam hari kami semua akan pergi nongkrong ke café. Jadi Audri hanya akan memasak untuk sarapan dan makan siang saja.


Setelah diskusi selesai mereka hanya duduk bersantai di ruang keluarga sambil menikmati buah-buahan serta cemilan yang sudah di buat oleh Audri. Mereka lebih memilih bersantai daripada bermain. Waktu beramin masih sangat amat panjang. Karena mereka akan liburan di Puncak hingga awal tahun.


Singkat cerita Audri berpamitan kepada sahabat-sahabatnya untuk ke kamar. Audri ingin mencari-cari resep makanan yang akan dihidangkan pada besok saat siang hari. Soalnya kemarin Audri sudah mencari beberapa menu masakan yang akan dia masak pada saat liburan tetapi belum melihat cara membuatnya saja.


Tak lama Audri pergi meninggalkan ruang keluarga, akhirnya Retha dan Agnes menyusul Audri ke dalam kamar. Di dalam kamar Audri, Retha, dan Agnes sempat bercanda. Mereka banyak bercerita tentang masa kecilnya hingga dewasa seperti sekarang. Entah kenapa Audri merasakan nyaman dan tenang saat dengan Retha dan Agnes. Mungkin dengan Helsa dan Indira juga akan merasakan seperti itu jika mereka tidur bersama.


Selang satu jam kemudian Helsa dan Indira pergi ke kamar Audri. Mereka ingin memiliki waktu bersama dengan Audri, Agnes dan Retha juga. Ternyata saat di luar kamar mereka semua mendengar suara ketawa dari kamar Audri. Karena tidak enak akhirnya Indira mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok…tok…tok


“Audri apakah kamu ada di dalam?” tanya Indira.

__ADS_1


“Iya Dir. Gue ada di dalam kok,” jawab Audri.


“Apakah gue dan Helsa boleh masuk ke kamar loe Dri?” tanya Indira kembali.


“Boleh kok. Masuk saja karena pintunya tidak gue kunci,” jawab Audri.


“Baiklah Dri,” sahut Helsa.


Akhirnya Indira dan Helsa masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Audri, Retha, dan Agnes.


Indira berkata dengan penuh tanya “bahwa pada saat berada di depan kamar terdengar suara tertawa yang sangat kencang. Tertawa siapakah itu?”


Retha pun akhirnya membuka suara bahwa “dialah yang sedang tertawa dan mengatakan permohonan maaf karena suara tertawanya terlalu besar."


“Kalian sedang membahas apa sih?” tanya Helsa.


“Ooohhh kita sedang melihat foto masa kecilnya Agnes dan Kak Eric,” jawab Retha.


“Yang ini loh Dir,” jawab Agnes sambil menunjukan fotonya dari ponsel Agnes.


“Ooohhh yang ini ya Nes,” sahut Helsa.


“Iya Hel,” ucap Agnes.


“Gue mau denger donk cerita masa lalu kalian,” ucap Indira kepada Audri dan Retha.


Akhirnya Audri dan Retha pun menceritakan tentang masa kecilnya hingga sekarang dewasa. Audri banyak menceritakan kisah hidupnya yang sederhana dan banyak sekali orang-orang yang tidak suka kepadanya karena hidup dalam kemiskinan. Di samping itu, banyak sekali orang-orang yang mengucilkannya juga karena status ekonominya. Tapi Audri tidak pernah mengeluh sama sekali kepada orang tuanya atas perekonomiannya.


“Makanya waktu awal ingin berteman dengan kalian aku ragu kalau kalian akan mengucilkanku tanpa sebab,” ucap Audri dengan menundukan kepalanya menahan tangis.


“Adri jangan seperti itu,” ucap Retha.

__ADS_1


“Kita gak akan mengucilkan loe kok,” ucap Agnes.


“Yang ada kita senang sekali bisa berteman dengan loe Dri,” ucap Indira.


“Sudah loe jangan nangis ya Dri,” ucap Helsa.


Akhirnya setelah Audri menceritakan kisah hidupnya, dia baru sadar bahwa ternyata persahabatan dengan Agnes, Retha, Helsa, dan Indira adalah sebuah ketulusan. Audri benar-benar sungguh beruntung memiliki mereka semua sebagai tempat untuk bersandar.


Mereka semua akhirnya berpelukan di ruangan kamar yang cukup besar itu. Setelah mereka berpelukan, mereka semua langsung tertawa dan mengambil foto dengan gaya candid. Hasil fotonya lumayan bagus dan mereka langsung mengubah foto whatsapp group dengan foto tersebut.


Singkat cerita, hari sudah semakin larut dan Indira serta Helsa harus kembali ke kamarnya untuk istirahat. Sayangnya di kamar tersebut tidak bisa untuk tidur berlima. Jika bisa tidur berlima, maka Indira dan Helsa juga akan tidur bersama dengan Audri, Agnes dan Retha.


“Sungguh gue beruntung sekali bisa mengenal kalian,” ucap Audri.


“Semoga persahabatan kita bisa selalu bahagia seperti ini ya,” ucap Agnes.


“Amin,” ucap Audri dan Retha berbarengan.


Setelah itu mereka membereskan posisi tempat tidur. Dengan posisi tidur Audri berada di tengah-tengah. Ujung kanan ada Agnes dan ujung kiri ada Retha. Mereka tidur berpelukan satu sama yang lainnya.


Di lain tempat, Eric yang melewati kamar yang di tempati oleh Audri rasanya ingin sekali dia mengetuk pintu kamar Audri. Ingin sekali rasanya Eric berbicara dengan Audri lagi. Dan ingin sekali Eric memeluk Audri seperti tadi. Banyak sekali yang ingin Eric lakukan dengan Audri. Tapi akhirnya Eric tidak jadi mengetuk pintu kamar itu dikarenakan hari sudah malam dan mungkin saja saat ini Audri sedang tidur.


Sebaiknya Eric akan menghubungi Audri untuk memastikan apakah dia sudah tidur atau belum. Jika belum tidur Eric akan mengajak Audri untuk berbicara di kolam renang. Eric ingin bersantai di kolam renang dengan Audri walaupun hanya sebentar saja. Jika sudah tidur, maka besok malam saja Eric akan mengajak Audri untuk duduk di kolam renang dan berbicara dengannya sebentar.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.


Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕


Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2