Mengejar Cinta Anak Konglomerat

Mengejar Cinta Anak Konglomerat
Melanjutkan Perjalanan Menuju Puncak


__ADS_3

Delvin menyembunyikan raut wajah kecewanya karena Audri memilih pindah tempat duduknya ke belakang bersama dengan sahabat-sahabat perempuannya. Padahal Delvin ingin sekali yang duduk di depan adalah Audri. Tapi ya tidak apa-apa yang penting Delvin masih bisa diam-diam melihat ke arah Audri. Dari awal Delvin sudah mempunyai perasaan yang lebih terhadap Audri tetapi dia tidak pernah bisa untuk mendekati Audri. Karena Delvin selalu saja keduluan Eric. Delvin selalu berharap bahwa dia akan bisa melindungi, dan menjaga Audri walaupun Audri bukanlah jodohnya. Delvin juga selalu ingin Audri tersenyum, dan bahagia selalu.


Setelah Audri berpindah tempat duduk ke belakang, Delvin pun melanjutkan perjalanannya menuju ke Bogor. Mereka nanti akan bertemu terlebih dahulu di Bogor untuk sarapan bersama di sana. Lalu baru akan berangkat menuju villa keluarga Eric di Puncak. Siapapun yang sampai duluan di Bogor harus menunggu yang belum datang.


Sampai di dalam mobil dan sudah lengkap dengan Alvin, Audri langsung mengeluarkan makanan yang tadi dia buat. Hari ini Audri membuat sarapan roti, dan tak lupa ada telur juga. Lumayan lah setidaknya bisa mengganjal perut mereka selama perjalanan berlangsung. Di dalam mobil mereka bernyanyi, bermain game dan tak lupa memakan bekal makanan yang diberikan oleh Audri. Delvin agak kesulitan untuk memakan sarapan yang dibuat oleh Audri dikarenakan sedang menyitir.


Pada saat itulah Alvin mengatakan nanti akan gentian saja bawa mobilnya sehingga Delvin bisa menikmati sarapan yang dibuat oleh Audri. Dan seketika Delvin langsung mengiyakan ucapan dari Alvin.


Setelah Alvin menghabiskan sarapan yang dibuat oleh Audri, sekarang gentian dia yang akan menyetir mobil sehingga Delvin bisa gentian sarapannya. Maka mobilnya akan di berhentikan sebentar untuk tukaran posisi antara Delvin dan Alvin. Setelah tukaran posisi mereka semua melanjutkan perjalanan menuju Bogor.


Singkat cerita sudah satu setengah jam perjalanan menuju Bogor. Tinggal satu setengah jam perjalanan lagi akan sampai di tempat tujuan. Di saat itu Audri, Retha, dan Helsa sudah merasakan capai dan mengantuk sehingga mereka melanjutkan tidur di dalam mobil Delvin. Pada saat Audri tertidur Delvin beberapa kali menatap wajah manisnya. Sesaat Delvin sempat meminta Alvin untuk menghentikan mobilnya sebentar dan ingin menyelimuti Audri. Alvin yang melihat tingkah lakunya Delvin sudah mengetahui bahwa dia sudah jatuh cinta dengan Audri. Alvin pun juga tidak mengetahui bagaimana perasaan Eric yang sesungguhnya terhadap Audri. Jadi untuk saat ini Alvin tidak ingin ikut campur dengan perasaannya Eric, dan Alvin.


Lalu Delvin juga meminta Alvin untuk gentian menyetirnya. Tujuannya Delvin adalah untuk bisa melihat wajah manisnya Audri ketika tidur. Alvin langsung menyetuinya karena ingin melanjutkan tidurnya juga.


Singkat cerita akhirnya perjalanan menuju kota Bogor sampai juga. Delvin yang tiba lebih dahulu langsung menghubungi Eric yang masih di dalam perjalanan. Tapi tak membutuhkan waktu lama Eric pun sudah tiba juga. Saat itu Eric, Agnes, Verdi, dan Indira turun dari dalam mobilnya menemui Delvin.


“Del, loe udah lama sampainya?” tanya Eric.


“Belom Ric. Gue baru saja sampai kok,” jawab Delvin.


“Yang lain ke mana Kak?” tanya Indira.

