Mengejar Cinta Anak Konglomerat

Mengejar Cinta Anak Konglomerat
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Setelah mereka semua berpamitan akhirnya kelas pun dimulai. Singkat cerita mata kuliah pertama telah usai. Mereka semua langsung keluar kelas untuk menunggu di kantin. Mereka akan berangkat bareng-bareng menuju ke kosannya Retha. Sambil menunggu kakak dari Agnes dan sahabat-sahabat kakaknya Agnes sebagian dari mereka jajan terlebih dahulu di kantin.


Tak butuh waktu lama akhirnya kakak dari Agnes beserta sahabat-sahabat kakaknya Agnes tiba. Sementara yang tidak jajan di kantin menunggu mereka semua. Dan sisanya yang jajan segera bergegas menuju ke kantin. Setelah mereka semua berkumpul di kantin segera mereka semua bergegas menuju ke kosannya Retha.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Kesembilan orang tersebut menuju ke kosannya Retha pukul 12.10, mereka mengendarai mobil masing-masing. Sedangkan Audri berangkat bareng dengan Kak Eric. Mungkin dengan cara ini Audri dan Kak Eric bisa dekat satu sama lainnya. Di dalam perjalanan menuju ke kosannya Retha, Kak Eric selalu mengajak Audri berbicara.


“Dri kamu udah punya pacar belom?” tanya Kak Eric.


“Belom kak,” jawab Audri.


“Kalau kakak gimana,” sambung Audri.


“Aku juga belom Dri,” ucap Kak Eric.


“Ooohhh kirain aku kakak udah punya pacar,” ucap Audri.


“Tapi aneh juga ya kalau kakak belom punya pacar,” sambung Audri kembali.


“Aneh kenapa Dri?” tanya Kak Eric.


“Iya aneh aja lah kak. Kan kakak itu ganteng, baik, sopan lalu dari keluarga kaya raya masa belom ada pacar sih,” jawab Audri.


“Beneran kali Dri, aku masih belom punya pacar,” ucap Kak Eric.


“Yaa semoga aja kakak bisa menemukan cewek yang tepat ya,” ucap Audri.


“Amin Dri. Kamu juga ya semoga bisa menemukan cowok yang tepat,” ucap Kak Eric.


“Amin kak,” ucap Audri.


“Dri kalau aku ingin dekat dengan kamu boleh gak?” tanya Kak Eric.


“Deket kaya gimana kak,” jawab Audri.


“Yaa dekat sebagai teman ataupun lebih dari teman juga gak apa-apa kok Dri,” sahut Kak Eric.


“Kalau sebagai teman gak masalah buat aku kok kak. Tapi kalau mau dekat lebih dari teman aku agak takut aja kak,” ujar Audri.


“Takut kenapa Dri?” tanya Kak Eric.


“Yaa…aku takut aja kalau ada orang yang bilang jika aku dekat dengan kakak atau punya hubungan yang special sama kakak dibilangnya hanya untuk memanfaatkan harta kekayaan kakak aja,” jawab Audri sambil menundukan kepalanya.


“Kamu jangan punya pikiran seperti itu Dri,” ucap Kak Eric sambil menggenggam tangannya Audri.


“Kamu itu orangnya baik dan tulus kok. Kamu juga orangnya terlalu polos dan sungan sama orang,” sambung Kak Eric kembali.


“Tapi kak…nanti pasti ada yang akan memperbincangkan seperti itu,” ucap Audri.


“Kamu gak boleh bicara kaya gitu Dri. Semua orang berhak kok untuk berteman atau berhubungan dengan siapa saja asal orang itu tulus Dri,” ucap Kak Eric.


“Aku bisa melihat kamu bukan orang yang akan iri terhadap dengan kehidupan orang lain loh,” sambung Kak Eric kembali.


“Aku memang tidak pernah iri kak dengan kehidupan orang yang lebih mampu daripada keluargaku. Karena aku juga ingin bekerja keras untuk bisa membahagiakan keluargaku aja kak,” ucap Audri.


“Kamu mau tau gak Dri, kalau sebenernya Indira itu seorang model yang terkenal. Aku dan Agnes juga anak dari pengusaha terkenal loh. Begitupun dengan yang lainnya Dri,” ucap Kak Eric.

__ADS_1


“Tapi kita gak pernah mau membedakan pertemanan dengan siapapun itu. Yang terpenting untuk kami adalah hatinya tulus atau tidaknya Dri,” sambung Kak Eric.


“Pokoknya kamu jangan pikirkan omongan orang-orang ya Dri. Kamu harus jadi diri kamu sendiri,” sambung Kak Eric kembali.


“Iya kak aku akan mencoba untuk menjadi diri sendiri kok,” ucap Audri.


“Pokoknya mulai hari ini kalau bisa aku yang akan antar dan jemput kamu ya Dri,” pinta Kak Eric.


“Kak kalau pagi lebih baik jangan deh,” sahut Audri.


“Kenapa emangnya Dri?” tanya Kak Eric.


“Yaa kalau pagi nanti kakak sama Agnes yang telat. Masa harus jemput aku baru berangkat kuliah sih kak,” jawab Audri.


“Gak apa-apa kok Dri kalau harus jemput kamu kuliah. Lagipula aku kan bisa sarapan bareng juga sama anggota keluarga kamu,” sahut Kak Eric.


“Ya sudah aku sih terserah kakak aja,” ucap Audri.


