Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 10


__ADS_3


Haii..Uci kembali!!


...•••...


Kembali keacara pesta dirumah Joya, pesta kali ini sedikit menjadi perbincangan karna akan kehadiran sosok laki-laki tampan, mapan bernama Naka Kenza Lois. yang menjadi pemikat hati seluruh wanita. Langkah panjangnya mulai memasuki sebuah rumah mewah tempat dimana acara diadakan.


Dan tak lupa sosok sang putra yang berjalan tepat disampingnya Kenfa atau biasa di panggil Ken oleh orang-orang biasanya.


Seluruh atensi tertuju kemereka, siapa yang tak memgenal sosok laki-laki sukses dengan segala bidang usahanya itu, terkecuali Jingga!, gadis itu masih asik menikmati makanan yang tersaji disana.


"Ken, tetap disamping papa" ucap Naka pelan sambil berjalan.


"Ken" seru pelan Joya, melambaikan tanganya.


Ken langsung tersenyum, saat berhasil menemukan teman-temannya, jujur dia sangat malas berdiri bersama papanya.


"Ken kesana dulu, sama teman-teman Ken" ucap Ken, langsung pergi. Naka langsung menoleh kearah mana anaknya itu pergi.


"Biarkan saja Bim, itu teman-teman Ken" ucap Naka pada Bima sang pengawal.


Bima pun hanya mengangguk patuh.


•••


"Bdw, Tukijah mana?" tanya Ken pada Joya dan Seno.


"Lo kayak ngak tau aja, tuh lagi kulineran mendadak, heran gue ngak ada jaim-jaimnya tuh anak" Seno berucap dengan ekspresi perihatinya.


"Kayak ngak makan seabad tau ngak!" Joya ikut menyambung. Ken menatap Jingga tersenyum "Biarin lah,"


"Padahal anak sultan" Seno berucap sambil meminum anggur ditanganya.


"Ken, aura papa lo ngak main-main" seru Joya melihat tempat papa Ken berdiri mengobrol sama orang penting disana.


"Ck, biasalah" cenggir Ken.


Kembali ke Jingga, gadis itu benar-benar lupa pada sekitarnya, makan didepanya ini sangat mengungah seleranya, "Kayak gini tiap hari gue makan, beeeee! bahagia gue mah" seru Jingga berbicara sendir tersenyuk senang.


"Wah inikan kue leker, masukin di kresek ah!" seru Jingga diam-diam memasukan makanan di kresek yang dibawanya tadi.


"Jingga, gue tau apa yang lo lakuin ya" bisik seseorang pelan ketelinga Jingga. Ia menoleh menyeringai, "Ken!, ngagetin lo!" kesal Jingga.


Ken terkekeh, ia mengelengkan kepala-nya, heran dengan tabiat Jingga yang menirutnya aneh itu


"Jangan heran Ken, itu Jingga lama bukan baru" seru Seno yang menyusul mereka bersama Joya.


Ken mengangguk setuju.


•••

__ADS_1


"Selamat atas usaha baru anda pak Gunawan- papa Joya." ia berucap sambil mengulurkan tangannya.


Gunawan menyambut uluran tangan dari orang tersebut dengan senyuman ramahnya, "Terima kasih pak Naka, anda sudah bersedia memghadiri pesta kecil kami ini, suatu kehormatan untuk kami" ucap papa Joya.


"Tak masalah, lagian putri anda berteman baik dengan anak saya"


"Anak anda?"


"Iya Ken, Ken putra saya" ucap Naka, dan itu berhasil membuat Gunawan terkejut, ia tak menyangka jika Ken lah yang menjadi anak dari pembisnis sukses dan kaya ini. Ia tentu tau jika Naka sudah punya anak, karna media yang selalu meliput Naka, tapi sungguh dia tak tahu jika Ken, remaja laki-laki yang sudah sering bermain bersama putrinya itu adalah putra dari Naka.


"Wow!, jujur saya baru mengetahui hal itu, maafkan saya" ujar Gunawan merasa tak enak.


"Tak apa, Ken yang meminta saya untuk tidak terlalu membuka tentamg dirinya." jelas Naka.


Ken sengaja tak ingin mempublis dirinya sebagai putra Naka, karna apa?, karna dia tak ingin orang-orang mendekatinya karna status sang papa, hanya segenlintiran orang yang tau, seperti anak kampus, tapi mereka diminta tutup mulut oleh orang-orang Naka, senangkan ketiga temannya, mereka tak peduli sama sekali, karna setiap bertemu mereka jarang membahas tentang sisilah keluarga mereka. Yang mereka lakukan hanya bercanda dan MAKAN.


Tapi Joya, Seno dan Jingga hanya tau satu, Ken anak sultan. Udah itu aja.


"Jun, adek kamu mana?"


"Palingan sama Joya ma, tenang aja ma, hilang pun tak akan merugikan kita" ujar Ajun santai, dan berhasil mendapatkam cubitan dari sang mama.


