Mengejar Cinta Kamu

Mengejar Cinta Kamu
8


__ADS_3

"Cepat bayar Nat."


"Iya ini juga lagi merogoh saku celana, " Nathan kelamaan merogoh kantong celananya, maka dengan cepat Casandra sendiri yang merogohnya.


Nathan melotot ke arah Casandra yang dengan beraninya menyentuh tubuhnya.


Nathan merasa geli, saat Casandra merogoh saku celana Nathan. Merasa ada yang janggal dan merasa jantungnya berdetak kencang.


"Udah Ca, biar gue aja yang ngambil, gue geli tahu gak, dan... " Nathan tidak melanjutkan kalimatnya, sebab merasa ada yang bikin anu.


"Kenapa loe, liatin gue seperti itu! " seru Casandra menyelidiki.


Dan seketika Nathan mendekat Casandra lalu berbisik, " elo udah bikin adek kecil gue bangun, elo harus tanggung jawab, jika kita beneran menikah, " Nathan berbisik dan tersenyum licik.


Casandra pun pergi tak mau mendengar kelanjutan bisikan dari Nathan.


"Ternyata dia takut juga gue mesumin" tawa Nathan dalam hati.


"Gila tuh Nathan, mesum banget otaknya, hiiii gue gak mau nikah sama dia, ogah! " Casandra bergidik ngeri sendiri.


Casandra pun menunggu taxi seorang diri, tanpa ada yang menemani.


"Hai, Caca" sapa dokter Andri, saat meminggirkan mobilnya dekat dengan halte, yang ternyata orang yang sedang menunggu di halte adalah Casandra.


Beruntung tidak ada si Nathan, dan yang lainnya.


Dokter Andri keluar dari dalam mobil, dan mendekati Casandra.


"Hai, kamu lagi nungguin siapa? " tanya dokter Andri, yang posisi yang sudah dekat.


"Hai juga, loh dokter Andri, sedang apa lewat sini? Apakah ikutan balap motor juga? " tanya Casandra.


"Tidak, saya cuma lewat saja, dan kebetulan ada kamu disini, " lanjutnya.


Dokter Andri adalah dokter muda yang tampan, banyak yang menyukai dirinya, bahkan ada yang rela untuk melakukan sesuatu yang tidak benar, saat ingin bersama dokter Andri.


Dokter Andri menatap Casandra lekat, dan merasa kalau Casandra adalah gadis yang ramah dan ceria.


Disisi lain, Nathan berpamitan pulang, karena nanti malam akan ada jadwal tanding lagi.


Ketika tepat di halte, Nathan berhenti dan mengajak Casandra pulang.


"Ca, cepat naik, gue nyariin elo dari tadi, anaknya mojok disini! " seru Nathan pura-pura.


Casandra melebarkan matanya tak percaya apa yang di ucapkan oleh Nathan.


Casandra pun mengikuti sandiwara Nathan, karena merasa tidak nyaman berada dekat dengan dokter Andri.


Casandra pun ikut naik ke motor Nathan.


Kapan lagi kan dianterin pulang sama Nathan, meskipun perkataan Nathan cukup dingin namun ok lah, dari pada kelamaan nungguin taxi.

__ADS_1


Dokter Andri masih berada di halte, karena sedang menunggu seseorang, dan ternyata orang itu adalah adiknya, yaitu Yuna.


Yuna belum mengetahui bahwa kakaknya seolah dokter, dan Casandra belum menceritakan tentang dirinya mengenal kakaknya.


"Yuna, kamu ngapain sih berada di sekitar sini, bahaya loh" tegur dokter Andri kakaknya.


Yuna pun ke Arena ini tanpa sepengetahuan Casandra, sebab Yuna ada temu janji dengan pacarnya.


Iya pacar baru Yuna adalah Gilang, sejak kejadian di rumah sakit, Gilang menjadi akrab dengan Yuna, dan menjalin hubungan.


Dokter Andri belum mengetahui akan hal ini, bila ia tahu Yuna bisa diomelin tujuh hari tujuh malam.


"Cepat masuk Yun, Kakak gak ada waktu untuk menunggu kamu kelamaan" tekan Kakaknya, tanpa ba bi bu.


"Iya Kak," jawab Yuna lesu.


Di perjalanan Nathan dan Casandra hening, tidak ada yang memulai percakapan.


