
Itulah kira-kira visual villa yang dimiliki oleh keluarga Eric. Sangat amat bagus, alami, dan menyegarkan mata dengan daerah pegunungan. Sekalian mereka semua yang datang ke villa ini bisa healing sejenak. Biasanya villa ini akan disewakan oleh keluarganya Eric tetapi kali ini villa tersebut tidak akan disewakan karena Eric dan sahabat-sahabatnya akan menginap di villa itu.
Kami langsung bergegas masuk ke dalam villa yang luas tersebut. Kami duduk sebentar di ruang keluarga dan salah satu pegawai tersebut berkata jika ingin masuk ke dalam kamar masing-masing maka beberapa pegawai akan menunjukan kamar tersebut kepada Eric dan sahabat-sahabatnya. Kami langsung menyetujui ucapan pegawai tersebut dikarenakan kami ingin beristirahat sebentar di dalam kamar dan kami juga ingin membereskan barang-barang.
Untuk bahan-bahan makanan kami menyuruh pegawai untuk menaruhnya di dalam kulkas. Karena kami membeli banyak bahan makanan dari mulai daging ayam, daging sapi dan ikan, saus untuk membuat bahan barbeque serta sayuran. Sedangkan alatnya kami tidak membawanya dikarenakan di villa keluarga milik Eric sudah disediakan. Makanya kami hanya membawa daging, saus dan sayurannya saja.
Singkat cerita kami sudah diantarkan oleh para pegawai untuk menempati kamar masing-masing. Audri akan tidur dengan Retha dan Agnes. Sedangkan Indira akan tidur dengan Helsa. Lalu Eric akan tidur dengan Delvin dan Verdi akan tidur dengan Alvin. Entah kenapa Eric malah memilih tidur dengan Delvin. Seharusnya Eric bisa tidur dengan Verdi ataupun dengan Alvin.
Visual kamar yang ada di villa
Ketika Audri memasuki kamar, dia sangat kagum karena ketika bangun pada pagi hari hal pertama yang dia lihat adalah pengunungan. Tentu saja karena setiap kamar yang ada di villa tersebut akan menghadap ke bagian pegunungan. Hal ini membuat hati Audri menjadi sangat senang karena berlibur bersama sahabat-sahabatnya dan melihat pemandangan pada pagi harinya.
Di dalam kamar, Audri tidak tidur melainkan membereskan barang-barang serta cemilan yang sudah dia bawa dari rumah. Sedangkan Retha memilih untuk tidur sebentar dan Agnes memilih untuk mandi dikarenakan badannya sudah sangat lengket.
Sementara di lain tempat ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Eric dan Delvin memilih untuk tidur karena sangat lelah menyetir dalam beberapa jam. Sedangkan Verdi dan Alvin memilih untuk mandi. Sungguh suasana yang berbeda ketika team wanita membereskan barang-barangnya.
Siang hari in Audri tidak memasak untuk sahabat-sahabatnya karena masih lelah. Mungkin sore hari atau besok pagi dia akan memasak untuk sahabat-sahabatnya. Audri juga sudah membawakan beberapa macam sayuran serta roti, selai ataupun telur untuk dibuatkan sarapan besok harinya.
Tepat pada saat waktu menunjukan pukul 13.00 WIB para pegawai yang sudah menyelesaikan masak-memasaknya segera menyiapkan hidangan tersebut ke dalam ruang makan. Di antara sekian banyak para pegawai ada dua orang yang akan mengetuk seluruh pintu kamar. Dua orang pegawai tersebut akan menginformasikan kepada Eric serta sahabat-sahabatnya bahwa makan siang sudah siap di ruang makan. Sedangkan untuk pegawai yang lainnya akan menyiapkan hidangan tersebut ke ruangan makan.
Singkat cerita Audri, Agnes, Retha, Helsa, Indira, Eric, Verdi, Delvin, dan Alvin turun dari kamarnya masing-masing menuju ruang makan untuk makan siang bersama-sama. Hari ini hidangan yang dimasak oleh koki yang ada di villa ini adalah kepiting saus padang serta lobster. Mereka semua tampak menikmati menu siang hari ini.
Setelah selesai makan siang, mereka semua duduk bersantai di ruang keluarga. Mungkin masih terlalu dini untuk menjalankan rencana yang dimiliki oleh Agnes dan Verdi. Mereka akan menjalankan rencana itu antara nanti malem atau besok pada saat waktu bersantai. Pada saat mereka duduk di ruang keluarga, mereka semua membahas akan melakukan aktivitas apa saja besok dari mulai pagi hari, siang hari ataupun malam hari. Atau apakah ada yang ingin pergi jalan-jalan di sekitaran villa atau pergi ke daerah lainnya.
