Mengejar Cinta Anak Konglomerat

Mengejar Cinta Anak Konglomerat
Mendekati Audri (4)


__ADS_3

Mereka semua langsung turun menuju ke lantai 2. Di lantai 2 ada beberapa tempat yang menjual aksesoris, makanan dan minuman. Para cewek-cewek mampir sebentar ke tempat aksesoris untuk melihat-lihat apakah ada jepitan rambut yang cocok untuk dibeli atau tidak.


Sesampainya mereka di salah satu tempat aksesoris itu, mereka para cewek-cewek langsung masuk dan melihat-lihat ke sekitar apakah ada barang yang bagus untuk dibeli atau tidak. Sedangkan para cowok-cowok sedang mengantri membeli camilan yang berada di dekat tempat aksesoris itu.


Visual tempat aksesoris yang berada di lantai 2 mall




Kedua tempat aksesoris tersebut berada di lantai 2 tetapi jarak tempat satu ke tempat lainnya berbeda beberapa ruko.


Sedangkan ini visual camilan yang dibeli oleh para cowok-cowok



Setelah mereka selesai melihat-lihat aksesoris di dua tempat dan menunggu para cowok-cowok selesai membeli camilan, mereka memutuskan masuk ke salah satu Departement Store yang ada di sana untuk melihat koleksi baju dan kosmetik yang ada. Agnes pun berencana ingin mencari baju kembaran untuk dia dan sahabat-sahabatnya.


Visual salah satu Department Store



“Gimana kalau kita cari baju aja yok,” pinta Agnes.


“Cari baju untuk apa Nes?” tanya Audri.


“Gue pengen kita punya baju kembaran aja sama kalian,” jawab Agnes.


“Boleh Nes,” ucap Indira.


“Gimana kalau kita cari kaus aja,” ucap Audri.


“Boleh Dri,” sahut Agnes.


“Kak, adek sama sahabat-sahabat mau cari kaus dulu ya,” ucap Agnes ke Kak Eric.


“Ok deh dek. Kakak tunggu di sini aja ya,” sahut Kak Eric.


Para cewek-cewek langsung masuk ke dalam department store dan langsung mencari kaus yang cocok untuk dibeli dan dipakai. Mereka mencari kaus yang memiliki model yang sama tetapi beda warnanya. Sekitar 1 jam mencari kaus tetapi mereka tidak menemukan model yang sama. Akhirnya mereka memutuskan pergi keluar dari department store tersebut.


Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 5 sore mereka masih melanjutkan jalan-jalan untuk membeli minuman chatime dan beberapa camilan seperti puyo, es krim ataupun dcrapes. Ada juga yang membelikan makanan untuk anggota keluarga mereka di rumah.


Mereka yang membeli minuman chatime sedang mengantri dikarenakan hari ini hari Sabtu dan mall tersebut banyak sekali pengunjung yang jalan-jalan. Akhirnya setelah sekitar 5 menit mengantri mereka langsung membeli minuman tersebut. Dan dalam waktu 5 menit kemudian pesanan mereka sudah jadi.


“Kita mau ke mana lagi nih?” tanya Retha.


“Gue sih bebas karena waktu juga masih jam 5an,” jawab Kak Delvin.


“Gimana kalau kita sekalian makan malam aja di sini,” saran Agnes.


“Boleh juga sih. Soalnya kan sekarang udah jam 5an ya. Kan tinggal 1 jam lagi waktu sudah jam 6 sore,” sahut Indira.


“Audri sama Retha kalian setuju gak kalau makan malam di mall juga?” tanya Kak Eric.

__ADS_1


“Sebenernya kak, aku udah masak makanan di rumah,” jawab Audri.


“Eh Audri bisa masak ya?” tanya Helsa.


“Iya gue bisa masak kok,” jawab Audri.


“Kalian mau cobain kah masakan gue,” sambung Audri kembali.


“Gue mau donk kapan-kapan cobain masakan loe Dri,” sahut Retha.


“Ya udah besok Senin pas kita kuliah gue bawain makanan ya,” ucap Audri.


“Bener nih Dri, loe mau bawain kita makanan besok Senin?” tanya Kak Delvin ke Audri sambil memastikannya.


“Iya kak,” jawab Audri.


“By the way, tadi Retha sama Audri belom jawab pertanyaan Kak Eric loh,” sahut Agnes.


“Pertanyaan yang mana Nes,” sahut Retha.


“Itu loh Ret yang mau gak makan malam di mall aja,” ucap Agnes.


“Ooohhh yang itu ya. Gue, sih bebas ya karena kan gue juga ngekos,” ucap Retha.


“Jadi kalau loe gimana Dri?” tanya Agnes.


