Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 13


__ADS_3


Hiii...Uci kembali


Allhamdulilah udah pulih >_<


...Selamat membaca!!!...


...ΦΦΦ...


Jingga sejak tadi bergulat didepan laptopnya. ia mencari referensi untuk judul proposalnya. akibat berpikir yang berlebihan seperti sekarang, mengakibatkan Jingga mengkonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. parah ngak tu.


"Jurusan ini kenapa susah ya, kenapa gue ngak ambil guru aja ya?" keluhnya. ia sedikit menyesal mengambil jurusan bisnis-bisnis gini. nyesal belakangan.


"Jingga, makan dulu. tumben kamu belajar?" mama Jingga berucap sambil melihat apa yang anak gadisnya ini lakukan.


"Aakhh...Astaga mama, kaget!, kapan masuknya sih?"


"Barusannya, kamu belajar?"


Jingga memutar malas matanya, mama-nya ini udah tau nanya," Engak ma, lagi lari meraton!. ya belajar dong" ucap Jingga.


"Mama kira kamu bersemedi, yaudah turun makan"


"Oke dengan senang hati."


...ΦΦΦ...


Ruangan makan. Jingga dan keluarganya sedang duduk nyaman sambil menyantap makan yang sudah tersaji mwngiurkan didepan mereka.


"Pa, jangan banyak-banyak makan sambel petai nya, tadi papa kentut bau banget" ucap Ajun asal.


"Lebay, kamu juga"


"Kayak Jingga dong, kentut aja wangi"


"Wangi apanya, kunti lewat aja kalau cium kentut lo mau mati lagi kali tuh" ucap Ajun, Jingga hanya merengut kesal.


"Bahasan kalian, kita lagi makan loh" tegur sang mama.


Dan mereka ciut langsung diam.


...ΦΦΦ...


Skip sudah makan.


Keluarga Jingga duduk santai diruangan tamu, menikmati tayangan kartu boboiboy. kartu favorit Jingga, Ajun dan ayahnya. kartun ini cukup menghibur menurut mereka, apalagi bahasa yang mereke gunakan sangat memuat ketagihan.


Jingga memakan cemilan, sambil menonton, ini sudah cemilan ke-7 nya. "Kamu ini makan terus, dari tadi ngak berhenti-henti." seru sang mama.


"Makan salah, ngak makan salah, hidup-hidup sungguh tragis" ucap Jingga mendramatis.


Ajun memukul pelan kepala Jingga, "Lebay!" ucapnya.


"Mama tuh, hanya kasian sama usus kamu, kerja rodi terus mencerna makanan kamu, orang itu kalau makan tambah pintar nah kamu?"


"Jingga tambah GEDE" Ini nih, contoh-contoh mama yang halal untuk di durhakai - Jingga membantin.


"Serah kamu lah" ucap sang mama.


...ΦΦΦ...


Jingga hari ini bangun lebih awal 1 menit dari biasanya, sungguh fenomena langka yang harus diabdikan. ia langsung mandi dan menuju kedapur.


hari ini, ia akan membuatkan bekal khusus untuk Ken. sebagai perjuangan pertama untuk menjajah hati om Naka pikirnya.


"Oke, Ken suka nasi goreng, jadi gue mau bikin ayam goreng" serunya, (ngak nyambung Jingga T_T )


dengan telaten Jingga menata makanan di tempat bekal yang sudah ia siapan, ada nasih putih, sayur sawi, dan ayam goreng yang sedang diproses pembuatannya.


Jingga sudah cukup lihai dalam hal makan, dan memasak, meski tidak terlalu baik, dijamin makanan yang Jingga buat enak. ( Uci sih ragu‘︿’ )

__ADS_1


Niatan Jingga untuk mendekati papa Ken, sangat serius adanya, ia tersenyum saat makanan yang ia buat untuk Ken sudah siap, ia memasukkan kotak bekal kedalam tas khusu bekal, dan langsung perfi, melupakan sarapan.


...ΦΦΦ...


Naka dan Ken duduk tenang menyantap makanan yang sudah disiapkan, biasanya mereka sarapan bedua kini bertambah satu yaitu mama Naka/oma Ken.


Ken makan tampak tidak selera, bagaimana mau selera jika mata saja masih ngantuk.


"Ken, makan sarapannya dong" ucap omanya.


"Iya oma" Ken memasukan makanan di mulutnya dengan malas.


Begitu juga Naka, dengan berat hati dia harus bangun dari tidurnya. tadi malam ia tidur jam tiga, dan jam enam ini ia dibangunkan secara paksa.


Mama Naka menyadari jika anaknya itu tampak ngantuk, "tidur jam berapa kamu Naka?" tanya sang mama.


"Jam tiga" Naka menjawab jujur.


"APA JAM TIGA?" sang mama terkejut, lagi-lagi anaknya itu itu tidak berubah.


"Mulai hari ini, tidur harus jam 10 malam, tidak ada penolakan!, kalian berdua paham?"


"Malam ini Ken mau keluar sama teman" ucap Ken,


"Iya, jam 10 harus pulang. tidak ada penolakan!"


