Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 5


__ADS_3


...•••...


Rumah mewah dan besar itu tampak sepi. Art yang berkerja juga sudah pada pulang. laki-laki perawakan tampan itu menghela napas, ia melonggarkan dasinya dan mendudukan dirinya disofa ruang tamunya.


Anak semata wayangnya tampaknya belum pulang, atau lebih tepatnya ialah yang jarang ketemu anaknya itu. sibuk. itulah alasanya.


Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, pintu terbuka menampilkan sosok remaja tampan.


"Papa" serunya. saat sudah berada di ruang tamu.


Yang dipanggil papa menoleh, "Kau sudah pulang?"


"Hemm.."


"Sudah makan?"


"Sudah, aku kekamar dulu" bohong. remaja itu langsung kekemarnya, Naka hanya melihat nanar belakang anaknya yang sudah berangsur menghilang.


"Maafkan papa" gumannya, ia pun langsung bergegas kekamarnya.


Begitulah suasana rumah mereka, Naka yang selalu sibuk tidak pernah ada waktu untuk anaknya itu. menikah? tidak pernah terlintas dipikirannya.


...•••...


Dimalam yang sunyi ini aku sendiri, tak ada yang menemani, akankah kusadari ...


Jingga bernyanyi dengan PD-nya, tak perduli jika suaranya terdengar sangat cempreng itu. "Ikut audisi X-Fact*r lulus kaliya" menolognya sendiri terkikik sendiri, membayangkan dirinya jadi artis.


Saat asik berhayal jadi artis, Jingga tak sengaja mendengar suara lemparan dari arah luar jendelanya" Jingga lo ikut ngak?" Joya berucap mengunakan bantuan kertas HVS yang sudah ia tulisin.


"Kemana?" beo Jingga tanpa mengeluarkan suaranya. seraya tuli Joya tuh.


Joya kembali menulis "Gue makan sate kambing didepan komplek, sama Seno dan Ken. lo mau?"


Jingga tampak berpikir, dan "OKE" ia bergegas turun.


dari pada gabutkan, mending makan sate.


"Mama!, papa!, beban keluarga ini izin mau makan sate didepa komplek, bareng Joya, Ken, dan Seno, minta duit gope" Jingga berucap tangannya mengadah minta duit.


"Papa juga ya" Papanya memberikan duit berwarna merah dua kepada Jingga.


"Okee" Jingga langsung berlari keluar, tak ingin membuat tiga monyet itu menunggunya terlalu lama.


Melihat tingkah anaknya, mama Jingga hanya mengeleng, ia tak habis pikir kok bisa anaknya modelan kayak Jingga, padahal ia ngidam dulu kalem-kalem aja, palingan manjat pohon mangga udah itu doang.


Diluar rumanya, sudah ada Seno dan Joya, "Lama banget lo!" seru Seno, ia sudah lapar brayy..


"Biasa poles-poles muka dulu"


"Ken udah disana?"


"Iyaa!"


"Lets go !" seru Jingga nyaring.


.........


Mereka bertiga sudah sampai didepan komplek dimana disana ada pangkalan sate, dan anak monyet yang sudah menyantap sate dengan hikmatnya. Ken.

__ADS_1


Ken menatap ketiga temannya itu, pandangannya tertuju pada Jingga,"Jee baju dirumah lo hanya ada itu doang?" seru Ken. Jingga menunduk kebawah melihat bajunya, "emang kenapa?, bagus ya?".


"Perasaan setiap kali makan disini lo pakai baju itu mulu," Joya dan Seno baru ngeh iya juga ternyata Jingga makai baju ala pemulungnya lagi.


Baju kebesaran, dengan warna yang belang-belang karna ketumpahan bayklin( pemutih baju) katanya


"Kaya konon" Senu menimpali.


"Sorry sultan nih bos!, sengol dong" seru Jingga heboh.


"Heleh, hutang sama gue aja dari zaman SMP ngak lunas-lunas" timpal Joya bercanda, melepaskan pautan tangannya dengan Jingga, dan mengambil dua kursi untuk mereka duduk.


"Gue malu dan ulu hati gue tertohok, bisa ngak sih ngak usah terlalu menyindir dan mengungkit masa lalu" Jingga berucap sambil duduk disamping Joya.


"Gue bawa duit gope sama kartu kredit nih, pilih mau yang mana?" Jingga mengeluarkan uang berserta kartunya.


"Gayaa lo!, bdw lo juga ada utang sama gue je" Seno berucap sambil mengambil sate yang berada dipiring Ken.


Seno juga sudah memesan sate untuk mereka bertiga.


"Utang apaan gue?"


"Es lilin!"


Jingga melemparkan tusuk gigi kearah Seno. "mampus!"


pesanan mereka dateng, mereka berempat dengan hikmat memakan pesanan mereka. "Besok mmmask ja beparpa" Jingha bicara tak jelas.