__ADS_1


“Eh bener juga yang dibilang sama Indira kok yang lain gak ikutan turun juga sih,” ucap Agnes.


“Yang lain lagi tidur di dalam mobil,” jawab Delvin.


Akhirnya Delvin mencoba untuk membangunkan Alvin, Audri, Retha, dan Helsa. Yang pertama di bangunkan oleh Delvin pasti adalah Audri. Eric yang melihat cara Delvin membangunkan Audri dengan hati-hati sekali membuat dirinya merasa tidak nyaman dengan sikapnya Delvin ke Audri. Eric merasa tak seharusnya Delvin yang membangunkan Audri. Padahal dirinya juga bisa membangunkan Audri. Entahlah rasanya benar-benar tak nyaman dan membuat hatinya terasa sakit.


Ketika Audri, Retha, Helsa, dan Alvin bangun mereka masih belum sepenuhnya sadar bahwa sudah sampai di Bogor. Mereka semua masih dalam keadaan yang linglung. Saat Audri sudah terbangun, dia langsung meminta air minum kepada Delvin. Dan Delvin langsung mengambilkan air minum untuk Audri. Lagi-lagi perasaan Eric merasa tidak suka dengan kedekatan antara Delvin dan juga Audri.


Rasa senang dan semangatnya Eric tiba-tiba mendadak hilang pada saat melihat cara Delvin memperlakukan Audri dengan begitu istimewa sekali. Entahlah Eric sepertinya sangat tidak suka ketika Delvin memperlakukan Audri seperti itu. Dan mungkin saja apa yang dibilang oleh Verdi serta Agnes benar bahwa sebenernya dia sudah jatuh cinta dengan Audri. Tapi rasanya itu masih tidak mungkin buat Eric.


Eric lebih memikirkan urusan perusahaan, keluarga serta kuliahnya. Untuk urusan soal asmara akan menjadi kesekiannya bagi Eric. Walau begitu entah kenapa sejak mengenal Audri, Eric menjadi sosok yang lebih berbeda.


Setelah Delvin membangunkan Audi, Retha, Helsa, dan Alvin mereka semua bergegas untuk turun dari mobil. Mereka bertemu dengan Eric, Agnes, Indira, dan Verdi. Mereka semua berhenti di suatu jalan yang merupaka kawasan kuliner di Bogor. Di jalan itu terdapat banyak sekali makanan yang lezat. Kami semua akan sarapan di daerah itu serta nanti akan melanjutkan perjalanan ke daerah Puncak.


Singkat cerita sarapan kami pun sudah selesai dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Puncak dikarenakan sudah ada pegawai keluarga Eric yang sudah berada di villa tersebut menunggu anak dari sang majikannya. Villa tersebut berada di daerah pegunungan. Jadi untuk pemandangannya sudah pasti akan menghadap ke arah pegunungan. Sesuai dengan tema liburan kali ini menikmati pemandangan alam. Villa milik keluarga Eric juga dilengkapi dengan ruangan karoke, jadi kami bisa bernyanyi di sana nantinya.


Kami sampai di villa keluarga Eric saat waktu sudah menunjukan pukul 11.00 WIB. Dari depan gerbang sudah ada pegawai keluarga Eric yang akan menyambut kedatangan dari Eric serta sahabat-sahabatnya itu. Para pegawai sangat ramah dan menurunkan barang-barang bawaan dari dalam mobil. Para pegawai ingin membawakan barang-barang tersebut tetapi Audri, Agnes, Retha, Helsa, Indira, Eric, Verdi, Alvin, dan Delvin memilih membawa barang-barang tersebut.


Inilah visual villa milik keluarga Eric


Pemandangan pagi yang menyegarkan

__ADS_1



Ruangan karoke yang berada di villa



Ruang tamu villa pada saat sunset



Indahnya kolam renang villa pada saat sunset



Itulah kira-kira visual villa yang dimiliki oleh keluarga Eric. Sangat amat bagus, alami, dan menyegarkan mata dengan daerah pegunungan. Sekalian mereka semua yang datang ke villa ini bisa healing sejenak. Biasanya villa ini akan disewakan oleh keluarganya Eric tetapi kali ini villa tersebut tidak akan disewakan karena Eric dan sahabat-sahabatnya akan menginap di villa itu.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.


Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕


__ADS_2