
Hari terus berlalu dan berganti menjadi minggu. Begitupun dengan minggu yang berganti menjadi bulan. Sudah tiba waktunya untuk mendekati liburan Natal dan Tahun Baru. Selama berbulan-bulan Audri menjadi dekat dengan sahabat-sahabatnya dan juga Audri menjadi dekat dengan Kak Eric dan sahabat-sahabatnya Kak Eric juga.
Tempat kuliah Audri akan mendapatkan hari libur pada liburan Natal dan Tahun Baru. Setelah liburan Natal dan Tahun Baru akan masuk kuliah untuk mengikuti ujian semester ganjil. Audri berniat mengisi liburan singkat tersebut untuk mencari pekerjaan part time buat mengisi waktu luangnya. Dan malam hari Audri akan belajar untuk ujian yang akan datang. Audri sudah mengirimkan surat lamaran kerja dan CV kepada beberapa restoran ataupun kedai kopi yang berada di sekitar perumahan tempat tinggalnya.
Tapi rencana tinggal rencana dikarenakan Agnes menanyakan liburan Natal dan Tahun Baru kepada semuanya via whatsapp group.
Via Whatsapp Group …
“Gengs kalian liburan Natal dan Tahun Baru ada rencana sama keluarga gak?” tanya Agnes.
“Gue gak ada kok Nes,” jawab Retha.
“Emangnya loe mau ngajakin kita liburan Nes?” tanya Helsa.
“Yaa, gue sih emang pengen liburan bareng sama kalian,” jawab Agnes.
“Makanya gue tanya sama kalian ada rencana atau kaga,” sambung Agnes kembali.
“Biasanya loe ada rencana liburan bareng dengan keluarga Nes,” ucap Helsa.
“Iya sih. Biasanya begitu. Cuma kayanya sekarang gue pengen ngabisin waktu liburan bareng sama kalian,” ucap Agnes.
“Lagipula kita liburan kan bisa belajar bareng juga dengan Audri. Kan masuk kuliah langsung ujian,” lanjut Agnes kembali.
“Iya juga sih Nes. Kan Audri itu pinter jadi kita bisa iseng-iseng belajar sama dia,” ucap Helsa.
“Kok yang lain pada belum nonggol ya?” tanya Retha.
“Gak tau nih Ret,” jawab Helsa.
“Tapi ya gue setuju sih kita liburan bareng. Kan kalau ada waktu kita bisa belajar bareng juga dengan Audri,” ucap Retha.
“Kita tunggu yang lain dulu aja gimana,” usul Agnes.
“Boleh Nes. Kita tunggu jawaban yang lainnya dulu aja,” ujar Retha.
Akhirnya Agnes, Helsa dan Retha melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Hingga sekitar 30 menit kemudian banyak yang membalas pertanyaan Agnes via whatsapp group.
“Kalau gue sih biasanya ada pemotretan menjelang Natal dan Tahun Baru,” balas Indira.
“Tapi kalau emang kita mau liburan bareng nanti gue coba minta ijin dulu ke pihak manajemen ya,” sambung Indira kembali.
“Hhhmmm…kalau gue sih sebenernya ingin cari kerja part time selama liburan ini,” ucap Audri.
“Ya hitung-hitung sih buat tambahan uang jajan,” sambung Audri kembali.
“Jadi gimana keputusannya nih gengs?” tanya Agnes.
“Kalau gue sih bebas aja,” jawab Helsa.
“Yang cowok-cowok pada belum bales ya,” ucap Audri.
“Kalau jadi nanti gue bicarakan dengan Kak Eric kita mau pergi ke mana,” ucap Agnes.
“Udah besok disambung lagi aja pas jam istirahat,” ujar Kak Eric.
“Tumben sih Kak Eric online jam segini?” tanya Helsa.
“Dari tadi gue cuma nyimak aja kok,” jawab Kak Eric.
“Ooohhh gitu ya kak,” ujar Helsa.
“Ya udah lanjut besok lagi aja. Sekarang udah mulai larut malam lebih baik kita beristirahat,” ujar Kak Eric.
