Mengejar Cinta Kamu

Mengejar Cinta Kamu
4


__ADS_3

"Loe! " seru Nathan, tak percaya.


Nathan menutup kembali pintunya, dan menguncinya.


Brak...Brak...Brak...


"Buka pintu, horor! " teriak Casandra, dibalik pintu.


"Loe jahat banget sih sama gue" lanjutnya.


Ada dokter dan suster yang sedang berjalan menuju kearahnya.


"Mbak, tolong jangan membuat kegaduhan dirumah sakit" suster memperingati.


"Iya sus, maaf. Tapi orang yang di dalam gak mau saya masuk, tolong bantuin dok, Sus, " mohon Casandra.


Tok tok tok...


Kali ini susternya yang mengetuk pintu.


Ceklek....


Pintu pun dibuka oleh Nathan, Casandra bersembunyi disamping pintu, ketika pintu terbuka, Casandra menyerobot masuk kedalam.


Dokter dan suster pun hanya geleng-geleng.


"Maaf Dok, dan Sus, sudah merepotkan, sekali lagi terimakasih, " ucap Casandra, yang sudah masuk kedalam sambil berjongkok.


Nathan pun langsung menutup pintunya, saat Dokter dan suster sudah pergi dari hadapan Nathan.


Nathan langsung mendekati Casandra geram, dan seolah-olah ingin melahap Casandra.


"Elo mau ngapain, malam-malam begini keluyuran! " seru Nathan, dengan nada tinggi.


"Nengok kakak loe lah, terus ngapain coba gue kesini, pesta?! " geram Casandra.


Dari tadi Darel hanya menjadi penonton setia perdebatan antara adiknya dan mantan pacarnya.


Pusing melihat mereka yang selalu berhawa panas.


"Siapa yang yang menyuruh loe nengok kakak gue, hah! " teriak Nathan. Tepat di wajah cantik Casandra.


Casandra hanya menunduk tak berani menatap Nathan yang begitu marah.


"Mama yang menyuruh Caca, untuk selalu datang kesini tiap malam, " tiba-tiba mamanya datang dari arah pintu.


Nathan dan Darel pun menoleh kearah mama mereka.


"Nathan, kenapa kamu kasar sekali dengan Caca!" bentak mamanya. Mamanya merasa bersalah sama Casandra.


" Mama kok belain Casandra sih, bukannya belain anaknya, " Nathan tak terima Casandra dibelain mamanya.


"Mama bukannya belain, tapi emang beneran mama yang selalu menyuruhnya untuk datang kesini, jika malam mama tidak ada disini" Mamanya memperjelas, agar anaknya tidak emosi lagi.


"Mah, kenapa harus dia, kan ada asistennya Mama dirumah, suruh mereka saja yang ngejagain bukannya harus dia! " Nathan terus mengoceh tak karuan.


"Tante, Caca pulang saja dulu, Caca tidak mau ada keributan di sini, assalamu'alaikum. " Casandra langsung pamit, tak mau sakit hati nantinya, saat mendengar perkataan demi perkataan yang tak menyenangkan itu.

__ADS_1


Casandra menangis sejadi-jadinya, ia masuk ke dalam toilet terlebih dahulu.


"Kenapa sih loe gak mau lihat gue sama sekali, padahal kakak loe aja merestui gue suka sama loe" isak Casandra menatap cermin, wajahnya penuh dengan air mata.


Casandra keluar dari dalam toilet, dan tak sengaja melihat Nathan keluar dari kamar inap Darel.


Casandra bersembunyi, karena ia tidak mau kena omelan Nathan lagi.


Casandra menunggu taxi yang ia pesan, namun tak kunjung datang.


Hingga ia terpaksa berjalan kaki, tepat sekali ketika Casandra berjalan, hujan pun tiba-tiba mendadak deras.


Seperti hatinya yang mendadak sedih.


Nathan pun pulang dengan mengendarai mobil mamanya, dan melihat Casandra berjalan kaki dibawah guyuran hujan yang deras.


Tapi Nathan tidak menghampiri Casandra, bahkan membiarkan Casandra, luntang lantung.


"Maaf" gumam Nathan, setelah melewati Casandra di depannya.


Casandra pun tidak memahami mobil tersebut, yang melewati dirinya.


Nathan tetap melajukan mobil mamanya, dan tidak menghiraukan Casandra.


Casandra pun akhirnya bertemu dengan Gilang di tengah pejalanan.


"Itu Casandra! " seru Gilang kaget bukan main, melihat Casandra berjalan di jalan.


Gilang pun berhenti tepat didepan Casandra, dan membuka pintu mobil depan.


"Ca, masuk yuk, gue anterin loe pulang, hujan deras banget nih! " ajak Gilang sambil berteriak, sebab hujan deras, hingga volum bicara harus tinggi, supaya Casandra mendengarnya.


"Gak apa Ca, buruan masuk! " perintah Gilang.


Casandra pasrah, akhirnya memang hujan sangat deras, mobil online nya belum juga muncul.


Pada akhirnya Casandra mengchancel mobil online itu.


