Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 15


__ADS_3


...'Kau hancuran aku dengan sikapmu...tak sadarkah kau telah menyakitiku, lelah hati ini menyakinkan ku cinta ini membunuhku.....'...


Itu lagu kesekian kalinya, yang dinyanyikan oleh Jingga.


Saat ini, Jingga, Seno dan Joya, sedang karoke di salah satu tempat langganan mereka, dari lagunya ana kita pasti tau jika Jingga sedang GALAU.


"Dah, giliran gue lagi" Seno mengambil alih micropon dari tangan Jingga.


"Hallo guys!, nih MCD pesanan kalian" seru Ken yang baru sampai.


"Udah 34 menit kita kesini dan lo baru nyampe?, kemana lo, nyari tuyul dulu?" ucap Joya kesal,


"OTW-nya Ken itu, perlu dipertanyakan" sambung Jingga, dan di anggukin kepala oleh Joya.


"Gue lama juga karna lo pada ya!, antri cuy, lama bangett!, ngak biasanya MCD rame!" jelas Ken, "Udah ah, nyanyi dulu gue!" Ken mengambil Mickropon dari tangan Joya. ia mengetikkan lagu yang akan dia nyanyikan.


Aishiteru 2.


Test..test..Ken mencoba mick nya.


...~*Bila cinta tak terbalas...


...Janji hanya tinggal janji...


...Sakit hati yang ku rasa...


...Sekian lama ku menunggu...


...Saat-saat ku bersamamu...


...Dan kini aku kembali...


...Siksa menanggung rindu...


...Semua sia-sia...


...Aishiteru bukti cinta untukmu...


...Namun yang ku beri tak pernah kau hargai...


...Demi cinta kita ku korbankan segalanya...


...Semua yang kita lewati selalu ada dalam ingatan...


...Cinta memang penuh misteri...


...Tiada yang tahu akhirnya...


...Seperti yang aku rasakan*~...


"Sumpah, lagu Ken nyindir gue banget!" gerutu Jingga kesal.


"Iyaa," balas Joya, sambil memakan kentang gorengnya.


Jingga dengan kesal lansung mematikan lagu karokean Ken dan Seno.


"Kenapa di matiin Jinggol!" teriak Seno dan Ken berbarengan.


"Lagu kalian itu!, gue merasa tersindir, tertohok, terkoyak tau ngak?, sengaja ya?" ucap Jingga kesal.


"Lo aja yang lebay, belum apa-apa aja udah letoy gini, lemah lo!" seru Seno.


"Emang lo kenapa sih?, heran dari kemarin mendung mulu otak lo!" tanya Ken heran, sejak kemarin Jingga selalu bertingkah aneh menurut pengamatannya.


Jingga diam, bibirnya cemberut,"Ngak usah sok imut gitu, geli tau!" Ken melempari Jingga kentang gorengnya.


"Udah lo bilang aja, siapa tau Ken mau bantu lo" bisik Joya, dan dapat anggukan oleh Jingga.

__ADS_1


"Ken, lo mau bantu gue?" tanya Jingga penuh harap.


"Apa dulu?, kalau ngepet ogah gue!," jawab Ken sambil menyandarkan tubuhnya dibangku.


"Enak aja, udah sultan gue!, lo mau ngak?"


"Ya, apa bege!?," balas Ken dengan kesal, sahabatnya ini memang bikin naik darah mulu.


Jingga menarik napas pelan, kedua tangannya mengenggam tangan Ken, ia menatap Ken dengan intens, "Bantuin, gue dekat sama bokap lo, gue suka sama bokap lo!," ujar Jingga penuh keyakinan.


Ken mengedipkan matanya, mencerna perkataan dari Jingga, "OGAH!, enak aja, engak..ngak" tolak Ken mentah-mentah.


"issh..Ken lo kok gitu sih?, bantuin ya" rayu Jingga, mengoyang-goyangkan tangan Ken.


