Mengejar Cinta Mas Naka

Mengejar Cinta Mas Naka
MCMN- 8


__ADS_3


...•••...


Dering alarm berbunyi. dan mahluk cantik itu tampak tidak ada niatan untuk bangun.


"Jingga!, Jingga!" ibu negara sudah mengedor dari arah luar pintu, membuat mahluk itu kesal tak ketulungan.


"Lima menit ngak bangun, kartu kredit mama tarik!" ancam sang mama, "Arrgghhh!" Jingga teriak kesal.


"IYA!" teriaknya, langsung mendudukkan dirinya, dan langsung mengaktifkan mode mengumpulkan nyawa.


"Baruan!, udah jam berapa nih?, nanti mama udah ngak kebagian pete JINGGA!" teriak sang mama lagi.


"Iyaa ahh!" Jingga langsung bangun, berjalan kearah kamar mandi, ia mencuci muka dan mengosok gigi, Mandi?. No ini terlalu pagi untuk Jingga.


"JING-"


"Apasih ma! Udah bangun juga!" kesal Jingga, saat membuka pintu kaamrnya sudah ada sosok nyiblorong eh, mama-nya yang sudah rapi.


Jingga hanya memakai hoodie dan traning, malas mau pakai baju bangus, toh dia pikir hanya mau kepasar.


"Janjinya pergi jam lima! , ini udah jam enam!, kalau mama ngak kebagian pete kamu tanggung jawab!" omel sang mama, ia berjalan mendahului Jingga.


Seperti yang kalian tahu, Pete cukup langka disana, jadi harus pergi lebih awal biar dapat yang bagus.


Dengan langkah gontai dan tak ikhlasnya Jingga mengikuti sang mama. Kemarin malam mama Jingga minta tolong diantar kepasar katanya mau beli sayur, kebutulan juga Jingga hari minggu yaudah ikut aja, Jingga kira perginya jam delapan atau sembilan, eh tau nya jam enam pagi dong!, kesal ngak tuh, mana kepasar hanya mau beli pete lagi!.


"Buruan! Astaga Jingga!," Jingga berlari kecil menuju bagasi mobilnya, "Sabar dong ma!," seru Jingga kesal.


Ia menyalakan mesin mobil, memanaskan sebentar sudah itu langsung berangkat kepasar.


...•••...


Jingga berdiri. berjalan kesana kemari, keliling pokonya kayak orang sewan, ngikuti mamanya belanja, sama dengan makan bakso tanpa cabe ngak enak banget!, sumpah!. mama-nya sejak tadi keliling nyari pete, sebenarnya udah ketemu tapi dia-nya malah ngak mau katanya Petenya kecil, rugi! dan berakhirlah sesi keliling demi mencari pete yang sesuai kemauan mama-nya.


"Ma!, cape" seru Jingga lesu merenggek, sejak tadi keliling tanpa henti.


"Kamu ini, gini aja udah cape, gimana kalau udah jadi istri nanti, bisa-bisa ngak makan suami kamu. udah sana liat-liat kalau ada pete" Jingga menarik napas kasar, dia berdoa ada lapak yang ngejual pete dengan ukuran jumbo biar diborong sekalian.


"Cabe berapa bu?"


"Seratus lima puluh bu sekilonya" ucap sang penjual.

__ADS_1


"Ihh,, mahal ya bu" mama Jingga memilih cabe, ia berpikir sejenak, apakah harus dibeli atau tidak, tapi kalau mau sambel pete ngak enak kalau ngak pedes, "Yaudah lima ons aja bu" serunya menunjuk cabenya.


Fakta lagi kalau keluarga Jingga, hantunya cabe, bahkan Seno kadang ngak mampu makan sambel yang dibuat oleh mama Jingga, pedas lurr!, cabe 1 ons aja hanya 2 hari itupun kalau sampai.


"Ma!, itu petenya!" teriak Jingga heboh, menunjuk salah satu lapak penjual yang menjual pete. "Mana-mana?" heboh sang mama, sekarang author tau dari mana sifat absurd Jingga😑.


...•••...


"Ahh..akhirnya pulang juga" seru Jingga lega, saat memasuki rumahnya, tak lupa tangan nya menenteng dua plastik penuh pete yang diborong sang mama.


"Alah, gitu aja letoy!" seru mama Jingga langsung menuju kedapur, di ikuti oleh Jingga, "Jingga simpan di sini pete mama ya"


Mayang-mama jingga akhirnya mendapatkan pete sesuai kriterianya, montok, gene, dan mapan Pete bahenol namanya, itupun mama Jingga yang kasih nama.


