Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 14


__ADS_3


Pfttt...Hai Uci kembali


...¤¤¤...


Disinilah Jingga dan para sahabatnya itu berada, disalah satu stan makanan Jepang di Mall. setelah perdebatan yang sangat panjang dan rancankan yang matang akhirnya Jingga dan Joya memutuskan untuk makan di salah satu stan makanan di mall dengan di traktir Seno dan Ken. bahagia ngak tuhh.


Back ke-chapter sebelumya, dimana Jingga dan Joya minta Ken dan Jeno untuk traktir mereka selama dua bulan karna mendahului mencari judul proposal. ingat.


nah inilah masa traktiran berlaku, awalnya Seno ngak paham. tapi setelah dijelasin serinci mungkin dengan menghabiskan 186 hembusan napas akhirnya Seno paham dan setuju-setuju aja, toh anak sultan cill lah katanya.


sedangkan Ken, ia ngikut alur aja, selama tidak meyesatkan trobos aee. padahal ialah yang menyesatkan.


"Ken. lo jangan pesan, kan gue bawain lo bekal" cenggir Jingga. saat selesai makul pertama Jingga langsung ngasih bekal yang dia bikin tadi ke- Ken.


"Suap nih" ucap Seno dengan cenggirnya.


"Suap pala lo, emang gue mau korup? ngomong tuh pakai otakk" ucap Jingga menatap sinis Seno.


"Lo kan mau korup hati bokapnya Ken" Joya ikut mencerca dirinya.


"Ngak nafsu gue liat makanan lo, usus gue nolak santuan lo" ucap Ken santai.


Jingga cemberut, niat baiknya tak dihargai, "Tega lo!, demi masakin lo gue harus bangun lebih awal satu menit tau ngak?," Jingga berucap sambil mengelus dadanya.


Joya dan Seno memutar mata malas, drama queen pikir mereka.


"BOMAT, gue pamit dulu, disurub pulang byee" Ken langsung pergi tanpa menunggu ucapan dari temanya.


Ken pulang, karna disuruh oma-nya, tadi ia di WA, katanya penting yaudah langsung gass pulang ae.


"Sejak kapan KEN-tang jadi anak penurut ?" seru Seno heran.


"Gue yakin itu bukan Ken. pasti lagi kemasukan dedemit" sambung Joya.


"Apa pengaruh gue mau jadi nyokapnya kali" sambung Jingga. dan mendapat templengan telak dari Seno dan Joya.


"Musrikk itu mah" timpal Seno. "Mimpi" Joya berucap.


"Dahlah gue mau makan, SENO PESENIN!" teriak Jingga, dan mereka langsung diliatin para pengunjung disana. malu ngak tu.


"Kayaknya gue nyesel deh ngak ikut Ken pulang" ucap Seno malu.


"Keputusan Ken buat balik adalah, keputusan yang paling benar" sambung Joya. sedangkan Jingga cenggar-cenggir tanpa dosa.


Seno dengan sangat malu berdiri memesan makanan, mereka memutuskan untuk ngerill guys, dan teryata mereka salah masuk, bukan stan Jepang tapi Korea.


"Paket A, ekstra combo satu" ucap Seno pada pelayan.


setelah memesan Seno kembali kebangku mereka.


setelah menungggu beberapa saat, datanglah pelayan membawakan perlengkapan ngerill mereka, seperti daging serta antek-anteknya.




Seno membakar daging dengan telaten, sedangkan Jingga dan Joya juga sangat telaten dalam memakannya. laknat ngak tuh.



skip sudah makan, (Uci kepenggen soalnya)



...¤¤¤...


__ADS_1


Jingga, Joya dan Seno memutuskan jalan-jalan setelah makan, sebenarnya tadi mau nonton cuman tidak ada film yang seru mereka batalin deh, dan bodohnya Joya udah pesan popcorn duluan. hadehh.



mereka berjalan berjejer bertiga kayak anak ilang, sesekali bergurau, dan tentu saja mereka tak lupa shoping. saat asik bersendau gurau Joya tiba-tiba berucap heboh, "Heh. itu bukannya Ken sama bokapnya ya?" Jingga langsung melihat kearah tangan Joya menunjuk. "Iyaa..." senyum Jingga mengembang seperti siberi soda kue aja.



