
Banyak yang dipikirkan Eric ketika sedang menyetir. Untungnya Agnes sedang tertidur jadi dia tidak banyak mengoceh sepanjang perjalanan menuju ke mansion Abraham. Tapi sekarang yang dipikirkan Eric bagaimana caranya untuk mendekati Audri setiap harinya dan selalu bisa menjaga serta melindungi Audri dari orang-orang yang akan mengincarnya. Karena Eric juga merupakan seorang CEO dari perusahaan Abraham Corporation. Di mana perusahaan itu banyak sekali musuh yang mengincar keluarga Abraham beserta orang-orang terdekat dari anak-anak Abraham.
Hal ini nanti akan Eric pikirkan pada saat dia sudah sepenuhnya yakin soal perasaannya ke Audri. Untuk sementara ini semoga Audri tidak terjadi apa-apa jika dekat dengannya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampainya di mansion Abraham …
Eric dan Agnes sampai di mansion Abraham pukul 21.00. Dan dia tau bahwa para pekerja di rumahnya sudah beristirahat. Jadi Eric mengklakson mobilnya agar satpam yang berada di rumahnya membukan pintu gerbang.
Tin…tin…tin…anggaplah suara klakson mobil yang dibunyikan oleh Eric.
“Malam pak. Boleh tolong untuk dibukakan pintu gerbangnya,” pinta Eric sambil membuka kaca jendela mobilnya.
“Malam tuan muda. Baik tuan akan segera saya bukakan pintunya,” sahut satpam keluarga Eric.
Ketika pintu gerbang terbuka Eric langsung memasukan mobilnya ke dalam garasi. Dan setelah Eric memarkirkan mobilnya dia langsung membangunkan Agnes.
“Dek bangun kita udah sampai di rumah,” ucap Eric.
“Hoam kak, adek masih ngantuk banget ini,” ucap Agnes.
“Bangun dek. Tidurnya di kamar kamu ya,” ujar Kak Eric.
“Emangnya udah sampai ya kak di rumah?” tanya Agnes.
“Barusan dek kita sampai di rumah,” jawab Kak Eric.
“Bentar kak, adek kumpulin nyawa dulu ya,” sahut Agnes.
“Atau mau kakak yang gendong kamu dek,” ucap Kak Eric.
“Gak usah deh kak. Mendingan adek jalan sendiri aja,” sahut Agnes.
“Ya udah sekarang kita keluar dari mobil ya dek,” ucap Kak Eric.
Setelah mereka keluar dari mobil, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah. Dan saat berada di dalam rumah orang tua dan kakaknya sudah menunggu Agnes dan Eric.
Agnes dan Eric sempat diinterogasi oleh kedua orang tuanya dikarenakan pulang hingga larut malam.
“Dari mana kalian baru pulang jam segini?” tanya Papa Abraham.
“Aku sama Agnes abis ngumpul Pa sama sahabat-sahabat kami,” jawab Kak Eric.
“Kita minta maaf Pa, Ma udah pulang larut malam dikarenakan tadi aku sempet anterin sahabatnya Agnes ke rumahnya,” sambung Kak Eric kembali.
“Sudah Pa. Kan anak-anak kita juga sudah pada pulang dengan selamat,” ucap Mama Abraham.
“Lain kali kalau pulang larut lagi tolong kabarin kami ya Nak,” sambung Mama Abraham.
“Iya Ma. Nanti akan kami kabarin jika pulang larut,” ucap Agnes.
“Ma, Pa apakah kita sudah boleh naik ke kamar?” tanya Agnes kembali.
“Kalian boleh naik ke kamar. Langsung segera istirahat aja ya Nak,” sahut Mama Abraham.
__ADS_1
“Baik Ma,” ucap Kak Eric.
Setelah mereka diinterogasi oleh sang papa, mereka langsung memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Mereka langsung segera mandi dan beristirahat mengingat waktu sudah malam.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Keesokan harinya di kediaman Audri …
Hari ini aku bangun kesiangan karena kemarin pergi jalan-jalan bareng sahabat hingga larut dan membuat badan menjadi capek dan pegal sekali. Tapi aku harus membantu mama memasak dan menyiapkan bahan-bahan makanan untuk besok di bawa ke tempat kuliah. Aku juga harus mengecek tugas-tugas yang diberikan oleh dosen sehingga aku bisa menyelesaikannya tepat waktu.
Aku bingung ingin membuat masakan apa untuk dibagikan kepada sahabat-sahabatku. Di rumah aku ada ayam sama daging sapi yang masih mentah dan harus dikelola terlebih dahulu baru dijadikan santapan yang enak.
“Apa mungkin aku harus bertanya sama sahabat-sahabatku untuk membuat makanan apa?” batin Audri.
“Aku juga tidak tau selera mereka seperti apa,” batin Audri kembali.
Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepada mereka apa yang ingin di makan besok. Sehingga aku bisa memasak apa yang mereka inginkan untuk di makan. Aku juga tidak tau mereka suka pedas atau tidak.
Via group chat whatsapp …
“Besok kalian ingin makan apa?” tanya Audri kepada sahabat-sahabatnya.
“Soalnya gue bingung mau masakin kalian apa. Di rumah sih ada ayam sama daging sapi,” lanjut Audri.
“Terus gue juga kaga tau selera kalian kaya gimana. Kalian suka pedes atau gak juga gue masih belom tau,” sambung Audri kembali.
Saat aku bertanya seperti itu di dalam group chat whatsapp mereka masih belum membalasnya. Yaaa, wajar sajalah belum di balas karena sekarang baru menunjukan pukul 09.00. Mungkin saja mereka masih pada tidur atau ada yang sedang beribadah di Gereja atau di Vihara. Sedangkan aku ingin beribadah juga tapi harus membantu keluarga membereskan rumah.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
“Gue apa aja Dri,” sahut Retha.
“Gue juga apa aja lah,” ucap Kak Delvin.
“Kalau masalah pedes atau gaknya mungkin cabainya bisa loe pisah aja Dri,” balas Agnes.
“Kalian pada mau masakan korea food, chinese food atau jepang food?” tanya Audri.
“Chinese food juga boleh Dri,” ucap Kak Eric.
“Yang penting mah terserah sama kamu aja Dri,” sambung Kak Eric.
“Ya udah kalau semuanya terserah sama aku,” ucap Audri.
“Kalian mau masak berapa macam?” tanya Audri kembali.
“3 macam juga boleh Dri,” sahut Kak Delvin.
“Dri tunggu deh bukannya besok kita cuma ada 1 matkul aja ya?” tanya Indira sambil memastikannya.
“Iya sih besok kita ada 1 matkul aja. Tapi kan kita harus kerja kelompok karena ada tugas dari dosen A loh,” jawab Audri.
“Nah kalau gitu masak banyakan aja Dri. Besok kita ke kosan gue ya makan + sekalian kerjain tugasnya,” ucap Retha.
“Besok yang cowok-cowok kelas sampai jam berapa?” tanya Helsa.
__ADS_1
“Gak tau kita. Di jadwal sih sampai sore,” balas Kak Eric.
“Ya sudah besok gue taro makanan di kosan loe ya Ret,” ucap Audri.
“Ok deh Dri,” sahut Retha.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Akhirnya aku memutuskan untuk ngebuat nasi hainam dengan toping ayam rebus (Pek Cam Kee) dan charsiu ayam atau ayam panggang merah, ayam kungpao, capcay kuah seafood dan sapi lada hitam. Untuk sambalnya nanti aku bikin sendiri aja. Tak lupa aku juga membuat dessertnya yaitu sup buah tanpa santan dan tanpa susu.
Aku memberikan informasi kepada mereka bahwa aku memasak beberapa masakan daging, sayur dan dessert. Nanti semua masakan itu akan dititip ke kosannya Retha. Masakannya akan dingin tapi nanti bisa dipanasin lagi.
“Semoga mereka bisa suka dengan apa yang aku masak ini,” batin Audri.
Visual nasi hainam
Visual charsiu ayam
Visual ayam kungpao
Visual capcay kuah seafood
Visual sapi lada hitam
Visual sup buah
Aku mempersiapkan bahan-bahan masakannya hari ini. Malam hari aku tinggal memasak aja dan pagi harinya aku harus memanaskan masakan tersebut agar tidak basi.
Waktu berasa sangat cepat. Aku menghabiskan waktu selama 2 jam untuk menyiapkan bahan-bahan serta merendam ayamnya agar tidak tercium bau amis saat memakannya.
Setelah menyiapkan berbagai bahan aku langsung mandi dan mengecek tugas-tugas yang ada serta kembali mengulang pelajaran-pelajaran yang sudah diberikan oleh dosen. Aku tidak ingin membuat kecewa kedua orang tua, kakak serta adikku yang sudah memberikan dukungan dan semangat buatku.
Setiap kali ada tugas dari dosen aku selalu mencatat di buku. Baik itu tugas individu ataupun tugas kelompok. Prinsip aku adalah setiap kali ada tugas dan aku memiliki waktu luang, aku pasti akan mengerjakan tugas-tugas tersebut dan akan mengulang kembali pelajaran yang ada.
Terkadang aku dengan sahabat-sahabatku juga seperti itu. Kami selalu mengerjakan tugas dan belajar bareng-bareng setiap ada waktu luang. Seperti besok aku dan sahabat-sahabatku akan mengerjakan tugas kelompok di kosannya Retha. Makanya aku membuat berbagai macam masakan agar bisa disimpan dan dimakan oleh Retha pada malam harinya.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕
__ADS_1