“Gimana ya soalnya duit gue juga pas-pasan sih,” jawab Audri.


“Ya udah nanti makanannya Audri gue yang bayarin aja,” ucap Kak Eric.


“Udah gak apa-apa Dri. Kamu santai aja ya,” ucap Kak Eric kembali.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Akhirnya setelah percakapan singkat tersebut mereka memutuskan untuk makan malam di mall bersama-sama. Karena waktu masih jam 5an beberapa diantara mereka ada yang membeli roti untuk anggota keluarganya di rumah. Audri pun ikut membeli roti untuk anggota keluarganya di rumah.


Setelah mereka selesai mengantri dan membayar untuk membeli roti, mereka akhirnya duduk di downtown sambil bercanda gurau dan sambil berdiskusi ingin makan malam di mana. Yang pasti mereka mencari makanan yang bisa dinikmati bersama dan harganya jerjangkau juga. Karena pada saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.30 sore. Seketika Eric menyarankan untuk makan pizza saja karena bisa dinikmati bersama-sama dan harganya juga tinggal patungan aja.


“Gimana kalau kita makan pizza aja,” sahut Kak Eric.


“Soalnya kan pizza itu bisa dinikmati bersama-sama dan biayanya pun kita bisa patungan,” sambung Kak Eric kembali.


“Nah bener tuh apa yang dibilang sama Eric,” sahut Kak Alvin.


“Iya bener sih. Lagian Audri juga kan keuangannya udah menipis,” ujar Helsa.


“Gak apa-apa kan Dri kita makan pizza aja?” tanya Agnes.


“Gue gak ada masalah kok,” jawab Audri.


“Kita sepakat ya makan pizza untuk makan malamnya,” ujar Retha.


“Iya sepakat kok,” ucap Indira.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah mereka setuju untuk makan pizza, mereka segera memutuskan untuk jalan masuk ke dalam mall lagi dan memesan pizza. Tapi sebelum ke tempat pizza mereka semua memutuskan untuk ke toilet terlebih dahulu. Para cewek-cewek sedang merapaihkan riasannya karena sudah hampir seharian mereka berada di mall. Sedangkan untuk para cowok-cowok sedang menunggu di luar.


Setelah dari toilet mereka semua langsung menuju tempat pizza untuk makan. Ternyata di tempat pizza sudah ramai oleh para pengunjung, sehingga kami harus menunggu untuk bisa makan di sana.


“Selamat datang di pizza tuan dan nona,” sambut salah satu pegawai di sana.


“Mba apakah ada tempat untuk 9 orang?” tanya Kak Eric.


“Maaf tuan tempat makan untuk 9 orang sedang kosong,” ucap pegawai itu.


“Tapi jika ingin menunggu akan kami sediakan tuan,” sambung pegawai itu kembali.


“Kira-kira untuk menunggu masih ada berapa orang dan sekitar berapa lama lagi ya mba?” tanya Audri.


“Ada sekitar 3 orang dan tuan orang yang keempat. Mungkin sekitar 30 hingga 45 menit lagi nona,” jawab pegawai itu.


“Kita akan tunggu aja ya mba,” sahut Kak Eric.


“Baik tuan. Saya akan mereserved tempat untuk tuan,” ucap pegawai itu.


“Ok mba. Terima kasih ya mba,” sahut Kak Eric.


“Atas nama siapa ya tuan untuk pesanan tempatnya?” tanya pegawai itu.


“Buat atas nama Eric ya mba,” sahut Kak Eric.


“Baik tuan. Nanti akan saya panggil namanya ya,” ucap pegawai.


“Ok mba. Saya duduk di downtown ya mba,” ucap Kak Eric.


“Baik tuan,” sahut pegawai tersebut.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dikarenakan tempat pizza masih harus menunggu sekitar 30 hingga 45 menit untuk makan akhirnya Kak Eric memutuskan duduk di downtown dekat pizza. Selama menunggu untuk memesan makanan, mereka berfoto-foto dan berbincang-bincang sedikit. Sisanya mereka menghabiskan waktu untuk bermain dengan ponsel mereka sendiri.


Tak berasa waktu sudah 30 menit dan pegawai tersebut memanggil nama Eric. Setelah Eric tiba, pegawai tersebut langsung mengantarkan ke tempat di mana Eric dan kawan-kawan untuk makan malam.


“Tuan mari ikut saya,” sahut pegawai tadi.


“Di sini tuan untuk tempat makannya,” sambung pegawai itu.


“Baik mba,” ucap Eric.


Eric dan sahabat-sahabatnya langsung duduk dan mereka melihat buku menu yang ada. Serta mereka semua berdiskusi ingin memesan pizza yang mana dan memesan minuman yang mana.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.


Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕


__ADS_2