
"Siapa ya Kak?" tanya Casandra pada Darel.
"Tidak tahu Dek, kan Kakak ada disini, bersama kamu" Darel juga tidak tahu siapa yang mengetuk pintu.
Karena penasaran siapa yang mengetuk pintu, maka Casandra inisiatif untuk membukanya.
Dan.....
"Kamu! " dia adalah teman Darel, yaitu Dirga.
Dirga adalah salah satu cowok yang juga menyukai Casandra, saat Darel dan Casandra memiliki hubungan, Dirga juga masih memendam perasaan pada Casandra.
Casandra menjadi kikuk melihat Dirga yang datang.
"Hai bro, kamu gimana kabarnya? " sapa Dirga.
Kemudian Dirga melirik ke arah Casandra, dan tersenyum lebar.
Casandra pun membalasnya dengan senyuman.
"Kalian berdua gak usah senyum-senyum begitu, pepsodent mahal woy! " teriak Darel pelan, dan menepuk bahu Dirga. Yang masih terpenganga melihat perubahan Casandra yang sekarang, beda dulunya ia masih kecil. Sekarang ia sudah besar dan sangat terlihat begitu cantiknya.
Casandra menghela nafas kasarnya.
Dan kembali menatap Dirga dengan susah diartikan.
"Kamu Sekolah dimana Ca? " tanya Dirga, dengan jurus andalannya, ia tersenyum manis, sebab ada lesung pipinya.
"Di SMA Negeri Harapan Kak, " jawab Casandra jujur.
"Casandra juga satu sekolah dengan Nathan, bahkan ia juga sekelas dengan Nathan" timpal Darel, memanasi sahabatnya sendiri.
Karena ia pernah diceritakan Darel soal perjodohan Nathan dengan Casandra.
"Masa sih! " kaget Dirga tak percaya, bahwa Casandra satu Sekolah dengan Nathan, bahkan satu kelas pula.
"Rel, jangan bilang kalau mereka itu... " Dirga tidak melanjutkan kalimatnya, sebab ada suara ketukan pintu.
Tok tok tok...
Casandra juga yang harus membukanya.
Casandra cemberut melihat siapa yang datang, dan ternyata itu adalah Nathan, adiknya Darel.
"Loh, elo kok udah disini, gak bilang loe mau kesini! " hardik Nathan penuh selidik.
"Harus gitu" pancing Casandra.
"Gak" sanggahnya.
Nathan mendorong sedikit tubuh Casandra yang hampir saja mengenai tembok.
__ADS_1
Dirga yang melihat geram, dengan tingkah adiknya Darel yaitu Nathan.
"Mengucapkan salam dong kalau mau masuk, jangan main dorong tubuh Casandra, kasihan dia kan cewek. Rel, adik kamu perlu bimbingan untuk menghargai perempuan" sindir Dirga, melihat ke arah Nathan.
"Kamu siapa bisa ngomong seperti itu? " tanya Nathan ketus.
"Calon pacar Casandra" memalingkan mukanya ke arah Casandra, yang menundukkan kepalanya.
"Ha-ha-ha, kamu adalah orang ke seribu mengaku ngaku calon pacar, beuh membosankan" ejek Nathan pada Dirga.
Dirga mengeram kesal, namun ia tahan sebab Dirga tahu sekarang posisi Dirga sedang dimana.
Masa iya harus menonjok Nathan, adik sahabatnya sendiri.
"Ca, loe ngapain ada disini, perasaan tadi loe pulang telat deh, " selidik Nathan.
"Menurut loe? " Casandra melotot.
"Gue harus bilang gitu sama loe, gak lah, loe siapa gue" lanjutnya. Dengan nada tinggi.
Cara Casandra kali ini tidak lembut, sebab ada Dirga, dan Casandra keluar dari kamar Darel, kakak dari Nathan.
"Mau kemana loe! " teriak Nathan, saat Casandra melewati dirinya.
Casandra tidak menjawabnya, melainkan berlari. Ingin rasanya Casandra menangis, karena tidak pernah diperlakukan lembut oleh Nathan, jangan kan lembut, pelan saja tidak bisa.
Casandra duduk di depan pintunya, sambil menundukkan kepalanya, dan menangis.
"Nona kenapa menangis, apakah tidak diperbolehkan untuk masuk lagi? " tebak dokter sambil berjongkok, karena melihat Casandra menangis, dokter pun tidak tega.