"Loe mau bawa gue kemana! " teriak Casandra, karena sedang menaiki motor, jadi Casandra sedikit berteriak supaya Nathan mendengarnya.


Nathan menepikan motornya ke samping.


seeeettt...


Bruk... Kepalanya terbentur helm Nathan.


"Aduh sakit Nat, loe ini sengaja ya, " kesal Casandra.


Tak ada lagi yang harus di bicara, Nathan kembali mengendarai motornya, dan tepat didepan rah Casandra, Nathan pun ingin menemui mamanya.


"Kenapa loe masih ada di sini? " tanya Casandra bingung, melihat Nathan masih berdiri di depan pintu rumahnya.


Nathan celinguk kanan kiri, ia melihat tak ada orang lagi selain satpam.


"Sepi banget rumah loe Ca, " telisik Nathan.


Tiba-tiba raut wajah Casandra murung, saat Nathan mengatakan hal itu, Nathan heran apa yang salah.


"Udah loe pergi saja, masih mau ngapain loe disini, " lirih Casandra pelan.


Nathan melihat ada raut wajahnya yang sedih.


"Eum maaf Ca, kalau ucapan gue bikin loe kek gitu, " Nathan meminta maaf.


"Gue pergi deh, nanti malam gue tanding loe ikut ya, " ajak Nathan serius.


Casandra kaget, tumben banget ia mengajak Casandra melihat tandingan dirinya.


"Lihat saja nanti" Casandra blik badan dan meninggalkan Nathan yang masih berdiri di depan pintu.


Nathan menghela nafas kasarnya, lalu ia kembali mengendarai motornya.

__ADS_1


Ketika sampai rumah, Nathan pun menghubungi Gilang, dan Gilang tak menjawab telepon Nathan.


Nathan kesal, dan ia ingin istirahat sebentar untuk memulihkan tenaganya, untuk stok nanti malam tanding.


Dirumah Casandra, dia memikirkan Nathan yang mulai akhir-akhir ini sudah ada kebaikannya.


"Gue baru bisa menyentuh loe ya Nat, dulu kemana saya, semangat empat lima untuk mengejar cintanya lagi" Casandra tetap semangat untuk bisa meraih cinta seorang Nathan, yang terkesan cuek bebek.


Malam pun tiba, Casandra dijemput Nathan langsung.


"Loe ngapain sih datang jam segini, gue mau belajar Nathan, " Casandra menolak kedatangan Nathan.


"Loe gak suka gue datang, " Nathan menebak sendiri.


"Iya! " Casandra masuk lagi ke dalam, tidak memperdulikan Nathan.


" Ca, " Cegah Nathan, memegang lengan Casandra yang baru saja masuk pintu rumah.


Casandra menghempaskan tangan Nathan, dan kembali masuk ke dalam rumah.


Nathan pun tak mau ribut, ia langsung keluar sebab sering handphone Nathan berbunyi terus, itu tandanya ia sudah ditunggu di Aren balap.


"Iya gue lagi jalan nih" sahut Nathan melalui ponselnya.


Nathan segera mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali ke dalam saku celananya.


"Wuihhhh ini bos kita, " saat melihat Nathan baru datang, Gilang bersorak sendiri.


Ditemani oleh Yuna, sekilas Nathan melirik ke arah Yuna.


Saat Nathan memarkirkan motornya, ia menghampiri Gilang dan Yuna.


"Loe ada disini, Casandra mana? " tanya Nathan melihat ke arah Gilang dan Yuna.


"Gue gak tahu" jawab Yuna.


"Loe kan teman sebangku Casandra! " lanjut Nathan, menelisik.


"Lalu? " pancing Yuna.


"Siapa yang nanyain gue! " seru Casandra dari jauh, ia mengendarai sepeda motornya.


Nathan, Gilang dan Yuna kaget, melihat tampilan Casandra malam ini, bukannya memakai yang layak pake sebagai perempuan eh malah berpenampilan seperti laki-laki.


"Casandra, itu elo! " seru Yuna, penasaran dan kaget, tidak percaya apa yang ia lihat.


"Iya ini gue" sahutnya.


Nathan diam tak berkomentar, meskipun ia kaget Casandra berpenampilan seperti itu.


Nathan memandang Casandra tak berkedip, dan mematung di depannya.

__ADS_1


"Napa loe, bengong seperti itu," Casandra mengagetkan Nathan yang masih terkagum dengan penampilan Casandra yang berbeda.


__ADS_2