Mengejar Cinta Kamu

Mengejar Cinta Kamu
13


__ADS_3

"What! " sentak Yuna, mendengar Nathan mengatakan seperti itu.


Gilang hanya tertawa melihat tingkah pacarnya tersebut.


"Sudah yuk, kita juga harus pulang sudah hampir sore juga" ucap Gilang pada Yuna.


Kemudian Gilang dan Yuna pergi ke parkiran, mengambil motor sportnya Gilang, dan mereka pulang berboncengan.


Nathan sudah tiba dirumah sakit, dan ternyata didalam kamar Darel sudah ada Casandra dan Mamanya.


Nathan melotot ke arah Casandra, pasalnya sejak kapan Casandra sudah ada didalam kamar Darel, bareng Mamanya pula.


"Kenapa tuh mata, gede banget kayaknya tuh mata. Minta dicolok atau bagaimana! " seru Darel yang melihat tatapan sang adik kepada Casandra.


Nathan tidak langsung menyahuti Kakaknya, melainkan menyalami Mamanya terlebih dahulu.


Nathan langsung duduk di sofa dan melihat lihat ponsel sambil bermain game kesayangannya.


Casandra yang melihat tingkahnya memutar matanya malas, namun karena ada Mamanya Darel dan Nathan. Casandra tidak terlalu ambil pusing.


"Mah, Mamah boleh pulang dulu aja, sudah ada Nathan dan Casandra disini, kalau Darel butuh sesuatu nanti Darel hubungi Mama dan Papah. " Darel kasihan dengan Mamanya yang sudah sangat lelah menungguinya, menyuruh Mamanya untuk pulang dan istirahat dirumah.


Mamanya pun mengerti, apalagi ada calon mantu nantinya yang akan menemani Darel.


"Ya sudah, Mamah pulang dulu ya? " pamit Mama Darel, dan langsung pergi meninggal mereka semua.


Sementara itu Nathan masih asyik memainkan ponselnya, dan cuek seperti biasanya.


"Lah nih orang tadi di sekolah sok banget, giliran disini cuek bebek, awas saja kamu Nathan! " ancam Casandra dalam hati, sehingga Nathan dan Darel pun tak ada yang mengetahui niatnya itu.


Darel bingung sendiri kan jadiny, kalau mau menjodohkan mereka.


"Ehem, kalian ini kenapa pada diam sih, ada Kakak loh disini, loe lagi kenapa jauh banget duduknya, calon loe nih kasihan tadi nangis" alibi Darel. Membuat Casandra melotot tak percaya dengan ucapan Darel, kapan coba dirinya menangis. Apa reaksi Nathan nih.


Nathan langsung bangkit dari sofa, dan mendekati Casandra.


"Loe nangisin apa?" tanya Nathan, mendekati Casandra dan memegang pipinya yang cuby dan mulus.


Jantung Casandra tidak aman loh. Aduh butuh dokter jantung ini.

__ADS_1


"Apa! " bukan malah luluh malahan meninggikan suaranya, agar tidak terlihat gugup.


Darel pun cuma geleng-geleng kepala, melihat reaksi Casandra yang polos itu.


"Dia bilang loe gak mau anterin, karena loe punya pacar, apa benar begitu Nathan? " tanya Darel, berpura-pura. Padahal dirinya tidak tahu apapun tentang Casandra dan Nathan.


Casandra dan Nathan saling menatap, dan menggunakan bahasa batin.


"Kak Darel, ngarang cerita tapi kok seperti iya" batin Casandra, tak habis pikir Darel bisa berkata seperti itu.


"Apa Casandra mengatakan sesuatu ya, masa Kakak gue ngomong kayak gitu, seolah menyindir gue" bathin Nathan bertanya-tanya.


Nathan dan Casandra masih bergeming tak karuan dengan pikiran masing-masing.


"Kalian kapan akan menikah! " celetuk Darel, membuyarkan pikiran Nathan dan Casandra.


"Kak, kita belum lulus! " sahut Nathan.


"Tidak apa kan kalian nikah agama dulu" ucapan Darel begitu entengnya.


"Ya ampun, kiamat sudah dekat kalau begitu, nanti es krim yang beku jadi lahar, bagaimana dong? " sindiran Casandra pedas.