"Samperin yukk" ajak Seno, dan disetujui oleh Jingga dan Joya. tapi naasnya, belum melangkah Jingga maupun Joya dan Seno dibuat mengangga dengan apa yang mereka liat.



"Pak Naka sama cewe" imbuh Jingga. "Tua banget" ucap Seno jujur. "Mana Ken kayak seneng banget lagi" sambung Joya. retak sudah hati Jingga, belum menjajah langsung kalah. belum berjuang langsung menyerah.



"Ternyata bokap Ken, doyan yang mateng tua" ucap Seno. mereka bertiga masih berdiri melihat interaksi orang yang diseberang sana.



Jingga cemberut, "Mana pak Naka kayak bahagia gitu" ucapnya sendu.



"Pantesan Ken kayak ogah liat lo dekatin bokapnya, ternyata udah ada toh" ucap Joya. Jingga menatap sendu, seandainya itu dia, seandainya itu dia pasri idah bahagia bangett.



"Jee, jadi pelakor aja udah" cengir Seno.



"..."




padahal yang sebenarnya terjadi....



...¤¤¤...



Ken baru sampai kerumahnya, saat ia mendapatkam pesan dari sang oma, Ken langsung pulang, padahal sebenarnya dia penggen kumpul sama para dedemit. oh ya, Ken juga bawa bekal yang diberi Jingga.



Saat Ken ingin membuka pintu, pintu rumahnya dibuka lebih dulu oleh sang oma, disana sudah ada sang papa yang berdiri tepat disamping omanya. Ken yakin papanya pasti juga disuruh pulang.



"Lo oma mau kemana?" tanya Ken.



"Udah nyampe?, ayok ikut oma" ucap sang oma berjalan menuju mobil Naka.



"Mau kemana?, sama papa aja deh" ucap Ken ogah-ogahan, dan ia dapat pelototan dari sang papa.



"Oma mau belaja, kamu sama papa kamu wajib ikut" ucap san oma tanpa bisa dibantah.


__ADS_1


Dengan keterpaksaan batin, Ken ikut masuk ke mobil, mereka pergi bertiga tanpa supir.



"Gimana kuliah kamu Ken?" tanya sang oma.



"Baik oma" jawab Ken. tidak ada pembicaraan lagi.



Setelah menempuh waktu kurang lebih 40 menit, akhirnya mereka sampai di salah satu mall terbesar dijakarta. *Jangan sampai ketemu sama para dedemit -batin Ken*.



Kedatangan Naka dan ken di mall, menarik perhatian para pengunjung, karisma antar papa dan anak sangat memikat, banyak pasang mata yang takjub sama *visual* keduanya. kaca mata hitam bertengker dihidung mancung nya. semua orang memoto diam-diam Naka, kapan lagi bisa liat seorang Naka Kenza Lois pikir mereka.



Hari ini Naka dan Ken resmi menjadi bodyguard dan pelayan sama mama/oma nya, kenapa karna mereka ngintilin kemana pun sang mama/oma pergi, bahkan seorang Naka membawakan barang belanjaan aang mama, yang biasanya hanya memerintah seketika tunduk dengan wanita yang sedang berjalan bergandengan tangan dengan putranya itu.



"Oma, ngak cape?," tanya Ken, ia cukup khawatir biasanya orang tua ngak mampu jalan lama pikir Ken.



"Oma masih kuat," ucap sang oma sombong.



"Naka rasa ini lebih dari cukup ma, kita pulang yuk" aja Naka. ia sudah pegal keliling begini.



"Makan dulu ya" ucap sang oma.



Naka mengganguk setuju, ia juga lapar, akibat jalan lama energinya terkuras habis, sedangkan Ken menelisiri tempat takut geng-nya melihat.



...¤¤¤...



Jingga sudah sampai dirumahnya, ia memutuskan untuk pulang, karna tak sanggup melihat keharmonisan keluarga tadi. moodnya benar-benar hancur ia memutuskan untuk makan.



"Tapi cewek tadi lebih kayak nenek ya, masa iya pak Naka suka yang tua-tua?, " Jingga masih belum yakin dengan apa yang ia lihat tadi.



ia pun memutuskan untuk melanjutkan penjajahannya, dan mengorek infomasi lebih detail melalu Ken.



![](contribute/fiction/3865585/markdown/15157733/1642949304543.jpg)



Done!!!



See youu

__ADS_1


__ADS_2