Mengejar Cinta Kamu

Mengejar Cinta Kamu
11


__ADS_3

Nathan berucap demikian, agar Casandra berhenti menghindari dirinya.


"Ca, plis kamu jangan menghindari aku sedikit saja, rasa kehilangan banget tahu gak" pinta Nathan berani memegang tangan Casandra.


Ingin rasanya Casandra menepis tangannya, namun Nathan memegang erat hingga Casandra tak mampu untuk menepisnya.


"Ca, plis" pintanya lagi.


"Kenapa sekarang loe bilang seperti ini? " tanya Casandra, sebab ia tak ingin dipermainkan perasaannya, cukup dua kalinya ia selalu ditolak Nathan.


"Ca, kita berteman dan sekelas dua tahun, aku tahu itu, namun aku minta maaf sama sekali tidak pernah merespon segalanya tentang kamu, "


"Cukup Nathan, cukup! Gue udah tidak mau lagi mendengar apapun dari loe, gue bilang gue akan menghindari loe jika gue kalah, dan gue kalah itu artinya gue menepati janji gue!" Casandra marah dan langsung pergi meninggalkan Nathan di luar kelas.


"Ca! " teriak Nathan.


"Ca, maafin gue! " seru Nathan.


"Nat, berhenti bicara, gue udah bosan dengan semua ini, pergilah jangan ganggu gue! " sentak Casandra.


Kemudian Casandra kembali duduk di bangkunya, yang ternyata ada Yuna disamping dirinya.


"Loe bertengkar dengan Nathan? " tanya Yuna.


"Gue udah bilang gue gak mau lagi ngejar dia dan gue udah bisa menghindari dia, tapi dia maksa" jawab Casandra, sedikit bergemetar.


Nathan hanya meliriknya, dan tepat sekali tatapan mereka bertemu dan Casandra memalingkan mukanya.


"Apa! " kesal Casandra dilihat terus oleh Nathan.


Nathan hanya tersenyum dan kembali tatapan matanya ke arah guru.


Nathan fokus mendengarkan guru menerangkan, sedangkan Casandra tidak fokus, gegara memikirkan bagaimana bisa Nathan bisa bersikap seperti tadi.

__ADS_1


Jam sekolah pun berakhir, kini saatnya semua siswa-siswi pulang ke rumah masing-masing.


Casandra dan Yuna masih berada di dalam kelas, begitu juga dengan Gilanh dan Nathan.


Gilang dan Nathan tidak langsung pulang melainkan ada latihan basket dan voli terlebih dahulunya.


Banyak fans Nathan yang menyaksikan permainan bola basketnya. Gilang juga dibilang cukup banyak penggemarnya juga loh, hingga Yuna harus menemani Gilang dari awal main sampai akhir main, takut kecangkol fansnya.


Yuna termasuk pacar posesif banget, apalagi ia pernah mengetahui bahwa dulu Gilang pernah menyukai Casandra.


Ternyata Casandra tidak langsung pulang, mampir dulu ke perpustakaan sekolah, karena ada buku bacaan yang harus ia baca, atau bisa dibilang mencari novel yang ia sukai.


Jam menunjukan pukul tiga sore, tak terasa permainan basket Nathan dan Gilang selesai, begitu juga dengan Casandra yang selesai baca novel dan tak lupa makan di kantin.


Setelah semua dirasa sudah habis, Casandra langsung pulang, jarak antara lapangan basket dengan perpustakaan sangat jauh, jadi Casandra tidak mengetahui bahwa ada Nathan dan Gilang disitu, bahkan Yuna pun ada bersama mereka.


Ketika Casandra keluar dari kantin, dan berjalan menuju area basket, tak sengaja Casandra menubruk Nathan dari depan.


Bukannya marah, melainkan Nathan tersenyum ceria melindungi Casandra ada didepan dirinya.


"Loe, ngapain loe disini, kenapa loe belum pulang Nat" seru Casandra heran, dan panik. Takut Nathan marah, karena setiap ia bertabrakan dengan Nathan pasti Nathan akan memarahinya.


"Gawat, Nathan pasti marah sama gue, seperti sebelumnya, eh tapi nanti dulu kok dia diem aja, berubah jadi patung kah? " monolog Casandra dalam hati.


Ketika mendongakan kepalanya, Casandra heran dengan tatapan intens ke arah Nathan yang sedang diam tersenyum.


"Sakit? " tanya Nathan, menempelkan tangannya ke jidat Casandra.


Casandra mengerjapkan matanya berkali-kali, sungguh diluar nalar, tindakan Nathan kali ini.


"Kamu kenapa? " tanya Nathan lagi.


"Kamu? Sejak kapan loe panggil gue dengan sebutan kamu? " tanya Casandra balik.

__ADS_1


"Loh kenapa emangnya tidak boleh ya, hem" rayu Nathan pada akhirnya melembutkan nadanya.


Casandra mengernyitkan kedua alisnya sampai menyatu, tak paham apa yang dikatakan Nathan.


Ah tidak, Casandra tidak boleh goyah, ia sudah berjanji akan menjauhi Nathan.


Dari jauh terlihat Gilang dan Yuna berjalan menuju Nathan dan Casandra, dan keduanya mempercepat jalan kakinya karena Yuna kepo, kok ada Casandra dan Nathan? Apa yang mereka lakukan.


Yuna dan Gilang sudah didekat Nathan dan Casandra.


Yuna dan Gilang saling pandang, begitu juga dengan Casandra dan Nathan.


"Mereka ganggu momen aja deh" gerutu Nathan dalam hati, sambil cemberut dan diam tanpa kata.


"Ada apa sih dengan mereka, kok pada diem sih" batin Yuna, kepo dan ingin banget mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Kalian habis dari mana Yuna, loe kok belum pulang juga sih, habis ngapain? " tanya Casandra memulai pembicaraan.


"Gue kan habis menemani ayang bebeb Ca, loe sendiri ngapain hayo berduaan! " skak Yuna.


"Gue, habis dari perpustakaan seperti biasanya, dan makan di kantin terus ketemu dia" tunjuk Casandra ke muka Nathan. Nathan pun langsung menoleh ke arah Casandra, menatap Casandra tajam tanpa berkedip.


"Loe ngapain Than, bisa bertemu dengan Casandra disini, hayo janjian ya? " goda Gilang, membuat Nathan salting.


Nathan yang dulu sadis, dingin dan cuek terhadap Casandra, entah kenapa saat kejadian pertandingan kemarin Nathan menjadi lembut kepada Casandra, ada sesuatu yang berubah. Dan membuat ia menyesal telah menyakiti perasaan Casandra.


Kini Nathan baru menyadari bahkan kakaknya Darel saja pernah menjadi kekasihnya.


"Ca, loe kok belum pulang, tadi gue nyari loe di perpustakaan, tapi loe udah gak ada, pulang bareng yuk" ajak Rio, teman sekelas Casandra dan juga Nathan serta Gilang dan Yuna.


Karena hanya Rio yang suka ke perpustakaan, hingga tiap kali ke perpustakaan Casandra pasti mengajak Rio.


Mendengar Rio mengajak Casandra pulang bareng, Nathan tak tahan lagi.

__ADS_1


__ADS_2