"Iya Ken, bantuin lah, kasian merada nih anak" sambung Joya.


"Gila, lagian ya, selera bokap gue bokap lo!, mana mau dia," ujar Ken santai.


Jingga cemberut, "Kan belum dicoba Ken," balas Jingga masih berusaha menyakinkan Ken sahabatnya itu.


"Engak!,"


"Oke.., makasih Ken, gue akan berusaha luluhin hati om Naka," ucap Jingga, penuh semangat.


"Yang penting lo udah tau, gue mau dekatin bokap lo hihi," cenggir Jingga pada Ken.


Mereka pun selesai karoke, dan memutuskan untuk pergi nonton.


Sampai di Mall, mereka langsung naik kelantai tiga Mall tersebut, mereka langsung Box dan memesan tiket nonton, mereka sudah memutuskan jika mereka akan menonton film Frozen, itupun film dipilih langsung oleh Jingga dan Joya, sedangkan Ken, dan Seno hanya menurut patuh.


"Ken, bokap lo suka nonton gak?" tanya Jingga tiba-tiba saat mereka memasuki ruangan cinema.


"Ngak, bokap gue ngak suka apapun!," jawab Ken acuh.


Jingga mangut-mangut tanda mengerti, sesekali ia memakan popcorn yang sudah ditanganya sejak tadi.


"D12 mana sih?" keluh Joya, mereka sedang berjalan menaiki setiap tapak tempat bangku untuk nonton, "Itu, ayok!" seru Jingga, mereka hanya mengikuti langkah Jingga.


...«««...


Naka dengan telaten membaca setiap dokumen yang akan ia beri tandatangani, dokumen yang menurutnya perlu perbaiki, Naka pisahkan disisi lain mejanya, Naka sangat disiplin dalam berkerja, jika ada sesuatu yang menurutnya tidak pas, ia akan langsung meminta karyawannya memperbaiki hal tersebut, sesuai yang ia inginkan.


Begitu juga dengan pasangan hidup, bukan tidak sedikit yang mendekatinya, dari jomblangan Mama-nya hingga temannya, tidak ada satupun yang membuat Naka tertarik, dan berakhirlah hingga sekarang ia masih single.


"Lima belas menit lagi, rapat diadakan!" ujar Naka dari telpon, memberitahukan sekretarisnya.


Ponsel Naka tiba-tiba berdering, menampilkan nama dari wanita yang sudah melahirkannya, menarik napas pelan Naka menekan tombol hijau tanda menerima panggilan tersebut, "Hallo, ada apa ma?," tanya Naka to the point.


^^^"Kenapa Ken jam segini belum pulang Naka?, dimana dia?"^^^


"Astaga ma, mana Naka tau, Ken kan juga gede, biarkan lah,"


^^^"Telpon Ken, sekarang juga, mama sudah coba telpon tapi tidak diangkat juga" adu wanita tersebut diseberang sana.^^^


"Iya ma, nanti Naka telpon Ken,"


^^^"Yasudah, mama tutup dulu, ingat pulang tepat waktu kita malam bersama!,"^^^


"Iya ma," ujar Naka pasrah.


Beginilah, kehidupan Naka dan Ken, setelah kedatangan mama-nya, mereka harus pulang tepat waktu, wajib mengangkat telpon sang Mama, dan itu berhasil membuat Naka pening.


Melihat waktu sebentar lagi akan dimulai rapat, Naka langsung bergegas meninggalkan ruangannya, untuk menelpon Ken, setelah rapat Naka akan menghubungi putranya itu.


...«««...


Lampu bioskop kembali menyala, menandakan jika film sudah selesai diputar, para pengunjung bioskop langsung keluar, dan ada juga yang menuju toilet hanya sekedar buang air atau mencuci wajah mereka.


Tak halnya, Jingga dan Joya saat ini sedang berdiri didepan kaca toilet Mall, mereka hanya memperbaiki rambut dan memakai kembali liptin di bibir mereka.

