
"Dia kagum sama loe Ca" sahut Yuna.
"Hem" sinis Casandra.
Casandra sepertinya akan bersiap-siap untuk bertanding dengan Nathan.
Nathan ingin mengundurkan diri tapi gengsi masa harus mundur, nanti disangka pengecut.
Nathan masih mengamatinya, dan teringat Aisyah saat ini.
Siapakah Aisyah Nathan?....
"Kalau gue kalah, gue gak akan mengejar cinta loe lagi Nat, gue udah ikhlas. Dan gue gak mau jadi perempuan yang patah hati karena laki-laki" janji Casandra, saat berjejer dengan Nathan.
Namun Nathan tidak menggubris pernyataannya.
Hanya menatap intens pada Casandra.
Gilang dan yuna menghampiri Nathan dan Casandra yang sudah siap akan bertanding.
Casandra masih teringat dia minggu terakhir lalu sebelumnya, sebelum mengetahui Nathan adalah adik kandung Darel, Casandra sempat melihat tanpa sengaja Nathan ada di depan Pesantren sedang mengobrol dengan seorang perempuan, itu juga tidak berduaan melainkan ada dua perempuan lainnya, karena santriwati tidak boleh bicara lawan jenis atau mengobrol berdua.
Dalam benak Casandra, selalu bertanya-tanya siapa wanita itu, yang membuat Nathan tersenyum dan tertawa seperti itu, bahkan penampilan Nathan bisa dikatakan sangat sopan.
Casandra meninjau dari jarak jauh pura-pura makan di warung dekat Pesantren.
"Loe udah siap Ca! " seru Yuna, membuyarkan lamunan Casandra, yang masih bingung dan melamun.
"Oh iya, aku siap Yun" lirih Casandra pasrah. Jika kalah ia harus rela untuk tidak melihat Nathan lagi, dan bahkan tidak akan lagi menjenguk Darel, mantan kekasih nya dulu atau bisa di bilang adik kandung kekasihnya yaitu Darel.
One, two, three.... GO.
Nathan dan Casandra saling berebut posisi pertama, namun hendak akan tepat garis finish, Casandra memelankan motornya, karena ia merasa inilah saatnya ia menghindari Nathan, dengan alasan kalah bertanding.
"Kenapa Casandra tidak lajukan motornya, malah ia pelan, sengaja atau bagaimana" batin Nathan, bingung dengan reaksi Casandra yang pelan.
Nathan pun berkesempatan untuk cepat segera ke garis finish.
"Tunggu dulu, perasaan dulu dia gak pernah kalah deh, tapi kok,! " serunya dalam hati.
__ADS_1
"Gue menang gue menang woy! " sindir Nathan pas Casandra datang diurutan ke dua.
Casandra pun langsung melepaskan helm kebesarannya, dan berjabatan tangan dengan Nathan untuk yang terakhir kalinya.
"Selamat ya, kamu menang. Gue gak nyangka loe bisa ngalahin gue, yang sebelumnya loe selalu kalah sama gue, udah empat kali tanding" tudingnya.
Nathan melotot sempurna ke arah Casandra, dia bilang apa barusan empat kali kalah.
Jadi selama ini Casandra dong yang tanding tiap malam minggu itu.
"Maksudnya? " bingung Nathan.
Casandra tidak meladeni Nathan, Casandra segera pulang, dan menepati janjinya. Untuk tidak lagi mengejar Nathan lagi.
jadi untuk sementara ini Casandra berusaha untuk menjauhi Nathan, Casandra pun melajukan motornya secepat mungkin.
Dan tiba di rumah Casandra menangis sejadi-jadinya. Dan seketika mengingat kejadian dimana Nathan berbicara dengan seorang perempuan berhijab. Casandra minder dan tetap akan berusaha untuk menjauhi Nathan.
Keesokannya, Casandra seperti biasa ceria dan suka usil dengan siswa laki-laki.
Dan ketika berpapasan dengan Nathan, Casandra cuek, dan tak perduli. Nathan seperti ada yang kurang ketika Casandra mendiamkan dirinya.
