
Mereka semua membahas rencana liburan tetapi harus dipotong oleh jam pelajaran masuk kuliah. Sehingga mereka semua langsung bergegas untuk jalan ke dalam ruangan kuliah masing-masing. Tetapi waktu istirahat dan pulang kuliah mereka akan kembali berdiskusi tentang liburannya.
Sewaktu istirahat mereka tidak jadi membahas tentang rencana liburan dikarenakan waktunya yang sangat singkat. Jadi mereka memutuskan untuk membahas liburan pada saat pulang kuliah. Mengingat bahwa waktu liburan Natal dan Tahun Baru akan tiba dalam beberapa hari lagi.
Setelah pulang mereka memutuskan untuk nongkrong di dalam area kampus dan membahas tentang liburannya. Hari ini kelas Audri, Agnes, Retha, Indira, dan Helsa selesai lebih awal dikarenakan dosennya sedang ada urusan di luar kampus. Mereka menunggu Eric dan kawan-kawannya di sebuah taman kampus. Mereka mencoba mencari suasana dan berfoto sebentar sambil menunggu Eric dan kawan-kawannya.
Selang satu jam berlalu kelas Eric dan kawan-kawan sudah selesai. Eric dan kawan-kawannya langsung mencari Agnes dan kawan-kawannya di taman tersebut. Setelah Eric dan kawan-kawannya bertemu dengan Agnes dan kawan-kawannya juga mereka semua langsung memutuskan ke kantin. Sebelum ke kantin mereka membeli minuman terlebih dahulu.
"Guys kita untuk liburan kali ini jadinya pergi ke Puncak ya. Tidak cuma ke Puncak saja tetapi kita semua akan berkeliling ke Bogor juga ya. Pokoknya aku ingin liburan kita kali ini bisa berbeda. Aku juga sudah menyiapkan beberapa ide permainan," Ucap Agnes kepada sahabat-sahabatnya.
“Nah sekarang kita tentuin mau pergi berapa mobil dan mau pergi jam berapa?” tanya Verdi kepada sahabat-sahabatnya.
“Tunggu dulu lebih baik kita hitung saja ada berapa orang,” sahut Alvin.
“Team pria ada 4 orang dan team wanita ada 5 orang,” ucap Delvin.
“Nah berarti total ada 9 orang ya,” ujar Indira.
“Sedangkan kita semua biasa bawa mobil saat berpergian,” lanjut Indira.
“Bagaimana dengan team pria saja yang membawa mobilnya?” tanya Verdi.
“Boleh juga Ver kalau team pria saja yang membawa mobilnya,” jawab Eric.
“Bagaimana dengan Alvin, dan Delvin?” tanya Eric.
“Gue setuju kok,” jawab Alvin, dan Delvin serempak sambil menganggukan kepala mereka.
“Nah karena sudah diputuskan bahwa team pria yang akan membawa mobil sekarang menentukan berapa orang di masing-masing mobilnya,” ucap Agnes.
“Tadi pagi gue sudah kepikiran untuk ajukan bahwa team pria saja yang membawa mobil dan gue juga sudah memasukkan beberapa nama yang ada,” ujar Verdi.
“Wahh… gercep banget kayanya loe Ver,” ujar Alvin.
“Iya kan gue sudah bilang kalau tadi pagi baru terpikirkan,” balas Verdi.
“Sudah… sudah jangan pada bahasin masalah itu,” ucap Indira.
__ADS_1
“Jadi sekarang pembagian mobilnya bagaimana Kak Verdi?” tanya Helsa.
“Sebentar ya Hel mau konfirmasi ke mobilnya Delvian sama Eric bisa muat berapa orang,” jawab Verdi.
Helsa menganggukan kepalanya tanda mengerti akan ucapannya Verdi.
“Del, Ric mobil kalian muat berapa orang ya?” tanya Verdi kepada Delvin dan Eric.
“Mobil gue sih di depan muat 1 orang dan di belakang muat 2 orang saja. Soalnya yang kursi paling belakang bisa di pakai untuk barang bawaan cemilan dan sebagainya,” jawab Delvin.
“Punya gue juga sama sih Ver,” jawab Eric.
“Nah karena kita ada 9 orang, maka cukup untuk bawa 2 mobil saja ya,” ujar Agnes.
“Nanti ada yang berlima di mobilnya,” sambung Indira.
“Sudah setuju ya yang bawa mobil adalah Delvin dan Eric,” ucap Verdi.