__ADS_1


"Benar-benar cantik ya kita," puji Jingga pada pantulan wajahnya di kaca itu.


"Hooh, cantik shay..." sambung Joya terkekeh ketawa.


"Perlu dipertanyakan ngak sih, kenapa para betina kalau selesai nonton harus ke toilet dulu?" ucap Ken kesal sedang menunggu Jingga dan Joya.


"Gue juga heran Ken, aneh ngak sih?, kita aja ngak kan?" sambung Seno juga terheran-heran.


pasalnya sejak lampu bioskop menyala, dan pertugas membukakan pintu keluar didalam bioskop tadi, Jingga dan Joya langsung berhambur menuju toilet, ken dan Seno kan heran bray, apakah mereka kebelet pipis atau mau berakk?, itulah pikir Ken dan Seno.


"Nah, itu mereka," tunjuk Seno, melihat Jingga dan Joya berjalan beriringan menuju mereka.


"Lama banget sih kalian?," keluh Ken.


"Biasalah," cenggir Jingga.


"Lo bedua berak ya?," tebak Seno.


Plak..


"Sembarangan, engak ya!," bantah Joya.


"Terus lama kenapa, Kinder-Joyaa?"


"Dandan, KEN-tang!, udah ayokk, cari makan laper!" Joya dan Jingga menyeret tangan Ken dan Seno. jika orang lain melihat mereka mungkin banyak yang mengira mereka pasangan yang sedang double deth.


tapi nyatanya mereka hanya sahabatan.


"Cantik nih, tempatnya aestetok gitu, fotoin" runggut Jingga pada Seno, dan memberikan ponselnya pada Seno.


"Ken, fotoin gih," pinta Seno, memberikan ponsel Jingga pada Ken.


dengan berat hati Ken mengambil ponsel Jingga, membuka aplikasi kamera.


"Joya ayok!" bawa Jingga, dan bergayalah mereka berdiri ditangga sambil berpose garang.


"Udah nih!," Ken ngelempar ponsel Jingga, untuk bisa disambut jika tidak wahh bisa berabe dia.


"Awww!, cantiknya!" puji Jingga melihat hasil jepretan Ken.


"post, tandain gue!" seru Joya semangat, dan dapat anggukan antusias dari Jingga.


_J_ngga.



"Udah gue post ya," Jingga melihatkan buktinya pada Joya.


"Hemm...ini jadi makan ngak?," tanya Seno jengah sejak tadi menunggu Jingga dan Joya masih sibuk dengan foto mereka.


"Ayok!, ngak sabaran banget!" gerutu Joya.


"Makan lesehan yuk!, kangen gue!" ajak Jingga.


"Lesehan tani aja,"


"OKE!" serempak mereka, dengan cepat mereka pun menuju tempat makan favorit mereka yaitu Lesehan tani, Lesehan terenak menurut mereka karna bisa ambil nasi seenak kita wkwkwk.


...«««...


"Baiklah, pastikan proyek ini berjalan lancar, karna ini kesempatan kita menembus pasar eropa lebih banyak lagi, sekian rapat hari ini, saya cukupkan sampai disini, terima kasih atas kerja kalian, dan selamat beristirahat." ucap Naka menutup rapat hari ini.


semua karyawan meminta izin untuk keluar duluan, tak lupa mereka memberi hormat lebih dulu, dan dibalas anggukan kepala dari Naka.


Naka langsung bergegas keruangannya, setelah sampai ia langsung mendudukan dirinya di bangku kebesarannya, kepalanya tersandar bangku tersebut, rasanya ada yang ia lupakan tapi apa itulah pikir Naka.


...««Bersambung««...


Aktif lagi guys, hha...narik napas dulu.

__ADS_1


Selesai, gimana chapter ini?, menurut kalian Naka nanti telpon Ken atau langsung pulang?


Silahkan, like, komen dan tambah ke favorit kalian ya, ratting cerita ini ada dikalian see youu


__ADS_2