Nathan duduk di bangku tanpa ada yang mengganggu dirinya, biasanya Nathan diganggu oleh Casandra, seperti misalnya memberi minum, memberi bekal dan kadang-kadang merayu dan menggoda.
Sebab mereka berdekatan, dan Casandra menoleh namun tak berkata-kata apa pun.
"Ca, tolong dong ambilin pensil gue, " pinta Nathan sambil tersenyum, dan berhasil Casandra mau mengambil pensil Nathan.
Dengan catatan Casandra tak mau ngambilnya, melainkan menyuruh Yuna untuk mengambil pensil Nathan yang sengaja dijatuhkan.
"Nih" ketus Yuna, ikutan cuek.
"Terimakasih, Yun" ucap Nathan.
Hendak akan duduk kembali, Nathan putar balik lagi ke bangku Casandra, yang ternyaman sudah ada Gilang dan Yuna juga.
Nathan berdiri seperti patung ditengah jalan.
"Loe ngapain berdiri disitu, mau gabung sama kita hem" tanya Gilang sedikit menyindir.
__ADS_1
Gilang dan Yuna saling menatap satu sama lain, dengan bahasa isyarat, Yuna pun paham maksud Gilang.
"Ca, gue mau ke toilet bentar ya mumpung belum masuk, dan loe Gilang siapin buku deh, jangan ngerumpi di bangku Caca" pamit Yuna, pura-pura minta ijin ke toilet pada Casandra. Casandra pun mengiyakan, dan mengambil buku dari dalam tas, meskipun Nathan berdiri disamping dirinya, Casandra tidak ingin menoleh.
Tangan Casandra dicekal oleh Nathan, saat Casandra akan membuka resleting tas miliknya.
"Ca! Loe kenapa sih, gue punya salah apa sama loe? sampai loe cuekin gue kek gini? " seru Nathan, tanpa ba bi bu.
"Nat, gue gak salah denger kan? Loe kan udah biasa nyuekin elo, kenapa loe sewot! " ketus Casandra, tersenyum menyeringai.
Pasalnya dulu Casandra yang suka sama Nathan, dan selalu ingin berdekatan dengan Nathan.
"Gue mau bicara sama loe sepulang dari jam sekolah bubar alias pulang!" perintah Nathan pada Casandra penuh arti.
Kemudian Nathan kembali ke bangkunya.
Gilang yang sejak dari tadi menjadi penonton, memberi kabar pada Yuna.
"Selamat pagi anak-anak, " sapa Bu Dewi guru bahasa Indonesia. Seketika Yuna buru-buru masuk ke dalam kelas.
"Lama banget ke toilet, tidur loe" bisik Casandra.
"Gak gue gak tidur cuma ngorok, hihi" Yuna cekikikan sendiri, sambil menutup mulutnya takut di dengar oleh Bu Dewi.
Nathan masih fokus menatap Casandra dari samping, dan menghela nafas kasarnya.
"Nathan, kamu lihat apa dari tadi Ibu perhatikan kamu melihat ke arah Casandra, ada masalah apa kalian, Ibu tahu ya masa muda itu masa yang sangat rumit Nathan, jadi jangan dulu lah untuk masalah lope lopean oke! " perintah Ibu Dewi sambil menuding Nathan ke arah Casandra.
Bel istirahat berbunyi, biasanya Nathan mendapatkan siraman kolbu dari Casandra dan bekal, kini sepi tak ada yang merecoki dirinya.
Namun siapa sangka, Casandra ke kantin dan tidak menemukan Nathan disana. Casandra pikir pasti masih di dalam kelas.
Karena yang ia tahu Nathan selalu ke kantin, namun karena Gilang sudah punya pacar, maka Gilang lebih fokus ke Yuna yang sebagai pacarnya.
Casandra pun membeli beberapa makanan, dan minuman untuk dibawa ke kelas.
Ketika didepan kelas, Casandra mengintip terlebih dahulu dari jendela kelas.
"Kenapa Nathan tidak keluar dan beristirahat" gumam Casandra.
__ADS_1
"Nih buat elo Nat, gue gak mau loe sakit karena aloe nungguin bekal dari gue, iya kan! " tebak Casandra dengan nada ketus.
Sekilas Nathan tersenyum, dan menerima bekal darinya.