Mengejar Cinta Kamu

Mengejar Cinta Kamu
2


__ADS_3

"Cewek aneh" Nathan mengatai Casandra, kemudian ia pergi dari hadapan Casandra.


Casandra melebarkan matanya saat Nathan mengatai dirinya.


"Dasar cowok lebih dari aneh! " teriak Casandra, saat dilewati Nathan yang telah mengatai dirinya aneh.


Mendadak Nathan berhenti melangkah.


Nathan balik badan dan mendekati Casandra dengan wajah datarnya.


"Gue, gak bakal tertarik dengan modelan cewek cantik kayak loe, bukan bikin gue seneng tapi eneg melihat muka loe yang kebanyakan dempul" Nathan mengejek dan langsung meninggalkan Casandra cepat. Karena tidak mau terpancing omongan lagi dengan gadis yang bernama Casandra itu.


Casandra mengepalkan tangannya, dan mengeram kesal.


"Awas saja kamu Nathan, gue akan mengejar cinta loe, apapun itu yang terjadi, dan ketika gue berhenti mengejar cinta loe maka loe yang akan nangis kejer mengejar cinta gue! " batin Casandra bersumpah.


Setelah nampak Nathan sudah pergi dari Casandra, Yuna yang sudah dari tadi menunggu Casandra, kini mendekatinya.


"Loe gak apa-apa kan Ca? " Yuna menepuk bahu Casandra dari belakang.


Merasa iba dengan Casandra yang masih mematung, Yuna langsung mengajaknya pulang.


"Yuk pulang saja, gak usah bengong gitu nanti ada pak genderu loh" canda Yuna.


"Sembarangan loe ngomong, " elak Casandra. Tidak terima candaan dari Yuna.


"Ya udah yuk kita pulang"


"Hayu lah. "


Nathan masih berada di halte bus, sengaja menunggu angkotan umum. Nathan tidak membawa kendaraan pribadi seperti biasanya, sebab ia ingin menengok saudaranya yang sakit.


Tin tin tin.


Bunyi klakson mobil Gilang sahabat Nathan sejak kelas sepuluh.


"Bro, bareng gue aja yuk, loe kepanasan gue gak tega lihat anak cowok tampan kayak gitu" ledek Gilang.


"Sialan loe, " Nathan tak terima di katain seperti itu oleh sahabatnya itu.


Nathan mendekati Gilang yang masih berada di dalam mobil, dan hanya membukakan jendela pintu depan mobilnya.


"Loe mau kemana, tumbenan bawa mobil mewah beginian? " tanya Nathan, sambil berjongkok.


"Gue tadinya mau ngajakin Casandra pulang bareng, tapi gagal bro. Jadi ya sudahlah gue ajak loe pulang bareng aja sekalian" jujur Gilang.

__ADS_1


Nathan tak bertanya lagi, jika itu menyangkut nama Casandra, entah punya masalah apa dulu kala. Sampai Nathan tak pernah sekali pun berhubungan dengan yang bernama Casandra.


"Tapi sorry Lang, gue mau kerumah sakit sebentar, bukan mau pulang dulu. " ujar Nathan jujur pada Gilang.


"Ya sudah tidak apa deh, gue tetap anter loe kok, daripada gue bete dirumah nggak ngapain juga" Gilang tetap kekeh untuk mengantarkan sahabatnya itu.


"Baiklah, " pasrah Nathan.


Diperjalanan, Gilang sedikit bertanya tentang Casandra kepada Nathan. Sebab Nathan madih sekelas dengan Casandra.


" Nath, gue boleh tanya sesuatu tentang Casandra gak, sedikit aja kok gak banyak" pinta Gilang, sambil melirik kearah Nathan.


"Mau tanya apa Lang? " Nathan malas membahas perempuan, terutama Casandra.


"Dia udah punya pacar belum ya Nath, dan bisakah loe temuin gue dengan dirinya? " tanya Gilang dua sekaligus, membuat Nathan jengah mendeo ocehan sahabatnya itu.


Nathan memejamkan matanya kesal, karena Gilang bertanya dan membahas hal yang tak penting menurutnya.


"Gue tidak tahu, gue bukan bodyguard Casandra" jengah Nathan.


"Dari seluruh siswa laki-laki nih ya, hampir loh semua menyukai Casandra, termasuk gue. Gue suka sama dia, tapi gue perhatikan loe sama sekali tidak tertarik sama dia sih, kenapa bro? loe normal kan? secara Casandra itu kan sempurna, " panjang kali lebar Gilang nyerocos tak ada titik ataupun koma.


