
Mendengar hal itu Verdi pun mengerti kenapa Eric bisa bersikap seperti itu. Eric yang selama ini belum pernah jatuh cinta sekarang sudah mulai merasakan jatuh cinta. Tetapi lagi-lagi Eric belum sadar bahwa dia sedang jatuh cinta. Di mana saat ini Eric sedang merasakan cemburu ketika ada pria lain yang ingin mendekati Audri selain dirinya. Hal inilah yang membuat Verdi, Agnes dan kakaknya ingin membantu Eric untuk mengetahui perasaan sesungguhnya kepada Audri. Semoga dengan rencana ini bisa membuat Eric mengakui bahwa dia sudah jatuh cinta kepada Audri.
Akhirnya Verdi kembali ke ruangan keluarga dengan sendirian. Sedangkan Eric masih berada di balkon untuk menyendiri.
“Itu Kak Verdi sudah kembali,” sahut Audri.
“Eh iya itu beneran Verdi,” ucap Alvin.
“Gimana Kak, sudah bicara dengan Kak Eric?” tanya Agnes.
“Sudah Nes. Tapi Eric masih ingin sendiri dulu,” jawab Verdi.
“Memang Kak Eric lagi ada di mana sih Kak Ver?” tanya Audri.
“Eric lagi ada di balkon Dri,” jawab Verdi.
“Ya sudah Kak. Aku coba samperin Kak Eric dulu ya,” ucap Audri.
“Ok deh Dri,” sahut Agnes.
Akhirnya Audri memilih untuk menyamperin Eric yang sedang berada di balkon. Berada di balkon villa terasa sejuk sekali sehingga nyaman untuk menyendiri dan menenangkan hati serta pikiran.
“Kak Eric lagi ngapain di sini sih?” tanya Audri yang sedikit membuat Eric kaget.
“Audri… kamu ngapain ada di sini?” Eric balik bertanya ke Audri dengan rasa kagetnya.
“Aku ke sini karena ingin samperin kakak,” jawab Audri.
“Kakak ngapain ke sini. Kenapa gak di ruang keluarga saja?” tanya Audri.
“Aku ke sini hanya ingin menyendiri dulu Dri,” jawab Eric.
“Kakak lagi ada masalah ya?” tanya Audri.
“Gak ada masalah kok Dri,” jawab Eric.
“Aku hanya ingin menyendiri dulu aja,” lanjut Eric.
__ADS_1
Eric lalu mendekat ke arah Audri dan memeluk Audri. Sehingga Audri sedikit kaget. Di lain tempat Delvin ingin menyusul Audri sehingga dia tidak sengaja melihat Eric yang sedang memeluk Audri. Delvin pun kecewa melihat pemandangan seperti itu.
“Dri, izinkan aku seperti ini sebentar ya,” ucap Eric yang sambil memeluk Audri dan sedikit mengeluarkan air matanya.
Audri yang bingung dan kaget saat di peluk oleh Eric memilih untuk diam sesaat dan mengizinkan Eric untuk memeluknya. Saat Eric memeluk Audri terasa sangat nyaman dan membuat hati Audri menjadi tenang.
Di lain tempat karena Audri terlalu lama menemui Eric akhirnya membuat Delvin menyamperin mereka berdua. Delvin hanya khawatir dengan Audri.
“Ver, gue susuin Audri dan Eric ya di balkon,” ucap Delvin.
“Ya sudah loe susulin mereka dulu aja Del,” ujar Verdi.
Akhirnya Delvin pun meninggalkan ruangan keluarga dan menuju ke arah balkon untuk menemui Audri dan Eric. Tetapi pada saat di ingin menuju ke balkon Delvin melihat Eric yang sedang memuluk Audri. Perasaan Delvin menjadi berkecamuk di dalam hatinya. Karena setau Delvin, Eric masih belum mempunyai perasaan apa-apa terhadap Audri.
Hal itu yang membuat Delvin mengurungkan niatnya untuk menemui Eric dan Audri. Tetapi pada saat Delvin ingin meninggalkan balkon Eric melihatnya dan mencegah Delvin meninggalkan balkon. Lalu Eric segera melepaskan pelukannya dari Audri. Keadaan seperti itu membuat Eric menjadi canggung terhadap Audri dan Delvin.
“Hhmm… Dri, maaf ya sudah lancang memeluk kamu seperti tadi,” ucap Eric dengan suasana yang canggung.
“Eh iya… iya gak apa-apa kok Kak,” ucap Audri dengan suara terbata-bata dan dengan nada yang sangat amat pelan.