Karena selama diperjalanan mereka berbincang-bincang tanpa disadari ternyata mereka sudah sampai di kosannya Retha. Mereka segera turun dari mobil dan langsung bergabung dengan teman-teman yang lainnya.


“Ehem…ehem…ehem…itu tangan kaga bisa dilepas apa,” sindir Kak Verdi.


“Eh iya ya kok gue baru sadar sih Kak Eric pegang tangannya Audri,” ucap Helsa.


“Sorry aku kelupaan tadi Dri,” ucap Kak Eric sambil melepaskan genggaman tangannya.


“Gak apa-apa kok kak. Santai aja lah kak,” ucap Audri.


“Udah jangan lama-lama berdiri di sana,” ujar Retha.


“Mendingan kalian semua pada masuk ke kosan gue deh,” sambung Retha kembali.


“Gengs ini makanan yang udah gue masak,” ucap Audri.


“Tapi masakannya jadi dingin sebaiknya dipanasin lagi aja ya,” sambung Audri kembali.


“Ret, di dapur kosan loe adakan alat-alat untuk memanaskan makanan ini?” tanya Agnes.


“Ada kok Nes,” jawab Retha.


“Ya udah sekarang kita panasin aja,” sahut Indira.


“Gue yang panasin dan kalian bantuin bawa makanannya ya,” ucap Audri.


“Ok Dri,” ucap Helsa dan Retha berbarengan.


Setelah itu para cewek-cewek membawa makanan yang akan dipanasin. Audri memanaskan semua makanan selama kurang lebih 10 menit. Dan setelah panas mereka kembali masuk ke dalam kamar Retha untuk makan siang bersama. Mereka menyiapkan piring, sendok dan garpu untuk makan bersama.


“Selamat makan semuanya,” ucap Audri.


“Selamat makan juga untuk semuanya,” ucap Retha.


“Sebelum makan jangan lupa kita berdoa sesuai kepercayaan masing-masing ya,” ucap Kak Delvin sambil mengingatkan kita semua untuk berdoa.


“Udah Ric loe aja yang pimpin doanya,” ujar Kak Alvin.


“Ya sudah kalau gitu,” ucap Kak Eric.

__ADS_1


“Teman-teman, sebelum kita makan siang mari kita berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Berdoa di mulai,” sambung Kak Eric kembali.


Setelah itu mereka semua berdoa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mereka berdoa selama 5 menit.


“Berdoa selesai,” ucap Kak Eric kembali.


“Teman-teman selamat makan siang ya,” ucap Agnes.


Setelah selesai berdoa mereka langsung mengambil makanan dari tempatnya dan menyendok makanan tersebut ke piring mereka satu per satu.


“Wah belum makan aja udah terasa wanginya. Pasti enak banget deh masakannya loe Dri,” ucap Indira sambil memuji wangi masakannya Audri.


“Bener banget Dir. Kayanya lezat nih masakannya sih Audri,” ujar Retha.


“Sudah kalian makan saja masakan yang gue buat. Semoga bisa sesuai dengan selera kalian ya,” ucap Audri.


Setelah mereka menyendokan makanan ke piring, akhirnya mereka makan siang bersama-sama.


“Dri masakan kamu enak banget loh,” puji Kak Verdi.


“Iya Dri bener kan masakan loe itu enak banget,” ucap Indira sambil memuji cita rasa masakan Audri.


“Dri masakan kamu asli enak banget ini. Ngalahin restoran punya,” puji Kak Eric.


“Aaahhh kalian bisa aja deh,” ucap Audri.


“Dri mereka itu sedang memuji loe karena emang masakan loe itu enak banget kok,” ucap Agnes.


“Bener Dri. Ucapan teman-teman yang itu kenyataan. Gue aja belum pernah makan nasi hainam yang seenak ini,” ujar Retha.


“Ya sudah kalau masakan gue enak kalian makan yang banyak ya,” ucap Audri.


“Ret kalau masih ada sisa nanti loe bungkus aja buat makan malam ya,” sambung Audri kembali.


“Siap Dri,” ucap Retha.


Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tak terasa mereka juga sudah selesai makan. Kak Eric dan sahabat-sahabatnya harus pergi ke kampus lagi dikarenakan masih ada jam kuliah selanjutnya. Sedangkan Audri dan sahabat-sahabatnya juga harus mengerjakan tugas kelompok yang sudah diberikan oleh dosen mereka.


Akhirnya mereka semuapun berpisah untuk sementara waktu. Tapi seperti biasa Kak Eric dan sahabat-sahabatnya akan datang kembali ke kosannya Retha jika sudah selesai kuliah.


“Dek, kakak jalan ke kampus dulu ya,” pamit Kak Eric.


“Ok deh kak. Kakak hati-hati ya di jalan,” ucap Agnes.


“Ok dek,” ucap kak Eric.


“Ya udah Ret kita balik ke kampus dulu ya,” pamit Kak Verdi.


“Ok deh kak,” sahut Retha.


“Kalian semua hati-hati di jalan ya,” sambung Retha kembali.


Setelah para cowok-cowok pamitan jalan ke kampus, mereka para cewek-cewek langsung membereskan sisa makanan tadi dan merapihkan lantai kamar kosannya Retha. Dikarenakan tadi mereka semua makan siang di lantai kamar kosannya milik Retha. Baru setelah itu mereka semua langsung mengerjakan tugas kelompok.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.

__ADS_1


Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya đź’•đź’•đź’•đź’•đź’•


Terima kasih atas dukungannya đź’•đź’•đź’•đź’•đź’•


__ADS_2