Nathan tak ada tanggapan sama sekali, bahkan tak merespon dan mengatakan sesuatu pada Gilang, cuma melirik dan menatap Gilang sinis.


"Lang, plis loe jangan bahas Casandra ke gue, eneg tahu gak" perintah Nathan pada Gilang.


"Sensi banget loe, punya salah apa Casandra sama loe, sampai elo bilang eneg segala sama dia, " kepo Gilang, dengan tatapan ingin tahu.


Gilang masih menunggu jawaban dari Nathan, dan ketika hendak akan bertanya lagi, Nathan sudah melebarkan matanya ke muka Gilang.


Sehingga Gilang tidak berani untuk bertanya lagi.


Mulut Gilang mendadak bungkam, karena mendapat pelototan dari Nathan.


Tak terasa obrolan demi obrolan, mobil Gilang pun sampai di depan parkir rumah sakit.


Dan apa yang dilihat Gilang itu benar atau tidak, disana ada Casandra dan Yuna, yang sedang memarkirkan motornya ditempat parkiran.


"Itu kan Casandra" tebak Gilang dari jauh, yang ter halang pohon besar.


Nathan pun melihat kearah yang ditujukan Gilang.


Nathan tak percaya akan bertemu dengan dia ditempat yang berbeda.


"Kenapa dia ada disini? " batin Nathan.

__ADS_1


Nathan dan Gilang bejalan menuju ke resepsionis, dan tepat di tempat resepsionis Nathan menabrak Casandra tidak sengaja, sebab Nathan berjalan sambil mengetik pesan dilayar ponselnya, sehingga Nathan menabrak tubuh Casandra.


"Aduh, sakit banget" Casandra terjatuh ke lantai mengenai pantatnya, dan meringis kesakitan.


Ponsel Nathan pun terjatuh tepat di pangkuan Casandra.


Casandra masih belum menyadari pria itu adalah Nathan, orang yang sudah menabrak dirinya.


"Sini, ponsel gue, jangan di pangku terus ponsel gue, nanti jamuran" ketus Nathan.


Casandra melotot pada pria itu, dan ternyata dia adalah Nathan, cowok incarannya.


"Bangunin gue dulu kek, bukan malah nanyain ponsel duluan" rengek Casandra.


"Gue gak perduli, gue cuma mau ponsel gue balik" Nathan menengadakan tangannya.


Yuna dan Gilang pun hanya bisa menonton perdebatan mereka.


"Mereka jodoh, gue do'ain" celetuk Yuna.


Gilang mendengar celetuk Yuna meskipun pelan.


"Jangan gitu dong, gue daftar nih jadi jodohnya" elak Gilang tak terima atas ucapan Yuna, sahabat Casandra itu.


Yuna tak menjawab, hanya menatap sinis ke arah Gilang.


"Cepat kembalikan ponsel gue Ca, gue gak punya banyak waktu " kesal Nathan pada Casandra.


"Sama, gue juga gak punya banyak waktu untuk bermain-main dengan loe, nih ponselnya gue balikin " ponselnya ia taro di atas lantai, dan membuat Yuna dan Gilang geleng-geleng kepalanya.


"Dasar cewek gila" hina Nathan.


Mendadak Casandra berhenti berjalan, dan kembali mendekati Nathan dan berbisik,


"ia, gue gila karena elo Nat" Casandra memberanikan diri mengatakan kata itu, padahal aslinya ia risih.


Casandra menuju ke ruang melati, yang disana ada seseorang yang sangat ia sayang dan yang ia cintai, yaitu Darel. Dia adalah cowok yang sudah bikin Casandra klepek-klepek.


Atau bisa di bilang Darel adalah cinta pertama Casandra sejak SMP.


Darel memutuskan hubungan karena Darel sakit, dan tidak bisa menjaga Casandra secara langsung, melainkan melalui adiknya yaitu Nathan.


Oh, pantas saja ternyata oh ternyata.


Nathan adalah adiknya Darel, sedangkan Darel pacarnya Casandra.

__ADS_1


Tapi Nathan tidak mengetahui, bahwa Casandra adalah pacar Kakaknya, yang Nathan tahu Darel menyukai Casandra. Namun tidak pernah menceritakan bahwa Darel pernah punya hubungan khusus dengan Casandra.


"Mau apa loe! " teriak Nathan.


__ADS_2