__ADS_1
Audri mengatakan bahwa dia pagi-pagi sekali akan bangun untuk menyiapkan sarapan buat sahabat-sahabatnya. Lalu setelah selesai memasak dan menghidangkannya di ruang makan dia akan pergi jalan kaki untuk mencari udara segar. Ya, di villa ini sangat cocok untuk orang yang ingin berjalan kaki buat mencari udara segar. Kali suasana pagi di sini sangat segar sekali. Audri mengatakan hal itu kepada sahabat-sahabatnya dengan wajah yang sangat bahagia.
โDri, besok mau aku temenin kamu gak untuk jalan-jalannya?โ tanya Delvin.
โBoleh aja kok Kak,โ jawab Audri.
โDri, loe tau jalan daerah sini gak?โ tanya Agnes.
โGue gak tau Nes jalan daerah sini,โ jawab Audri.
โMau gue temanin gak Dri?โ tanya Agnes kembali.
โBoleh-boleh aja kok Nes,โ jawab Audri kembali.
Akhirnya besok Audri akan pergi jalan-jalan mencari udara segar dengan Agnes dan Delvin. Lagi-lagi Eric merasa tidak suka dengan sikapnya Delvin yang seperti itu. Malah yang bikin tambah kesal Eric adalah adiknya juga akan ikut jalan-jalan bersama dengan Audri dan Delvin. Bukannya minta Eric yang menemani Audri malah Agnes yang ingin jalan-jalan juga. Sehingga hal itu membuat Eric langsung meninggalkan ruangan keluarga tanpa berpamitan kepada sahabat-sahabatnya.
Mengetahui Eric yang langsung pergi meninggalkan ruang keluarga, Agnes dan Verdi sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi. Lalu Verdi mengatakan kepada sahabat-sahabatnya yang lain akan menyusul dan berbicara sebentar kepada Eric.
โOk Kak,โ ucap Agnes.
โLagian diskusi kita juga kan belum selesai,โ timpal Alvin.
โIya bener. Ngapain sih Eric pergi gitu aja tanpa pamit,โ ucap Delvin.
โYa sudah sebentar gue tinggal dulu ya,โ ucap Verdi akhirnya.
Verdi segera pergi meninggalkan ruang tamu untuk menyusul Eric yang sedang berdiri di balkon. Jika suasana hari Eric sedang tidak baik, maka dia akan selalu pergi ke arah balkon untuk menyendiri dan menenangkan hati serta pikirannya. Kebiasaan Eric dari dulu hingga sekarang akan selalu sama. Di mana Eric akan selalu menyukai tempat sepi ketika dalam suasana hati yang buruk.
__ADS_1
โRic, ternyata loe ada di sini,โ ucap Verdi.
โDari tadi gue nyariin loe loh,โ ucap Verdi kembali.
โIya gue barusan ada di sini kok Ver,โ ucap Eric.
โAda apa Ric, kok loe sampai ninggalin ruang keluarga sih?โ tanya Verdi.
โGak apa-apa kok Ver. Gue cuma ingin sendiri aja kok,โ jawab Eric.
โLoe yakin Ric gak kenapa-napa?โ tanya Verdi yang ingin memastikannya lagi.
โIya Ver. Gue beneran gak kenapa-napa kok,โ jawab Eric.
โYa udah mendingan kita turun ke bawah lagi deh,โ ujar Verdi.
โAnak-anak pada tanyain loe kenapa pergi tanpa pamit Ric,โ ucap Verdi kembali.
โBiarkan gue sendiri dulu ya Ver di sini,โ ucap Eric.
โGue lagi pegen tenangin hati dan pikiran dulu di sini Ver,โ ucap Eric kembali.
Mendengar hal itu Verdi pun mengerti kenapa Eric bisa bersikap seperti itu. Eric yang selama ini belum pernah jatuh cinta sekarang sudah mulai merasakan jatuh cinta. Tetapi lagi-lagi Eric belum sadar bahwa dia sedang jatuh cinta. Di mana saat ini Eric sedang merasakan cemburu ketika ada pria lain yang ingin mendekati Audri selain dirinya. Hal inilah yang membuat Verdi, Agnes dan kakaknya ingin membantu Eric untuk mengetahui perasaan sesungguhnya kepada Audri. Semoga dengan rencana ini bisa membuat Eric mengakui bahwa dia sudah jatuh cinta kepada Audri.
Bersambung ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
__ADS_1
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya ๐๐๐๐๐
Terima kasih atas dukungannya ๐๐๐๐๐