“Iya kak. Sekarang udah mau hampir jam 10 malem sih,” ucap Audri.
“Selamat malam semuanya. Semoga mimpi yang indah ya,” sambung Audri.
“Have a nice dream guys,” ujar Agnes.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua menyudahi obrolan malem di whatsapp group dikarenakan waktu sudah malam. Mereka semua memilih untuk tidur dikarenakan besok ada jadwal kuliah.
Saat Audri ingin mematikan ponsel dan istirahat, tiba-tiba saja Kak Eric mengirimkan pesan pribadi melalui aplikasi chat whatsapp.
“Dri besok kamu berangkat kuliah sama siapa?” tanya Kak Eric.
“Aku besok berangkat sama Kak Desi, kak,” jawab Audri.
“Ada apa ya kak?” tanya Audri.
“Gak apa-apa kok Dri. Tadinya aku mau jemput kamu,” jawab Kak Eric.
“Yaa kita kan sudah lama Dri gak berangkat kuliah bareng,” sambung Kak Eric.
“Ya ampun kak kirain kenapa. Bukannya kemarin lusa ya sebelum kakak off baru jemput aku,” ucap Audri.
Flashback …
Dua hari sebelumnya pagi-pagi sekali Kak Eric sudah sampai di rumah aku. Kak Eric belum memberikan kabar ke aku bahwa dia ingin main ke rumah untuk menjemput aku serta berangkat bareng ke tempat kuliah.
Bahkan pada saat Kak Eric datang, aku masih tidur di dalam kamar. Sehingga Mama masuk ke dalam kamar dan membangunkan aku. Mama bilang ada Kak Eric datang ingin menjemput serta berangkat bareng denganku.
“Audri sayang bangun Nak,” ucap Mama Audri.
“Tapi Ma, aku kan sudah ada alarm untuk bangun,” ucap Audri.
“Sayang bangun sekarang yuk. Di ruang tamu ada Nak Eric,” ucap Mama Audri.
“Hah??? Di ruangan tamu ada Kak Eric, Ma,” ucap Audri sambil kaget setengah mati karena ada Kak Eric di rumahnya.
“Iya sayang,” ucap Mama Audri.
“Memangnya Nak Eric tidak memberitahukan ke kamu jika ingin main ke rumah?” tanya Mama Audri.
“Aku belum cek ponsel Ma. Kemarin sih tidak ada pesan dari Kak Eric, Ma,” jawab Audri.
“Ok Ma,” ucap Audri.
Audri pun langsung bergegas bangun dari tempat tidur. Setelah bangun dari tempat tidur, dia pun langsung mandi dan sarapan bareng keluarganya. Baru setelah selesai sarapan langsung berangkat kuliah dengan Kak Eric.
Audri mandi membutuhkan waktu 15 menit. Setelah selesai mandi, Audri bergegas untuk berganti pakaian dan langsung pergi ke ruang tamu. Audri terlebih dahulu menyapa Kak Eric.
“Pagi Kak Eric,” sapa Audri.
“Pagi juga Dri,” sahut Kak Eric.
“Kak Eric kok ke rumah aku gak bilang-bilang sih?” tanya Audri.
“Iya Dri. Maaf ya kemarin lupa bilang ke kamu kalau pagi ini ingin jemput kamu,” jawab Kak Eric.
“Kan aku tadi belum bangun kak. Terpaksa deh tadi Mama yang bangunin aku, kak,” ujar Audri.
“Ya maaf deh Dri. Besok-besok kalau mau jemput kamu, aku kabarin ya,” ucap Kak Eric.
“Nah gitu donk kak. Kan aku bisa bangun lebih awal dan siap-siap juga,” ujar Audri.
“Ehem…ehem…ehem…kalian kok pada berbincang di sini sih?” tanya Mama Audri.
“Eh ada Mama. Audri hanya berbincang sebentar kok Ma dengan Kak Eric,” jawab Audri.
“Iya tante. Kami hanya berbincang sebentar aja kok,” jawab Kak Eric.
