
Tiba di rumah Nathan langsung membantu membawakan tas milik Kakaknya.
Ketika masuk ke dalam rumah, Bibi tersenyum melihat Darel tuan mudanya sudah kembali sedia kala.
Casandra hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Sebab ia tahu sedang tidak bersahabat dengan Nathan.
Nathan hanya melirik serta langsung masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan badannya yang lengket.
Ketika Nathan sudah memasuki kamar miliknya.
Nathan menatap layar ponselnya, dan menatap wajah Casandra dengan menghalu sendiri.
"Kenapa begitu sulit engkau ku miliki, ketika kita akan dijodohkan kamu menghindari ku" ucap Nathan seraya menatap ponselnya yang penuh dengan wajah Casandra, Nathan memotret Casandra tanpa ijin dan diam-diam ia ambil saat pas ia dan Casandra sedang bersama dijarak yang lumayan jauh. Misal Casandra sedang makan di kantin dengan Yuna, maka Nathan yang dari jauh bersama Gilang makan dikantin. Nathan diam-diam memotretnya, dan tersenyum sendiri.
Namun hatinya galau pas ketemu Aisyah saat tanpa sengaja Nathan bertabrakan dengannya.
Casandra kini sedang duduk berdampingan dengan Darel, diruang tamu sedang menunggu Nathan keluar dari dalam kamar.
Namun tak kunjung datang, dan pada akhirnya Casandra memilih untuk pulang ke rumah.
Namun siapa sangka ternyata Nathan menunggu Casandra didepan gerbang dengan menggunakan sepeda motor sportnya.
"Loe lama banget, gue pegel tahu ninggin loe dari tadi, " omel Nathan yang saat itu sedang dalam berjalan menuju ke arah gerbang bersama Darel.
Casandra kaget ternyata Nathan sudah menunggu dirinya.
"Siapa suruh nungguin gue, gue juga tadi pegel nungguin loe sama Kak Darel, eh ternyata loe sudah ada disini" bantah Casandra.
Darel langsung memegang tangan Casandra untuk segera naik ke motor Nathan, karena Darel tahu bahwa adiknya sudah tak sabar untuk berduaan dengan Casandra.
"Cepat Ca, kasian Nathan nanti punggungnya kumat" bisik Casandra, pura-pura Nathan punggungnya kumat. Casandra menyeringai melihat Nathan yang seperti ingin menerkam dirinya.
Casandra pun menurut perintah Darel, dan langsung meluk Nathan, sebab dipaksa Darel untuk melakukan itu.
Nathan pun tak masalah dengan pelukan Casandra, meskipun Darel yang menyuruhnya.
"Kak Darel apaan sih, nyuruh gue meluk Nathan segala, kalau bukan Kak Darel kagak mau gue, males banget, padahal dulu gue pengen banget kayak gini, tapi sekarang gue udah gak suka lagi" gumam Casandra, yang baru saja meluk Nathan dengan sangat terpaksa karena keinginan Darel, sang mantan kekasih yang menurutnya sangat baik, dan merasa Darel seperti kakaknya sendiri.
"Ca, loe siap dan gue mau jalan nih" tegur Nathan membuyarkan lamunan Casandra.
"Eh, iya, gue siap kok" gugup Casandra.
__ADS_1
Darel melihat mereka sudah tidak ada lagi, Darel pun kembali ke dalam rumahnya. Dan melanjutkan aktivitas lainnya.
Darel belajar untuk merintis melanjutkan Perusahaan papanya.
"Mah, papa sekarang lagi apa ya jam segini, kalau Darel nelpon ganggu gak ya Mah? " tanya Darel hati-hati.
"Coba saja kamu telpon, kali aja lagi tidak sibuk" jawab Mamanya.
Sementara Nathan dan Casandra masih dalam perjalanan pulang, masih hening satu sama lain. Belum ada yang memulai pembicaraan. Bayangan Casandra masih tertuju Aisyah, perempuan yang sempat dekat Nathan. Begitu juga dengan Nathan masih dengan perasaan yang rumit.
"Ca, loe diam aja sih, ngomong kek apa gitu, biasanya loe super cerewet kayak penjual balsem" ejek Nathan, mencoba mencairkan suasana. Namun masih saja tetap hening tak ada sahutan sama sekali, Nathan pun melihat Casandra melalui kaca spion motornya.