Delvin langsung menjawab pertanyaan Eric dengan menutupi wajah kecewanya “Iya karena gue mau nyusulin kalian berdua di sini.”
“Ooohhh gitu ya Kak,” ucap Audri dengan menutupi rasa gugupnya.
“Kak Delvin, Kak Eric, aku duluan ya ke ruang keluarga,” ucap Audri.
“Kalian jangan lupa untuk datang ke ruang keluarga lagi ya,” ucap Audri kembali.
“Iya Dri,” ucap Delvin dan Eric berbarengan.
Setelah itu Audri segera turun dari balkon dan menuju ruang keluarga untuk membahas aktivitas apa saja yang akan mereka lakukan besok hari. Setelah sampai di ruang keluarga mereka masih menunggu Eric dan Delvin untuk melanjutkan membahas aktivitas besok hari.
“Tunggu sebentar! Hari ini kan masih siang kenapa harus membahas aktivitas buat besok sih?” tanya Indira dengan sedikit kesal.
“Seharusnya aktivitas besok itu di bahas pada malam hari,” lanjut Indira.
Apa yang Indira ucapkan ada benarnya juga karena mereka tiba di villa ini masih siang hari. Sehingga seharusnya mereka memikirkan aktivitas apa yang akan dilakukan pada malam hari.
__ADS_1
“Kita tunggu Audri, Eric, dan Delvin dulu ya baru bahas aktivitas sore nanti,” ucap Agnes.
Keadaan ruang keluarga menjadi diam sesaat dan mereka sedang asyik membuka media sosialnya masing-masing. Ketika Audri berada di ruang keluarga suasana baru mulai mencari.
“Dri, loe udah balik. Di mana Kak Eric dan Kak Delvin?” tanya Agnes.
“Mereka masih ada di balkon kok Nes,” jawab Audri.
“Palingan mereka sebentar lagi turun kok,” Audri kembali berkata.
Setelah itu Audri pergi meninggalkan ruang keluarga untuk mengambil air minum di dalam dapur.
“Guys, gue ke dapur dulu ya mau ngambil air minum,” ucap Audri.
“Dri, gue juga mau kok,” ucap Retha.
“Ya sudah ayo Ret barengan saja,” ucap Audri.
Audri dan Retha meninggalkan ruangan keluarga bersama-sama. Mereka menuju ke dapur. Saat di tangga Audri dan Retha berpapasan dengan Eric dan Delvin yang akan menuju ke ruang keluarga. Audri tidak menyapa Eric dan Delvin karena masih gugup saat tadi. Audri langsung bergegas meninggalkan Retha yang masih berada di tangga.
Tak berselang lama kira-kira 10 menit Audri dan Retha kembali dari dapur menuju ke ruang keluarga. Dan akhirnya diskusi akan dilanjutkan kembali dengan membahas aktivitas apa yang akan dilakukan pada sore hari.
Audri membuka suara bahwa dia sore hari ini akan memasak. Kebetulan ada bahan makanan yang akan Audri mencoba memasaknya. Karena Audri sudah berkata akan memasak maka team wanita akan membantunya dalam memasak. Mereka hanya bisa mengerjakan potong memotong daging ataupun sayuran. Sedangkan team pria tidak tahu harus ngapain menghabiskan waktu sore hari ini.
Waktu terasa cepat sekali berjalannya. Sekarang sudah sore hari dan Audri sedang bersiap-siap untuk memasak. Sedangkan para wanita yang lainnya masih belum tau di mana keberadaannya. Audri memulai memanaskan air dan memotong bahan-bahannya terlebih dahulu. Tak terasa sudah 10 menit Audri mengerjakannya dengan sendirian. Dan para wanita yang lainnya ternyata terlambat membantu Audri. Sehingga tidak ada pekerjaan lainnya yang bisa dikerjakan oleh para wanita lainnya.
Para wanita lainnya hanya melihat Audri yang sedang memasak di dapur. Tak lupa mereka mengabadikannya pada saat Audri sedang memasak. Retha sedang membuat story di media sosialnya. Sedangkan Indira mengajak Audri, Agnes, Retha, dan Helsa untuk berfoto sebentar. Akhirnya mereka berlima mengabadikannya dengan berfoto sebentar.
Tak terasa ternyata masakannya Audri pun sudah jadi dan para wanita yang lainnya sedang membantu Audri untuk menatanya di piring. Setelah menata di piring mereka akan menghidangkannya di ruang makan. Karena hari sudah menunjukan pukul 18.00 WIB maka mereka memutuskan kembali ke dalam kamar dan mandi lalu makan malam bersama.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕
__ADS_1