Casandra pun akhirnya masuk ke dalam mobil Gilang. Dari jauh Nathan melihat adegan itu, dan merasa lega sudah ada tumpangan untuk Casandra.


Nathan pun melanjutkan perjalanan pulang, ketika mobil Gilang sudah melaju.


"Loe ngapain malam gini dijalan seperti... " jeda Gilang karena tidak mau melanjutkan kalimat yang tidak enak.


"Seperti apa? " ketus Casandra, menoleh ke arah Gilang, dan menatap Gilang tajam.


"Loe tuh ya, kalau natap kayak gitu serem tahu, sama kayak Nathan, kalian tuh jodoh banget" Gilang merinding ditatap seperti itu oleh Casandra.


Casandra cemberut mendengar ucapan Gilang, karena saat ini Casandra sedang mode kesal dengan Nathan.


"Gak, usah bahas Nathan hari ini, gue lagi kesal sama dia! " seru Casandra, masih teringat kejadian tadi didalam rumah sakit.


"Kenapa, bukannya loe senang, dan bahkan mantan pacar loe yang alias kakak Nathan aja, mau ngejodohin elo sama Nathan, " skak Gilang.


Casandra bungkam, dan hanya tersenyum sinis melihat dan mendengar ocehan Gilang.


Casandra tidak ingin membahas masalah Nathan, dan keheningan di dalam mobil pun seketika mendadak muncul.

__ADS_1


Tak terasa mobil Gilang sudah ada didepan gerbang rumah Casandra.


Dari kejauhan nampak Nathan melihat Gilang dan Casandra, keluar dari dalam mobilnya.


Nathan dan Casandra sebenarnya tetangga seberang, namun Nathan tidak pernah keluar rumah meskipun hanya untuk bertegur sapa dengan Casandra.


Casandra pun tidak tahu jika Nathan adalah adik kandung Darel, mantan kekasih Casandra, sebab jika Casandra main ke rumah Darel, Nathan tidak pernah muncul, bahkan foto Nathan pun tidak ada di dinding rumahnya.


Sampai setiap Nathan mengetahui jika Casandra sering keluar malam seorang diri, menyangka jika Casandra bukan wanita baik-baik.


Padahal Casandra pergi malam hanya untuk menengok saudaranya atau kakaknya Darel.


"Aku gak perlu masuk lagi kan Ca, sebab aku bukan pacar kamu? " reflek Gilang bicara aku dan kamu.


"Aku? Kamu? Gue gak salah denger kah? " tanya Casandra, pada Gilang yang masih berdiri di depan gerbang.


"Iyalah, kan ada dirumah kamu, gak sopan tahu panggil gue, loe. " Nasehat Gilang, memang Gilang mengerti situasi dan tempat.


"Ya walaupun loe bukan pacar gue, loe harus balikin gue baik-baik dong, kali saja orang tua gue ketemu loe" Casandra ingin Gilang pamit juga dengan kedua orang tuanya.


Gilang pun pasrah, akhirnya ia menuruti permintaan Casandra, yang harus pamit juga sama orang tuanya.


Tok tok tok...


Casandra mengetuk pintu rumahnya.


Alhasil yang membuka pintu adalah Mamanya.


"Loh sayang, kamu kenapa basah kuyup begini Nak? " tanya Mamanya dengan nada khawatir.


Sekilas Mamanya melirik ke arah Gilang, yang ternyata Gilang tidak basah seperti anakny.


"Cowok ini gak basah, kamu kok basah sih, jelaskan sayang! " seru Mamanya.


"Mah, tadi tuh Caca, main hujan-hujanan, lalu pas di jalan ada teman Caca ini yang ngasih tumpangan" Caca menunjukkan ke arah Gilang, yang masih diam tak bersuara.


"Kenalin juga Mah, dia Gilang teman Sekolah Caca, " lanjutnya.


"Gilang Tante, teman Sekolah Caca" Gilang mengulurkan tangannya ke Mamanya Casandra.


Mamanya Casandra pun membalasnya.


"Kenalin juga nama Tante, Kiki. Kali aja kita ketemu dijalan ya Nak Gilang, " Kiki merasa menyukai Gilang.


"Maaf Tante, kalau begitu saya permisi pulang dulu ya, terimakasih Tante, assalamu'alaikum" pamit Gilang dan tak lupa mencium tangan Kiki.


Casandra pun mengantarkan Gilang sampai depan pintu gerbang.


Gilang pun langsung masuk, namun lengannya dicegah cepat oleh Casandra sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Lang, terimakasih ya, kalau gak ada loe, gak tahu nasib gue seperti apa, " Casandra mengucapkan terimakasih atas apa yang dilakukan oleh Gilang hari ini malam ini.


"Iya, sama-sama, sudah gih sana masuk, cepatlah ganti baju, nanti masuk angin" Gilang kasih perhatian untuk Casandra.


"Perhatian sekali loe sama gue" ujar Casandra.


Gilang tak membalas ucapan Casandra, hanya tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Kok loe yang baik sama gue, bukan Nathan, " gumamnya saat Gilang sudah pergi.


__ADS_2