
Matahari kota Jakarta siang ini terasa menyengat.
Namun semua itu tidak membuat para penghuni ibu kota negeri tercinta ini malas untuk keluar rumah. Kesibukan tetap saja mewarnai kota metropolitan ini. Bahkan jalan-jalan pun tetap padat dan malah macet karna banyaknya kendaraan.
Seorang wanita muda usia 22 th tampak kebingungan, berdiri seorang diri di tepi jalan komplek memandang nanar ban mobil yang tampak kempes. Ingin menghubungi orang rumah sialnya Hp nya malah lowbet karna lupa di cas, lengkap sudah.
"Ishh...bisa-bisa nya lo blue-nama mobilnya, pakai acara mogok!, mana masuk bentar lagi" omel, keluh wanita itu.
Dia berjongkok terus berdiri dan melakukan berulang kali karna terus menekan ban mobilnya.
"Nih komplek lagi simulasi mati kali ya, sepi banget, masa iya cewek soleha, budi perkerti luhur, rajin menabung, tidak sombong dan calon istri idaman ini harus berdiri sendiri disini, mana nih hp ngak guna lagi!" omelnya lagi, sesekali memukul pelan Hp nya, niat hati ingin di banting karna kesal, tapi sayang biasalah Jingga-kan gadis penyayang.
"Siapa pun yang nolong gue, andai cowok gue jadi pacar deh, tapi kalau ganteng, kalau jelek kasih uang aja, kalau cewek kasih uang deh dan jadi kakak ipar gue, mayan kan buat kak ajun" kekehnya lagi. Biasa terlalu sering nonton sinetron.
Mobil hitam sedang melaju cepat, karna ada meeting yang sangat darurat, " Iya, kamu atur dulu saya akan menyusul, pastikan semuanya aman" ujar orang itu bicara mengunakan benda pipih yang melekat di telinganya.
"Saya tutup dulu" orang tersebut mematikan telpon, dan kembali fokus pada jalanan.
Dari kejauhan Jingga melihat sebuah mobil. Senyumanmya merekah, "Allhamdullilah ya Allah, akhirnya" Jingga siap berdiri di samping mobilnya ingin melambai meminta pertolongan.
Dalam perjalanan, "Loh, itu kenapa?" tanyanya pada diri sendiri karna melihat seorang gadis seusia anak nya mungkin sedang berdiri, tersenyum dan tangan melambai.
Mobil tersebut berhenti tepat di depan mobil Jingga, sosok laki-laki berjas keluar dengan elegannya.
Jingga langsung menghampiri orang tersebut.
"Bisa tolong saya ngak om?" tanya Jingga langsung keintinya.
"Ada apa?"
"Ban mobil saya kempes, disini ngak ada bengkel, tapi saya juga buru-buru mau ke kampus, gimana ya om?"
Orang tersebut hanya memandang Jingga heran, *Kok malah nanya saya* batin orang itu.
"Kuliah di mana?"
"Kampus A om" jawab Jingga, jangan lupa senyumnya kembali mengembang.
"Naik, saya searah" ucap orang itu hendak kembali ke mobil.
"Naik kemana om?," tanya Jingga sambil menatap sekelilingnya bingung.
Satu fakta tentang Jingga lagi LOLA.
Orang tersebut memutar mata malas, ada ya manusia seperti ini pikirnya.
__ADS_1
"Mobil saya."
"Oh, bilang dok dari tadi, Yaudah deh kalau di paksa" Jingga langsung menerobos masuk.
Sedangkan orang tersebut hanya memgela napas, sepertinya dia salah memberikan bantuan pada gadis absurd di depannya ini.
Aneh, semoga ngak pernah ketemu lagi -batin orang itu.
Hening. Tidak ada yang membuka suara, Jingga yang tak suka hening akhirnya membuka suara, "Om nanti berhenti didepan gerbangnya aja ya, ngak usah sampe masuk, tapi kalau om mau ngak apa-apa sih" kekehnya
Pria dewasa itu tak menjawab ucapan dari Lengtari,
"Usia om berapa om?"