Mama Jingga mulai mengeksekusi pete yang ia beli tadi, "Sedap!" girangnya saat mencium bau pete yang menyeruak keluar.


Dikediam Jingga tidak ada art, meski mereka tergolong orang berada diatas rata-rata tapi mereka tidak menyewa jasa art, karna itu permintaan mayang-mama Jingga, dia ingin mengurus rumah tangganya sendiri, dari beres-beres, masak, dan segalanya, itu adalah impiannya.


Papa Jingga sering kasihan melihat istrinya mengerjakan semuanya sendiri, tapi mau bagaimana lagi itu keinginan istrinya.


...•••...


Jingga dan Joya merebahkan tubuhnya ditempat tidur, mereka menatap nanar langit-langit kamar, mau keluar tapi sedang hujan. "Bosen banget, ngak ada kerjaan, gini amat jadi beban keluarga" Jingga berucap mengoyangkan kedua kakinya.


Keduanya kembali terdiam.


"Joy" panggil Jingga pelan.


"Apaan?"


"Bdw. Nama bokap Ken siapa ya?," Jingga masih penasaran sama om-om yang nolong dia eh!, ternyata bokap bestiehnya, memamg dunia ini kecil ya.


"Lo mau tau banget?"


"Iya"


"Berani berapa?" seringai Joya menaikan turunkan kedua alisnya.


"Apa yang lo mau?"


"Tas Gucci pengeluaran terbaru" ujar Joya tersenyum.


"Deal!" Joya tersenyum senang, ini yang dia suka dari Jingga, tak pernah pelit dengan uang. Lumayanlah uang tabungannya tak jadi terpakai.

__ADS_1


"Jadi siapa namanya?" seru Jingga, menatap penuh harap kearah Joya.


Joya menampilkan nama orang yang ia cari lewat google, dan menampilkan sosok yang sejak kemarin Jingga omongin,


"NAKA!" guman Jingga, membaca nama yang ditampilakan.


"Yapss!, namanya Naka Kenza Lois. Dan dia pengusaha yang sangat sukses nomor 4 seasia, dan nomor 2 saat ini di Indonesia. makanya Ken sultan BGT!, lo punya hp tu digunain sebaik mungkin makanya" seru Joya kembali mematikan Hp nya.


"Om Naka, Awww! Namanya aja udah keren!" teriak Jingga, kaki menendang-nendang keatas. Saraf tuh anak.


Sedangkan Joya menatap Jingga dengan tatapan tanpa minatnya, biasalah Joya sudah hapal benar tabiat sahabatnya itu, setelah bosan mencari tau tentang orang itu, pasti akan lupa sendiri.


"Joy lo percaya ngak kalau gue naksir sama om Naka?" seru Jingga tersenyum cerah.


Jingga tak main-main sama janji yang pernah dia buat, siapapun yang nolongnya bakal ia jadiin pacar, nah kebetulan bokapnya Ken yang nolong mana ganteng lagi kan Jingga jadi senang sepuluh kali lipat.


"Ngak!, tipe lo kan diluar nalar semua!"


Jingga cemberut, "Iyain kek, biar gue senang" ucapnya pelan.


Joya melirik Jingga malas, "Lagian ya, lo sama om Naka kan beda jauh, dan lo hanya main-main aja gue tau, dan satu yang perlu lo tau KEN ngak akan suka lo jadi pacar bokapnya, modelan kayak lo, malu om Naka"


"Lo kalau ngomong suka benar Joy, hati gue tercabik-cabik dengarnya, tapi ya gue ngerasa deg-deg saat liat om Naka" senyumnya lagi.


"Lo deg-degan karna lo mau berak kali" canda Joya, dan berhasil mendapat leparan batal oleh Jingga.


"Hehehehe.. " cengir Joya.


^^^Gue akan pastiin deg-degan gue ini -batin Jingga.^^^


...**Ingat ya⚠...


cerita ini karangan murni Uci, dan konflik nya sengaja dibuat ringan ngak perlu berpikir keras, karna cerita ini Uci bikin ngak sulit alurnya, mungkin terkesan biasa aja, tapi Uci yakin seru kok!


Terima kasih sudah mampir, ♡♡♡


...♡**...



Like, Komen, dan Vote, (Jika hanya sekedar membaca tanpa Vote ibarat makan bakso ngak pakai cabe, ngak enak bangett, iya ngak😉♡♡


...••••...

__ADS_1


__ADS_2