"Makan lo ditelan dulu goblok!, jorok lo" Ken mendorong kepala Jingga kebelakang.


"Besok masuk jam berapa?" ulangnya lagi.


"Lo ngak ada jadwal?" Joya berucap sambil minum.


"Ehh!, monyet lo juga ngak ada, ngaca!" Jingga tempeleng kepala Seno.


"Ngak buka hp gue,"


"Jam 1 makul pak Ardi" Joya membuka hp nya melihat jadwal kuliahnya.


"Yes!, bangun siang" seru Jingga kesenangan.


Satu tempelngan melayang dikepala Jingga, "Pala lo bangun siang, besok kita kerjain tugas dari pak wisnu!" Ken berucap sambil membuang daging kaming yang tersangut disela giginya.


"Kalian suka mukul-mukul ya, ngak suka tau!" Jingga berucap dengan gaya sok imutnya.


"Uekkk..jijik" seru mereka bertiga.


"Gue ngak pernah ya mukul-mukuk kalian" seru Joya.


"Joya jelek, tapi manis, lo kalau ketawa suka mukul-mukul gue terus, ketawa pukul, ketawa pukul sejak saat itu bahu gue miring sebelah"


Jingga, Seno, ketawa rumor mereka sereceh itu, "Oke, stop!, besok kita kerjainnya dimana?"


Mereka menatap satu samaa lain, penentuan tempat untuk kerja kelompok sangat penting, karna bisa meningkatkam mood.


"Cafe Ilalang"


"No!"


"Sui danau?"

__ADS_1


"Bosan!"


"Perpus?"


"Lebih baik jangan"


"MCD"


"Hutan"


"Oke!"


"Memang keturunan monyet!" seru Jingga menghela napas.


...•••...


"Hari ini papa lembur" ucap Naka, sambil makan sarapannya.


"Iya."


"Apa uang jajan mu masih?"


"Masih pa, aku berangkat dulu" remaja itu meninggalkan meja makan, dan papa-nya yang sedang menatapnya sendu.


Naka mungkin bisa memarahi orang lain, tapi tidak untuk anaknya itu, ia sangat sayang, hanya saja ia tak tahu bagaimana cara menunjukkannya.


"Seno! tikernya dirapiin dong!" seru Joya. keempat anak monyet itu sedang melakukan piknik dadakan, kalian tau dimana?, taman safari dong😭, aneh memang, kata Jingga biar bisa ketemu sama satu spesies mereka, tau aja bisa bantu jawab.


"Heh! bunglon! ini tempatnya mepet, masa mau dekat-dekat sama kandang macam,"


"Kita udah bayar mahal ya!, jadi manfaatin sebaik mungkin!" seru Joya lagi, ia sibuk menata makanan dan laptop.


"Orang-orang liatin kita borr!" Ken duduk dibalik Jongga.


"Gimana mau ngak liatin. kita piknik ditengah-tengah kandang macan sama Kera begeee!"


"Idenya Joya noh" seru Seno. Joya menoleh "Biar fokus! , lagian kita sekalian uji nyali!"


"Mana taik mereka bau lagi"


"Ngeluh mulu hidup lo Ken" seru Joya.


Awalnya petugas melarang mereka untuk piknik di sekitar kadang macan, meski jaraknya lumayan beberpa cm dari mereka tetap aja berbahaya, tapi ya namanya anak setan nyolot dan ngotot mereka tuh, padahal ada tempat khusuus kalau mau piknik tapi yaudahlah, petugas itu tak bisa melawan jika duit mainnya. anak sultan semua!


"Kan benar, ujung-ujung gue sama Ken yang kerja nih tugas" keluh Seno, selama tiga puluh menit hanya Ken dan Seno yang bergelud dengan tugas, Joya dan Jingga selfie, makan, live IG, memang minta ditampol.


"Manfaatin otak lo bedua, itung-itung sedekah, lagian syukur-syukur kita masukin dikolompok ini, kalau ngak lo ngak ada kelompok mau?!"


"Emang dasarnya lo bedua aja yang bodoh!" timpah Ken.


"Ken! mulot dijaga!"


"Joy, mau sedekah daging ngak sama di macan ono?"


"Yukks, dagingnya mana?"


"Tinggal lemparin aja dua manusi bumi nih" seru Jingga, menunjuk kearah Ken dan Seno.


Ken dan Seno hanya menatap datar kearah mereka, biasalah lagi fokus ngerjain tugas biar cepat selesai, biar cepat-cepat jauh dari taik macan sama kera, mana brisik lagi sama kayak Jingga dan Joya.


...•••...

__ADS_1



Jangan lupa, Kasih rating, Vote, like, dan komen😊


__ADS_2