Tak ada lagi suara yang mulai, kini giliran Darel yang akan beranjak dari kasur. Karena sudah bosan di kasur rumah sakit terus, ingin rasanya rebahan di dalam rumah di dalam kamarnya sendiri.


Darel kini bisa berjalan seperti biasanya, dan penyakit dalamnya sembuh namun belum total.


Kini Darel sudah siap untuk pulang maka, ia dan Nathan bersiap-siap untuk membereskan pakaian dan yang lainnya.


Tak lupa juga Casandra membantu mengemasi barang Darel, agar cepat selesai.


"Loe ngapain ikutan mengemasi barang Kak Darel? " Nathan lupa panggilannya loe lagi ke Casandra.


Padahal baru juga dengan panggilan aku, kamu.


Casandra tak mau meladeni Nathan, namun karena saking kesalnya, Casandra tetap acuh terhadap Nathan.


"Karena gue orang baik, jadi....! " Casandra belum melanjutkan perkataannya, Nathan sudah melotot ke arah Casandra.


"Jadi gini, yang loe maksud. Gue yang akan dijodohin gue yang harus lihat loe bermesraan gitu! " sentak Nathan.

__ADS_1


Darel tak habis pikir, kok bisa Nathan mengatakan hal itu.


Padahal Darel ingin Nathan dan Casandra bisa akur, dan mau menerima perjodohan ini.


Casandra diam, dan melihat Nathan yang sudah pergi keluar dari kamar Darel.


"Sudah jangan dipikirkan, nanti juga dia mode happy lagi" bujuk Darel, masih memasukkan bajunya ke dalam tas ranselnya.


Setelah dirasa semua sudah beres, Darel dan Casandra keluar bersamaan. Dan sudah ditunggu sang Mamanya.


"Mah, aku senang bisa pulang, dan gak meski ke luar Negeri" Darel bahagia sambil memeluk sang Mama.


"Iya sayang, yuk masuk kita pulang ke rumah, bibi mu sudah masak banyak untuk kedatangan kamu dan juga yang lainnya, Casandra sayang kamu ikut kan Nak? " tanya Mama Darel pada Casandra yang masih berdiam diri disamping Darel.


"Tapi...? " Casandra bingung dan melirik kearah Nathan.


"Mah, ayo pulang. Nanti masakan bibi dingin, loe gak usah ikut, ini acara keluarga gue! " sentak Nathan, sudah mulai muak dengan Casandra yang sok dulu menyukainya, namun ia masih mendekati sang Kakaknya yaitu Darel.


Casandra geram, rasanya ingin sekali menonjok tuh muka yang sok kecakepan.


"Nathan benar Tante, aku rasa aku tak pantas berada di tengah-tengah kalian, sebab ini adalah acara keluarga khusus untuk Kak Darel, dan juga yang lainnya. " Casandra masih menahan amarahnya.


"Ca, kamu juga bakalan jadi keluarga kita kok, malah kamu akan jadi adik ipar aku kan? " Darel memastikan dan menekankan ucapannya.


"Dulu iya pengen banget, entah kenapa aku jadi mundur Kak, sebab dihati Nathan sudah ada cewek berhijab" ucap Casandra takut-takut Nathan sudah akan marah, sebab Nathan melihat ke arah dirinya seperti tak suka.


"Alesan! " kilah Nathan.


Darel dan Mamanya juga bingung, seharusnya masuk mobil dan cepat sampai rumah ini malah debat calman alias calon mantu.


"Sudah jangan bahas beginian ditempat umum, kita pulang yuk, Ca yuk masuk, gak usah dengerin Nathan" ajak Darel dan memegang tangan Casandra.


Melihat Casandra tangannya digandeng Darel membuat hati Nathan memanas.


Darel pun paham tatapan Darel ke arah mana, namun Darel malah mempererat mengenggam tangan Casandra dan tertawa yang tertahankan.


Nathan dan Darel di depan, karena Nathan yang menyetir mobil, sedangkan Mamanya Nathan dibelakang kemudi bersama dengan Casandra.


Sesekali Nathan mencuri pandangan ke Casandra melalui kaca spion.

__ADS_1


"Loe kalau cemburu lucu banget" bisik Darel ke telinga Nathan, dan Nathan pun menoleh ke arah Kakaknya.


__ADS_2