"Habisin makan kalian"


tanpa menjawab Naka dan Ken memakan sarapan dengan hikmat.


Ken sesekali melirik ke papanya, dan Naka menyadari tatapan anaknya, yang seperti ini semua ulah papa!.


...ΦΦΦ...


Jingga datang lebih awal dari ketiga sahabatnya, sungguh rekor yang membanggakan. tiba-tiba Hp-nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


...**Group Chat...


...'Pasukan beban keluarga**'...


Joya: "Otw kamar mandi 💃"


Seno: "Jam berapa ini wahai KinderrJOYA 😏"


^^^Jingga: "Gue udah dikampus!, lambat lo pada!"^^^


Ken: "Demi apa?, lo pasti bukan Jingga!"


^^^Jingga: "Demi cintaku pada bapakmu😉"^^^


Seno: "Fiwww.. si anak mimi peri gombal💩"


Joya: "Guys, gue udah dikampus, Jee lo dimana?"


Seno: "Woii!!, Joy, lo bilang tadi kekamar mandi, gimana sih,"


Ken: "Otw, masih dilampu mereh"


Joya: "Ya emang, kamar mandi kampus😂"


Seno: 😑💩💔🔨🔨🔨🔨🔨


^^^Jingga: "Gue dikelas R.18 sini"^^^


...----...


Jingga mematikan hp-nya, ia menatap lekat kearah luar jendela pandanganya tak dapat diartikan, ntah apa yang merasuki isi pikirnanya itu.


"Jingga yuhuuuuu!!!" Joya masuk, ia langsung duduk tepat di samping Jingga.


"Brisik lo" seru Jingga, matanya masih kearah luar jendela.

__ADS_1


Joya menatap Jingga heran, tak biasanya Jingga kalem gini pikirnya. "Lo kenapa?"


"Woii, Je" Joya mencolek dagu Jingga, "Astagaa apasih Joy!" kesal Jingga, menatap Joya dengan cemberut.


"Lo kenapa?"


"Ngak kenapa-napa"


"Iya deh percaya, bdw tumben lo bawa bekal?" Joya yau jika Jingga seumur-umur tidak pernah yang namanya bawa bekal, lantas ini apa masaroh!?.


"Buat Ken"


Joya menatap lekat Jingga, "Tumben?, pasti ada apaya nih" cenggir Joya mengejek.


"Heh, ini salah satu perjuangan gue untuk menjajah hatinya pak Naka ya, jadi gue putusin dekatin Ken dulu" cenggirnya.


"Lo serius?, bukannya kita udah dekat ya sama Ken?" Oke Jingga malas ngomong sama Joya.


"Astaga..dekatin sebagai calon momy nya" gemes Jingga tuh.


"Hahhaa...mimpi lo, terus lo cuman bawa bekal?, airnya ngak ada? bisa-bisa kebekuan Ken nanti" keke Joya.


Jingga seperti mendapat jawaban dari pertanyaanya, "Aaa...itu yang gue pikirin sejak tadi" seru Jingga heboh.


"Jadi, lo dari tadi keluar jendela dengan ekspresi terluka itu lagi mikirin apa yang lo lupa gitu?"


"Iyaa," Joya menepuk jidat Jingga, "Astagaa Jingga, gue kira lo ada masalahhhh"


"Kan itu juga masalah."


"Masalah apa?"


"Ken!!!, kagentin aja" seru Jingga dan Joya serempak.


Ken hanya cengegesan tanpa beban, "Sorry" Ken pun duduk didepan Jingga.


"Lo pada udah dapat judul?" tanya Ken, ia sekarang sudah menghadap Jinggga dan joya.


"Belum" jawab Jingga santai.


"Proses" jawab Joya, sambil berselfie ria.


"Jangan bilang lo udah" ancam Jingga.


"Emang" senyum Ken mengejek.


Jingga dan Joya serempak melotot kearah Ken, "Sejak kapan otak lo mencari judul wahai anak KEN-tang?" ujar Jingga.


"Dan sejak kapan lo, ngak bilang?" sambung Joya.


"Sejak 2 bulan yang lalu, gue nyari sama Seno, wahai JINGGAsap"


Jingga/Joyaa →_→ -_-


"Hai anak jelmaan" sapa Seno baru nyampe.


mereka bertiga -_-.


"Hawe-hawenya ada yang--"


"Lo bedua ngak bestiehhh!!" cemberut Jingga,


"Wait...ada apa mahluk nurjane?, asik-asik marah je?"


"Lo bedua, harus traktir gue sama Jingga selama dua bulan, sebagai bentuk perminta maaf lo pada kita karna sudah mendahului kita dapat judul proposal!" seru joyaa. dan di ancungi jempol oleh Jingga.


sedangkan Seno, masih mengangga tak megerti, tidak adakah yang mau menjelaskan padanya?


Done!!!...


Terima kasih sudah mampir(*>.<*)

__ADS_1



Like,.komen dan follow.....wajib wkwkw●︿●


__ADS_2