Casandra tersipu malu, sebab saat ini ia mengeluarkan air mata yang begitu banyak.
"Oh, maaf dok, tidak terjadi apapun kok, hanya meratapi nasib saja kok, maaf ketidaknyamanannya" Casandra pun menghapus air matanya, dan langsung pergi dari hadapan dokter itu, namun dokter itu merasa iba dan mencekal tangan Casandra.
"Mau kemana? " tanya dokter tampan itu.
"Eummm mau ke kantin dok, lapar belum makan ke dua kalinya, he he" jawab Casandra malu, namun ia jujur ingin ke kantin.
"Saya juga mau ke kantin, yuk kita bareng kesana, kebetulan saya juga belum sarapan, dan jam saya belum mulai" ajak dokter tampan itu.
Casandra hanya tersenyum kikuk diajak ke kantin bareng dokter, udah tampan baik lagi. Ah si Nathan lewat deh.
Sementara di dalam kamar Darel, Dirga dan Nathan masih menatap sengit.
Darel pun menjadi bingung harus memulai obrolan dari mana dulu, sebab Casandra tidak ada di sini.
"Kak, Mama kapan pulang, tadi gak ketemu dirumah! " seru Nathan.
"Mama pulang ketika Caca kesini, " jawab Darel.
"Mama menyuruh Casandra kesini? Kok bisa sih Kak, kenapa tidak menyuruh ku saja, gue kan adik Kak Darel" protes Nathan, karena mamanya mengutamakan Casandra ketimbang dirinya, yang anak kandung.
__ADS_1
"Rel, aku balik aja deh, cepat sembuh dan aku pamit. Assalamu'alaikum, " pamit Dirga.
Dirga tetap menatap Nathan kesal, dan tidak menyukainya, sebab ia yang akan dijodohkan untuk Casandra.
"Sepertinya teman Kakak itu, menyukai Casandra, benar kan? " tebak Nathan, bicara sendiri namun tertuju ke arah Darel.
Darel tak menjawabnya, dan butuh istirahat.
Nathan duduk disofa dan memainkan ponselnya, sementara ia bosan, Nathan pamit ingin keluar sebentar.
"Kak, aku keluar bentar ya, bosan banget di dalam" keluh Nathan.
"Iya"
Nathan pun ingin membeli beberapa camilan, dan tak sengaja netra matanya melihat Casandra sedang makan berdua dengan seorang dokter.
"Casandra? " gumamnya.
Nathan langsung menghampiri Casandra dan dokter yang berada duduk di depan Casandra.
"Oh jadi ini kelakuan kamu yang sebenarnya, deketin Om-Om bahkan gak tanggung-tanggung seorang dokter pula. Gue gak nyangka Ca, loe ternyata! " tunjuk jarinya ke wajah Casandra, tanpa bicara baik-baik.
Dokter itu pun hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Nathan.
Nathan pergi setelah mengatakan itu pada Casandra, dan kecewa terhadap Casandra.
"Kamu tidak apa kan? " tanya dokter, merasa tak enak hati padanya.
"Apakah dia cemburu? " lanjutnya.
Casandra menoleh ke arah dokter, saat dokter bilang dia cemburu.
"Maksudnya, tadi pria itu cemburu gitu, gak mungkinlah dok, dia kan musuh saya" tegasnya menjelaskan.
"Jadi musuh terus cinta bagaimana? " goda dokter muda itu.
"Kabuuuur" gurau Casandra.
"Yakin, kabur, bukan ingin membalasnya? " lanjut dokternya.
"Anda dokter atau abg beranjak dewasa sih, usil banget kayaknya" cemberut Casandra, pada dokter muda itu, yang masih belum tahu namanya.
Dokter itupun masih tersenyum melihat kecemberutan Casandra, meskipun belum tahu namanya dan belum memperkenalkan diri masing-masing.
"Dok, saya belum tahu nama Anda, nama Anda siapa? " tanya Casandra, sambil mengulurkan tangannya.
"Oh iya hampir lupa, nama saya Andri, panggil saya Aan saja ya, " balas dokter Andri mengulurkan tangannya.
Kemudian sambil berjabat tangan bersama, mereka saling tersenyum dan kikuk sendiri.
"Eum maaf dok, kelamaan ya jabatan tangannya, maklum tangan dokter halus banget hihi" canda Casandra, untuk menghilangkan rasa kikuknya.
__ADS_1