“Kita semua setuju kok,” jawab mereka serempak.
Setelah semua sudah setuju dengan yang membawa mobil adalah Delvin dan Eric, maka sekarang akan aku bagikan untuk di mobil. Ucap Verdi dengan senyum yang sangat penuh makna tersembunyi di dalamnya.
“Kita semua bebas sih untuk masalah penempatan Kak Ver,” ucap Retha.
Sedangkan di lain tempat wajah Eric yang tadinya bersemangat mendadak ditekuk. Yang menyadari perubahan wajah Eric adalah Agnes dan Verdi. Yang lainnya biasa saja tidak melihat adanya perubahan wajah dari Eric. Sedangkan Audri sempat melirik sekilas ke arah Eric. Tetapi sayangnya Eric tidak melihat Audri yang sedang melirik ke arahnya. Sepertinya Audri menyadari perubahan wajah dari Eric, tetapi dia berusaha untuk tidak memikirkannya.
Setelah pembahasan mobil selesai dibicarakan, saatnya sekarang menentukan pukul berapa mereka semua akan berangkat menuju Puncak. Dikarenakan belum masuk liburan Natal dan Tahun Baru, maka kurang lebih membutuhkan waktu dua sampai tiga jam waktu perjalanan.
“Bagaimana kalau kita berangkat itu jam 06.00 saja?” saran Agnes kepada sahabat-sahabatnya.
“Kurang lebih kita akan sampai sekitaran jam 09.00 atau 09.30 di daerah Bogor,” sambung Agnes.
“Kalau berangkat jam segitu bukannya kita bisa sarapan bersama dulu di Bogor?” tanya Retha.
“Iya bisa Ret. Makanya gue punya usul untuk berangkat pagi-pagi,” jawab Agnes.
“Gimana kalian pada bisa gak berangkat jam segitu?” tanya Agnes kembali.
__ADS_1
“Kalau gue sih bisa karena bisa nginep di rumahnya Eric dan Agnes.” Jawab Verdi.
“Lalu bagaimana dengan orang-orang yang ada di mobilnya Delvin?” tanya Verdi.
“Gue bisa nginep di rumah Audri kok,” jawab Retha.
“Helsa, Kak Alvin, dan Indira bagaimana?” tanya Audri.
“Rumah Helsa sama Alvin sama arahnya dengan keluar dari perumahan di Cempaka kan?” tanya Delvin.
“Kalau memang keluar dari perumahan Cempaka bisa sekalian gue yang jemput. Tapi gue harus ke jemput ke tempat Audri dan Retha dulu,” sambung Delvin.
“Kak Del, aku nginep di rumah Audri saja,” ucap Helsa.
“Tinggal Kak Alvin aja yang gimana.” Ucap Helsa kembali.
“Kalau aku bisa nginep di rumah Agnes kok Kak Ver,” ucap Indira.
“Vin, loe masih inget gak rumah gue yang berada di Jalan Kamboja?” tanya Alvin kepada Delvin.
“Gue masih inget lah Vin,” jawab Delvin.
“Ya sudah kalau begitu nanti jemput gue di rumah yang Jalan Kamboja aja ya Vin,” ucap Alvin.
“Ok deh Vin,” ujar Delvin.
Akhirnya mereka sudah menentukan akan menginap di rumah Audri dan Agnes, agar besok hari ketika berangkat langsung jalan saja dari tempat masing-masing. Para wanita juga tak lupa membahas akan membawa baju renang atau bikini karena di villa milik Agnes ada kolam renangnya sehingga mereka bisa berenang.
Mereka juga tak lupa menyiapkan berbagai macam cemilan dan keperluan lainnya yang dibutuhkan selama liburan berlangsung. Tak lupa Audri mengajak Agnes, Rehta, Indira, dan Helsa untuk belajar bersama di waktu senggang mereka saat berlibur nanti. Pasti akan ada waktu senggang mereka selama liburan. Tidak mungkin mereka akan menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan saja selama beberapa hari.
Tak terasa hari sudah sore dan pembahasan keberangkatan liburan ke Puncak sudah selesai dibicarakan, mereka semua memutuskan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing. Hari ini Audri akan di jemput oleh kakaknya. Dan kakaknya sedang dalam perjalanan menuju ke kampusnya Audri. Sahabat-sahabat Audri juga dengan setia menunggu kakaknya Audri tiba di kampus baru pulang ke rumah masing-masing.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