Hem, sabar Nathan sabar ya...
Nathan tiba-tiba mendadak ngerem, sehingga Casandra membentur helm Nathan terkena hidung mancungnya.
"Sakit! " seru Casandra, sedikit kesal karena Nathan rem dadakan.
Casandra cemberut karena kesakitan di hidungnya. Casandra memejamkan matanya menahan rasa kesal dan marah.
"Mau marah sama gue, hem? " tebak Nathan, karena ia tahu dari raut wajahnya.
"Aduh sakit Ca, tenaga loe kayak tukang bangunan banget deh" keluh Nathan.
Nathan pun langsung menjalankan motornya, tepat tiba didepan gerbang rumah Casandra. Tiba-tiba...
Cup
Casandra mencium pipi Nathan, karena ia gemas dengan Nathan hari ini.
"Permintaan maaf sekalian terimakasih, gue masuk, bye" tak perlu basa basi, Casandra langsung masuk ke dalam, tanpa mempersilahkan Nathan untuk masuk ke dalam rumah.
Nathan termenung sesaat, apa tadi itu mimpi, secara tumben dapat serangan dari Casandra.
"Badan gue panas sumpah, ah Ca loe bikin gue demam nih" gumamnya, saat Casandra sudah masuk ke dalam rumah.
Satpam yang melihat Nathan, hanya menggeleng tanpa suara.
Nathan tersenyum dan sumringah mendapatkan ciuman itu, lampu hijau kayaknya.
Nathan pun langsung balik lagi ke rumahnya, dan sebelum sampai ke dalam rumah, Nathan membeli beberapa cemilan kesukaan Casandra, dan ia akan mengirim ke satpam saja tanda terimakasih tadi.
__ADS_1
"Martabak sama baso kayaknya Casandra sering beli disini deh bareng Yuna" dugaan Nathan, hingga Nathan membeli dua porsi.
"Mang beli martabak manis dua ya, rasa coklat dan kacang ya" ucap Nathan pada pedagang martabak.
Setelah selesai membeli martabak, Nathan kini menuju ke arah pedagang baso urat yang berada di sebelah martabak.
Namun siapa sangka Nathan ketemu Aisyah.
"Assalamu'alaikum, loh Abang Nathan sama siapa? " tanya Aisyah, yang sedang berdiri menunggu baso.
"Walaikumsalam, eh Aisyah, sendiri Ais. Kamu sama siapa? " tanya Nathan balik.
"Aku sendiri Bang," jawab Aisyah.
"Oh," Nathan hanya ber oh saja.
Jantung Nathan tak karuan melihat Aisyah, merasa bersalah dan merasa tak enak hati, atas kejadian kemarin.
Aisyah memperhatikan Nathan, tanpa mengatakan sesuatu lagi.
Ketika hendak akan pulang, Nathan pun pamit duluan pada Aisyah.
"Gue duluan ya Ais, buru-buru soalnya, basonya ditunggu orang" pamit Nathan.
"Oh, iy Bang. Hati-hati ya Bang" ucap Aisyah.
Ada sedikit senang dan kecewa, sebab kejadian tadi.
Aisyah melihat kepergian Nathan, yang dari dalam warung baso tersebut.
"Bang, andai kamu tahu" Gumamnya dalam hati, saat Nathan sudah pergi dari hadapan Aisyah.
Nathan pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sebab takut kesorean dan takutnya Casandra sudah makan makanan berat, seperti nasi dan sejenisnya.
Tiba di depan rumah Casandra, Nathan tak ingin masuk ke dalam rumah, melainkan menitipkan makanan itu kepa satpam Casandra.
"Pak, tolong kasih ini ke Casandra ya, tolong banget, dan maaf saya tidak bisa main, sebab sudah sore, besok saja ketemunya di sekolah, plis Pak" pinta Nathan memelas.
Satpam pun menerima pemberian Nathan, dan langsung mengiyakannya, karena gak mau ribet berurusan dengan pemuda pemudi kasmaran.
"Iya, nanti saya sampaikan ke Non Caca" ucap Satpam Casandra.
__ADS_1