“Nak Eric kamu sudah sarapan belum?” tanya Mama Audri.
“Belum tante. Soalnya tadi habis bangun aku langsung bergegas mandi,” jawab Kak Eric.
“Ya sudah gimana kalau kita sarapan bareng saja!” perintah Mama Audri.
“Boleh tante. Dengan senang hati,” jawab Kak Eric.
__ADS_1
“Dri kamu ambilkan piring 1 lagi ya buat Nak Eric!” perintah Mama Audri.
“Ok Ma,” jawab Audri.
Setelah Audri mengambilkan piring untuk Kak Eric, mereka segera makan bersama. Sarapan bersama cuma ada Audri, Mama Audri dan Kak Desi aja. Karena Papa Audri, Kak Eko dan adiknya Raka sudah berangkat kerja serta sekolah.
“Nak Eric, cobain ini makanan masakan kakaknya Audri,” ujar Mama Audri sambil menyodorkan makanan ke Eric.
“Iya tante. Pasti akan aku cobain kok masakannya Kak Eko,” ujar Kak Eric.
“Sepertinya makanannya gak kalah enak ya tante dengan masakannya Audri,” sambung Kak Eric.
“Iya Nak Eric,” ucap Mamanya Audri.
Setelah keluarga Audri, Audri dan Kak Eric menyendokkan makanan ke dalam piring, mereka semua langsung menikmati waktu sarapan bersama. Ini pertama kali bagi Eric bisa sarapan bersama dengan Audri dan keluarganya. Walaupun tidak bisa sarapan bersama dengan lengkap bersama dengan papa, kakak dan adiknya Audri.
“Semoga suatu hari nanti aku bisa sarapan bersama dengan papa, kakak dan adiknya Audri,” batin Kak Eric.
Selesai Sarapan …
“Nak bagaimana masakannya anak tante?” tanya Mama Audri.
“Enak banget tante. Sama seperti masakannya Audri,” jawab Kak Eric.
“Syukurlah Nak kalau kamu cocok dan suka dengan masakannya kakaknya Audri,” ucap Mama Audri.
“Iya tante,” ucap Kak Eric.
“Kak, sebentar ya aku ambil tas dulu di kamar,” ucap Audri.
“Ok Dri,” ucap Kak Eric.
“Kapan-kapan kamu main ke sini ya Nak Eric,” pinta Mama Audri.
“Iya tante. Kalau aku sempet dan punya waktu pasti main ke sini kok,” jawab Kak Eric.
Setelah Audri mengambil tasnya, Audri dan Eric pun langsung berpamitan kepada Mama dan Kakaknya Audri untuk berangkat kuliah.
“Tante, Kak, aku dan Audri langsung pamit berangkat kuliah ya,” pamit Kak Eric kepada Mama dan Kakaknya Audri.
“Iya Nak. Kamu bawa mobilnya hati-hati ya,” ujar Mama Audri.
“Pasti tante,” ucap Kak Eric.
“Ma, Kak, aku pergi kuliah dulu ya,” pamit Audri kepada Mama dan Kakaknya.
“Iya dek. Kamu hati-hati ya di jalan,” ucap Kak Desi.
“Hati-hati ya sayang. Belajar yang serius ya sayang,” ucap Mama Audri sambil memberikan nasihat kepada Audri.
“Siap Ma!” ucap Audri sambil memberikan hormat kepada Mamanya.
Audri dan Kak Eric pun langsung keluar rumah dan langsung berangkat menuju tempat kuliahnya.
Flashback selesai …
Mohon maaf banget author baru bisa menulis kembali dikarenakan kemarin sibuk menjaga nenek yang sedang sakit.
Tapi Tuhan berkehendak lain. Nenek author sudah berpulang ke sisi Tuhan pada tanggal 05 Desember kemarin. Sehingga saat suasana masih berduka author tidak bisa meneruskan cerita ini hingga sekarang.
Doakan author bisa melanjutkan cerita ini ya semuanya. Terima kasih juga karena kalian masih menunggu kelanjutan cerita dari Eric dan Audri.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕
__ADS_1