
"Auh, sakit banget sih, " keluh Casandra, merasa ada yang menabrak dirinya dari belakang.
Saat Casandra menoleh ke arah belakang ternyata Nathan!!, ia beneran yang menabrak dirinya adalah seorang Nathan yang super duper terkesan cuek bebek.
Bahkan bisa dibilang hanya dirinya yang tidak mengagumi Casandra. Bahkan seluruh siswa laki-laki sudah pasti akan mengejar Casandra, kecuali dirinya seorang Nathan!!.
"Loe! " tegur Casandra, menuding jarinya ke arah muka Nathan yang masih terdiam di depan dirinya.
"Hem" Nathan hanya berdehem pelan. Tanpa menghiraukan Casandra yang masih mematung, Nathan pergi meninggalkan Casandra.
"Belagu banget sumpah! " kesal Casandra, saat melihat kepergian Nathan yang sok coolnya.
Casandra pun memejamkan matanya, sambil menghembuskan nafasnya yang masih dirundung kekesalan.
"Bilang maaf enggak, nyelonong pergi begitu aja, hatinya terbuat dari batu atau kayu sih tu anak, " gerutunya.
Casandra pun langsung masuk ke dalam kelas, padahal dari kelas sebelas sampai dua belas sekarang, Casandra dan Nathan sekelas, tapi tidak pernah ada diantara mereka saling tegur sapa bahkan untuk mengobrol pun tidak sama sekali.
Aneh tapi nyata yang lain pada berebut Casandra, Nathan tidak melirik sama sekali.
Casandra langsung duduk ditempatnya, sembari melirik sekilas Nathan.
Ada rasa penasaran dalam diri Casandra terhadap Nathan, kok cuma Nathan seorang yang tidak merasa suka terhadap dirinya.
__ADS_1
Harus berjuang sendiri untuk mengejarnya.
Guru bahasa pun masuk, Nathan sangat fokus memperhatikan gurunya saat memberikan materi.
Tak sengaja tatapan mata Nathan di lihat oleh Casandra, sehingga gelagapan sendiri.
"Baiklah, materinya cukup sampai disini dulu, misal ada yang belum paham silahkan kalian bertanya-tanya, mumpang saya masih disini" guru bahasa memberi kesempatan bagi yang belum paham untuk bertanya-tanya, sambil membereskan buku dan alat tulis lainnya.
Semua murid terdiam, dan dinyatakan semua murid sudah paham, maka guru bahasa pamit undur diri dari kelas.
"Ca, Nathan ke elo kok gak bereaksi ya" bisik Yuna teman sebangku Casandra.
"Mana gue tahu Yun, loe tahu sendiri kan dia itu terkesan horor bin hirir" canda Casandra mengejek Nathan, dan matanya tertuju ke arah Nathan yang masih sibuk menulis di buku pelajaran.
"Iya Bu, " serentak semua murid menjawab perintah gurunya.
Kemudian semua murid berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
Dan bel pulang berbunyi, Casandra masih sibuk dengan tas dan make up nya.
"Ca, gue anter loe pulang ya" Andre menawarkan diri untuk mengajak Casandra untuk pulang bareng dengan dirinya.
"Maaf Ndre, gue pulang bareng Yuna, sorry ya lain kali saja" Casandra menolak tawaran Andre dengan halus.
__ADS_1
"Oh, oke. Kalau begitu gue duluan ya Ca, hati-hati dijalan" Andre meninggalkan Casandra dan Yuna yang masih berada di dalam kelas.
Nathan berjalan sendirian tanpa ditemani temannya yang bernama Yoga, teman yang bisa dibilang dekat dengan Nathan. Namun hari ini Yoga tidak berangkat sebab, yang Casandra dengar Yoga sedang sakit, dan sedang terbaring lemah di rumah sakit.
"Nath!!!" teriak Casandra, tepat Nathan sudah hampir di depan pintu kelas.
Nathan menoleh ke arah Casandra yang sedang mendekatinya.
"Kenapa? " tanya Nathan, mendadak berhenti berjalan.
"Emmm, anu itu gue nebeng ke elo ya" pepet Casandra, tanpa malu-malu.
"Ngapain loe nebeng ke gue, kan banyak yang nawarin anter loe pulang, kenapa minta anter gue, loe suka gue" skak Nathan, langsung pada intinya.
Casandra tidak menyangka akan dapat perkataan seperti ini dari mulut Nathan sendiri.
Benar kata Yuna, mulutnya pedas seperti ayam geprek.
Yuna dari belakang hanya bisa menahan senyum, apalagi Casandra baru kali ini diperlakukan tidak enak oleh teman lelakinya.
Nathan madih masih diam, dan memperhatikan Casandra lekat.
"Mau jadi patung loe, diam disini. Gue mau pulang, minggir! " sentak Nathan.
__ADS_1