"Om udah punya anak ngak?, anaknya om cewek/cowok?"
"Oh ya om, nama aku Jingga, usia 22 th, cantik, soleha, rajin menabung, tidak sombong, dan berbudi luhur, siapa tau aja om mau jadi mertua Jingga/pacar, lagi nyari jodoh nih" Oke Jingga sok akrab, ocehan Jingga tentu menganggu konsetrasi dari pria tersebut,
Ada rasa menyesal karna sudah menawari bantuan.
"Om, suka makan apa?, sepi amat ngomong dong om, bisu ya?, sariawan? Apa gimana nih om, atau om ini setan ya?" oceh Jingga lagi, ia merasa omongannya terabaikan seperti angin lalu..
"Diam" itulah yang pria itu ucapkan.
"Ahh..om ngak asik!, istri om pasti bosan punya suami kaya om" ujar gadis tersebut dengan muka dibuat-buat sok iyee.
"Oh ya om, nurunin Jingga didepan gerbang aja ya, jangan masuk di fakultasnya, nanti teman-teman jingga salah paham lagi." Terabaikan kembali. Jingga mencebik kesal, kacang mahal ngak sih?
Siapa juga yang mau masuk di fakultasnya, bisa-bisa anak saya liat lagi- batin laki-laki itu.
Sesuai permintaan, mobil hitam itu berhenti tempat didepan gerbang, "Keluar"
"Yaelah om, ngak ikhlas banget, bdw terima kasih ya om udah nolongin, oh satu lagi perlu nomer aku ngak?, tawaran tadi masih berlaku loh" ujar Jingga, melihat antusias kearah laki-laki berwajar datar itu.
"KELUAR" ucap laki-laki penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Iya..iya, Jingga keluar nih, thanks!" Jingga keluar tanpa babibu lagi.
Mobil hitam itu berlengsit pergi.
Masuk dikoridor kampus, Jingga berjalan santai sekali memnbalas sapaan dari teman, kakak senior atau adik angkatnya.
"Om tadi ganteng ngak sih?, wangi, rapi, tipe ideal" ujar Jingga cekikikan.
Kenalin, Jingga Alaya Elazio, usia 22 th, anak kedua dari 2 saudara, kuliah jurusan Ekonomi semester 6. karakter picicilan, banyak omong, penyayang, dan manja- tapi hanya pada orang terdekatnya, hobi makan.
"Tuh liat bestie lo, senyum-senyum gak jelas kayak orang gila" ujar laki-laki seusia Jingga, dari kejauhan melihat tebiat temannya itu.
__ADS_1
"Teman lo juga ya" sinis wanita yang berdiri berdampingan dengan laki-laki tadi.
"Kenaz!, Joya!" teriak Jingga, berlari kecil menghampiri dua temannya itu,
"Kabur yuk Ken" ajak Joya dia malu sungguh.
"Ehh, kalian tau ngak?"
"Ngak!" jawan Ken dan Joya serempak.
"Gini nih punya teman ahlakes mines kayak lo bedua, gue belum selesai ya sumpah ngeselin" Ken dan Joya meroll mata malas.
"Eh, bdw lo bedua kok diluar, ini kan udah jam ma-, Omygattt! ini udah MASUK!" teriak Jingga heboh.
"Stttt!, brisik amat, keturuanan toa lo!" Ken menutup mulut Jingga dengan sebelah tangannya.
"Mullow lo assnn"
"Apaa?"
Jingan menghempas paksa tangan Ken.
"Mulut lo bau ikan asin!" umpat Jingga.
"Asu lo!"
"Kita ngak diizini masuk" ujar Joya senyum, aneh bukan mereka bukannya takut.
"Oh..yaudah kalau gitu mari kita kekantin aja" seru Jingga heboh,
Memang tidak beres geng mereka ini..
•
•
•
**Haii..Cerita baru nih,
Karna tahun baru, sebagai hadiah aja,
Start, 1 Januari 2022
Happy New Year ♡♡♡♡**
__ADS_1