"Enak aja!, itu anak langka susah dapatnya" seru sang mama. Ajun hanya mengroll bola mata malas.


Eeeghh!


Sedawa Jingga nyaring, "Gue kenyang efribadeh!" serunya sambil mendudukan dirinya dibangku yang sudah disediakan.


Dan mendapatkan citakkan masing-masing dari ketiga temannya, "Jijik gue!",


"Berprilakulah seperti wanita tolen!" omel ketiganya.


"Joy, rumah lo gede ya bisa bikin pesta segala" puji Jingga.


"Ini nih, lo udah setiap saat kesini baru nyadar?, kemana aja tukijah?, lagian ya ini kan audiotorium memang papi aku khususin buat acara-acara lo lupa? Atau pura-pura bego sih, kita berteman udah lama, saat ini dibangun lo juga ada jingga" seru Joya heran tak ketulungan, bisa-bisanya Jingga bicara seolah-olah baru kesini.


"Kan gue muji rumah lo, besyukur kek"


"Bahkan taik lo udah banyak di Wc Joya" sambung Seno.


"Lo juga!"


"Gue diem, gue waras" seru Ken, duduk tenang dengan anggur digelasnya.


"Bdw Ken, lo kesini sama siapa?" tanya Jingga, menoleh kearah Ken, yang duduk diam.


"Papa" singkat, padat, jelas.


Jingga berbinar, senyuman lebar tercetak diwajahnya, matanya langsung menelurusuri setiap sisi ruangan, senyumannya semakin lebar saat melihat sosok yang ia cari sedang mengobrol asik dengan papa-nya. Keberuntungan yang sangat bagus.


Jingga langsung hendak ingin berdiri, tapi tangannya ditahan, "Lo, mau kemana?"

__ADS_1


"Ada deh, Ken, Joya dan Seno kalian tunggu benatar ya" Jingga berlengang pergi.


•••


"Iya, anda juga pembisnis yang sangat sukses, bahkan diusia muda anda sudah sangat sukses" puji orang itu.


"Anda terlalu memuji saya pak Herlawan"


"Papa!" panggil gadis tersebut, tangannya mengalung indah di tangan sang papa.


"Jingga, kenapa kesini?"


"Hai om!" sapa Jingga pada Naka, orang yang tadi sedang mengobrol dengan papa Jingga beberapa menit yang lalu.


"Jingga, sopan kau tau sedang bicara dengan siapa?" tegur papa Jingga, anaknya terlalu bar-bar menurutnya.


Sedangkan Naka diam, mengamati kedua orang didepannya itu, dan sialnya Naka harua bertemu dengan gadis aneh itu lagi.


"Pa, ini papa-nya Ken, wajar dong Jingga santai, iyakan om?, lagian ya pa, om ini pernah nolong Jingga." Senyum Jingga,


"Benar begitu pak Naka?"


"Iya benar, saya papa Ken, dan soal saya nolong putri anda, itu tidak sengaja saja" jelas Naka setenang mungkin.


Disisi lain, "Ken, sudah gue duga, pasti dia mau ketemu bokap lo, tuh" ujar Seno menunjuk kearah Jingga yang sedang tersenyum mengobrol dengan Naka, sedang Naka seperti orang tertekan.


Tanpa babibu lagi Ken langsung berjalan menghampiri Jingga.


"Ngak sengaja gimana om, bahkan om nawarin saya tumpangan, iiihhh..suka deh" seru Jingga lagi. Dan Naka hanya menarik napas berat, ia ingin segera pergi dari hadapan gadis gila ini sungguh.


"Maafkan, putri saya memang seperti ini" ucap sopan papa Jingga, dan dianggukin pelan oleh Naka.


"Om!," Jingga maju sedikit lebih dekat dengan Naka, dan berbisik tepat didepan telingganya dengan sedikit berjinjit karna tubuhnya yang pendek, "kayaknya saya suka deh sama om"


Naka langsung terbelalak kaget, apakah ia sedang di tembak?, "Om sa-"


"Ayo" Ken menarik tangan Jingga menjauh dari sana, dan Naka seakan menapas lega.


"Ken, sakit tau!" Jingga menahan tangannya.


"Iii..lemah lo" seru Ken santai tanpa beban.


Semua orang duduk di meja yang sudah disiapkan sesuai nama mereka, suasana kembali hening, karna acara akan segera dimulai.


Dari peresmiam usaha milik papa Joya, dan sekarang beralih keproyek besar yang akan mereka kerjakan dengan beberapa investor besar yang hadir salah satunya Naka dan kedua orang tua Jingga, mereka adalah investor yang sangat menguntungkan jika ikut adil.


Beberapa nama dari pengusaha besar disebutkan, dan setelah penanda tangani kerja sama mereka saling bersalaman, untuk Jingga, Ken, Joya dan Seno mereka berada diruangan terpisah dengan orang tua mereka.



**Done!

__ADS_1


See youuu**


...•••...


__ADS_2